MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 3 — Allah, Sumber Kekuatanku! INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Allah, Sumber Kekuatanku! |
|---|
| Alokasi Waktu | 8 JP (8 x 35 menit = 280 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.3.1 Mengidentifikasi keterbatasan manusia sebagai makhluk terbatas dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.3.2 Menjelaskan hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah
- TP 6.3.3 Menunjukkan bukti pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan bagi manusia
- TP 6.3.4 Mengekspresikan rasa syukur atas karya pemeliharaan Allah yang memelihara seluruh umat manusia
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu berusaha sekuat tenaga mengerjakan sesuatu namun tetap membutuhkan bantuan orang lain atau Tuhan?
- Mengapa manusia yang pandai dan hebat sekalipun tetap memiliki keterbatasan dalam hidupnya?
- Apa saja bukti bahwa Allah selalu memelihara dan memberi kekuatan dalam hidup kita sehari-hari?
- Bagaimana caramu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah yang memelihara seluruh ciptaan-Nya?
- Mengapa manusia yang serbaterbatas perlu bersandar pada pemeliharaan Allah dalam kehidupannya?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa Allah sungguh-sungguh memelihara dan menjadi sumber kekuatan kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi dan Menjelaskan Keterbatasan Manusia serta Ketergantungannya kepada Allah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.1 Mengidentifikasi keterbatasan manusia sebagai makhluk terbatas dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.3.2 Menjelaskan hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan topik Bab 3 'Allah, Sumber Kekuatanku!' serta tujuan pembelajaran: mengidentifikasi keterbatasan manusia dan menjelaskan hakikat ketergantungan manusia kepada Allah (2 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: 'Sebutkan 1 hal yang tidak bisa dilakukan manusia sendirian!' (acuan: manusia tidak bisa menyembuhkan diri sendiri dari sakit parah tanpa obat/dokter, tidak bisa hidup tanpa oksigen/makanan, tidak bisa menentukan masa depan sendiri) dan 'Kepada siapa manusia harus bergantung ketika menghadapi keterbatasannya?' (acuan: kepada Allah/Tuhan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru mengenai teks 1 Samuel 17:40–45 (kisah Daud dan Goliat), di mana Goliat mengandalkan kekuatan fisik dan senjata manusiawi yang terbatas, sementara Daud menyadari keterbatasan dirinya dan bergantung penuh kepada nama Tuhan semesta alam (10 menit).
- Secara berpasangan, murid memainkan kuis kartu ceria 'Tebak Batas'. Setiap pasangan menerima 4 kartu situasi: (1) 'Mengingat semua peristiwa yang akan terjadi 5 tahun ke depan', (2) 'Menghentikan badai topan dengan tenaga tangan', (3) 'Menciptakan napas hidup manusia dari ketiadaan', dan (4) 'Menyembuhkan seluruh penyakit seketika dengan kekuatan pikiran'. Murid secara bergantian menentukan dan menandai bahwa ke-4 hal tersebut merupakan bukti keterbatasan kemampuan manusia (acuan: keempat situasi tersebut merupakan batas mutlak manusia yang membuktikan manusia adalah makhluk terbatas) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri 'Keterbatasan Manusia dan Ketergantungan kepada Allah'. Pada Bagian 1, murid mengidentifikasi 3 wujud keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari (acuan jawaban: keterbatasan fisik/tubuh bisa lelah dan sakit; keterbatasan pengetahuan/tidak tahu masa depan; keterbatasan kemampuan/tidak bisa hidup sendiri tanpa sesama). Pada Bagian 2, murid menjelaskan hakikat ketergantungan manusia kepada Allah (acuan jawaban: hakikat manusia adalah makhluk ciptaan yang lemah dan terbatas, sehingga mutlak memerlukan Allah sebagai sumber kekuatan, penolong, dan pemelihara hidup) (15 menit).
- Guru berkeliling memeriksa hasil kerja murid, memberikan umpan balik langsung pada ketepatan identifikasi keterbatasan serta kedalaman penjelasan hakikat ketergantungan kepada Allah (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk tenang (hening) dalam sikap reflektif, merenungkan satu kelemahan atau keterbatasan pribadi yang dialami minggu ini (misalnya: rasa cemas, lelah belajar, atau sakit), lalu menuliskan 1 kalimat doa penyerahan diri kepada Allah sebagai sumber kekuatan di buku catatan masing-masing (acuan kriteria: kalimat memuat pengakuan keterbatasan diri dan permohonan pertolongan/kekuatan kepada Allah) (10 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk terbatas agar senantiasa bersandar dan bergantung kepada Allah Sang Pencipta (3 menit).
- Guru menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya (Menunjukkan bukti dan mensyukuri pemeliharaan Allah), lalu menutup sesi dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, disediakan kartu panduan bergambar yang memuat contoh konkret kelemahan fisik (sakit, lelah) dan keterbatasan pengetahuan. Bagi murid yang lebih cepat, disediakan teks pengayaan 1 Samuel 17:40-45 untuk menelaah kontras kesombongan Goliat dan kerendahan hati Daud.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan diarahkan guru dalam merumuskan kalimat penjelasan hakikat ketergantungan dengan kalimat pemantik rumpang ('Manusia terbatas karena ..., oleh sebab itu manusia bergantung kepada Allah untuk ...'). Murid yang mahir merumuskan penjelasannya secara mandiri dan utuh.
- Produk: Format penyusunan identifikasi keterbatasan dapat berupa poin-poin terstruktur atau tabel analitis, asalkan memuat 3 aspek keterbatasan dan 1 penjelasan hakikat ketergantungan yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 hal yang tidak bisa dilakukan manusia sendirian!' (Acuan: manusia tidak bisa menyembuhkan diri dari sakit parah tanpa bantuan obat/dokter, tidak bisa hidup tanpa oksigen/makanan, tidak bisa mengetahui masa depan) dan 'Kepada siapa manusia bergantung saat menghadapi keterbatasannya?' (Acuan: Allah/Tuhan YME).
Proses:- Observasi pengerjaan kuis kartu 'Tebak Batas' (memastikan murid mengidentifikasi seluruh 4 kartu situasi: [1] melihat masa depan, [2] menghentikan badai, [3] mencipta napas hidup, [4] sembuh seketika sebagai bukti keterbatasan manusia).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri: ketepatan mengidentifikasi 3 keterbatasan manusia sehari-hari (fisik/kesehatan, pengetahuan/akal, relasional/sosial) dan penjelasan hakikat manusia yang terbatas serta bergantung kepada Allah.
Akhir Pertemuan:- Cek refleksi akhir: penulisan 1 kalimat doa penyerahan diri di buku catatan pribadi (Kriteria penerimaan: memuat pengakuan jujur atas keterbatasan/kelemahan diri dan permohonan kekuatan kepada Allah; misal: 'Tuhan Yesus, aku sering merasa lelah dan cemas saat belajar, berikan aku kekuatan Roh Kudus-Mu untuk selalu bersandar kepada-Mu').
Formatif:- Penilaian kinerja berpasangan pada kuis kartu 'Tebak Batas'
- Penilaian tertulis Lembar Kerja Mandiri (identifikasi 3 keterbatasan manusia dan penjelasan hakikat ketergantungan kepada Allah)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari | Belum mampu mengidentifikasi keterbatasan manusia (hanya menyebutkan 0 atau 1 keterbatasan dengan tepat sesuai acuan). | Mampu mengidentifikasi 2 keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari dengan tepat sesuai acuan dengan bantuan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 3 keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari (keterbatasan fisik, pengetahuan, dan daya tahan) secara mandiri dan tepat. | Mampu mengidentifikasi lebih dari 3 keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri, tepat, dan terperinci. | | Menjelaskan hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah | Belum mampu menjelaskan hakikat keterbatasan manusia maupun alasan ketergantungannya kepada Allah. | Menjelaskan bahwa manusia terbatas tetapi belum mengaitkan alasan mengapa hakikat tersebut mewajibkannya bergantung kepada Allah. | Menjelaskan hakikat manusia sebagai ciptaan yang terbatas dan memerlukan Allah sebagai satu-satunya sumber kekuatan secara tepat. | Menjelaskan secara mendalam dan runtut hakikat manusia yang terbatas serta konsekuensi iman untuk bersandar sepenuhnya kepada Allah di segala situasi hidup. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu 'Tebak Batas' berhasil membantu murid memahami konsep keterbatasan manusia secara konkret?
- Apakah diferensiasi proses bagi murid yang membutuhkan bimbingan berjalan efektif dalam membantu mereka merumuskan hakikat ketergantungan kepada Allah?
Murid:- Apa satu keterbatasan terbesar yang kamu rasakan sebagai seorang anak berusia 11-12 tahun?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Allah berkenan menjadi sumber kekuatan di tengah kelemahanmu?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Bukti dan Mengekspresikan Rasa Syukur atas Pemeliharaan Allah sebagai Sumber Kekuatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.3 Menunjukkan bukti pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan bagi manusia
- TP 6.3.4 Mengekspresikan rasa syukur atas karya pemeliharaan Allah yang memelihara seluruh umat manusia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta memilih secara cepat kartu pernyataan yang menunjukkan bukti pemeliharaan Allah dari 3 kartu yang disajikan guru (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak teks bacaan 1 Samuel 17:40–45 dan paparan materi tentang Allah sebagai pemelihara dan sumber kekuatan bagi Daud serta seluruh manusia (15 menit).
- Secara bergantian melalui permainan edukatif 'Tebak Bukti Kasih', murid mengambil 1 dari 4 kartu situasi dan menunjukkan kartu mana yang membuktikan pemeliharaan Allah: (1) Sembuh dari sakit berkat pertolongan dokter dan doa; (2) Mendapatkan penghiburan keluarga saat berduka; (3) Memperoleh makanan dan tempat tinggal yang cukup; (4) Menang atas musuh besar bukan karena pedang melainkan kuasa nama TUHAN (acuan: keempat situasi tersebut merupakan bukti pemeliharaan Allah yang memberi kekuatan) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Jejak Pemeliharaan Allah' dengan menunjukkan 3 bukti pemeliharaan Allah yang nyata dialami manusia: (a) bukti dalam kesehatan/kekuatan fisik, (b) bukti melalui keberadaan orang lain di sekitar, dan (c) bukti kecukupan kebutuhan sehari-hari (20 menit).
- Murid mengekspresikan rasa syukur atas karya pemeliharaan Allah bagi seluruh umat manusia dengan menuliskan doa syukur tertulis sepanjang 3-5 kalimat pada kartu syukur yang disediakan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membacakan doa syukur yang telah ditulisnya dalam hati dengan penuh kesadaran dan menempelkannya pada pohon syukur di dinding kelas (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa Allah setia memelihara seluruh umat manusia dan menjadi sumber kekuatan utama bagi orang percaya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap ungkapan syukur murid dan menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret mengenai pemeliharaan Allah.
- Proses: Memberikan bimbingan terstruktur berupa panduan kalimat doa pembuka bagi murid yang kesulitan mengekspresikan doa syukur.
- Produk: Murid yang mahir menunjukkan lebih dari 3 bukti pemeliharaan Allah secara rinci dan menuliskan doa syukur yang lebih mendalam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik awal: Memilih kartu yang tepat. Guru menunjukkan 3 kartu pernyataan: (A) 'Kekuatan manusia berasal dari uang semata'; (B) 'Allah memberi kekuatan dan perlindungan saat Daud menghadapi Goliat'; (C) 'Manusia tidak membutuhkan pertolongan Tuhan'. Murid diminta menunjuk pernyataan yang benar. (Acuan: kartu B adalah jawaban benar; kartu A dan C adalah pengalih salah).
Proses:- Formatif proses: Observasi ketepatan murid saat menunjukkan 4 kartu bukti pemeliharaan Allah dalam permainan 'Tebak Bukti Kasih' (Acuan: kartu 1, 2, 3, dan 4 seluruhnya terbukti mencerminkan pemeliharaan Allah).
- Formatif lembar kerja: Pemeriksaan lembar kerja mandiri menunjukkan 3 bukti konkret pemeliharaan Allah dalam hidup manusia (Acuan: memuat bukti dalam pemeliharaan tubuh/kesehatan, kehadiran sesama/keluarga, dan kecukupan berkat jasmani).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Memeriksa hasil penulisan doa syukur murid pada kartu syukur. (Kriteria penerimaan: doa memuat minimal 1 ungkapan pengakuan Allah sebagai sumber kekuatan dan minimal 1 ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah bagi seluruh umat manusia).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja saat menunjukkan bukti pemeliharaan Allah melalui kartu situasi
- Penilaian produk tulisan ekspresi doa syukur atas pemeliharaan Allah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan bukti pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan | Belum mampu menunjukkan bukti pemeliharaan Allah atau hanya menunjukkan 1 bukti dengan bantuan penuh guru. | Menunjukkan 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kehidupan manusia dengan sedikit bimbingan guru. | Menunjukkan 3 bukti pemeliharaan Allah dalam kehidupan manusia (kesehatan/kekuatan, sesama, kecukupan) secara tepat dan mandiri. | Menunjukkan lebih dari 3 bukti pemeliharaan Allah secara tepat, mendalam, dan mandiri. | | Mengekspresikan rasa syukur atas karya pemeliharaan Allah | Belum mampu mengekspresikan rasa syukur secara tertulis dalam doa atau kalimat tidak memuat ungkapan pemeliharaan Allah. | Mengekspresikan rasa syukur secara tertulis namun hanya memuat 1 kalimat pendek ucapan terima kasih tanpa menyebut pemeliharaan Allah. | Mengekspresikan rasa syukur melalui doa tertulis 3-5 kalimat yang memuat pengakuan Allah sebagai sumber kekuatan dan pemelihara umat manusia secara runtut. | Mengekspresikan rasa syukur melalui doa tertulis lebih dari 5 kalimat yang secara mendalam dan menyentuh mengakui keagungan pemeliharaan Allah bagi seluruh ciptaan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu situasi dan menulis doa syukur efektif membantu murid memahami Allah sebagai sumber kekuatan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengekspresikan rasa syukurnya secara tulus dan sadar?
Murid:- Bukti pemeliharaan Allah mana yang paling kamu rasakan membuatmu kuat dalam menjalani hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengungkapkan rasa syukur kepada Allah melalui doa tulisanmu?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.3.1 Mengidentifikasi keterbatasan manusia sebagai makhluk terbatas dalam kehidupan sehari-hari
- TP 6.3.2 Menjelaskan hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah
- TP 6.3.3 Menunjukkan bukti pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan bagi manusia
- TP 6.3.4 Mengekspresikan rasa syukur atas karya pemeliharaan Allah yang memelihara seluruh umat manusia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana ruang kelas yang tenang dan tertib untuk pelaksanaan asesmen sumatif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-3, yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab yang mengukur pemahaman tentang keterbatasan manusia, hakikat ketergantungan kepada Allah, bukti pemeliharaan Allah, serta ekspresi syukur (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Tertulis kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk teknis pengerjaan serentak selama 63 menit, mencakup 3 bagian: Bagian I (identifikasi 3 keterbatasan manusia: fisik/usia, pengetahuan/akal, dan emosi/daya tahan tubuh), Bagian II (analisis 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud mengalahkan Goliat berdasarkan 1 Samuel 17:40-45: Allah menyertai Daud yang hanya membawa umban batu, dan kemenangan terjadi atas nama TUHAN semesta alam bukan pedang/tombak), dan Bagian III (penulisan teks doa syukur tertulis atas pemeliharaan Allah yang memelihara seluruh umat manusia) (5 menit).
- Guru menjelaskan mekanisme tes lisan bergiliran di meja guru yang berlangsung secara paralel selama pengerjaan tes tertulis, di mana setiap murid akan dipanggil bergiliran dengan durasi 1,5 menit untuk menjelaskan hakikat manusia yang terbatas dan bergantung kepada Allah (pertanyaan: 'Jelaskan mengapa manusia pada hakikatnya memiliki keterbatasan dan harus bergantung kepada Allah!') (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid mengerjakan Lembar Kerja Asesmen Tertulis secara mandiri di meja masing-masing dengan rincian soal: Soal 1 (Mengidentifikasi 3 keterbatasan manusia dalam keseharian; acuan kunci: keterbatasan fisik seperti lelah/sakit/menua, keterbatasan pengetahuan/tidak tahu masa depan, keterbatasan emosional/daya tahan diri dari kesulitan), Soal 2 (Menunjukkan 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud dan Goliat berdasarkan 1 Samuel 17:40-45; acuan kunci: Allah memampukan Daud menumbangkan Goliat walau tanpa baju zirah dan hanya memakai umban batu, serta kemenangan diraih karena bersandar pada kuasa nama TUHAN semesta alam), dan Soal 3 (Menuliskan teks doa syukur tertulis yang memuat pengakuan keterbatasan diri, ucapan terima kasih atas pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan, dan permohonan pimpinan Allah bagi hidupnya) (53 menit).
- Secara paralel di meja guru, guru memanggil murid satu per satu untuk tes lisan bergiliran (alokasi total 42 menit, 1,5 menit x 28 murid) di mana setiap murid menjelaskan hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah (acuan jawaban lisan: hakikat manusia adalah ciptaan yang fana, tidak sempurna, memiliki batas kekuatan fisik/daya pikir, sehingga mutlak membutuhkan Allah sebagai sumber kehidupan dan pertolongan, bukan mengandalkan kesombongan atau kehebatan diri sendiri) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis murid yang telah selesai dikerjakan, memastikan seluruh 28 murid telah menyelesaikan tes tertulis dan tes lisan (5 menit).
- Murid secara hening menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada bagian bawah lembar kerja mengenai makna menyadari keterbatasan diri di hadapan Allah yang mahakuasa (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum dan apresiasi atas ketertiban, ketenangan, serta kejujuran seluruh murid selama proses asesmen sumatif bab berlangsung (3 menit).
- Guru bersama murid merangkum intisari Bab 3 bahwa Allah adalah sumber kekuatan sejati di tengah keterbatasan manusia, kemudian menutup seluruh rangkaian kegiatan dengan doa penutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar instrumen asesmen dengan ukuran teks cetak lebih besar bagi murid yang mengalami hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
- Proses: Menyediakan pembacaan ulang petunjuk secara perlahan dan artikulatif bagi murid yang membutuhkan klarifikasi instruksi sebelum pengerjaan mandiri.
- Produk: Format bukti asesmen tetap sama sesuai jadwal ATP: lembar kerja analisis tertulis, teks doa tertulis, dan tes lisan berdurasi 1,5 menit.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis terintegrasi dan tes lisan bergiliran: lembar kerja analisis keterbatasan dan pemeliharaan Allah, teks doa syukur tertulis, serta penjelasan lisan mengenai hakikat ketergantungan manusia kepada Allah
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat uraian identifikasi keterbatasan manusia dalam keseharian, analisis bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud melawan Goliat, dan rumusan teks doa syukur atas pemeliharaan Allah yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (63 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian teks doa)
- tes lisan bergiliran: penjelasan lisan tiap murid berdurasi 1,5 menit secara rotasi di meja guru mengenai hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah, sementara murid lain menyelesaikan lembar tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja tes lisan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis terintegrasi dan tes lisan bergiliran: lembar kerja analisis keterbatasan dan pemeliharaan Allah, teks doa syukur tertulis, serta penjelasan lisan mengenai hakikat ketergantungan manusia kepada Allah
- tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat uraian identifikasi keterbatasan manusia dalam keseharian, analisis bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud melawan Goliat, dan rumusan teks doa syukur atas pemeliharaan Allah yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (63 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian teks doa)
- tes lisan bergiliran: penjelasan lisan tiap murid berdurasi 1,5 menit secara rotasi di meja guru mengenai hakikat manusia yang memiliki keterbatasan dan bergantung kepada Allah, sementara murid lain menyelesaikan lembar tertulis (42 menit / 1,5 menit = 28 murid, tuntas satu kelas) (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja tes lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi keterbatasan manusia (TP 6.3.1) | Mengidentifikasi 0 dari 3 jenis keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari (daftar acuan: keterbatasan fisik/usia/sakit, keterbatasan akal/pengetahuan masa depan, dan keterbatasan emosional/daya tahan diri). | Mengidentifikasi 1 dari 3 jenis keterbatasan manusia sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi 2 dari 3 jenis keterbatasan manusia sesuai daftar acuan. | Mengidentifikasi seluruh 3 jenis keterbatasan manusia dalam kehidupan sehari-hari sesuai daftar acuan secara lengkap dan tepat. | | Menjelaskan hakikat keterbatasan dan ketergantungan kepada Allah (TP 6.3.2 - Tes Lisan) | Tidak mampu menjelaskan hakikat manusia yang terbatas maupun alasan bergantung kepada Allah dalam tes lisan berdurasi 1,5 menit. | Menjelaskan hakikat keterbatasan manusia secara parsial tanpa menjelaskan ketergantungannya kepada Allah sesuai daftar acuan (manusia ciptaan fana/lemah dan mutlak butuh Allah sebagai sumber kekuatan hidup). | Menjelaskan hakikat keterbatasan manusia dan alasan bergantung kepada Allah sesuai daftar acuan namun belum mengaitkannya dengan kesadaran tidak mengandalkan diri sendiri. | Menjelaskan hakikat manusia yang terbatas dan mutlak bergantung kepada Allah sesuai daftar acuan secara tepat, runtut, dan jelas. | | Menunjukkan bukti pemeliharaan Allah (TP 6.3.3) | Menunjukkan 0 dari 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud melawan Goliat (daftar acuan: (1) Allah memampukan Daud yang hanya membawa umban dan batu mengalahkan musuh perkasa, (2) Daud menang karena bersandar pada nama TUHAN semesta alam bukan pada senjata perang fisik). | Menunjukkan 1 dari 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud melawan Goliat sesuai daftar acuan namun penjelasannya belum tepat. | Menunjukkan 1 dari 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud melawan Goliat sesuai daftar acuan secara tepat. | Menunjukkan seluruh 2 bukti pemeliharaan Allah dalam kisah Daud melawan Goliat sesuai daftar acuan secara tepat dan jelas. | | Mengekspresikan rasa syukur atas pemeliharaan Allah (TP 6.3.4 - Teks Doa) | Teks doa tertulis memuat 0 dari 3 kriteria isi doa (daftar kriteria acuan: (1) pengakuan keterbatasan diri, (2) ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah sebagai sumber kekuatan, (3) permohonan pertolongan/pimpinan Allah bagi hidupnya). | Teks doa tertulis memuat 1 dari 3 kriteria isi doa sesuai daftar acuan. | Teks doa tertulis memuat 2 dari 3 kriteria isi doa sesuai daftar acuan. | Teks doa tertulis memuat seluruh 3 kriteria isi doa sesuai daftar acuan secara lengkap dan mendalam. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 63 menit tes tertulis dan rotasi 1,5 menit per anak untuk tes lisan berjalan tuntas dan tertib bagi seluruh 28 murid?
- Bagian manakah dari kompetensi bab (keterbatasan, pemeliharaan, ekspresi syukur) yang sudah dikuasai dengan sangat baik oleh mayoritas murid?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya sadari tentang kekuatan Tuhan saat mengingat kelemahan dan keterbatasan saya?
- Bagaimana doa syukur yang saya tulis membantu saya semakin bersandar kepada Allah setiap hari?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (khususnya teks 1 Samuel 17:40–45)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
- Kartu situasi 'Tebak Batas' dan Lembar Kerja Mandiri
- Alkitab: 1 Samuel 17:40–45
- Kartu situasi dan lembar kartu pohon syukur
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022).
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek 2022).
- Alkitab: Teks 1 Samuel 17:40–45.
- Lembar Soal dan Lembar Jawab Asesmen Sumatif Bab 3.
|