Modul AjarPertemuan 4Bab 10Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif: Menerapkan dan Menampilkan Sikap Toleransi Antarmanusia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Asesmen Sumatif: Menerapkan dan Menampilkan Sikap Toleransi Antarmanusia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Asesmen Sumatif: Menerapkan dan Menampilkan Sikap Toleransi Antarmanusia

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 10 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif: Menerapkan dan Menampilkan Sikap Toleransi Antarmanusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAsesmen Sumatif: Menerapkan dan Menampilkan Sikap Toleransi Antarmanusia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyajikan karya kreatif (poster, puisi, atau tulisan) yang mencerminkan pesan toleransi antarmanusia sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan bermasyarakat.
  2. Murid dapat menuliskan pengalaman pribadi menerapkan sikap toleransi di lingkungan keluarga, sekolah, atau gereja sebagai bukti penghayatan nilai-nilai Kristiani dalam interaksi antarsesama.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami situasi di mana kalian harus menghargai teman yang berbeda suku, budaya, atau agama? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan sikap toleransi kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang yang percaya kepada Tuhan?
  3. Menurutmu, mengapa sikap toleransi penting bagi orang Kristen yang hidup di tengah masyarakat majemuk?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah asesmen sumatif Bab 10 tentang Sikap Toleransi Antarmanusia.
  • Guru melakukan asesmen awal (diagnostik): meminta 2-3 murid menyebutkan secara lisan apa yang mereka ingat tentang makna toleransi dari pertemuan sebelumnya dan contoh sikap toleransi Daniel dalam Daniel 1:1-21.
  • Guru menjelaskan dua tugas sumatif yang akan dikerjakan: (1) membuat karya kreatif bertema toleransi, dan (2) menulis pengalaman pribadi menerapkan toleransi.
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik dan memberi waktu 1 menit bagi murid untuk memikirkan jawaban dalam hati.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan ringkasan poin-poin penting tentang toleransi: menghargai perbedaan suku, agama, ras, budaya; toleransi sebagai tanggung jawab orang beriman; teladan Daniel dan teman-temannya.
  • Guru menjelaskan rubrik penilaian kedua tugas secara sederhana agar murid memahami ekspektasi: keseriusan, kedisiplinan, pemaknaan, dan kualitas isi karya.
  • Guru membacakan instruksi tugas secara jelas: Tugas 1 — buat poster, puisi, atau tulisan kreatif bertema toleransi (boleh individu atau berpasangan); Tugas 2 — tulis pengalaman pribadi menerapkan toleransi di keluarga, sekolah, atau gereja dalam 1 halaman A4.
  • Murid diberi kesempatan bertanya jika ada instruksi yang belum dipahami.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Tugas 1: membuat karya kreatif (poster/puisi/tulisan) bertema 'Toleransi di Lingkunganku' menggunakan kertas manila, spidol, krayon, atau kertas A4 untuk puisi/tulisan. Waktu pengerjaan: 20 menit.
  • Murid mengerjakan Tugas 2: menulis pengalaman pribadi menerapkan sikap toleransi di keluarga, sekolah, atau gereja. Tulisan ditulis tangan di kertas A4, minimal setengah halaman. Waktu pengerjaan: 15 menit.
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memberikan bimbingan individual bagi murid yang kesulitan, dan mencatat observasi proses (keseriusan, kedisiplinan) sebagai asesmen formatif.
  • Guru memotivasi murid yang sudah selesai lebih awal untuk memperkaya karyanya dengan menambahkan ayat Alkitab atau ilustrasi pendukung.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memilih 3-4 murid untuk mempresentasikan karya kreatif mereka secara singkat (masing-masing 1 menit) di depan kelas.
  • Murid lain memberikan apresiasi dengan menyebutkan satu hal yang mereka sukai dari karya temannya.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Apa yang kamu rasakan setelah menuliskan pengalamanmu tentang toleransi? Apa yang ingin kamu lakukan selanjutnya untuk menunjukkan toleransi?'
  • Murid menuliskan satu kalimat komitmen pribadi di bagian bawah tulisan pengalaman mereka tentang tindakan toleransi yang akan mereka lakukan ke depan.

Penutup:

  • Guru memberikan penegasan: toleransi adalah wujud kasih Kristus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari di tengah keberagaman Indonesia.
  • Guru mengapresiasi seluruh hasil karya murid dan menyampaikan bahwa karya terbaik akan dipajang di dinding kelas atau dibagikan di media sosial sekolah (dengan izin).
  • Guru memimpin doa penutup, memohon agar murid dimampukan Tuhan untuk terus hidup toleran.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bantuan lebih diberikan contoh poster sederhana dan kerangka tulisan pengalaman (poin-poin panduan). Murid cepat diperbolehkan membuat karya dalam dua bentuk sekaligus (misalnya poster dan puisi).
  • Proses: Murid yang lambat mendapat bimbingan individual dari guru saat mengerjakan tugas dan waktu tambahan 5 menit. Murid cepat diminta menambahkan ayat Alkitab relevan dan menghias karya lebih detail.
  • Produk: Murid yang kesulitan menulis boleh membuat tulisan minimal setengah halaman dengan poin-poin. Murid yang mahir diminta menulis minimal satu halaman penuh dengan refleksi mendalam.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal pembelajaran: Guru meminta murid menyebutkan pengertian toleransi dan satu contoh sikap toleransi dari kisah Daniel 1:1-21 untuk mengecek pemahaman dasar sebelum mengerjakan asesmen sumatif.

Proses:

  • Observasi guru selama pengerjaan tugas: mencatat keseriusan, kemandirian, dan kedisiplinan murid menggunakan lembar checklist.
  • Bimbingan individual: guru mengajukan pertanyaan klarifikasi kepada murid tentang pesan yang ingin disampaikan dalam karyanya untuk memastikan pemahaman.

Akhir:

  • Pengumpulan dan penilaian karya kreatif (poster/puisi/tulisan bertema toleransi) berdasarkan rubrik yang telah disampaikan di awal.
  • Pengumpulan dan penilaian tulisan pengalaman pribadi menerapkan toleransi berdasarkan rubrik keseriusan, kedisiplinan, dan pemaknaan.

Formatif:

  • Observasi proses pengerjaan: keseriusan, kedisiplinan, dan keterlibatan murid selama mengerjakan kedua tugas.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi karya: kemampuan murid menjelaskan pesan toleransi dalam karyanya.

Sumatif:

  • Penilaian karya kreatif (poster/puisi/tulisan) menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kesesuaian tema toleransi, kreativitas, dan kejelasan pesan.
  • Penilaian tulisan pengalaman pribadi menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: relevansi pengalaman, pemaknaan nilai Kristiani, dan kualitas tulisan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Tema Toleransi pada Karya KreatifKarya tidak memuat pesan toleransi atau tidak relevan dengan tema yang diminta.Karya memuat pesan toleransi namun masih samar atau kurang jelas kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat.Karya memuat pesan toleransi yang jelas dan relevan dengan kehidupan bermasyarakat sebagai tanggung jawab orang beriman.Karya memuat pesan toleransi yang kuat, kreatif, dan menginspirasi, disertai kaitan eksplisit dengan tanggung jawab iman Kristen dalam masyarakat majemuk.
Kreativitas KaryaKarya dibuat asal-asalan tanpa usaha kreatif, tidak rapi.Karya menunjukkan sedikit usaha kreatif namun masih sederhana dan kurang menarik secara visual atau bahasa.Karya menunjukkan kreativitas yang baik dalam pemilihan kata, gambar, atau tata letak sehingga menarik perhatian.Karya sangat kreatif, orisinal, dan menarik; memadukan elemen visual dan verbal secara harmonis untuk menyampaikan pesan toleransi.
Relevansi Pengalaman PribadiTulisan tidak memuat pengalaman pribadi tentang toleransi atau isinya tidak relevan.Tulisan memuat pengalaman tetapi kurang jelas kaitannya dengan sikap toleransi di keluarga, sekolah, atau gereja.Tulisan memuat pengalaman pribadi yang jelas dan relevan tentang penerapan toleransi di salah satu lingkungan (keluarga/sekolah/gereja).Tulisan memuat pengalaman pribadi yang mendalam dan reflektif tentang penerapan toleransi, disertai pemaknaan nilai Kristiani yang jelas.
Pemaknaan Nilai-nilai KristianiTulisan tidak menunjukkan kaitan antara pengalaman toleransi dengan nilai-nilai Kristiani.Tulisan menyebutkan nilai Kristiani tetapi belum mengaitkannya secara jelas dengan pengalaman yang diceritakan.Tulisan mengaitkan pengalaman toleransi dengan nilai-nilai Kristiani (kasih, buah Roh) secara jelas.Tulisan menunjukkan penghayatan mendalam terhadap nilai-nilai Kristiani melalui pengalaman toleransi dan menyertakan komitmen tindakan nyata ke depan.
Keseriusan dan Kedisiplinan PengerjaanMurid tidak serius mengerjakan tugas dan tidak menyelesaikan tepat waktu.Murid mengerjakan tugas tetapi kurang serius atau tidak selesai tepat waktu.Murid mengerjakan tugas dengan serius dan menyelesaikan tepat waktu.Murid mengerjakan tugas dengan sangat serius, disiplin, tuntas tepat waktu, dan menunjukkan inisiatif untuk memperkaya hasil karya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi asesmen sumatif yang saya sampaikan sudah dipahami dengan baik oleh seluruh murid?
  • Apakah murid mampu mengaitkan karya kreatif dan tulisan pengalaman mereka dengan nilai-nilai toleransi sebagai tanggung jawab iman Kristen?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah membantu murid yang kesulitan tanpa menghambat murid yang lebih cepat?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam proses asesmen sumatif berikutnya agar lebih bermakna bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang aku rasakan saat membuat karya tentang toleransi? Apakah aku semakin memahami pentingnya menghargai perbedaan?
  • Pengalaman toleransi apa yang paling berkesan bagiku dan mengapa pengalaman itu penting bagi imanku kepada Tuhan?
  • Sikap toleransi apa yang ingin aku terus kembangkan di keluarga, sekolah, dan gerejaku setelah pelajaran ini?
  • Bagaimana aku bisa menjadi teladan toleransi seperti Daniel bagi teman-teman di sekitarku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Bab 10: Sikap Toleransi Antarmanusia.
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI, Bab 10.
  3. Alkitab (Daniel 1:1-21).
  4. Kertas manila karton berwarna terang, spidol warna (3 warna), pena/pensil gambar, cat air/krayon untuk membuat poster.
  5. Kertas A4 untuk tulisan pengalaman pribadi.
  6. Contoh poster kreatif bertema toleransi (dicetak atau ditayangkan via proyektor).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.