Modul AjarPertemuan 2Bab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Membandingkan Tindakan Berbela Rasa dan Bukan Berbela Rasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Membandingkan Tindakan Berbela Rasa dan Bukan Berbela Rasa dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Membandingkan Tindakan Berbela Rasa dan Bukan Berbela Rasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 9 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membandingkan Tindakan Berbela Rasa dan Bukan Berbela Rasa dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembandingkan Tindakan Berbela Rasa dan Bukan Berbela Rasa dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membandingkan minimal tiga contoh tindakan berbela rasa dengan tindakan yang bukan berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan diskusi kelompok
  2. Murid dapat menunjukkan bahwa sikap berbela rasa merupakan buah Roh yang seharusnya diwujudkan dalam interaksi antarsesama, dengan memberikan contoh konkret dari lingkungan sekitarnya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat teman yang sedang kesusahan? Apa yang kalian lakukan?
  2. Menurutmu, apa bedanya menolong dengan tulus dan menolong karena terpaksa?
  3. Mengapa sikap berbela rasa penting dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa dan menyapa murid dengan penuh sukacita (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah membantu teman yang sedang kesulitan?' dan mencatat respons singkat (3 menit)
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: 'Hari ini kita akan membandingkan tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari' (2 menit)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Menurutmu, apa bedanya menolong dengan tulus dan menolong karena terpaksa?' dan memberi kesempatan murid merespons spontan (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana yang dipahami murid (2 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali kisah Yesus membangkitkan anak janda di Nain (Lukas 7:11-17) yang telah dipelajari sebelumnya, dan bertanya: 'Apa yang membuat tindakan Yesus itu disebut berbela rasa?' (4 menit)
  • Guru menjelaskan pengertian berbela rasa sebagai buah Roh: kepedulian yang diwujudkan dengan tindakan nyata untuk menolong sesama yang membutuhkan, bukan hanya perasaan kasihan (5 menit)
  • Guru memberikan contoh konkret tindakan berbela rasa: membantu teman yang jatuh sakit dengan mengerjakan tugas piketnya, berbagi bekal dengan teman yang tidak membawa, menyeberangkan orang tua yang kesulitan menyeberang jalan (3 menit)
  • Guru memberikan contoh tindakan yang bukan berbela rasa: melihat teman kesulitan tapi diam saja, menolong tapi sambil mengejek, menolong karena ingin dipuji (3 menit)
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang pengertian dan contoh berbela rasa di buku catatan masing-masing (3 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok diskusi beranggotakan 4-5 orang (2 menit)
  • Setiap kelompok mendapat lembar kerja untuk mendiskusikan dan menuliskan minimal 3 pasang contoh: tindakan berbela rasa vs tindakan bukan berbela rasa dalam situasi kehidupan nyata di sekolah, rumah, dan lingkungan sekitar (10 menit)
  • Murid dalam kelompok berdiskusi, saling berbagi pengalaman, dan mencatat hasil diskusi dalam tabel perbandingan (proses asesmen formatif melalui observasi guru) (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas, kelompok lain memberi tanggapan atau menambahkan contoh (8 menit)
  • Guru memberi apresiasi dan umpan balik terhadap setiap presentasi, meluruskan pemahaman jika ada yang kurang tepat (4 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi murid merefleksi pengalaman belajar dengan pertanyaan: 'Dari diskusi tadi, contoh tindakan berbela rasa mana yang sudah pernah kamu lakukan? Mana yang belum pernah?' (3 menit)
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku catatan: satu tindakan berbela rasa yang akan mereka lakukan minggu ini dan kepada siapa (4 menit)
  • Beberapa murid diminta berbagi refleksinya secara sukarela, guru memberi penguatan bahwa berbela rasa adalah buah Roh yang menyenangkan hati Tuhan (4 menit)
  • Guru mengajak murid membuat komitmen bersama untuk mempraktikkan sikap berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud meneladani Yesus (2 menit)

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama membuat kesimpulan pembelajaran: berbela rasa adalah tindakan nyata yang lahir dari kasih Kristus, bukan hanya perasaan, dan berbeda dengan sikap acuh tak acuh atau menolong karena pamrih (3 menit)
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan 3 contoh tindakan berbela rasa dan 3 contoh tindakan bukan berbela rasa secara individu di kertas (5 menit)
  • Guru memberikan penguatan dan motivasi: 'Tuhan senang jika kita berbela rasa kepada sesama, karena itu adalah buah Roh yang harus kita tunjukkan' (2 menit)
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama, murid yang memimpin doa dipilih secara sukarela (2 menit)
  • Guru memberi tugas tindak lanjut: mempraktikkan satu tindakan berbela rasa yang telah direncanakan dan melaporkannya minggu depan (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diminta membaca kisah Alkitab lain tentang berbela rasa (Perumpamaan Orang Samaria yang Baik) sebagai pengayaan. Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan panduan visual berupa gambar situasi konkret yang menggambarkan tindakan berbela rasa.
  • Proses: Dalam diskusi kelompok, guru mengelompokkan murid secara heterogen agar saling melengkapi. Murid yang belum lancar menulis dapat menyampaikan ide secara lisan dan teman sekelompoknya membantu menuliskan. Murid yang sudah lancar dapat menjadi fasilitator kelompok.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mempresentasikan hasil diskusi: lisan dengan penjelasan, membuat tabel perbandingan, atau menggambar ilustrasi sederhana yang menunjukkan perbedaan tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa. Murid yang cepat dapat diminta membuat rencana proyek berbela rasa sederhana untuk kelas.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab spontan: 'Siapa yang pernah membantu teman yang sedang kesulitan? Ceritakan singkat!'
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengukur pemahaman awal tentang konsep berbela rasa

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok menggunakan checklist: partisipasi, kemampuan memberi contoh, kemampuan membedakan tindakan berbela rasa dan bukan
  • Mendengarkan presentasi kelompok dan memberi umpan balik langsung
  • Memeriksa catatan individu murid saat kegiatan Memahami
  • Membaca refleksi pribadi murid tentang rencana tindakan berbela rasa

Akhir:

  • Tugas tertulis individu: murid menuliskan 3 contoh tindakan berbela rasa dan 3 contoh tindakan bukan berbela rasa dari kehidupan sehari-hari dengan penjelasan singkat
  • Penilaian hasil kerja kelompok (tabel perbandingan) menggunakan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis: kualitas rencana tindakan berbela rasa yang akan dipraktikkan

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: kemampuan murid membandingkan tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa
  • Tanya jawab selama presentasi: pemahaman murid tentang buah Roh dalam konteks berbela rasa
  • Catatan refleksi pribadi: kesadaran murid untuk mempraktikkan sikap berbela rasa

Sumatif:

  • Tugas tertulis individu: menuliskan 3 pasang contoh tindakan berbela rasa vs bukan berbela rasa dengan penjelasan singkat mengapa termasuk berbela rasa atau bukan
  • Penilaian hasil diskusi kelompok berdasarkan rubrik
  • Laporan praktik tindakan berbela rasa (tugas tindak lanjut minggu berikutnya)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan membandingkan tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasaMurid belum mampu membedakan tindakan berbela rasa dengan tindakan bukan berbela rasa, atau memberikan contoh yang tidak relevanMurid mampu menyebutkan 1-2 contoh tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa dengan bimbingan guru, tetapi penjelasannya masih kurang tepatMurid mampu menyebutkan 3 contoh tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa dengan tepat, dan memberikan penjelasan sederhana tentang perbedaannyaMurid mampu menyebutkan lebih dari 3 contoh tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa dengan sangat tepat, disertai penjelasan yang jelas dan kontekstual dari pengalaman nyata
Pemahaman tentang berbela rasa sebagai buah RohMurid belum memahami bahwa berbela rasa adalah buah Roh yang harus diwujudkan dalam tindakan nyataMurid mulai memahami bahwa berbela rasa berhubungan dengan ajaran Kristiani, tetapi belum mampu menjelaskan kaitannya dengan buah RohMurid memahami bahwa berbela rasa adalah buah Roh dan mampu memberikan 1-2 contoh konkret bagaimana mewujudkannya dalam interaksi dengan sesamaMurid memahami dengan baik bahwa berbela rasa adalah buah Roh, mampu memberikan contoh konkret dari lingkungan sekitar, dan menunjukkan kesadaran untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid pasif dalam diskusi, tidak memberikan kontribusi ide atau pendapatMurid mulai berpartisipasi dalam diskusi tetapi masih ragu-ragu atau hanya sesekali memberikan pendapatMurid aktif berpartisipasi dalam diskusi, memberikan ide dan pendapat, serta mendengarkan pendapat teman dengan baikMurid sangat aktif dalam diskusi, memberikan ide yang relevan dan kritis, membantu teman memahami konsep, dan berkontribusi besar terhadap hasil kelompok
Kemampuan komunikasi dalam presentasiMurid tidak berani atau tidak mampu menyampaikan hasil diskusi di depan kelasMurid berani menyampaikan hasil diskusi tetapi dengan suara pelan, kurang jelas, atau masih memerlukan banyak bantuan guruMurid mampu menyampaikan hasil diskusi dengan jelas, suara cukup keras, dan mudah dipahami teman-temanMurid mampu menyampaikan hasil diskusi dengan sangat jelas, percaya diri, sistematis, dan mampu menjawab pertanyaan dari teman atau guru dengan baik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode diskusi kelompok efektif membantu murid memahami perbedaan tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa?
  • Apakah contoh-contoh yang saya berikan cukup kontekstual dan mudah dipahami murid kelas 5?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam pembelajaran, atau ada yang masih pasif? Apa yang bisa saya lakukan untuk meningkatkan partisipasi mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap kegiatan sudah tepat? Bagian mana yang perlu penyesuaian waktu?
  • Apakah murid menunjukkan kesadaran dan komitmen untuk mempraktikkan sikap berbela rasa setelah pembelajaran ini?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang berbela rasa?
  • Dari contoh-contoh tindakan berbela rasa yang didiskusikan, mana yang sudah pernah kamu lakukan? Mana yang belum?
  • Tindakan berbela rasa apa yang ingin kamu lakukan minggu ini? Kepada siapa?
  • Apa kesulitan yang kamu hadapi saat belajar hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang sikap berbela rasa yang diajarkan Yesus?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lukas 7:11-17 - Yesus membangkitkan anak janda di Nain)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5, Bab 9: Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Lembar kerja diskusi kelompok (tabel perbandingan tindakan berbela rasa dan bukan berbela rasa)
  5. Kertas untuk refleksi pribadi
  6. Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin penting
  7. Gambar atau ilustrasi visual tentang contoh tindakan berbela rasa (opsional, untuk diferensiasi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.