Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Merancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Merancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Merancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Merancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMerancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyusun satu rancangan kegiatan (proyek bela rasa) yang nyata dan dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat sebagai bentuk meneladani sikap berbela rasa Yesus
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa tindakan pelayanan berbela rasa kepada sesama adalah tanggung jawab orang beriman yang mencerminkan karya Allah Penyelamat melalui Yesus Kristus

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan? Apa yang kalian rasakan?
  2. Bagaimana cara kita menunjukkan sikap berbela rasa seperti yang Yesus lakukan?
  3. Kegiatan apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menolong sesama di sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa dan salam
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani tentang kasih atau menolong sesama
  • Guru mengecek kesiapan belajar murid dan mengabsen
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang proyek bela rasa sebagai bentuk meneladani Yesus
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang masih ingat cerita Yesus membangkitkan anak janda di Nain? Apa yang Yesus lakukan kepada janda itu?
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali kisah Yesus yang berbela rasa kepada janda di Nain (Lukas 7:11-17) melalui tanya jawab singkat
  • Guru menjelaskan bahwa sikap berbela rasa Yesus adalah wujud kasih Allah yang menyelamatkan manusia, dan kita sebagai orang beriman dipanggil untuk meneladaninya
  • Guru menjelaskan pengertian proyek bela rasa: kegiatan nyata yang dirancang untuk menolong sesama yang membutuhkan
  • Guru memberikan contoh proyek bela rasa sederhana: mengumpulkan buku bekas untuk anak yang tidak mampu, mengunjungi panti jompo, membersihkan lingkungan untuk tetangga yang sakit, dll
  • Murid mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian dan mencatat hal-hal penting

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang)
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang satu proyek bela rasa yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat
  • Guru memberikan panduan merancang proyek: (1) Nama kegiatan, (2) Tujuan kegiatan, (3) Siapa yang akan ditolong, (4) Apa yang akan dilakukan, (5) Kapan dan di mana, (6) Siapa yang terlibat, (7) Bahan/alat yang dibutuhkan
  • Murid dalam kelompok bekerja sama menyusun rancangan proyek bela rasa secara tertulis di kertas/buku
  • Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan masukan dan dorongan
  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyeknya di depan kelas (2-3 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan tanggapan dan saran terhadap rancangan yang dipresentasikan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksikan: Apa yang kalian rasakan saat merancang proyek bela rasa ini?
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi secara lisan atau menuliskannya di buku catatan
  • Guru mengajak murid berpikir: Mengapa tindakan berbela rasa kepada sesama penting bagi orang beriman?
  • Murid menyimpulkan bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman untuk mencerminkan kasih Allah melalui Yesus Kristus
  • Guru memberikan penguatan: proyek yang sudah dirancang dapat dilaksanakan bersama keluarga atau teman di waktu yang tepat
  • Murid menuliskan komitmen pribadi untuk melaksanakan proyek bela rasa yang telah dirancang

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: Meneladani Yesus yang berbela rasa berarti merancang dan melakukan tindakan nyata untuk menolong sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas rancangan proyek yang telah dibuat
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjelaskan mengapa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman
  • Guru memberikan tugas tindak lanjut: melaksanakan proyek bela rasa yang telah dirancang (opsional, bisa difoto/didokumentasikan)
  • Guru mengajak murid membaca doa penutup bersama
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat membuat rancangan proyek lebih kompleks dengan langkah-langkah yang lebih detail. Murid yang lambat dapat membuat rancangan proyek sederhana dengan panduan guru yang lebih intensif
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi pemimpin kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat mendapat bimbingan lebih dari guru atau teman sebaya, dengan pertanyaan penuntun yang lebih terstruktur
  • Produk: Murid yang cepat dapat mempresentasikan rancangan dengan tambahan gambar/ilustrasi. Murid yang lambat dapat mempresentasikan rancangan secara lisan dengan poin-poin utama saja

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang kisah Yesus membangkitkan anak janda di Nain untuk mengecek pemahaman awal murid tentang sikap berbela rasa Yesus
  • Pertanyaan lisan: Apa itu berbela rasa? Pernahkah kalian melakukan tindakan berbela rasa?

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid terlibat aktif, memberikan ide, dan bekerja sama
  • Penilaian proses penyusunan rancangan: apakah murid mampu mengidentifikasi kebutuhan sesama dan merancang solusi konkret
  • Tanya jawab saat guru berkeliling: mengecek pemahaman murid tentang konsep proyek bela rasa
  • Observasi presentasi: kemampuan murid menjelaskan rancangan proyeknya

Akhir:

  • Penilaian produk rancangan proyek bela rasa menggunakan rubrik (kelengkapan komponen, keterlaksanaan, kreativitas)
  • Pertanyaan refleksi tertulis: Jelaskan mengapa tindakan berbela rasa kepada sesama adalah tanggung jawab orang beriman!
  • Penilaian komitmen tertulis murid untuk melaksanakan proyek

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian proses penyusunan rancangan proyek bela rasa
  • Tanya jawab selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian produk: rancangan proyek bela rasa (kelengkapan dan keterlaksanaan)
  • Penilaian presentasi kelompok
  • Pertanyaan refleksi tertulis tentang tanggung jawab orang beriman

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Rancangan ProyekRancangan tidak lengkap, hanya mencantumkan 1-2 komponen (nama/tujuan saja)Rancangan mencantumkan 3-4 komponen tetapi masih kurang detailRancangan mencantumkan 5-6 komponen dengan cukup jelasRancangan lengkap mencantumkan semua komponen (nama, tujuan, sasaran, kegiatan, waktu/tempat, pihak terlibat, bahan/alat) dengan sangat rinci dan jelas
Keterlaksanaan ProyekRancangan tidak realistis, tidak dapat dilaksanakan di lingkungan muridRancangan cukup realistis tetapi masih sulit dilaksanakan karena keterbatasan sumber dayaRancangan realistis dan dapat dilaksanakan dengan sedikit penyesuaianRancangan sangat realistis, konkret, dan mudah dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat
Relevansi dengan Sikap Berbela RasaKegiatan yang dirancang tidak menunjukkan sikap berbela rasa kepada sesamaKegiatan menunjukkan kepedulian tetapi belum jelas menolong siapa dan bagaimanaKegiatan jelas menunjukkan sikap berbela rasa kepada sesama yang membutuhkanKegiatan sangat jelas menunjukkan sikap berbela rasa yang meneladani Yesus, dengan sasaran konkret dan dampak yang jelas
Pemahaman Tanggung Jawab Orang BerimanMurid belum mampu menjelaskan hubungan antara berbela rasa dengan tanggung jawab orang berimanMurid dapat menyebutkan bahwa berbela rasa itu baik tetapi belum menghubungkan dengan imanMurid dapat menjelaskan bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang berimanMurid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman yang mencerminkan karya Allah Penyelamat melalui Yesus Kristus
Kerja Sama KelompokTidak terlibat dalam diskusi kelompok, pasifTerlibat dalam diskusi tetapi kontribusi masih minimalAktif berdiskusi, memberikan ide, dan bekerja sama dengan baikSangat aktif, memberikan banyak ide kreatif, membantu teman, dan memimpin kelompok dengan baik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam merancang proyek bela rasa?
  • Apakah murid memahami bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman?
  • Strategi apa yang perlu diperbaiki agar murid lebih termotivasi melaksanakan proyek bela rasa?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk semua tahapan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat mendampingi murid agar proyek yang dirancang benar-benar terlaksana?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu rasakan saat merancang proyek bela rasa bersama kelompokmu?
  • Mengapa tindakan berbela rasa penting bagi orang beriman?
  • Apakah kamu siap melaksanakan proyek bela rasa yang sudah kamu rancang? Kapan?
  • Apa tantangan yang mungkin kamu hadapi saat melaksanakan proyek ini?
  • Bagaimana kamu akan meneladani Yesus yang berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lukas 7:11-17)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (Norita Yudiet Tompah, Kemendikbudristek, 2021)
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (Norita Yudiet Tompah, Kemendikbudristek, 2021)
  4. Kertas HVS/kertas karton untuk menulis rancangan proyek
  5. Alat tulis (pensil, pulpen, spidol warna)
  6. Papan tulis dan spidol
  7. Lagu rohani tentang kasih/menolong sesama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.