Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Allah Berkarya Melalui Para Pemimpin dan Pahlawan di Tengah-Tengah Masyarakat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Allah Berkarya Melalui Para Pemimpin dan Pahlawan di Tengah-Tengah Masyarakat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Allah Berkarya Melalui Para Pemimpin dan Pahlawan di Tengah-Tengah Masyarakat

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Allah Berkarya Melalui Para Pemimpin dan Pahlawan di Tengah-Tengah Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikAllah Berkarya Melalui Para Pemimpin dan Pahlawan di Tengah-Tengah Masyarakat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan minimal tiga cara Allah berkarya di tengah-tengah masyarakat melalui peran pemimpin bangsa dan pahlawan Indonesia berdasarkan Nehemia 2:1–20.
  2. Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran Allah di tengah-tengah masyarakat Indonesia melalui tulisan atau lisan dengan menggunakan contoh nyata dari kehidupan sekitar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu melihat seseorang di sekitarmu yang berjuang keras untuk membantu orang lain? Apa yang membuat orang itu berani melakukan itu?
  2. Menurut kamu, bagaimana Allah dapat bekerja melalui tangan dan tindakan manusia biasa seperti pemimpin atau pahlawan?
  3. Jika kamu bisa berbicara dengan salah satu pahlawan Indonesia, apa yang ingin kamu tanyakan tentang kekuatan yang mereka miliki?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka. Murid diajak berdoa bersama mengucap syukur atas hari yang baru. (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: mengajukan dua pertanyaan lisan kepada murid — 'Siapa pahlawan Indonesia yang kamu kenal?' dan 'Apa yang kamu tahu tentang Nehemia?' Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pengetahuan. (5 menit)
  • Guru menampilkan gambar atau foto beberapa pahlawan dan pemimpin Indonesia (misalnya Ir. Soekarno, Cut Nyak Dien, atau tokoh lokal setempat) di papan tulis atau layar. Murid diminta mengamati selama satu menit dengan tenang. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama dan memberi murid kesempatan menjawab secara bebas. Guru menghubungkan jawaban murid dengan topik hari ini. (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara ringkas: 'Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana Allah berkarya melalui para pemimpin dan pahlawan, dimulai dari kisah Nehemia.' (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan Nehemia 2:1–20 dengan ekspresif, kemudian murid membacanya secara bergantian (satu atau dua ayat per murid) agar seluruh kelas terlibat aktif. (7 menit)
  • Guru menjelaskan konteks kisah Nehemia: siapa Nehemia, apa situasi bangsanya, apa yang ia lakukan, dan bagaimana Allah menyertai setiap langkahnya. Guru menggarisbawahi tiga cara Allah berkarya: (1) menggerakkan hati Nehemia untuk peduli, (2) memberi keberanian saat menghadap raja, (3) menggerakkan dukungan dari orang lain. (8 menit)
  • Guru membandingkan peran Nehemia dengan peran pemimpin/pahlawan Indonesia: misalnya Bung Karno yang berpidato penuh keberanian, atau guru kampung yang membangun sekolah kecil. Murid diajak menemukan persamaannya: Allah menggerakkan hati mereka untuk peduli dan bertindak. (5 menit)
  • Murid menjawab tiga pertanyaan tertulis singkat di buku catatan: (1) Apa yang membuat Nehemia berani menghadap raja? (2) Sebutkan tiga cara Allah berkarya dalam kisah Nehemia 2:1–20! (3) Siapa satu tokoh Indonesia yang menurutmu juga digerakkan Allah untuk membantu bangsa? Guru memantau dan memberi umpan balik singkat per meja. (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid diminta menutup buku dan memejamkan mata selama 30 detik, mengingat satu orang nyata di sekitar mereka — anggota keluarga, guru, tetangga, atau tokoh masyarakat — yang menurutnya adalah 'tangan Allah' bagi orang-orang di sekitarnya. (2 menit)
  • Murid membuka mata dan mulai menulis atau menyiapkan ucapan lisan: sebuah ungkapan syukur singkat (3–5 kalimat) yang berisi: (a) nama atau inisial orang tersebut, (b) apa yang dilakukannya, dan (c) mengapa murid melihat karya Allah di balik tindakan orang itu. Guru mengingatkan bahwa ini bisa berupa tulisan, bisa juga disiapkan untuk diucapkan. (8 menit)
  • Tiga sampai empat murid sukarela membagikan ungkapan syukur mereka kepada kelas. Murid lain mendengarkan dengan hormat. Guru memberikan afirmasi hangat setelah setiap murid berbicara. (5 menit)
  • Diferensiasi selama kegiatan ini: murid yang sudah selesai lebih awal diberi tantangan tambahan — menuliskan satu doa singkat seperti doa Nehemia dalam pasal 2. Murid yang membutuhkan bantuan dapat memilih dari daftar tokoh yang sudah disiapkan guru di papan tulis. (berlangsung bersamaan dengan langkah 2)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke ketenangan dengan satu tarikan napas perlahan bersama. Guru bertanya dengan suara lembut: 'Dari semua yang kita pelajari hari ini, apa satu hal yang paling kamu ingat tentang cara Allah berkarya?' (2 menit)
  • Murid menuliskan jawaban refleksi pribadi di buku catatan dalam format kalimat sederhana: 'Hari ini aku menyadari bahwa Allah berkarya melalui … karena …' Guru mengingatkan tidak ada jawaban yang salah — ini adalah percakapan jujur murid dengan diri sendiri. (3 menit)
  • Guru menyimpulkan dengan menghubungkan kisah Nehemia, tokoh Indonesia, dan pengalaman murid dalam satu narasi ringkas: Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya — Ia selalu berkarya melalui orang-orang biasa yang bersedia dipakai-Nya. (2 menit)

Penutup:

  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama sebagai bentuk syukur kolektif atas pelajaran hari ini. Murid dipersilakan memimpin doa secara sukarela. (3 menit)
  • Guru menyampaikan asesmen akhir: murid yang belum sempat menuliskan ungkapan syukur secara lengkap diminta menyelesaikannya di rumah sebagai tugas. Guru menjelaskan kriteria singkat: minimal 3 kalimat, menyebut contoh nyata dari kehidupan sekitar. (2 menit)
  • Guru menutup kelas dengan pesan motivasi singkat: 'Jadilah tangan Allah bagi orang-orang di sekitarmu, sama seperti Nehemia dan para pahlawan kita.' (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan kisah Nehemia disediakan ringkasan narasi bergambar satu halaman. Murid yang sudah pernah membaca Nehemia diberi tambahan bacaan Nehemia 2:17–18 untuk mengidentifikasi cara Nehemia memotivasi orang lain.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat memilih tokoh dari daftar pemimpin/pahlawan Indonesia yang disiapkan guru di papan tulis. Murid yang lebih mandiri bebas memilih tokoh dari pengalaman pribadinya dan menulis ungkapan syukur yang lebih panjang.
  • Produk: Ungkapan syukur boleh disampaikan secara lisan (bagi murid yang lebih nyaman berbicara) atau tulisan (bagi murid yang lebih nyaman menulis). Panjang minimal 3 kalimat, tanpa batas maksimal.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan lisan: 'Siapa pahlawan Indonesia yang kamu kenal dan apa yang dilakukannya?' dan 'Apa yang kamu tahu tentang tokoh Nehemia di Alkitab?' Jawaban murid digunakan guru untuk menentukan titik awal penjangkauan materi — apakah perlu lebih banyak pengantar tentang konteks sejarah Indonesia atau konteks Alkitab.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru berkeliling meja memeriksa jawaban tertulis tiga pertanyaan di buku catatan murid. Guru memberi tanda centang jika murid sudah dapat menyebutkan minimal tiga cara Allah berkarya; memberi pertanyaan pandu jika belum.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru mengamati apakah murid dapat menghubungkan contoh nyata dari kehidupannya dengan konsep karya Allah. Guru mencatat murid yang kesulitan memulai dan mendekati mereka secara personal.

Akhir:

  • Murid menyerahkan atau membacakan ungkapan syukur (tulisan atau lisan) yang memuat: nama/inisial tokoh nyata dari kehidupan sekitar, deskripsi tindakan tokoh tersebut, dan penjelasan mengapa murid melihat karya Allah di baliknya. Dinilai menggunakan rubrik empat level.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat membaca Alkitab bergiliran dan menjawab pertanyaan lisan.
  • Pemantauan jawaban tertulis tiga pertanyaan di buku catatan selama tahap Memahami.
  • Pengamatan kualitas ungkapan syukur yang dibagikan murid selama tahap Mengaplikasi.

Sumatif:

  • Tulisan atau pernyataan lisan ungkapan syukur murid yang memuat: (a) minimal satu contoh nyata orang di sekitarnya, (b) keterkaitan dengan karya Allah, dan (c) minimal tiga cara Allah berkarya yang dapat disebutkan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan cara Allah berkarya melalui pemimpin/pahlawan (TP 6.1.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan satu pun cara Allah berkarya dalam kisah Nehemia 2:1–20 maupun dalam konteks Indonesia.Murid dapat menyebutkan satu atau dua cara Allah berkarya, tetapi penjelasannya sangat singkat atau kurang tepat.Murid dapat menjelaskan minimal tiga cara Allah berkarya berdasarkan Nehemia 2:1–20 atau tokoh Indonesia dengan penjelasan yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan minimal tiga cara Allah berkarya berdasarkan Nehemia 2:1–20 dan menghubungkannya secara koheren dengan peran pemimpin/pahlawan Indonesia menggunakan contoh spesifik.
Mengungkapkan rasa syukur atas karya Allah di tengah masyarakat (TP 6.1.1.2)Murid tidak dapat mengungkapkan rasa syukur atau tulisan/ucapannya tidak berkaitan dengan karya Allah di masyarakat.Murid mengungkapkan rasa syukur secara umum tanpa contoh nyata dari kehidupan sekitarnya.Murid mengungkapkan rasa syukur dengan menyertakan satu contoh nyata dari kehidupan sekitar dan mengaitkannya dengan karya Allah.Murid mengungkapkan rasa syukur dengan jelas, menyertakan contoh nyata yang konkret dan personal dari kehidupan sekitarnya, serta menjelaskan makna karya Allah tersebut bagi dirinya dan masyarakat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menyebutkan minimal tiga cara Allah berkarya dalam kisah Nehemia? Jika belum, bagian mana yang perlu dijelaskan ulang di pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bagaimana respons awal mereka?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah membantu murid yang membutuhkan dukungan tambahan? Murid mana yang perlu pendekatan lebih personal?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit terasa cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal paling baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara Allah berkarya di tengah masyarakat?
  • Siapa orang di sekitarmu yang kamu lihat sebagai 'tangan Allah' bagi orang lain? Apa yang membuatmu berpikir demikian?
  • Bagaimana perasaanmu setelah membaca kisah Nehemia hari ini? Apa yang ingin kamu lakukan setelah pelajaran ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Nehemia 2:1–20 (teks utama pembelajaran)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas VI, Kemdikbudristek 2022 (Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine, ISBN 978-602-244-649-1)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas VI, Kemdikbudristek 2022 (Penulis: Novy Amelia Elisabeth Sine, ISBN 978-602-244-666-8)
  4. Gambar atau foto pahlawan dan pemimpin Indonesia (disiapkan guru; bisa dicetak atau ditampilkan di layar proyektor)
  5. Papan tulis dan spidol untuk menulis daftar tokoh sebagai scaffold diferensiasi
  6. Buku catatan murid dan alat tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.