Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mensyukuri Allah sebagai Sumber Kekuatan melalui Karya Kreatif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mensyukuri Allah sebagai Sumber Kekuatan melalui Karya Kreatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mensyukuri Allah sebagai Sumber Kekuatan melalui Karya Kreatif

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mensyukuri Allah sebagai Sumber Kekuatan melalui Karya Kreatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMensyukuri Allah sebagai Sumber Kekuatan melalui Karya Kreatif
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan dengan membuat karya kreatif (kliping atau doa tertulis) yang menggambarkan keterbatasan manusia dan pertolongan Allah.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap saling menguatkan antarsesama sebagai respons iman terhadap pemeliharaan Allah yang dialami dalam kehidupan nyata.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa sangat lemah atau tidak mampu menghadapi sesuatu sendirian? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  2. Bagaimana caramu berterima kasih kepada seseorang yang sudah menolongmu di saat kamu membutuhkan bantuan?
  3. Jika Allah adalah sumber kekuatanmu, bagaimana kamu bisa memperlihatkan rasa syukur itu kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa singkat, mengajak murid bersyukur atas hari yang baru. (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal: murid menjawab lisan satu pertanyaan diagnostik — 'Sebutkan satu pengalaman di mana kamu merasa Allah menguatkanmu.' Guru mencatat respons sekilas untuk mengetahui pemahaman awal murid. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi ruang 1–2 murid untuk merespons singkat. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan membuat karya kreatif sebagai bentuk syukur kepada Allah yang selalu memelihara kita, dan kita akan belajar saling menguatkan satu sama lain.' (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menyimak dan melantunkan bersama penggalan lagu NKB 457 'Ya Tuhan, Tiap Jam' (1–2 bait) untuk membangun suasana reflektif. (2 menit)
  • Guru memberikan penjelasan singkat (mini-lecture 3 menit): menghubungkan kisah Daud dan Goliat (1 Samuel 17:40–45) dengan pengalaman murid — manusia memiliki keterbatasan, namun Allah adalah sumber kekuatan yang sejati. Guru menegaskan bahwa keterbatasan kita mendorong kita bergantung kepada Allah.
  • Murid diminta menyebutkan secara lisan atau menuliskan di sticky note: satu keterbatasan diri yang mereka akui, lalu satu bentuk pertolongan Allah yang pernah mereka rasakan. Guru menampung jawaban secara cepat. (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi pasangan (berdua-dua). Setiap pasangan memilih salah satu produk: (a) membuat kliping mini dari potongan koran/majalah yang menggambarkan keterbatasan manusia dan pertolongan Allah, atau (b) menulis doa syukur kepada Allah sebagai sumber kekuatan, dengan minimal tiga kalimat yang menyebutkan keterbatasan diri dan bentuk pemeliharaan Allah. (1 menit penjelasan)
  • Murid mengerjakan karya kreatif pilihan mereka bersama pasangannya. Perlengkapan kliping: karton kecil/selembar HVS, potongan koran/majalah, gunting, lem, spidol. Perlengkapan doa tertulis: lembar kerja/buku tugas. Guru berkeliling memberi umpan balik singkat dan mendorong murid yang kesulitan. (10 menit)
  • Setiap pasangan menuliskan satu kalimat penyemangat di bagian bawah karya pasangan lain (saling menukar karya sebentar) sebagai wujud sikap saling menguatkan. (2 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua atau tiga pasangan secara sukarela memperlihatkan karyanya dan menyampaikan satu hal yang mereka pelajari dari proses membuatnya. (3 menit)
  • Guru memimpin refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang berubah dalam cara pandangmu tentang keterbatasan setelah membuat karya ini?' Murid menjawab singkat secara lisan atau menuliskan di lembar refleksi. (2 menit)
  • Murid menuliskan satu kalimat komitmen pribadi di lembar refleksi: 'Minggu ini aku akan menguatkan temanku dengan cara...' sebagai tindak lanjut konkret. (1 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pelajaran hari ini bersama: 'Apa tiga hal penting yang kita pelajari hari ini?' Guru melengkapi bila ada poin yang terlewat, menegaskan bahwa keterbatasan manusia mendorong ketergantungan pada Allah dan Allah memelihara kita. (2 menit)
  • Karya kreatif murid (kliping atau doa tertulis) dikumpulkan atau dipajang di sudut kelas sebagai pengingat bersama. (1 menit)
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid mengisi lembar refleksi singkat dua pertanyaan — (1) Apa yang kamu syukuri dari pelajaran hari ini? (2) Bagaimana kamu akan menguatkan seseorang minggu ini? (2 menit)
  • Guru menutup dengan doa bersama, mendoakan agar murid bisa menjadi berkat dan sumber kekuatan bagi sesama. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum memahami konsep keterbatasan manusia diberikan contoh kartu bergambar (gambar seseorang sakit, terjatuh, atau kesulitan) sebagai pijakan sebelum membuat karya. Murid yang sudah paham dapat langsung mengerjakan tanpa bantuan kartu.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan template kalimat doa yang sudah disiapkan guru ('Ya Allah, aku lemah dalam hal... namun Engkau menguatkan aku dengan...'). Murid yang lebih cepat dapat menambahkan ayat Alkitab yang relevan pada karyanya.
  • Produk: Murid bebas memilih antara kliping (lebih visual-spasial) atau doa tertulis (lebih verbal-linguistik) sehingga setiap murid dapat mengekspresikan syukur sesuai kekuatan belajarnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya secara lisan di awal pembelajaran: 'Sebutkan satu pengalaman di mana kamu merasa Allah menguatkanmu.' Guru mendengarkan respons untuk mengetahui apakah murid sudah memiliki pemahaman awal tentang pemeliharaan Allah dan keterbatasan manusia.
  • Guru mencatat murid yang belum bisa menyebutkan pengalaman konkret sebagai data untuk memberikan pendampingan selama kegiatan inti.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati apakah murid mampu menghubungkan kisah Daud-Goliat dengan pengalaman pribadi mereka saat menuliskan di sticky note.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru menggunakan checklist observasi — apakah karya murid menggambarkan (a) keterbatasan manusia dan (b) pertolongan/pemeliharaan Allah secara jelas.
  • Selama tahap Merefleksi: guru menilai kualitas respons lisan murid saat berbagi karya — apakah murid dapat mengartikulasikan makna dari karya yang mereka buat.

Akhir:

  • Pengumpulan karya kreatif (kliping atau doa tertulis) dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Lembar refleksi penutup berisi dua pertanyaan: (1) Apa yang kamu syukuri dari pelajaran hari ini? (2) Bagaimana kamu akan menguatkan seseorang minggu ini? Dinilai berdasarkan kedalaman dan ketulusan respons murid.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama tahap Memahami: apakah murid dapat menyebutkan keterbatasan diri dan pertolongan Allah.
  • Umpan balik lisan guru saat berkeliling pada tahap Mengaplikasi: memastikan karya mencerminkan tema keterbatasan manusia dan pemeliharaan Allah.
  • Penilaian sejawat: kalimat penyemangat yang ditulis pasangan pada karya temannya sebagai bentuk saling menguatkan.

Sumatif:

  • Penilaian karya kreatif (kliping atau doa tertulis) menggunakan rubrik 4 level pada aspek: kesesuaian tema, ekspresi syukur, dan kerapian/kreativitas.
  • Lembar refleksi akhir murid: jawaban atas dua pertanyaan penutup sebagai bukti pemahaman dan komitmen.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Tema Karya (Keterbatasan Manusia & Pemeliharaan Allah)Karya tidak menggambarkan keterbatasan manusia maupun pertolongan Allah; tema tidak relevan atau kosong.Karya menggambarkan salah satu tema saja (keterbatasan manusia saja atau pertolongan Allah saja) secara samar.Karya menggambarkan kedua tema (keterbatasan manusia dan pertolongan Allah) dengan cukup jelas.Karya menggambarkan kedua tema secara jelas dan kuat, disertai keterangan atau kalimat yang memperkuat pesan pemeliharaan Allah.
Ekspresi Syukur kepada AllahTidak ada ungkapan syukur yang tampak dalam karya maupun saat presentasi.Murid menyebutkan kata 'syukur' atau 'terima kasih kepada Allah' namun tanpa penjelasan yang bermakna.Murid mengungkapkan syukur secara spesifik, menyebutkan bentuk pemeliharaan Allah yang nyata dalam hidupnya.Murid mengungkapkan syukur secara mendalam dan personal, menghubungkannya dengan pengalaman nyata dan komitmen untuk menguatkan sesama.
Sikap Saling Menguatkan (Respons Iman dalam Kehidupan Nyata)Murid tidak menuliskan kalimat penyemangat untuk temannya dan tidak menunjukkan sikap peduli selama kegiatan.Murid menuliskan kalimat penyemangat yang sangat umum dan singkat tanpa ketulusan yang terlihat.Murid menuliskan kalimat penyemangat yang tulus dan relevan untuk temannya, serta menunjukkan sikap peduli selama kerja berpasangan.Murid menuliskan kalimat penyemangat yang bermakna, personal, dan memberi semangat yang kuat; aktif mendukung pasangannya selama proses dan menyampaikan komitmen konkret untuk menguatkan sesama di lembar refleksi.
Kreativitas dan Kerapian KaryaKarya tidak selesai dikerjakan atau sangat tidak rapi sehingga sulit dipahami.Karya selesai namun kurang rapi; tampilan visual atau tulisan sulit dibaca.Karya selesai, rapi, dan mudah dipahami; menunjukkan usaha yang baik.Karya selesai, rapi, menarik secara visual, dan menunjukkan kreativitas dalam pemilihan gambar/tulisan atau pemilihan kata dalam doa.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk semua tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah semua murid berhasil membuat karya yang mencerminkan kedua tema (keterbatasan manusia dan pemeliharaan Allah)? Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan saling menulis kalimat penyemangat berhasil membangun suasana saling menguatkan di kelas? Bagaimana saya bisa memperkuat aspek ini di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik dan mini-lecture cukup membangun pemahaman murid sebelum mereka membuat karya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang keterbatasan manusia dan pemeliharaan Allah?
  • Bagaimana perasaanmu saat membuat karya kreatif sebagai bentuk syukur kepada Allah? Apakah kamu merasa dekat dengan Allah saat membuatnya?
  • Kalimat penyemangat apa yang kamu tulis untuk temanmu, dan mengapa kamu memilih kata-kata itu?
  • Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini untuk menguatkan seseorang yang sedang lemah atau kesulitan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemdikbud (ISBN 978-602-244-666-8)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Kemdikbud
  3. Alkitab: 1 Samuel 17:40–45 (kisah Daud dan Goliat)
  4. Nyanyian Kidung Baru (NKB) 457 'Ya Tuhan, Tiap Jam'
  5. Koran atau majalah bekas (untuk bahan kliping)
  6. Perlengkapan kliping: karton atau HVS, gunting, lem, spidol
  7. Lembar kerja doa tertulis (template doa, disiapkan guru)
  8. Sticky note untuk kegiatan asesmen awal
  9. Lembar refleksi murid (disiapkan guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.