Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Siapakah Sesamaku Manusia? (Matius 25:31–46)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Siapakah Sesamaku Manusia? (Matius 25:31–46)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Siapakah Sesamaku Manusia? (Matius 25:31–46)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Siapakah Sesamaku Manusia? (Matius 25:31–46)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikSiapakah Sesamaku Manusia? (Matius 25:31–46)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyimpulkan arti sesama manusia berdasarkan Matius 25:31–46 dengan kata-kata sendiri secara tertulis.
  2. Murid dapat mengidentifikasi kelompok orang yang disebut Yesus dalam Matius 25:31–46 sebagai sesama yang perlu dikasihi dan ditolong.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, siapakah yang disebut 'sesama manusia'? Apakah hanya orang yang kamu kenal saja?
  2. Pernahkah kamu melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan tetapi tidak ada yang membantunya? Apa yang kamu rasakan?
  3. Jika Yesus ada di hadapanmu sekarang, kira-kira apa yang Ia katakan tentang cara kita memperlakukan orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka bersama, mengajak murid bersyukur atas kesempatan belajar hari ini.
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan gambar 3–4 situasi (misalnya anak kelaparan, orang sakit sendirian, orang asing yang tersesat, teman yang sedih) dan meminta murid menuliskan 1–2 kalimat: 'Menurut saya, ini urusan saya / bukan urusan saya karena...' pada sticky note atau secarik kertas.
  • Guru menghimpun jawaban murid secara cepat untuk memetakan pemahaman awal, lalu menyimpan untuk dibandingkan di akhir pelajaran.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab secara lisan singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan menemukan arti sesama manusia langsung dari firman Tuhan dan mengenali siapa saja yang Yesus maksudkan sebagai sesama.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat: membaca Alkitab bersama, berdiskusi kelompok, menulis kesimpulan, dan merefleksikan makna pelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab di Matius 25:31–46 dan membacanya dalam hati selama 2–3 menit.
  • Guru membacakan ulang teks dengan lantang dan ekspresif, memberi penekanan pada ayat-ayat kunci (ayat 35–36, 40, 42–43, 45).
  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) berisi tabel dua kolom: kolom kiri 'Kelompok orang yang disebut Yesus' dan kolom kanan 'Apa yang mereka alami / butuhkan'. Murid mengisi tabel secara mandiri berdasarkan teks.
  • Guru mengajukan pertanyaan penggalian makna secara klasikal: 'Siapa saja yang Yesus sebut dalam cerita ini?', 'Apa yang membuat Yesus berkata mereka adalah sesama?', 'Apa bedanya kelompok domba dan kelompok kambing dalam teks ini?'
  • Guru meluruskan pemahaman yang kurang tepat dan menegaskan bahwa 'sesama' menurut Yesus bukan hanya orang yang kita kenal, tetapi semua orang yang membutuhkan—bahkan mereka yang paling tidak diperhitungkan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan 'Kartu Situasi' yang berisi skenario kehidupan nyata, misalnya: (a) teman sekelas yang tidak punya bekal makan siang, (b) nenek tetangga yang tinggal sendirian, (c) anak baru di sekolah yang belum punya teman, (d) adik kelas yang jatuh dan tidak ada yang menolong.
  • Setiap kelompok mendiskusikan: 'Apakah orang dalam kartu ini termasuk sesama yang Yesus maksudkan? Mengapa? Apa yang bisa kita lakukan untuk mereka?'
  • Setiap anggota kelompok menuliskan kesimpulan pribadi di LKM bagian bawah: 'Menurutku, sesama manusia adalah... karena Yesus mengajarkan...' (minimal 2–3 kalimat dengan kata-kata sendiri).
  • Perwakilan 1–2 kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara singkat (1–2 menit per kelompok) kepada kelas.
  • Guru memberikan umpan balik lisan singkat setelah setiap presentasi, mengaitkan jawaban murid kembali ke teks Matius 25.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan kembali gambar situasi dari asesmen awal di Pendahuluan dan mengajak murid membandingkan: 'Apakah jawabanmu tadi masih sama setelah kamu membaca Matius 25? Apa yang berubah?'
  • Murid menuliskan refleksi singkat di LKM: 'Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang sesama adalah... Satu hal yang ingin aku lakukan setelah pelajaran ini adalah...'
  • Guru mengajak murid berdiri dan secara bergiliran (opsional sukarela, 3–5 murid) membacakan kalimat refleksi mereka kepada kelas.
  • Guru menutup tahap Merefleksi dengan penegasan: 'Ketika kita melayani sesama yang paling membutuhkan, kita sedang melayani Yesus sendiri.' (Mengacu Matius 25:40)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman lisan: 'Apa arti sesama menurut Matius 25? Siapa saja yang Yesus sebutkan?' Guru melengkapi poin-poin yang belum disebutkan murid.
  • Guru membagikan soal asesmen akhir tertulis (3 pertanyaan singkat) yang dikerjakan murid secara mandiri selama 5–7 menit.
  • Guru mengumpulkan LKM dan lembar asesmen akhir sebagai bukti belajar.
  • Guru menyampaikan motivasi penutup: mengajak murid untuk mulai memperhatikan satu orang di sekitarnya minggu ini yang mungkin membutuhkan perhatian atau pertolongan.
  • Kelas ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu murid, bersyukur atas pelajaran hari ini dan memohon kekuatan untuk mengasihi sesama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca Alkitab dapat menggunakan teks Matius 25:31–46 yang sudah disederhanakan bahasanya (versi parafrase) yang disiapkan guru di lembar terpisah.
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung menjawab pertanyaan lanjutan di LKM: 'Mengapa menurutmu banyak orang sulit mengenali sesama yang membutuhkan?'. Murid yang membutuhkan pendampingan lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman sebaya atau mendapat bimbingan langsung dari guru saat mengisi tabel LKM.
  • Produk: Murid yang sudah selesai lebih awal dapat menggambar atau membuat ilustrasi sederhana yang menggambarkan salah satu situasi dari Matius 25 sebagai pelengkap tulisan kesimpulan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3–4 gambar situasi orang yang membutuhkan pertolongan dan meminta murid menuliskan apakah itu 'urusan saya atau bukan' beserta alasan singkat pada sticky note — untuk memetakan pemahaman awal murid tentang konsep sesama sebelum masuk ke teks Alkitab.

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid mengisi tabel LKM: guru berkeliling memeriksa apakah murid mampu menemukan kelompok-kelompok orang yang disebutkan Yesus dalam Matius 25:31–46.
  • Observasi diskusi kelompok dengan Kartu Situasi: guru mendengarkan argumen murid dan mencatat murid yang sudah mampu mengaitkan teks dengan konteks nyata maupun yang masih memerlukan bimbingan.
  • Pertanyaan lisan guru kepada beberapa murid secara acak selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman individual terhadap isi teks.

Akhir:

  • Pertanyaan 1 (TP 6.2.1.1): 'Siapakah sesamamu manusia menurut Matius 25:31–46? Tuliskan dengan kata-katamu sendiri minimal 2 kalimat.'
  • Pertanyaan 2 (TP 6.2.1.2): 'Sebutkan minimal 3 kelompok orang yang disebut Yesus dalam Matius 25:31–46 sebagai sesama yang perlu dikasihi dan ditolong!'
  • Pertanyaan 3 (reflektif): 'Mengapa Yesus mengatakan bahwa melayani orang yang membutuhkan sama seperti melayani Dia? (lihat Matius 25:40)'

Formatif:

  • Pengamatan guru saat diskusi kelompok: apakah murid dapat mengidentifikasi kelompok orang dalam Matius 25 dan mengaitkannya dengan situasi nyata.
  • Tabel LKM yang diisi murid saat tahap Memahami: kelengkapan dan ketepatan identifikasi kelompok orang dalam teks.
  • Kalimat kesimpulan pribadi murid di LKM tahap Mengaplikasi: diperiksa apakah murid dapat merumuskan arti sesama dengan kata-kata sendiri.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis atas 3 pertanyaan asesmen akhir yang dikerjakan murid secara mandiri di Penutup.
  • Kalimat refleksi tertulis murid tentang satu hal baru yang dipelajari dan satu tindakan yang akan dilakukan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyimpulkan arti sesama manusia (TP 6.2.1.1)Murid belum dapat menuliskan arti sesama manusia, atau jawabannya tidak berkaitan dengan Matius 25:31–46.Murid menuliskan arti sesama manusia dengan sangat singkat dan masih menggunakan kalimat dari buku/guru, belum sepenuhnya dengan kata-kata sendiri.Murid menuliskan arti sesama manusia dengan kata-kata sendiri dan cukup jelas, meskipun belum sepenuhnya mengaitkan dengan konteks Matius 25.Murid menuliskan arti sesama manusia dengan kata-kata sendiri secara jelas, lengkap, dan secara eksplisit mengaitkannya dengan pesan Yesus dalam Matius 25:31–46.
Mengidentifikasi kelompok sesama dalam Matius 25:31–46 (TP 6.2.1.2)Murid tidak dapat menyebutkan kelompok orang yang dimaksud Yesus, atau hanya menebak tanpa dasar teks.Murid dapat menyebutkan 1–2 kelompok orang yang disebut Yesus (misalnya orang lapar dan orang haus saja) tanpa penjelasan.Murid dapat menyebutkan 3–4 kelompok orang yang disebut Yesus dengan cukup tepat berdasarkan teks.Murid dapat menyebutkan 5 atau lebih kelompok orang yang disebut Yesus (lapar, haus, orang asing, telanjang/tidak berpakaian, sakit, dipenjara) secara lengkap dan tepat sesuai teks Matius 25:35–36.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menemukan kelompok-kelompok orang yang disebutkan Yesus dalam Matius 25:31–46? Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan cukup memancing rasa ingin tahu murid? Pertanyaan mana yang paling efektif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah seimbang, atau ada tahap yang terlalu singkat?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan maupun murid yang sudah cepat memahami?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang aku pelajari hari ini tentang siapa sesama manusia itu?
  • Apakah ada orang di sekitarku yang termasuk 'sesama yang membutuhkan' seperti yang Yesus maksudkan? Siapa mereka?
  • Satu tindakan kecil apa yang bisa aku lakukan minggu ini untuk menunjukkan kepedulian kepada sesama?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Matius 25:31–46) — cetak atau digital
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VI (Kemdikbudristek, 2022) — Pelajaran 2, halaman 16–29
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas VI (Kemdikbudristek, 2022) — Pelajaran 2, halaman 53–62
  4. Lembar Kerja Murid (LKM) — disiapkan guru berisi tabel identifikasi kelompok orang dan kolom kesimpulan tertulis
  5. Kartu Situasi — disiapkan guru berisi 4 skenario kehidupan nyata untuk diskusi kelompok
  6. Gambar/foto situasi orang yang membutuhkan pertolongan — untuk asesmen awal dan refleksi perbandingan
  7. Sticky note atau kertas kecil — untuk asesmen awal
  8. Papan tulis/whiteboard — untuk menuliskan rangkuman bersama di Penutup

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.