Modul AjarPertemuan 3Bab 12Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mempraktikkan Pemeliharaan Lingkungan: Bercerita Pengalaman dan Merancang Proyek Kebersihan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Mempraktikkan Pemeliharaan Lingkungan: Bercerita Pengalaman dan Merancang Proyek Kebersihan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Mempraktikkan Pemeliharaan Lingkungan: Bercerita Pengalaman dan Merancang Proyek Kebersihan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 12 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mempraktikkan Pemeliharaan Lingkungan: Bercerita Pengalaman dan Merancang Proyek Kebersihan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMempraktikkan Pemeliharaan Lingkungan: Bercerita Pengalaman dan Merancang Proyek Kebersihan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan bercerita bersama teman, murid dapat menceritakan pengalaman nyata mereka dalam memelihara alam dan kebersihan lingkungan di rumah, sekolah, atau gereja dengan percaya diri.
  2. Melalui kerja kelompok, murid dapat merancang satu proyek nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar (seperti membuat tempat sampah dari bahan daur ulang) sebagai wujud tanggung jawab orang beriman terhadap ciptaan Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian ikut membersihkan lingkungan di rumah, sekolah, atau gereja? Apa yang kalian lakukan dan bagaimana perasaan kalian setelahnya?
  2. Mengapa Allah memanggil kita untuk merawat alam dan lingkungan ciptaan-Nya? Apa hubungannya dengan iman kita?
  3. Jika kalian bisa membuat satu proyek kebersihan untuk lingkungan sekitar, proyek apa yang paling ingin kalian wujudkan dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama, mengajak murid bersyukur atas ciptaan Allah yang indah di sekitar mereka. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengacungkan tangan jika pernah ikut membersihkan lingkungan, lalu guru bertanya singkat kepada 2–3 murid: 'Di mana? Apa yang kamu lakukan?' untuk memetakan pengalaman awal kelas. (4 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid untuk berpikir sejenak sebelum menjawab secara lisan. (3 menit)
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: bercerita pengalaman memelihara lingkungan, lalu merancang proyek kebersihan bersama kelompok sebagai wujud iman kepada Allah Sang Pencipta. (2 menit)
  • Guru membagi murid menjadi kelompok-kelompok kecil (3 orang per kelompok) sebagai persiapan kegiatan inti. (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali secara ringkas pesan Kejadian 1:11–12, 20–31 tentang tanggung jawab manusia sebagai pengelola ciptaan Allah — bukan untuk ceramah panjang, tetapi sebagai landasan teologis bercerita. (3 menit)
  • Guru memperlihatkan dua gambar (rumah jejer perkotaan vs. rumah pedesaan seperti di Buku Siswa hal. 155) dan bertanya: 'Lingkungan mana yang lebih sehat? Mengapa?' Murid merespons secara lisan. (3 menit)
  • Guru menegaskan keterkaitan antara kebersihan lingkungan dan kesehatan, serta menyambungkannya dengan panggilan iman: memelihara lingkungan adalah bentuk syukur dan tanggung jawab terhadap ciptaan Allah. (2 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • KEGIATAN BERCERITA (20 menit): Dalam kelompok 3 orang, masing-masing murid bergiliran bercerita tentang pengalaman nyata memelihara alam dan lingkungan di rumah, sekolah, atau gereja. Panduan bercerita tersedia di papan tulis atau lembar kerja: (1) Di mana kamu ikut memelihara lingkungan? (2) Apa nama kegiatannya? (3) Kamu terlibat dalam hal apa? (4) Apa kelebihan dan kekurangan kegiatan itu? (5) Bagaimana kesan kamu waktu ikut serta? Guru mengingatkan agar setiap anggota mendapat giliran dan waktu yang seimbang.
  • Guru berkeliling memantau kelompok, memberikan dukungan dan pertanyaan lanjutan jika ada murid yang kesulitan memulai cerita, misalnya: 'Apakah kamu pernah buang sampah pada tempatnya? Itu juga termasuk memelihara lingkungan!'
  • KEGIATAN MERANCANG PROYEK (15 menit): Setelah bercerita, kelompok yang sama merancang satu proyek nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Pilihan proyek: membuat tempat sampah dari bahan daur ulang, mengumpulkan botol plastik untuk dijadikan tempat pensil, atau mengampanyekan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya kepada warga sekitar sekolah.
  • Kelompok mengisi lembar rencana proyek dengan panduan: (1) Nama dan tema proyek; (2) Waktu pelaksanaan yang direncanakan; (3) Siapa saja yang terlibat; (4) Tahap persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut setelah kegiatan. Guru mengingatkan bahwa rancangan ini adalah komitmen iman — bukan sekadar tugas sekolah.
  • Guru memberikan bimbingan diferensiasi selama kegiatan merancang (lihat bagian diferensiasi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan secara singkat rancangan proyek mereka kepada kelas (masing-masing 1–2 menit, cukup menyebutkan nama proyek, alasan memilih, dan satu langkah kunci). (8 menit)
  • Guru mengajak kelas memberikan satu kata apresiasi untuk setiap kelompok yang tampil ('semangat', 'kreatif', 'peduli', dll.) untuk menciptakan suasana saling memuliakan.
  • Guru memandu refleksi bersama dengan pertanyaan lisan: 'Dari semua cerita dan rancangan proyek tadi, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu sebagai penjaga ciptaan Allah?' Beberapa murid dipersilakan berbagi jawaban. (4 menit)

Penutup:

  • Guru menyampaikan rangkuman singkat: Allah menciptakan alam dengan indah dan memanggil kita untuk merawatnya. Bercerita dan merancang proyek hari ini adalah bukti nyata bahwa kita merespons panggilan itu. (2 menit)
  • Guru meminta setiap murid menuliskan satu kalimat komitmen pribadi di buku catatan mereka: 'Mulai minggu ini, saya akan … sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap ciptaan Allah.' (2 menit)
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: murid diminta membawa bahan-bahan yang diperlukan untuk proyek kelompok mereka pada pertemuan berikutnya (atau memulai langkah pertama di rumah jika memungkinkan).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa syukur bersama, mengucapkan terima kasih kepada Allah atas ciptaan-Nya dan memohon kekuatan untuk menjadi penjaga lingkungan yang bertanggung jawab. (2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum punya pengalaman memelihara lingkungan dapat bercerita tentang hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya atau menyiram tanaman. Guru menyiapkan kartu gambar kegiatan kebersihan sebagai bantuan visual bagi murid yang kesulitan memulai.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan (lambat belajar) diberikan lembar panduan bercerita yang lebih terstruktur dengan kalimat pemula ('Saya pernah … di …. Kegiatannya adalah …'). Murid yang cepat dapat diminta menambahkan perspektif Alkitab pada rancangan proyek mereka — mengaitkan proyek dengan ayat tertentu dari Kejadian 1.
  • Produk: Rancangan proyek dapat disajikan dalam bentuk tulisan di lembar kerja (standar), gambar/sketsa dengan keterangan (untuk murid yang lebih visual), atau peta pikiran sederhana (untuk murid yang sudah mahir). Semua bentuk diterima selama memuat 4 komponen panduan proyek.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid mengacungkan tangan berdasarkan pengalaman: 'Siapa yang pernah ikut kerja bakti? Siapa yang pernah membuat sesuatu dari barang bekas?' — untuk memetakan pengalaman awal dan kesiapan belajar.
  • Guru bertanya singkat kepada 2–3 murid: 'Di mana dan apa yang kamu lakukan?' untuk memahami kedalaman pengalaman mereka sebelum kegiatan bercerita dimulai.

Proses:

  • Observasi saat kegiatan bercerita: guru mencatat murid yang bercerita dengan percaya diri, yang masih ragu-ragu, dan yang membutuhkan bantuan pertanyaan lanjutan.
  • Peninjauan lembar rancangan proyek di tengah kegiatan: guru memastikan setiap kelompok sudah mengisi minimal nama proyek dan alasan pemilihan sebelum waktu habis.
  • Tanya jawab selama presentasi mini: guru mengajukan satu pertanyaan klarifikasi kepada setiap kelompok untuk mengecek pemahaman, misalnya: 'Mengapa kalian memilih proyek ini? Bagaimana ini menunjukkan tanggung jawab kepada Allah?'

Akhir:

  • Penilaian lembar rancangan proyek kelompok menggunakan rubrik 4 level pada aspek kelengkapan komponen, kreativitas, dan relevansi dengan nilai iman.
  • Kalimat komitmen pribadi murid dikumpulkan atau dibacakan sebagai bukti refleksi — dinilai sebagai asesmen kualitatif (ada/tidak ada, spesifik/umum).

Formatif:

  • Observasi partisipasi bercerita dalam kelompok: apakah murid menceritakan pengalaman nyata dengan runtut dan percaya diri.
  • Pemantauan proses kerja kelompok saat merancang proyek: apakah semua anggota berkontribusi dan rancangan memuat 4 komponen yang diminta.
  • Pertanyaan lisan saat refleksi kelas untuk mengecek pemahaman murid tentang keterkaitan antara proyek kebersihan dan tanggung jawab iman.

Sumatif:

  • Lembar rancangan proyek kelompok yang memuat nama proyek, waktu, pihak yang terlibat, dan tahapan kegiatan — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Kalimat komitmen pribadi yang ditulis murid di buku catatan sebagai bukti refleksi dan internalisasi nilai.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Bercerita Pengalaman (TP 6.12.3.1)Murid belum dapat menceritakan pengalaman memelihara lingkungan, atau cerita tidak relevan dengan topik meskipun sudah diberi panduan.Murid dapat bercerita singkat dengan bantuan pertanyaan guru, namun cerita kurang runtut dan hanya menjawab 1–2 panduan bercerita.Murid dapat bercerita dengan cukup runtut dan percaya diri, menjawab 3–4 panduan bercerita tentang pengalaman nyata memelihara lingkungan.Murid bercerita dengan runtut, percaya diri, dan detail; menjawab semua panduan bercerita; mampu mengaitkan pengalamannya dengan tanggung jawab sebagai orang beriman.
Rancangan Proyek Kebersihan (TP 6.12.3.2)Kelompok belum dapat menghasilkan rancangan proyek, atau rancangan tidak memuat komponen yang diminta.Rancangan proyek memuat 1–2 komponen (misalnya nama proyek dan siapa yang terlibat), namun tahapan kegiatan belum jelas atau tidak realistis.Rancangan proyek memuat 3–4 komponen dengan cukup jelas; proyek dipilih dengan alasan yang masuk akal dan dapat dilaksanakan.Rancangan proyek lengkap (memuat semua 4 komponen), realistis, kreatif, dan disertai alasan yang mengaitkan proyek dengan tanggung jawab orang beriman terhadap ciptaan Allah.
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok; hanya satu atau dua anggota yang bekerja.Murid ikut hadir dalam diskusi tetapi kontribusinya minimal; sebagian besar dikerjakan oleh anggota lain.Murid aktif berpartisipasi, mendengarkan giliran bercerita teman, dan berkontribusi pada rancangan proyek bersama.Murid berpartisipasi penuh, menghargai giliran dan pendapat semua anggota kelompok, mendorong anggota yang lebih pendiam untuk turut berkontribusi.
Internalisasi Nilai Iman (Tanggung Jawab terhadap Ciptaan Allah)Murid belum menunjukkan pemahaman bahwa memelihara lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab iman.Murid menyebutkan kata-kata seperti 'tanggung jawab' atau 'ciptaan Allah' tetapi belum menghubungkannya secara bermakna dengan cerita atau proyek.Murid dapat menghubungkan kegiatan memelihara lingkungan dengan tanggung jawab sebagai orang beriman, baik dalam cerita maupun rancangan proyek.Murid secara konsisten menunjukkan kesadaran bahwa merawat lingkungan adalah respons iman kepada Allah Sang Pencipta, tercermin dalam cerita, rancangan proyek, dan kalimat komitmen pribadi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat giliran bercerita yang adil dalam kelompok? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah dari pengaturan kelompok atau manajemen waktu?
  • Apakah panduan bercerita dan panduan rancangan proyek cukup jelas bagi semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih?
  • Sejauh mana murid berhasil mengaitkan kegiatan hari ini dengan nilai iman — tanggung jawab terhadap ciptaan Allah? Apakah landasan teologis di awal cukup kuat?
  • Bagaimana kualitas rancangan proyek yang dihasilkan? Apakah proyek-proyek itu realistis dan memungkinkan untuk dilaksanakan pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri sebagai penjaga ciptaan Allah dari kegiatan hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu ketika menceritakan pengalamanmu kepada teman? Apakah mudah atau sulit? Mengapa?
  • Dari rancangan proyek yang kamu buat bersama kelompok, apa bagian yang paling kamu sukai dan apa yang menurut kamu perlu diperbaiki?
  • Satu tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai bentuk tanggung jawabmu terhadap lingkungan dan ciptaan Allah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (hal. 154–156: Kegiatan 4 Bercerita dan Kegiatan 5 Membuat Proyek)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (hal. 198: panduan fasilitasi Kegiatan 4 dan Kegiatan 5)
  3. Alkitab — Kejadian 1:11–12, 20–31 (sebagai landasan teologis)
  4. Gambar 12.2 (rumah jejer perkotaan) dan Gambar 12.3 (rumah pedesaan) dari Buku Siswa — dapat dicetak atau ditampilkan di layar
  5. Lembar Kerja Bercerita: panduan 5 pertanyaan bercerita yang disiapkan guru (dapat ditulis di papan tulis atau difotokopi)
  6. Lembar Rancangan Proyek: panduan 4 komponen proyek yang disiapkan guru (nama proyek, waktu, pihak terlibat, tahapan kegiatan)
  7. Contoh bahan daur ulang (botol plastik bekas, kardus) — sebagai stimulus visual untuk ide proyek, jika tersedia
  8. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk menampilkan panduan kegiatan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.