Modul AjarBab 10Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 10: Sikap Toleransi Antarmanusia

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 untuk Bab 10 "Sikap Toleransi Antarmanusia", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6 Bab 10: Sikap Toleransi Antarmanusia

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Bab 10 — Sikap Toleransi Antarmanusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikBab 10 — Sikap Toleransi Antarmanusia
Alokasi Waktu8 JP (8 x 35 menit = 280 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 6.10.1 Menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemuk
  2. TP 6.10.2 Mengidentifikasi contoh sikap toleransi dalam masyarakat majemuk
  3. TP 6.10.3 Membedakan sikap pro-toleransi dan anti-toleransi dalam masyarakat majemuk
  4. TP 6.10.4 Menunjukkan cara mewujudkan toleransi dalam masyarakat majemuk

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa arti kata toleransi ketika kita tinggal di tengah teman-teman yang berbeda agama atau suku?
  2. Seperti apa contoh tindakan toleransi nyata yang dapat kita jumpai di lingkungan sekitar kita?
  3. Apa perbedaan utama antara perbuatan yang mendukung toleransi dengan perbuatan yang merusak kerukunan di sekitar kita?
  4. Bagaimana cara nyata yang dapat kita tunjukkan untuk mewujudkan toleransi ketika ada teman yang berbeda agama atau suku sedang beribadah atau merayakan hari besarnya?
  5. Mengapa kita perlu bersikap toleran di tengah masyarakat yang majemuk?
  6. Bagaimana kita membuktikan sikap toleransi nyata tanpa harus mengorbankan iman dan ketaatan kepada Tuhan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Arti dan Mengidentifikasi Contoh Sikap Toleransi dalam Masyarakat Majemuk — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.10.1 Menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemuk
  • TP 6.10.2 Mengidentifikasi contoh sikap toleransi dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan arti toleransi dan mengidentifikasi contoh sikap toleransi dalam masyarakat majemuk (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan mengenai konsep kemajemukan dan arti kata toleran (acuan: kemajemukan adalah keberagaman suku/agama/budaya; toleran adalah sikap saling menghargai/menenggang perbedaan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca kutipan materi tentang arti toleransi menurut KBBI dan konteks masyarakat majemuk: toleransi berarti bersikap menenggang, menghargai, membiarkan orang lain berpendapat atau berkeyakinan berbeda tanpa merusak keyakinan sendiri (10 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan penjelasan arti toleransi dalam masyarakat majemuk pada lembar kerja berdasarkan kata kunci esensial: menghargai perbedaan, kelapangan dada, dan hidup damai berdampingan (acuan: penjelasan memuat unsur saling menenggang/menghargai keyakinan atau kebiasaan orang lain yang berbeda) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan kuis 'Detektif Toleransi' secara berpasangan: menebak apakah 4 situasi konkret yang dibacakan guru merupakan contoh sikap toleransi atau bukan (acuan: situasi 1 dan 3 = toleransi; situasi 2 dan 4 = bukan toleransi) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi contoh sikap toleransi dari lembar aktivitas yang memuat 4 skenario tertulis: (1) Edo tidak membunyikan musik keras saat tetangganya sedang beribadah di rumah; (2) Marta menolak duduk bersama temannya yang berbeda suku; (3) Daniel tidak mengganggu jam istirahat temannya yang sedang berpuasa; (4) Doni memaksa temannya menyanyikan lagu agamanya. Murid mengelompokkan mana yang merupakan contoh sikap toleransi dan mana yang bukan (kunci: skenario 1 dan 3 adalah contoh toleransi; skenario 2 dan 4 bukan toleransi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali ketepatan hasil identifikasi contoh sikap toleransi yang telah dikerjakan bersama konfirmasi guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kembali arti toleransi dan contoh sikap toleransi dalam masyarakat majemuk (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bantuan, guru memberikan lembar kerja dengan kata kunci pemandu (menghargai, perbedaan, damai); bagi murid yang cepat paham, disajikan skenario studi kasus masyarakat majemuk yang lebih panjang.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi langsung oleh guru saat menganalisis 4 skenario; murid yang sudah mahir mengerjakan secara mandiri.
  • Produk: Format penyajian lembar identifikasi dapat berupa centang tabel klasifikasi atau penulisan keterangan singkat pada lembar tugas.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Apa yang dimaksud dengan masyarakat majemuk dan apa arti kata toleran?' (acuan jawaban: masyarakat majemuk adalah masyarakat yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama; toleran adalah sikap menghargai dan menenggang perbedaan keyakinan/pendapat orang lain).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan arti toleransi pada LKPD (acuan kriteria: menyebutkan unsur menghargai perbedaan keyakinan/pendapat dalam kehidupan bersama).
  • Pemeriksaan identifikasi 4 skenario sikap: (1) Edo tidak membunyikan musik saat tetangga ibadah (toleransi); (2) Marta menolak duduk bersama teman beda suku (bukan); (3) Daniel tidak mengganggu teman berpuasa (toleransi); (4) Doni memaksa teman menyanyikan lagu agamanya (bukan). Kunci: nomor 1 dan 3 adalah toleransi; 2 dan 4 bukan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup lisan: 'Sebutkan 1 contoh sikap toleransi di lingkungan tempat tinggalmu!' (kriteria penerimaan: jawaban konkret memuat tindakan menghargai teman/tetangga yang berbeda agama atau suku tanpa merendahkan atau mengganggu kegiatan mereka).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan.
  • Penilaian kinerja tertulis pada LKPD: menjelaskan arti toleransi dan mengidentifikasi contoh sikap toleransi dari 4 skenario.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemukBelum mampu menjelaskan arti toleransi walau dibimbing guru.Menjelaskan arti toleransi dengan menyebutkan 1 unsur konsep (menghargai atau perbedaan) dengan bantuan guru.Menjelaskan arti toleransi dengan memuat unsur menghargai perbedaan keyakinan/pendapat dalam masyarakat majemuk secara tepat.Menjelaskan arti toleransi secara utuh, rinci, dan tepat (memuat unsur kelapangan dada, saling menghormati keyakinan yang berbeda tanpa merusak keyakinan sendiri) secara mandiri.
Mengidentifikasi contoh sikap toleransi dalam masyarakat majemukTepat mengidentifikasi 0-1 dari 4 skenario yang diberikan (skenario 1: toleransi; skenario 2: bukan; skenario 3: toleransi; skenario 4: bukan).Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 skenario yang diberikan.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 skenario yang diberikan.Tepat mengidentifikasi seluruh 4 skenario yang diberikan tanpa kekeliruan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami definisi toleransi dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk?
  • Apakah skenario yang disajikan cukup kontekstual dan membantu murid membedakan tindakan toleransi dengan mudah?

Murid:

  • Bagian mana dari arti toleransi yang menurutmu paling mudah dipahami?
  • Apakah kamu sudah dapat mengenali tindakan toleransi dalam kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 2 — Membedakan Sikap Pro-Toleransi dan Anti-Toleransi serta Menunjukkan Cara Mewujudkan Toleransi dalam Masyarakat Majemuk — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.10.3 Membedakan sikap pro-toleransi dan anti-toleransi dalam masyarakat majemuk
  • TP 6.10.4 Menunjukkan cara mewujudkan toleransi dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang arti dan contoh toleransi dengan pembelajaran hari ini (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan untuk memetakan kesiapan murid dalam membedakan perbuatan pro dan anti-toleransi melalui 2 contoh pernyataan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan guru mengenai ciri-ciri sikap pro-toleransi (menghormati perbedaan, memberi ruang ibadah, tidak memaksakan kehendak) dan anti-toleransi (mengejek tradisi orang lain, memaksakan keyakinan, mengganggu ibadah sesama) dalam konteks masyarakat majemuk (10 menit).
  • Dalam aktivitas ceria 'Tebak Kartu Sikap', murid secara berpasangan mengamati 4 kartu situasi: (1) Menyapa tetangga yang merayakan hari besar agamanya; (2) Melarang teman berbeda suku bergabung bermain bola; (3) Menjaga ketenangan saat tempat ibadah tetangga sedang digunakan; (4) Menertawakan logat daerah teman baru. Murid mengangkat kartu hijau bila pro-toleransi dan kartu merah bila anti-toleransi (acuan: situasi 1 dan 3 = Pro-Toleransi; situasi 2 dan 4 = Anti-Toleransi) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menerima Lembar Aktivitas 'Toleransi Nyata' yang berisi 4 skenario pemilahan sikap dan 2 studi kasus cara mewujudkan toleransi (10 menit).
  • Murid mengelompokkan 4 skenario sikap ke dalam kolom 'Pro-Toleransi' atau 'Anti-Toleransi': A. Membagikan makanan kepada semua tetangga tanpa memandang latar belakang agamanya; B. Memaksa teman sekelas mengikuti keyakinan agamanya sendiri; C. Menghargai teman yang sedang menjalankan ibadah puasa dengan tidak makan mencolok di depannya; D. Menolak bekerja sama kelompok dengan teman yang berbeda suku (acuan: Pro-toleransi = A, C; Anti-toleransi = B, D) (15 menit).
  • Murid menuliskan cara konkret mewujudkan toleransi berdasarkan 2 studi kasus kemajemukan: Kasus 1: 'Saat jam istirahat sekolah, temanmu yang beragama lain sedang bersiap untuk berdoa di ruang khusus.' (acuan cara: tidak berisik di dekat ruangan, memberikan kesempatan beribadah dengan tenang); Kasus 2: 'Di lingkungan tempat tinggalmu ada kerja bakti bersama warga yang berbeda suku dan agama.' (acuan cara: ikut membantu sesuai kemampuan, berbaur ramah tanpa membeda-bedakan suku/agama) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid memeriksa hasil pekerjaannya bersama acuan kunci yang dibahas di papan tulis serta mengidentifikasi alasan di balik pemilahan sikap tersebut (10 menit).
  • Murid merenungkan nilai kristiani tentang hidup damai bersama sesama di tengah kemajemukan dan menyatakan satu tindakan toleran yang akan dilakukan di lingkungan sekolah atau rumah minggu ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan perbedaan esensial antara sikap pro-toleransi dan anti-toleransi serta rangkuman cara mewujudkannya dalam keseharian (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pemahaman murid hari ini, menginformasikan agenda Asesmen Sumatif Bab 10 pada pertemuan mendatang, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar aktivitas bergambar situasi konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks skenario naratif bagi murid yang telah lancar menganalisis.
  • Proses: Memberikan bimbingan terfokus pada murid yang masih keliru membedakan sikap anti-toleransi, sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus tambahan untuk menunjukkan cara penyelesaian toleransi di lingkungan majemuk.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan cara mewujudkan toleransi dalam bentuk poin-poin kalimat singkat atau tabel tindakan terarah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: Guru membacakan 2 pernyataan: (1) 'Mengejek teman yang sedang berdoa menurut agamanya'; (2) 'Mengajak bermain teman dari suku yang berbeda'. Guru meminta murid menentukan mana yang mendukung toleransi dan mana yang menolak toleransi (acuan: pernyataan 1 = menolak/anti-toleransi; pernyataan 2 = mendukung/pro-toleransi).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat memilah 4 skenario sikap pro-toleransi dan anti-toleransi pada lembar kerja (acuan: skenario A dan C = Pro-toleransi; skenario B dan D = Anti-toleransi).
  • Pemeriksaan ketepatan 2 cara mewujudkan toleransi pada studi kasus (acuan: Kasus 1 memuat cara menjaga ketenangan/memberi ruang beribadah; Kasus 2 memuat cara terlibat kerja sama tanpa membedakan latar belakang).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menentukan status (Pro/Anti) dari pernyataan: 'Menolak berteman hanya karena warna kulit atau asal daerah' (acuan: Anti-toleransi) dan menuliskan 1 cara mewujudkan toleransi antartetangga (kriteria: memuat tindakan menghargai, menjaga ketenangan, atau menyapa ramah tetangga yang berbeda).

Formatif:

  • Kuis tebak kartu sikap pro dan anti-toleransi di tahap Memahami
  • Pemeriksaan lembar kerja pemilahan sikap dan uraian cara mewujudkan toleransi di tahap Mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan sikap pro-toleransi dan anti-toleransi (4 skenario)Membedakan kurang dari 2 dari 4 skenario sikap pro-toleransi dan anti-toleransi secara tepat sesuai acuan.Membedakan 2 dari 4 skenario sikap pro-toleransi dan anti-toleransi secara tepat sesuai acuan (skenario A, C = Pro; B, D = Anti).Membedakan 3 dari 4 skenario sikap pro-toleransi dan anti-toleransi secara tepat sesuai acuan.Membedakan seluruh 4 skenario sikap pro-toleransi dan anti-toleransi secara tepat sesuai acuan secara mandiri.
Menunjukkan cara mewujudkan toleransi dalam masyarakat majemuk (2 studi kasus)Belum mampu menunjukkan cara mewujudkan toleransi yang sesuai dengan konteks kedua studi kasus.Menunjukkan cara mewujudkan toleransi yang sesuai konteks pada 1 dari 2 studi kasus yang diberikan.Menunjukkan cara mewujudkan toleransi yang sesuai konteks pada kedua studi kasus dengan bantuan arahan guru.Menunjukkan cara mewujudkan toleransi yang sesuai konteks pada kedua studi kasus secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat dengan jelas membedakan indikator sikap pro-toleransi dan anti-toleransi melalui skenario konkret yang disajikan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam merumuskan cara nyata mewujudkan toleransi di lingkungan tempat tinggal dan sekolahnya?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pahami tentang perbedaan sikap pro-toleransi dan anti-toleransi hari ini?
  • Sikap toleran apa yang paling mudah dan ingin segera kamu wujudkan kepada temanmu yang berbeda latar belakang?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 6.10.1 Menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemuk
  • TP 6.10.2 Mengidentifikasi contoh sikap toleransi dalam masyarakat majemuk
  • TP 6.10.3 Membedakan sikap pro-toleransi dan anti-toleransi dalam masyarakat majemuk
  • TP 6.10.4 Menunjukkan cara mewujudkan toleransi dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, doa pembuka, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 10, membacakan tata tertib pengerjaan mandiri, serta membagikan Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Tes Tertulis Uraian dan Analisis Kasus) kepada setiap murid (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai petunjuk teknis Bagian 1 yang terdiri atas 3 butir soal: Butir 1 menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemuk; Butir 2 mengidentifikasi 4 contoh sikap toleransi di lingkungan sekolah/masyarakat; Butir 3 menganalisis dan memilah 4 kasus apakah termasuk sikap pro-toleransi atau anti-toleransi beserta alasannya (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mengerjakan secara mandiri Lembar Asesmen Bagian 1 (TP 1, TP 2, TP 3) selama 50 menit dengan rincian butir soal: Butir 1: Menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemuk (Kunci: Sikap menghargai, menghormati, dan membiarkan perbedaan suku, agama, ras, antargolongan, pendapat, atau kebiasaan sesama tanpa mengorbankan keyakinan iman kepada Tuhan); Butir 2: Mengidentifikasi 4 contoh sikap toleransi di lingkungan majemuk (Kunci: [1] Menghormati teman yang sedang beribadah atau berdoa menurut agamanya; [2] Berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku atau latar belakang; [3] Tidak membuat keributan di dekat rumah ibadah agama lain; [4] Menghargai perbedaan pendapat dalam musyawarah kelas); Butir 3: Memilah 4 kasus sikap dan menuliskan alasannya: Kasus A: 'Dina mempersilakan Siti menjalankan salat saat belajar kelompok' (Kunci: Pro-toleransi, karena memberi ruang dan menghormati ibadah sesama); Kasus B: 'Rudi menolak satu regu piket dengan Anton karena berbeda suku' (Kunci: Anti-toleransi, karena membeda-bedakan dan mendiskriminasi berdasarkan suku); Kasus C: 'Warga gereja menjaga ketenangan saat warga sekitar merayakan hari besar agamanya' (Kunci: Pro-toleransi, karena menciptakan kerukunan hidup bertetangga); Kasus D: 'Edo mengejek makanan tradisional yang dibawa teman dari daerah lain' (Kunci: Anti-toleransi, karena meremehkan kebudayaan orang lain) (50 menit).
  • Guru mengumpulkan Lembar Asesmen Bagian 1, lalu membagikan Lembar Kerja Bagian 2 (Penugasan Rencana Tindakan Nyata Toleransi - TP 4), dan murid mengerjakan secara mandiri rancangan tindakan nyata mewujudkan toleransi yang memuat: (a) 1 situasi keberagaman konkret yang dihadapi, (b) 2 langkah tindakan nyata berlandaskan kasih Kristiani, dan (c) pihak yang dilibatkan (Kriteria: situasi majemuk nyata, langkah tindakan konkret dan aplikatif berlandaskan kasih Kristiani, serta pihak yang dilibatkan jelas) (33 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban pada lembar kerja rancangan tindakan nyata sebelum batas waktu berakhir dan menyerahkannya kepada guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen sumatif murid secara tertib dan memberikan apresiasi atas kejujuran serta kemandirian murid selama mengerjakan asesmen (1 menit).
  • Guru memfasilitasi penutupan bab 10 dengan merangkum pentingnya hidup toleran di tengah masyarakat majemuk sebagai wujud orang beriman, lalu menutup pertemuan dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau tata letak berjarak longgar bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal.
  • Proses: Memberikan pendampingan pembacaan petunjuk soal secara netral bagi murid yang membutuhkan akomodasi membaca tanpa memberikan petunjuk jawaban.
  • Produk: Format lembar jawaban terstandar bagi seluruh murid sesuai acuan instrumen sumatif ATP.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen dan pemahaman petunjuk tata tertib ujian sumatif mandiri di awal pertemuan.

Proses:

  • Pengamatan ketertiban, kejujuran, dan kemandirian murid selama mengerjakan instrumen asesmen sumatif serentak di kelas.

Sumatif Bab:

  • Tes tertulis pemahaman toleransi dan penyusunan rencana aksi toleransi serentak: Lembar asesmen komprehensif individual yang memuat penjelasan arti toleransi, identifikasi contoh toleransi, analisis pemilahan kasus pro/anti-toleransi, serta catatan rencana tindakan nyata mewujudkan toleransi di lingkungan majemuk
  • tes tertulis uraian dan analisis kasus serentak: Lembar jawaban individual berisi uraian arti toleransi dalam masyarakat majemuk, tabel identifikasi 4 contoh sikap toleransi di sekolah/masyarakat, dan analisis pemilahan 4 kasus sikap pro-toleransi dan anti-toleransi beserta alasannya yang dikerjakan seluruh murid secara mandiri di kelas (55 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian analitik)
  • penugasan penyusunan rencana tindakan serentak: Lembar kerja individual berisi rancangan tindakan konkret murid dalam mewujudkan toleransi di lingkungan majemuk (memuat situasi keberagaman yang dihadapi, langkah tindakan nyata berlandaskan kasih Kristiani, dan pihak yang dilibatkan) yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak di kelas (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja rencana tindakan (kriteria: ketepatan konteks majemuk, kejelasan langkah tindakan, dan keterlaksanaan))

Sumatif:

  • Tes tertulis pemahaman toleransi dan penyusunan rencana aksi toleransi serentak: Lembar asesmen komprehensif individual yang memuat penjelasan arti toleransi, identifikasi contoh toleransi, analisis pemilahan kasus pro/anti-toleransi, serta catatan rencana tindakan nyata mewujudkan toleransi di lingkungan majemuk
  • tes tertulis uraian dan analisis kasus serentak: Lembar jawaban individual berisi uraian arti toleransi dalam masyarakat majemuk, tabel identifikasi 4 contoh sikap toleransi di sekolah/masyarakat, dan analisis pemilahan 4 kasus sikap pro-toleransi dan anti-toleransi beserta alasannya yang dikerjakan seluruh murid secara mandiri di kelas (55 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian analitik)
  • penugasan penyusunan rencana tindakan serentak: Lembar kerja individual berisi rancangan tindakan konkret murid dalam mewujudkan toleransi di lingkungan majemuk (memuat situasi keberagaman yang dihadapi, langkah tindakan nyata berlandaskan kasih Kristiani, dan pihak yang dilibatkan) yang dikerjakan mandiri oleh seluruh murid secara serentak di kelas (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian unjuk kerja rencana tindakan (kriteria: ketepatan konteks majemuk, kejelasan langkah tindakan, dan keterlaksanaan))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Arti Toleransi dalam Masyarakat Majemuk (TP 1)Belum mampu menjelaskan arti toleransi dalam masyarakat majemuk atau jawaban tidak sesuai konteks keberagaman.Menjelaskan arti toleransi secara terbatas (misalnya hanya menyebut tidak bertengkar), belum menyentuh aspek menghormati perbedaan suku/agama/budaya dalam masyarakat majemuk.Menjelaskan arti toleransi sebagai sikap menghargai dan menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya di masyarakat majemuk secara tepat.Menjelaskan arti toleransi secara komprehensif sebagai sikap menghormati keberagaman di masyarakat majemuk sekaligus menegaskan ketaatan iman kepada Tuhan (seperti teladan Daniel).
Mengidentifikasi Contoh Sikap Toleransi (TP 2)Mengidentifikasi paling banyak 1 contoh sikap toleransi dari 4 target contoh yang ditetapkan.Mengidentifikasi 2 contoh sikap toleransi secara tepat dari 4 target contoh yang ditetapkan.Mengidentifikasi 3 contoh sikap toleransi secara tepat dari 4 target contoh yang ditetapkan (Acuan: menghormati teman yang beribadah, berteman tanpa membeda-bedakan latar belakang, menjaga ketenangan dekat rumah ibadah, menghargai perbedaan pendapat).Mengidentifikasi seluruh 4 contoh sikap toleransi secara tepat sesuai 4 target contoh yang ditetapkan.
Membedakan Sikap Pro-Toleransi dan Anti-Toleransi (TP 3)Memilah 1 dari 4 kasus secara tepat, atau belum mampu memberikan alasan pemilahan kasus yang benar.Memilah 2 dari 4 kasus secara tepat disertai alasan yang tepat (Acuan: Kasus A = Pro; Kasus B = Anti; Kasus C = Pro; Kasus D = Anti).Memilah 3 dari 4 kasus secara tepat disertai alasan pemilahan yang tepat dan logis.Memilah seluruh 4 kasus secara tepat (Kasus A = Pro, B = Anti, C = Pro, D = Anti) beserta alasan pemilahan yang tepat, jelas, dan berlandaskan nilai kerukunan.
Menunjukkan Cara Mewujudkan Toleransi (TP 4)Rancangan tindakan belum memuat situasi keberagaman nyata atau langkah tindakan yang ditulis tidak relevan dengan toleransi.Menunjukkan cara mewujudkan toleransi dengan menuliskan situasi keberagaman dan 1 langkah tindakan, namun pihak yang dilibatkan belum jelas.Menunjukkan cara mewujudkan toleransi dengan menuliskan situasi keberagaman konkret, 2 langkah tindakan nyata berlandaskan kasih Kristiani, serta pihak yang dilibatkan secara jelas.Menunjukkan cara mewujudkan toleransi secara sangat rinci dan realistis, mencakup analisis situasi keberagaman, 2 langkah tindakan nyata berlandaskan kasih Kristiani yang sangat aplikatif, serta keterlibatan pihak-pihak terkait secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit cukup bagi murid untuk menyelesaikan asesmen tertulis dan penyusunan rencana aksi toleransi secara mandiri?
  • Bagaimana tingkat penguasaan murid terhadap pemilahan sikap pro-toleransi dan anti-toleransi pada bab ini?
  • Apakah rancangan tindakan toleransi yang dibuat murid sudah menunjukkan penerapan nilai kasih Kristiani secara konkret?

Murid:

  • Bagian soal manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kerjakan hari ini?
  • Apakah rencana tindakan toleransi yang kamu tulis sudah siap kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari bersama teman yang berbeda?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Arti dan Contoh Toleransi'
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas VI (Kemendikbudristek RI, 2022)
  6. Kartu situasi sikap pro dan anti-toleransi
  7. Lembar Aktivitas Siswa 'Toleransi Nyata'
  8. Alkitab: Daniel 1:1–21
  9. Lembar Asesmen Sumatif Bab 10 (Bagian 1: Tes Tertulis & Bagian 2: Lembar Rencana Tindakan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.