Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 3: Allah, Sumber Kekuatanku!

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 3: Allah, Sumber Kekuatanku!". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif Bab 3: Allah, Sumber Kekuatanku!

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 3: Allah, Sumber Kekuatanku!

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif Bab 3: Allah, Sumber Kekuatanku!
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjawab pertanyaan tertulis tentang makna Allah sebagai sumber kekuatan bagi manusia yang terbatas.
  2. Murid dapat menjelaskan secara tertulis bagaimana Allah memelihara manusia yang berkebutuhan khusus.
  3. Murid dapat mengidentifikasi keteladanan Daud dalam 1 Samuel 17:40–45 sebagai contoh nyata bergantung kepada Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa lemah atau tidak mampu menghadapi sesuatu? Apa yang kamu lakukan saat itu?
  2. Menurut kamu, apa bedanya antara mengandalkan kekuatan sendiri dan mengandalkan Allah? Mana yang lebih kuat?
  3. Daud menghadapi Goliat yang jauh lebih besar dan kuat darinya — mengapa Daud tidak takut?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama (1 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab 3, dan murid akan menunjukkan pemahamannya secara mandiri (1 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik singkat secara lisan: 'Siapa yang masih ingat kisah Daud dan Goliat? Ceritakan secara singkat!' — 2–3 murid diminta merespons secara lisan (2 menit).
  • Guru menegaskan kembali bahwa kisah Daud mengajarkan kita bahwa Allah adalah sumber kekuatan sejati, bukan kehebatan diri sendiri (1 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu merasa lemah tapi tetap berhasil? Siapa yang membantumu?' untuk membangun koneksi personal sebelum asesmen (1 menit).
  • Guru menjelaskan prosedur asesmen: murid mengerjakan soal pilihan ganda (Bagian I) dan soal uraian (Bagian II) secara tertib dan mandiri (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan waktu membaca senyap 2 menit kepada murid untuk mengingat kembali isi Bab 3 sebelum lembar soal dibagikan — murid boleh menutup mata sejenak dan mengingat kisah Daud, makna Allah sebagai pemelihara, dan kondisi manusia yang terbatas.
  • Guru membacakan dengan lantang 1 Samuel 17:40–45 secara ringkas sebagai jangkar ingatan bersama sebelum asesmen dimulai (1 menit).
  • Guru membagikan lembar soal asesmen sumatif kepada seluruh murid.

Mengaplikasi (Bermakna, Kemandirian):

  • Murid mengerjakan Bagian I: 5 soal pilihan ganda secara mandiri dan tertib (mencakup perlengkapan Daud, asal Goliat, referensi Alkitab 1 Samuel 17:40–45, sumber kekuatan manusia, dan judul lagu rohani terkait). Alokasi waktu: 8 menit.
  • Murid mengerjakan Bagian II: 1 soal uraian — murid menuliskan pengalaman pribadi saat menghadapi tantangan, membandingkannya dengan kisah Daud, dan menjelaskan bagaimana Allah menjadi sumber kekuatan dalam pengalaman tersebut. Alokasi waktu: 10 menit.
  • Selama pengerjaan, guru berkeliling dengan tenang untuk memastikan kondisi tertib, memberi anggukan atau senyuman sebagai dorongan — guru tidak memberi petunjuk jawaban.
  • Guru mencatat murid yang tampak kesulitan sebagai bahan tindak lanjut pascaasesmen.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah lembar jawaban dikumpulkan, guru meminta murid untuk duduk tenang sejenak dan menutup mata selama 30 detik — guru mengajak murid mensyukuri proses belajar Bab 3 yang telah dilalui.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Setelah mempelajari Bab 3 ini, satu hal apa yang paling kamu ingat tentang Allah sebagai sumber kekuatanmu?' — 2–3 murid berbagi secara sukarela.
  • Guru menutup sesi inti dengan penegasan singkat: 'Seperti Daud, kita semua adalah manusia terbatas. Tapi keterbatasan itu bukan halangan — karena Allah yang memelihara dan menguatkan kita setiap hari.'

Penutup:

  • Guru mengucapkan apresiasi kepada seluruh murid atas kesungguhan dalam mengerjakan asesmen (1 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya.
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi singkat di pojok lembar jawaban (sebelum dikumpulkan) atau di buku catatan: 'Satu hal yang aku pelajari dari Bab 3 adalah ...' (1 menit).
  • Guru menutup kelas dengan doa bersama dan mengingatkan murid untuk terus mengandalkan Allah dalam kehidupan sehari-hari (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan, guru dapat mengizinkan penggunaan Alkitab untuk bagian uraian saja (bukan pilihan ganda), sehingga mereka tetap dapat menunjukkan pemahaman makna tanpa terhambat hafalan ayat.
  • Proses: Murid yang menyelesaikan lebih cepat diberi tantangan tambahan: menuliskan doa singkat kepada Allah yang mencerminkan pengakuan bahwa Allah adalah sumber kekuatan mereka, terinspirasi dari doa Daud sebelum melawan Goliat.
  • Produk: Murid dengan keterbatasan menulis (misalnya disabilitas motorik ringan) dapat menjawab soal uraian secara lisan kepada guru secara terpisah, atau dengan jawaban poin-poin singkat alih-alih paragraf penuh.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapa yang masih ingat kisah Daud dan Goliat? Apa yang membuat Daud berani?' — guru menilai kesiapan murid secara informal sebelum asesmen sumatif dimulai.
  • Pertanyaan pemantik personal: 'Pernahkah kamu merasa lemah tapi tetap berhasil? Siapa atau apa yang membantumu?' — untuk mengaktifkan koneksi antara pengalaman murid dan materi.

Proses:

  • Observasi ketertiban dan kesungguhan murid selama pengerjaan soal — dicatat dalam lembar observasi guru.
  • Guru mencatat nama murid yang tampak sangat kesulitan pada soal uraian untuk diberi umpan balik individual saat pengembalian hasil.
  • Refleksi lisan setelah pengumpulan lembar jawaban: murid berbagi satu hal yang paling berkesan dari Bab 3 — guru menilai kedalaman dan kejujuran refleksi secara informal.

Akhir:

  • Tes tertulis pilihan ganda (5 soal) dan uraian (1 soal) yang telah dikerjakan murid selama sesi inti — dinilai menggunakan kunci jawaban dan rubrik uraian.
  • Kalimat refleksi penutup yang ditulis murid ('Satu hal yang aku pelajari dari Bab 3 adalah ...') — digunakan guru sebagai bahan umpan balik personal.

Formatif:

  • Observasi lisan saat pendahuluan: guru mencatat murid yang mampu mengingat kembali kisah Daud dan Goliat secara garis besar.
  • Pengamatan selama pengerjaan: guru menandai murid yang tampak kebingungan atau tidak aktif mengerjakan sebagai catatan tindak lanjut.
  • Refleksi lisan pascaasesmen: guru mendengar respons murid terhadap pertanyaan refleksi sebagai indikator kedalaman pemahaman.

Sumatif:

  • Tes tertulis Bagian I: 5 soal pilihan ganda tentang kisah Daud dan Goliat (1 Samuel 17:40–45), sumber kekuatan, dan fakta Alkitab. Skor: tiap soal benar = 1 poin, total 5 poin.
  • Tes tertulis Bagian II: 1 soal uraian — murid menghubungkan pengalaman pribadi menghadapi tantangan dengan keteladanan Daud dan merefleksikan peran Allah sebagai sumber kekuatan. Skor: 0–10 poin berdasarkan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman makna Allah sebagai sumber kekuatan (Bagian I — Pilihan Ganda)Menjawab benar 0–1 soal dari 5 soal pilihan ganda.Menjawab benar 2 soal dari 5 soal pilihan ganda.Menjawab benar 3–4 soal dari 5 soal pilihan ganda.Menjawab benar 5 soal dari 5 soal pilihan ganda dengan tepat.
Keteladanan Daud dan kaitannya dengan keterbatasan manusia (Bagian II — Uraian)Murid tidak mengaitkan pengalaman pribadi dengan kisah Daud, atau jawaban tidak relevan dengan topik.Murid menyebutkan pengalaman pribadi tetapi belum menghubungkannya dengan keteladanan Daud atau peran Allah secara jelas.Murid menghubungkan pengalaman pribadi dengan kisah Daud dan menyebutkan bahwa Allah adalah sumber kekuatan, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid menghubungkan pengalaman pribadi dengan keteladanan Daud secara rinci, menjelaskan keterbatasan manusia, dan mengungkapkan keyakinan bahwa Allah memelihara dan menguatkan manusia — termasuk mereka yang berkebutuhan khusus.
Pemeliharaan Allah bagi manusia yang terbatas dan berkebutuhan khususMurid tidak menyebutkan konsep pemeliharaan Allah dalam jawaban uraian sama sekali.Murid menyebutkan bahwa Allah memelihara manusia tetapi tanpa penjelasan atau contoh konkret.Murid menjelaskan bahwa Allah memelihara semua manusia termasuk yang berkebutuhan khusus dengan satu contoh atau argumen sederhana.Murid menjelaskan secara mendalam bahwa Allah memelihara manusia yang terbatas dan berkebutuhan khusus, disertai contoh nyata dari teks Alkitab atau kehidupan sehari-hari.
Kejujuran dan kemandirian dalam mengerjakan asesmenMurid tidak mengerjakan soal secara mandiri atau tidak menyelesaikan seluruh soal tanpa alasan yang jelas.Murid mengerjakan sebagian soal secara mandiri namun terlihat sangat bergantung pada teman atau tidak fokus.Murid mengerjakan seluruh soal secara mandiri dan tertib hingga selesai.Murid mengerjakan seluruh soal secara mandiri, tertib, dan selesai lebih awal — menggunakan waktu sisa untuk menulis refleksi tambahan dengan sungguh-sungguh.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah soal asesmen yang diberikan sudah mengukur ketiga aspek TP 6.3.4.1 secara seimbang: makna Allah sebagai sumber kekuatan, pemeliharaan Allah bagi yang berkebutuhan khusus, dan keteladanan Daud?
  • Murid mana yang tampak kesulitan saat mengerjakan, dan dukungan seperti apa yang perlu saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk murid menyelesaikan seluruh soal dengan tenang? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah kegiatan refleksi lisan di akhir sesi memberikan gambaran yang cukup tentang kedalaman pemahaman murid secara keseluruhan?

Refleksi Murid:

  • Dari Bab 3 ini, satu hal paling penting yang aku pelajari tentang Allah adalah ...
  • Apakah aku sudah mengerjakan asesmen hari ini dengan jujur dan sungguh-sungguh? Mengapa?
  • Bagian mana dari soal yang paling sulit bagiku? Apa yang akan aku lakukan agar lebih memahaminya?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — 1 Samuel 17:40–45 (Terjemahan Baru, LAI)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022) — Pelajaran 3: Allah, Sumber Kekuatanku!, hlm. 40–43
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI — Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine (ISBN 978-602-244-666-8), hlm. 65–77
  4. Lembar soal asesmen sumatif Bab 3 (disiapkan guru, mengacu kunci jawaban buku guru)
  5. Lagu rohani 'Ya Tuhan, Tiap Jam' (sebagai referensi konteks lagu dalam soal pilihan ganda)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.