MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Merancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Merancang Proyek Bela Rasa sebagai Wujud Meneladani Yesus |
|---|
| Alokasi Waktu | 1x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyusun satu rancangan kegiatan (proyek bela rasa) yang nyata dan dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat sebagai bentuk meneladani sikap berbela rasa Yesus
- Murid dapat menjelaskan bahwa tindakan pelayanan berbela rasa kepada sesama adalah tanggung jawab orang beriman yang mencerminkan karya Allah Penyelamat melalui Yesus Kristus
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat orang di sekitar yang membutuhkan pertolongan? Apa yang kalian rasakan?
- Bagaimana cara kita menunjukkan sikap berbela rasa seperti yang Yesus lakukan?
- Kegiatan apa yang bisa kita lakukan bersama-sama untuk menolong sesama di sekitar kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan doa dan salam
- Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani tentang kasih atau menolong sesama
- Guru mengecek kesiapan belajar murid dan mengabsen
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: merancang proyek bela rasa sebagai bentuk meneladani Yesus
- Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang masih ingat cerita Yesus membangkitkan anak janda di Nain? Apa yang Yesus lakukan kepada janda itu?
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid mengingat kembali kisah Yesus yang berbela rasa kepada janda di Nain (Lukas 7:11-17) melalui tanya jawab singkat
- Guru menjelaskan bahwa sikap berbela rasa Yesus adalah wujud kasih Allah yang menyelamatkan manusia, dan kita sebagai orang beriman dipanggil untuk meneladaninya
- Guru menjelaskan pengertian proyek bela rasa: kegiatan nyata yang dirancang untuk menolong sesama yang membutuhkan
- Guru memberikan contoh proyek bela rasa sederhana: mengumpulkan buku bekas untuk anak yang tidak mampu, mengunjungi panti jompo, membersihkan lingkungan untuk tetangga yang sakit, dll
- Murid mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian dan mencatat hal-hal penting
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang)
- Setiap kelompok berdiskusi untuk merancang satu proyek bela rasa yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat
- Guru memberikan panduan merancang proyek: (1) Nama kegiatan, (2) Tujuan kegiatan, (3) Siapa yang akan ditolong, (4) Apa yang akan dilakukan, (5) Kapan dan di mana, (6) Siapa yang terlibat, (7) Bahan/alat yang dibutuhkan
- Murid dalam kelompok bekerja sama menyusun rancangan proyek bela rasa secara tertulis di kertas/buku
- Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan masukan dan dorongan
- Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyeknya di depan kelas (2-3 menit per kelompok)
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan saran terhadap rancangan yang dipresentasikan
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid merefleksikan: Apa yang kalian rasakan saat merancang proyek bela rasa ini?
- Murid menjawab pertanyaan refleksi secara lisan atau menuliskannya di buku catatan
- Guru mengajak murid berpikir: Mengapa tindakan berbela rasa kepada sesama penting bagi orang beriman?
- Murid menyimpulkan bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman untuk mencerminkan kasih Allah melalui Yesus Kristus
- Guru memberikan penguatan: proyek yang sudah dirancang dapat dilaksanakan bersama keluarga atau teman di waktu yang tepat
- Murid menuliskan komitmen pribadi untuk melaksanakan proyek bela rasa yang telah dirancang
Penutup:- Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: Meneladani Yesus yang berbela rasa berarti merancang dan melakukan tindakan nyata untuk menolong sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman
- Guru memberikan apresiasi kepada semua kelompok atas rancangan proyek yang telah dibuat
- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjelaskan mengapa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman
- Guru memberikan tugas tindak lanjut: melaksanakan proyek bela rasa yang telah dirancang (opsional, bisa difoto/didokumentasikan)
- Guru mengajak murid membaca doa penutup bersama
- Guru menutup pembelajaran dengan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat memahami dapat membuat rancangan proyek lebih kompleks dengan langkah-langkah yang lebih detail. Murid yang lambat dapat membuat rancangan proyek sederhana dengan panduan guru yang lebih intensif
- Proses: Murid yang cepat dapat menjadi pemimpin kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat mendapat bimbingan lebih dari guru atau teman sebaya, dengan pertanyaan penuntun yang lebih terstruktur
- Produk: Murid yang cepat dapat mempresentasikan rancangan dengan tambahan gambar/ilustrasi. Murid yang lambat dapat mempresentasikan rancangan secara lisan dengan poin-poin utama saja
ASESMENAwal:- Tanya jawab tentang kisah Yesus membangkitkan anak janda di Nain untuk mengecek pemahaman awal murid tentang sikap berbela rasa Yesus
- Pertanyaan lisan: Apa itu berbela rasa? Pernahkah kalian melakukan tindakan berbela rasa?
Proses:- Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid terlibat aktif, memberikan ide, dan bekerja sama
- Penilaian proses penyusunan rancangan: apakah murid mampu mengidentifikasi kebutuhan sesama dan merancang solusi konkret
- Tanya jawab saat guru berkeliling: mengecek pemahaman murid tentang konsep proyek bela rasa
- Observasi presentasi: kemampuan murid menjelaskan rancangan proyeknya
Akhir:- Penilaian produk rancangan proyek bela rasa menggunakan rubrik (kelengkapan komponen, keterlaksanaan, kreativitas)
- Pertanyaan refleksi tertulis: Jelaskan mengapa tindakan berbela rasa kepada sesama adalah tanggung jawab orang beriman!
- Penilaian komitmen tertulis murid untuk melaksanakan proyek
Formatif:- Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok
- Penilaian proses penyusunan rancangan proyek bela rasa
- Tanya jawab selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman
Sumatif:- Penilaian produk: rancangan proyek bela rasa (kelengkapan dan keterlaksanaan)
- Penilaian presentasi kelompok
- Pertanyaan refleksi tertulis tentang tanggung jawab orang beriman
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Rancangan Proyek | Rancangan tidak lengkap, hanya mencantumkan 1-2 komponen (nama/tujuan saja) | Rancangan mencantumkan 3-4 komponen tetapi masih kurang detail | Rancangan mencantumkan 5-6 komponen dengan cukup jelas | Rancangan lengkap mencantumkan semua komponen (nama, tujuan, sasaran, kegiatan, waktu/tempat, pihak terlibat, bahan/alat) dengan sangat rinci dan jelas | | Keterlaksanaan Proyek | Rancangan tidak realistis, tidak dapat dilaksanakan di lingkungan murid | Rancangan cukup realistis tetapi masih sulit dilaksanakan karena keterbatasan sumber daya | Rancangan realistis dan dapat dilaksanakan dengan sedikit penyesuaian | Rancangan sangat realistis, konkret, dan mudah dilaksanakan di lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat | | Relevansi dengan Sikap Berbela Rasa | Kegiatan yang dirancang tidak menunjukkan sikap berbela rasa kepada sesama | Kegiatan menunjukkan kepedulian tetapi belum jelas menolong siapa dan bagaimana | Kegiatan jelas menunjukkan sikap berbela rasa kepada sesama yang membutuhkan | Kegiatan sangat jelas menunjukkan sikap berbela rasa yang meneladani Yesus, dengan sasaran konkret dan dampak yang jelas | | Pemahaman Tanggung Jawab Orang Beriman | Murid belum mampu menjelaskan hubungan antara berbela rasa dengan tanggung jawab orang beriman | Murid dapat menyebutkan bahwa berbela rasa itu baik tetapi belum menghubungkan dengan iman | Murid dapat menjelaskan bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman | Murid dapat menjelaskan dengan jelas bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman yang mencerminkan karya Allah Penyelamat melalui Yesus Kristus | | Kerja Sama Kelompok | Tidak terlibat dalam diskusi kelompok, pasif | Terlibat dalam diskusi tetapi kontribusi masih minimal | Aktif berdiskusi, memberikan ide, dan bekerja sama dengan baik | Sangat aktif, memberikan banyak ide kreatif, membantu teman, dan memimpin kelompok dengan baik |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam merancang proyek bela rasa?
- Apakah murid memahami bahwa berbela rasa adalah tanggung jawab orang beriman?
- Strategi apa yang perlu diperbaiki agar murid lebih termotivasi melaksanakan proyek bela rasa?
- Apakah alokasi waktu cukup untuk semua tahapan pembelajaran?
- Bagaimana saya dapat mendampingi murid agar proyek yang dirancang benar-benar terlaksana?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu rasakan saat merancang proyek bela rasa bersama kelompokmu?
- Mengapa tindakan berbela rasa penting bagi orang beriman?
- Apakah kamu siap melaksanakan proyek bela rasa yang sudah kamu rancang? Kapan?
- Apa tantangan yang mungkin kamu hadapi saat melaksanakan proyek ini?
- Bagaimana kamu akan meneladani Yesus yang berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Lukas 7:11-17)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (Norita Yudiet Tompah, Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (Norita Yudiet Tompah, Kemendikbudristek, 2021)
- Kertas HVS/kertas karton untuk menulis rancangan proyek
- Alat tulis (pensil, pulpen, spidol warna)
- Papan tulis dan spidol
- Lagu rohani tentang kasih/menolong sesama
|