Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBuah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menghubungkan nilai-nilai buah Roh (kasih, kemurahan, kebaikan) dengan tindakan nyata menolong sesama yang membutuhkan, berpijak pada Matius 25:31–46 dan kisah teladan.
  2. Murid dapat membuat karya kreatif berupa kartu dukungan sebagai ungkapan kepedulian konkret kepada sesama yang sedang mengalami kesusahan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang yang sedang kesusahan? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Menurut kalian, bagaimana buah Roh seperti kasih dan kemurahan bisa menjadi kekuatan untuk menolong orang lain?
  3. Jika Yesus ada di hadapan kalian hari ini, tindakan peduli apa yang ingin kalian tunjukkan kepada-Nya melalui sesama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan salam dan doa bersama, memohon pimpinan Roh Kudus dalam pembelajaran.
  • Guru melakukan asesmen awal: bertanya secara lisan kepada 2–3 murid, 'Sebutkan satu buah Roh yang kalian ingat dan apa artinya menurutmu?'
  • Guru menampilkan gambar atau menceritakan situasi singkat tentang anak yang membantu temannya yang sedang sakit, lalu mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menghubungkan buah Roh dengan tindakan nyata dan membuat kartu dukungan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau memandu murid membaca Matius 25:35–40 secara bergantian (ayat kunci tentang melayani sesama berarti melayani Kristus).
  • Guru menjelaskan secara singkat tiga buah Roh yang menjadi fokus: kasih (agape), kemurahan (belas kasih), dan kebaikan (tindakan baik). Gunakan bahasa sederhana dan contoh sehari-hari anak kelas 6.
  • Guru menceritakan satu kisah teladan nyata (misal: kisah anak yang mengumpulkan donasi untuk korban bencana atau relawan cilik di panti asuhan) dan meminta murid mengidentifikasi buah Roh mana yang tampak dalam kisah tersebut.
  • Murid berdiskusi singkat berpasangan: 'Buah Roh mana yang paling terasa dalam kisah tadi? Mengapa?'

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menjelaskan tugas membuat kartu dukungan: kartu berisi nama penerima dan kalimat penguatan yang mencerminkan buah Roh (kasih/kemurahan/kebaikan).
  • Murid memilih satu orang yang sedang mengalami kesusahan (teman, tetangga, keluarga, atau orang yang belum dikenal) sebagai penerima kartu.
  • Murid membuat kartu dukungan menggunakan kertas buffalo berwarna, spidol, pensil warna, dan hiasan sederhana (stiker/payet). Kalimat harus sopan dan mencerminkan firman Tuhan.
  • Guru berkeliling membimbing murid, memastikan kalimat sesuai nilai buah Roh dan tulisan dapat dibaca dengan jelas.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua hingga tiga murid mempresentasikan kartu dukungan mereka di depan kelas: membacakan kalimat dan menjelaskan buah Roh apa yang ingin mereka wujudkan melalui kartu tersebut.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan menghubungkan kembali karya murid dengan Matius 25:40 — 'Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang saudara-Ku yang paling hina, kamu telah melakukannya untuk Aku.'
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi di balik kartu atau di buku catatan: 'Hari ini aku belajar bahwa buah Roh … mendorongku untuk …'

Penutup:

  • Guru merangkum pelajaran: buah Roh bukan sekadar pengetahuan tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata kepada sesama yang membutuhkan.
  • Guru mengingatkan murid untuk memberikan kartu dukungan kepada penerima yang telah dipilih (di sekolah, rumah, atau gereja) dalam minggu ini.
  • Guru menutup dengan doa syukur bersama, memohon agar Roh Kudus menolong setiap murid mewujudkan kasih, kemurahan, dan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan daftar contoh kalimat penguatan yang bisa dipilih atau dimodifikasi. Murid cepat diminta menulis kalimat sendiri tanpa contoh.
  • Proses: Murid yang lambat menulis dapat menggambar simbol buah Roh (hati untuk kasih, tangan terbuka untuk kemurahan) dan menulis kalimat pendek. Murid cepat menulis kalimat lengkap dan menambahkan ayat Alkitab pendukung.
  • Produk: Murid cepat membuat dua kartu (satu untuk orang dekat, satu untuk orang yang belum dikenal). Murid yang membutuhkan waktu lebih cukup menyelesaikan satu kartu dengan baik.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan di awal: 'Sebutkan satu buah Roh yang kalian ingat dan apa artinya menurutmu?' — untuk mengecek pengetahuan awal murid tentang buah Roh.

Proses:

  • Observasi saat diskusi berpasangan: guru mencatat apakah murid dapat menyebutkan buah Roh yang tepat dari kisah teladan.
  • Pemantauan selama pembuatan kartu: guru memeriksa apakah kalimat dukungan mencerminkan nilai kasih, kemurahan, atau kebaikan dan berhubungan dengan firman Tuhan.

Akhir:

  • Penilaian produk kartu dukungan berdasarkan rubrik (isi, kreativitas, keterkaitan dengan buah Roh dan Matius 25:31–46).
  • Penilaian kalimat refleksi tertulis: murid mampu menjelaskan hubungan buah Roh dengan tindakan nyata menolong sesama.

Formatif:

  • Observasi diskusi berpasangan: apakah murid mampu mengidentifikasi buah Roh dalam kisah teladan.
  • Pemantauan proses pembuatan kartu: kesesuaian kalimat dengan nilai kasih, kemurahan, atau kebaikan.

Sumatif:

  • Penilaian produk kartu dukungan menggunakan rubrik 4 level (aspek: isi kalimat dan keterkaitan dengan buah Roh serta Matius 25).
  • Kalimat refleksi murid sebagai bukti pemahaman hubungan buah Roh dan tindakan nyata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Isi Kalimat Kartu Dukungan dan Keterkaitan dengan Buah RohKalimat tidak berkaitan dengan buah Roh dan tidak menunjukkan kepedulian kepada penerima.Kalimat menunjukkan kepedulian sederhana namun belum secara jelas mengaitkan dengan buah Roh (kasih/kemurahan/kebaikan).Kalimat menunjukkan kepedulian dan mengaitkan secara jelas dengan salah satu buah Roh; bahasa sopan dan sesuai firman Tuhan.Kalimat sangat personal, mengaitkan dengan buah Roh secara mendalam, menyertakan ayat Alkitab pendukung, dan menunjukkan empati tinggi kepada penerima.
Pemahaman Hubungan Buah Roh dengan Tindakan Nyata (Matius 25:31–46)Murid belum dapat menyebutkan hubungan antara buah Roh dan tindakan menolong sesama.Murid menyebutkan buah Roh namun belum dapat menjelaskan hubungannya dengan tindakan nyata atau ayat Alkitab.Murid menjelaskan hubungan buah Roh dengan tindakan nyata dan menyebutkan pesan Matius 25 secara umum.Murid menjelaskan secara rinci bagaimana buah Roh mendorong tindakan nyata, mengutip Matius 25:40, dan memberi contoh penerapan di kehidupan sehari-hari.
Kreativitas dan Estetika Kartu DukunganKartu tidak selesai atau sangat minim isi dan hiasan.Kartu selesai dengan tulisan sederhana namun minim hiasan dan kurang rapi.Kartu selesai dengan tulisan jelas, hiasan menarik, dan tata letak rapi.Kartu sangat kreatif, tulisan jelas dan bermakna, hiasan orisinal, serta menunjukkan usaha dan perhatian tinggi terhadap penerima.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menghubungkan buah Roh dengan tindakan nyata berdasarkan Matius 25:31–46?
  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk tahap memahami, mengaplikasi, dan merefleksi? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan efektif membantu semua murid menyelesaikan kartu dukungan dengan baik?

Refleksi Murid:

  • Buah Roh apa yang paling ingin aku wujudkan dalam hidupku sehari-hari? Mengapa?
  • Apa yang aku rasakan saat menulis kalimat dukungan untuk orang yang sedang kesusahan?
  • Tindakan nyata apa yang akan aku lakukan minggu ini untuk menunjukkan kasih, kemurahan, atau kebaikan kepada sesama?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Matius 25:31–46; Galatia 5:22–23)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022), Pelajaran 2: Mendengar Tangisan Sesama
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  4. Kertas buffalo berwarna, gunting, spidol, pensil warna, payet/mote/stiker
  5. Gambar atau cerita teladan tentang anak/tokoh yang menunjukkan kepedulian nyata kepada sesama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.