Modul AjarBab 9Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 9: Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 9 "Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 9: Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 9 — Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 9 — Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.9.1 Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama berdasarkan keteladanan Yesus yang berbela rasa dalam kehidupan
  2. TP 5.9.2 Mengidentifikasi bentuk pelayanan terhadap sesama sebagai wujud berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 5.9.3 Menyusun rancangan pelayanan terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
  4. TP 5.9.4 Menunjukkan komitmen pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman melalui tindakan berbela rasa dalam kehidupan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu rasakan dan lakukan ketika melihat teman atau orang di sekitarmu sedang menangis atau tertimpa kesusahan?
  2. Bagaimana teladan Tuhan Yesus ketika melihat seorang janda di kota Nain yang kehilangan anak tunggalnya?
  3. Bagaimana langkah-langkah yang perlu kita siapkan agar tindakan menolong teman yang membutuhkan dapat terlaksana dengan baik?
  4. Mengapa sebagai orang beriman kita perlu membuat janji komitmen untuk setia berbela rasa kepada sesama?
  5. Bagaimana kisah Yesus membangkitkan anak janda di Nain mengajarkan kita tentang arti berbela rasa?
  6. Mengapa rancangan pelayanan dan komitmen pribadi penting sebagai wujud nyata iman kita kepada Tuhan Yesus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Makna dan Mengidentifikasi Bentuk Pelayanan terhadap Sesama Berdasarkan Keteladanan Yesus yang Berbela Rasa — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.1 Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama berdasarkan keteladanan Yesus yang berbela rasa dalam kehidupan
  • TP 5.9.2 Mengidentifikasi bentuk pelayanan terhadap sesama sebagai wujud berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan bernyanyi bersama lagu bertema kasih/kepedulian (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Apa arti kata bela rasa?' (acuan: perasaan kasihan/empati mendalam yang mendorong tindakan nyata menolong); (2) 'Siapa yang ditolong Yesus di kota Nain dalam Injil Lukas 7?' (acuan: seorang ibu janda yang anak laki-laki tunggalnya meninggal) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan makna pelayanan berdasarkan keteladanan Yesus yang berbela rasa serta mengidentifikasi bentuk-bentuk pelayanannya dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca bersama teks Alkitab dari Injil Lukas 7:11-17 tentang Yesus membangkitkan anak muda di Nain, lalu guru menjelaskan bahwa Yesus tergerak oleh belas kasihan (berbela rasa) yang menggerakkan hati dan tangan-Nya untuk melayani orang yang berduka (15 menit).
  • Murid secara berpasangan menjawab pertanyaan panduan pada buku catatan untuk menjelaskan makna pelayanan berbela rasa Yesus berdasarkan 3 unsur acuan: (1) hati yang peka melihat penderitaan orang lain, (2) rasa belas kasihan yang tulus, dan (3) tindakan nyata menolong tanpa pamrih (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas menyenangkan 'Tebak Kartu Kasih', murid bermain secara berpasangan memilah 6 kartu situasi ke dalam kelompok 'Bentuk Pelayanan Berbela Rasa' atau 'Bukan Pelayanan Berbela Rasa'; kartu yang dibagikan: (1) Membantu menyeberangkan orang lanjut usia yang kesulitan berjalan, (2) Menghibur teman sekelas yang sedang menangis karena kehilangan pensil warna kesayangannya, (3) Membiarkan teman yang terjatuh di halaman sekolah karena terburu-buru jajan, (4) Mengumpulkan bantuan makanan untuk korban bencana alam bersama gereja/sekolah, (5) Mentertawakan teman yang tidak sengaja menumpahkan air minum di meja, (6) Menemani dan membantu mencatatkan pelajaran bagi teman yang sedang sakit di ruang UKS (acuan: Kartu 1, 2, 4, 6 = Bentuk Pelayanan Berbela Rasa; Kartu 3, 5 = Bukan Pelayanan Berbela Rasa / Pengalih) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan identifikasi minimal 3 bentuk pelayanan berbela rasa terhadap sesama yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari pada lembar kerja (lingkup: di rumah, di sekolah, atau di lingkungan sekitar) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan sejauh mana hatinya telah tergerak meneladani Yesus saat melihat kesusahan orang lain di sekitarnya (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa melayani sesama dengan berbela rasa berarti memiliki hati yang tergerak oleh belas kasihan dan mewujudkannya dalam tindakan nyata menolong seperti teladan Yesus (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan membagikan cek pemahaman singkat (1 butir kuis tertulis), lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bergambar ilustrasi teks Lukas 7:11-17, sedangkan murid berkemampuan cepat diberikan teks narasi reflektif yang lebih rinci tentang konteks kehidupan janda di zaman Alkitab.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca dan mencocokkan kartu situasi, sedangkan murid yang cepat memilah kartu secara mandiri dan menambahkan 1 contoh situasi nyata baru yang pernah dialami.
  • Produk: Murid dapat menuliskan identifikasi bentuk pelayanan dalam format tabel sederhana berkolom atau dalam bentuk poin-poin daftar tertulis sesuai kenyamanan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: (1) 'Apa arti berbela rasa?' (acuan jawaban: perasaan kasihan/empati mendalam yang mendorong perbuatan menolong); (2) 'Siapa tokoh yang ditolong Yesus dalam Lukas 7:11-17?' (acuan jawaban: janda di kota Nain yang anak laki-laki tunggalnya meninggal dunia).

Proses:

  • Formatif pemilahan kartu 'Tebak Kartu Kasih' yang memuat 6 kartu situasi: Kartu 1 (Membantu menyeberangkan orang lanjut usia), Kartu 2 (Menghibur teman menangis), Kartu 3 [pengalih] (Membiarkan teman terjatuh), Kartu 4 (Mengumpulkan bantuan bencana), Kartu 5 [pengalih] (Mentertawakan teman tumpah minum), Kartu 6 (Membantu mencatatkan pelajaran bagi teman sakit di UKS). Kunci kelompok benar: Kartu 1, 2, 4, 6 = Bentuk Pelayanan Berbela Rasa; Kartu 3, 5 = Pengalih/Bukan.
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan makna pelayanan berdasarkan teladan Yesus (acuan: memuat unsur belas kasihan hati dan tindakan nyata menolong) dan identifikasi bentuk pelayanan sehari-hari (acuan: minimal 3 contoh tindakan nyata yang relevan bagi anak kelas 5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: 'Jelaskan dengan bahasamu sendiri mengapa Tuhan Yesus menolong janda di kota Nain dan sebutkan 2 contoh tindakan bela rasa yang bisa kamu lakukan di sekolah!' (acuan: Yesus menolong karena tergerak oleh belas kasihan melihat kesedihan janda; contoh di sekolah: meminjamkan alat tulis kepada teman yang membutuhkan, menemani teman yang tidak punya kawan bermain saat istirahat, atau membantu guru/teman merapikan kelas).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang arti bela rasa dan kisah Yesus di Nain
  • Observasi unjuk kerja saat permainan memilah 6 kartu situasi 'Tebak Kartu Kasih'
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan makna pelayanan berbela rasa dan daftar identifikasi 3 bentuk pelayanan sehari-hari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Makna Pelayanan Berbela Rasa Yesus (TP 5.9.1)Belum mampu menjelaskan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa walaupun telah diberikan bimbingan langsung oleh guru.Mampu menjelaskan makna pelayanan berbela rasa Yesus dengan memuat 1 unsur acuan (belas kasihan hati atau tindakan pertolongan) dengan bantuan arahan guru.Mampu menjelaskan makna pelayanan berbela rasa Yesus secara tepat mencakup 2 unsur acuan (hati yang tergerak belas kasihan dan tindakan pertolongan nyata) secara mandiri.Mampu menjelaskan makna pelayanan berbela rasa Yesus secara lengkap dan mendalam mencakup 3 unsur acuan (kepekaan melihat penderitaan sesama, hati yang tergerak belas kasihan, dan tindakan pertolongan nyata tanpa pamrih) secara mandiri.
Mengidentifikasi Bentuk Pelayanan Berbela Rasa (TP 5.9.2)Hanya mampu memilah kurang dari 3 kartu situasi secara tepat dan masih memilih kartu pengalih sebagai bentuk bela rasa.Mampu memilah 3-4 kartu situasi secara tepat dengan maksimal 1 kekeliruan pada kartu pengalih, serta menuliskan 1 bentuk pelayanan sehari-hari.Mampu memilah seluruh 4 kartu bentuk bela rasa dengan tepat tanpa memilih kartu pengalih (Kartu 3 dan 5), serta menuliskan 2 bentuk pelayanan sehari-hari secara relevan.Mampu memilah seluruh 4 kartu bentuk bela rasa secara tepat tanpa memilih kartu pengalih (Kartu 3 dan 5), serta menuliskan minimal 3 bentuk pelayanan sehari-hari secara lengkap dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan kartu dan mampu memahami teladan bela rasa Yesus dari Injil Lukas 7:11-17?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membangkitkan kepekaan empati murid terhadap sesama yang membutuhkan?

Murid:

  • Perasaan apa yang muncul di hatimu saat membaca kisah Yesus yang tergerak oleh belas kasihan kepada janda di Nain?
  • Tindakan pelayanan berbela rasa apa yang paling ingin kamu lakukan kepada temanmu minggu ini?

Pertemuan 2 — Menyusun Rancangan dan Menunjukkan Komitmen Tindakan Pelayanan Berbela Rasa terhadap Sesama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.3 Menyusun rancangan pelayanan terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
  • TP 5.9.4 Menunjukkan komitmen pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman melalui tindakan berbela rasa dalam kehidupan

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan komponen dasar dalam menyusun rencana kegiatan pertolongan dan makna ikrar komitmen (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun rancangan aksi pelayanan berbela rasa serta menunjukkan komitmen pribadi melalui lembar komitmen tindakan (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mencermati format tabel 'Rancangan Aksi Bela Rasa' yang mencakup 4 komponen wajib: (1) Nama kegiatan pelayanan, (2) Sasaran penerima (siapa yang ditolong), (3) Langkah tindakan konkret, dan (4) Waktu pelaksanaan (10 menit).
  • Murid mengikuti permainan cepat 'Susun Komponen Aksi' secara berpasangan, di mana murid mencocokkan potongan kartu skenario aksi pertolongan ke dalam 4 kolom komponen rancangan yang tepat di papan pajang kelas (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri menyusun draf 'Rancangan Pelayanan Bela Rasa' pada lembar kerja berdasarkan situasi nyata di lingkungan sekolah atau rumah dengan mengisi lengkap ke-4 komponen rancangan (20 menit).
  • Murid menuliskan pernyataan komitmen pribadi tindakan pelayanan berbela rasa pada 'Kartu Komitmen Orang Beriman' yang memuat niat tulus, tindakan nyata yang dipilih, dan tanda tangan kesungguhan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca dalam hati kartu komitmen yang telah dibuat dengan sikap hening dan penuh kesadaran sebagai wujud tanggung jawab orang beriman di hadapan Tuhan (15 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan pentingnya merancang tindakan pelayanan nyata dan memegang komitmen berbela rasa sebagai orang beriman (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap rancangan dan komitmen yang telah disusun, mengingatkan murid untuk membawa rancangan tersebut pada pertemuan evaluasi berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan daftar pilihan situasi nyata (teman sakit saat piket, teman tertinggal pelajaran, teman kehilangan pensil) bagi murid yang membutuhkan inspirasi sasaran pelayanan.
  • Proses: Memberikan bimbingan bergradasi (scaffolding) pada pengisian komponen waktu dan langkah konkret bagi murid yang membutuhkan, sementara murid yang telah mandiri merancang langsung aksi secara terperinci.
  • Produk: Rancangan aksi dapat dituangkan dalam bentuk tabel isian terstruktur atau bagan alur rencana tindakan sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan apa saja yang harus kita tentukan sebelum melakukan kegiatan menolong orang lain!' (Acuan jawaban: menentukan siapa yang ditolong/sasaran, apa tindakannya, dan kapan pelaksanaannya) dan 'Apa yang dimaksud dengan komitmen?' (Acuan jawaban: janji atau kesungguhan hati untuk melakukan sesuatu secara bertanggung jawab).

Proses:

  • Pemeriksaan draf lembar kerja rancangan pelayanan berbela rasa: memeriksa pemenuhan 4 komponen (nama kegiatan, sasaran, langkah tindakan konkret, waktu pelaksanaan). Kriteria benar: memuat minimal 1 nama kegiatan konkret, 1 sasaran yang jelas, minimal 2 langkah tindakan runtut, dan waktu pelaksanaan yang realistis.
  • Observasi pengisian Kartu Komitmen: memeriksa kesungguhan perumusan janji komitmen tindakan yang memuat alasan iman dan tindakan nyata yang sanggup dijalankan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui konfirmasi kelengkapan rancangan dan penandatanganan Kartu Komitmen Tindakan Pelayanan Berbela Rasa sebagai kesiapan diri melaksanakannya dalam kehidupan.

Formatif:

  • Penilaian produk rancangan pelayanan bela rasa berdasarkan kelengkapan 4 komponen rencana tindakan
  • Penilaian komitmen pelayanan berbela rasa melalui lembar pernyataan ikrar komitmen tindakan orang beriman

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyusun rancangan pelayanan terhadap sesama (TP 5.9.3)Menyusun rancangan pelayanan dengan memuat kurang dari 2 komponen dari 4 komponen acuan (nama kegiatan, sasaran, langkah konkret, waktu pelaksanaan).Menyusun rancangan pelayanan dengan memuat 2 dari 4 komponen acuan (nama kegiatan, sasaran, langkah konkret, waktu pelaksanaan) secara tepat.Menyusun rancangan pelayanan dengan memuat 3 dari 4 komponen acuan (nama kegiatan, sasaran, langkah konkret, waktu pelaksanaan) secara tepat.Menyusun rancangan pelayanan dengan memuat lengkap seluruh 4 komponen acuan (nama kegiatan, sasaran, langkah konkret, waktu pelaksanaan) secara runtut dan tepat.
Menunjukkan komitmen pelayanan berbela rasa (TP 5.9.4)Belum dapat merumuskan pernyataan komitmen tindakan pelayanan berbela rasa pada kartu komitmen.Menunjukkan komitmen dengan menuliskan pernyataan niat tindakan berbela rasa namun belum mencantumkan wujud tindakan konkret yang sanggup dilakukan.Menunjukkan komitmen dengan menuliskan pernyataan niat dan 1 wujud tindakan konkret pelayanan berbela rasa sebagai tanggung jawab orang beriman serta menandatanganinya.Menunjukkan komitmen secara mandiri dan sungguh-sungguh dengan menuliskan pernyataan niat, lebih dari 1 wujud tindakan konkret pelayanan berbela rasa sebagai tanggung jawab orang beriman, serta menandatanganinya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk menyusun rancangan dan mengisi kartu komitmen telah mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana tingkat kesungguhan murid saat mengikrarkan komitmen pelayanan berbela rasa dalam kegiatan refleksi hening?

Murid:

  • Apakah rancangan aksi pelayanan yang kamu buat dapat kamu laksanakan dengan sungguh-sungguh?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menandatangani komitmen untuk meneladani Yesus yang berbela rasa kepada sesama?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.9.1 Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama berdasarkan keteladanan Yesus yang berbela rasa dalam kehidupan
  • TP 5.9.2 Mengidentifikasi bentuk pelayanan terhadap sesama sebagai wujud berbela rasa dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 5.9.3 Menyusun rancangan pelayanan terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan
  • TP 5.9.4 Menunjukkan komitmen pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman melalui tindakan berbela rasa dalam kehidupan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa pembuka, dan mengecek kehadiran 28 murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan mandiri, serta garis besar dua tugas sumatif tertulis yang akan diselesaikan (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tugas 1 kepada seluruh 28 murid dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan mandiri (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tugas 1 (TP 1 dan TP 2) selama 47 menit: menulis uraian makna pelayanan Yesus yang berbela rasa dalam kisah Lukas 7:11-17 (soal: Apa makna tindakan Yesus membangkitkan anak janda di Nain bagi pelayanan kita? Kunci/acuan: bela rasa adalah hati yang tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan orang lain dan diwujudkan melalui tindakan nyata memberi pertolongan/kehidupan tanpa pamrih) serta memilah 6 pernyataan tindakan ke tabel 'Tindakan Berbela Rasa' vs 'Bukan Tindakan Berbela Rasa' [Daftar butir pernyataan: (1) Menghibur dan menemani teman sekelas yang sedang menangis karena kehilangan anggota keluarga; (2) Menertawakan teman yang terjatuh di halaman sekolah agar suasana menjadi ramai; (3) Membantu mengumpulkan sumbangan untuk korban bencana alam tanpa pamrih; (4) Menolak meminjamkan alat tulis kepada teman sebangku yang pensilnya patah karena takut cepat habis; (5) Menggantikan tugas piket menyapu kelas teman yang tiba-tiba sakit pusing di ruang UKS; (6) Melewati begitu saja pengemis lanjut usia yang kelaparan sambil pura-pura bermain gawai. Kunci: Berbela rasa = nomor 1, 3, 5; Bukan berbela rasa = nomor 2, 4, 6] (47 menit).
  • Guru mengumpulkan artefak Tugas 1, kemudian membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tugas 2 (TP 3 dan TP 4) serta menjelaskan instruksi pengisian portofolio rancangan proyek dan lembar komitmen (3 menit).
  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tugas 2 selama 40 menit: (a) menyusun portofolio lembar rencana proyek pelayanan berbela rasa terhadap sesama yang memuat nama kegiatan, sasaran penerima pelayanan, kebutuhan nyata sasaran, bentuk aksi konkret, dan jadwal pelaksanaan [Acuan kelayakan: memuat kelima komponen secara logis dan dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga/sekolah/masyarakat]; (b) mengisi lembar refleksi komitmen pribadi meneladani Yesus [Acuan: memuat pernyataan niat tindakan nyata berbela rasa, alasan iman Kristen berdasar teladan kasih Yesus, serta tanda tangan bukti kesungguhan komitmen] (40 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja Tugas 2 dari 28 murid dan memfasilitasi refleksi hening sejenak mengenai keteladanan Yesus yang berbela rasa (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan rangkuman Bab 9 bahwa iman kepada Yesus Kristus harus selalu berbuah nyata dalam bela rasa dan pelayanan kepada sesama (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan syukur atas selesainya seluruh rangkaian Bab 9 (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi aksesibilitas bagi murid dengan hambatan membaca berupa pembacaan ulang instruksi soal secara netral tanpa mengubah substansi soal, kunci jawaban, waktu pengerjaan, atau rubrik penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan perlengkapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif mandiri.

Proses:

  • Pengawasan ketertiban dan kemandirian pengerjaan lembar tes tertulis Tugas 1 dan lembar penugasan Tugas 2 oleh guru.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis uraian dan penugasan lembar kerja mandiri: Tugas 1 (TP 1, TP 2): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri selama 50 menit secara serentak; berisi uraian penjelasan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa (Lukas 7:11-17) dan tabel identifikasi pemilahan tindakan berbela rasa vs bukan berbela rasa. Guru mengawasi pelaksanaan, dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik pemahaman, bukan melalui observasi lisan bergiliran. Tugas 2 (TP 3, TP 4): 28 murid masing-masing menyusun portofolio lembar rencana proyek pelayanan berbela rasa di lingkungan sekitar serta mengisi lembar refleksi komitmen pribadi meneladani Yesus selama 55 menit secara serentak. Guru membimbing instruksi dan artefak lembar kerja individual dinilai sesudah sesi selesai menggunakan rubrik kelayakan rancangan proyek dan rubrik komitmen pelayanan, bukan penilaian observasi performa lisan bergiliran.
  • tes tertulis uraian dan tabel identifikasi: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri selama 50 menit secara serentak; berisi uraian penjelasan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa (Lukas 7:11-17) dan tabel identifikasi pemilahan tindakan berbela rasa vs bukan berbela rasa. Guru mengawasi pelaksanaan, dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik pemahaman, bukan melalui observasi lisan bergiliran. (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran uraian dan kunci identifikasi tindakan berbela rasa)
  • penugasan penyusunan rancangan proyek dan lembar refleksi komitmen: 28 murid masing-masing menyusun portofolio lembar rencana proyek pelayanan berbela rasa di lingkungan sekitar serta mengisi lembar refleksi komitmen pribadi meneladani Yesus selama 55 menit secara serentak. Guru membimbing instruksi dan artefak lembar kerja individual dinilai sesudah sesi selesai menggunakan rubrik kelayakan rancangan proyek dan rubrik komitmen pelayanan, bukan penilaian observasi performa lisan bergiliran. (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian rancangan aksi pelayanan dan lembar penilaian diri refleksi komitmen)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis uraian dan penugasan lembar kerja mandiri: Tugas 1 (TP 1, TP 2): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri selama 50 menit secara serentak; berisi uraian penjelasan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa (Lukas 7:11-17) dan tabel identifikasi pemilahan tindakan berbela rasa vs bukan berbela rasa. Guru mengawasi pelaksanaan, dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik pemahaman, bukan melalui observasi lisan bergiliran. Tugas 2 (TP 3, TP 4): 28 murid masing-masing menyusun portofolio lembar rencana proyek pelayanan berbela rasa di lingkungan sekitar serta mengisi lembar refleksi komitmen pribadi meneladani Yesus selama 55 menit secara serentak. Guru membimbing instruksi dan artefak lembar kerja individual dinilai sesudah sesi selesai menggunakan rubrik kelayakan rancangan proyek dan rubrik komitmen pelayanan, bukan penilaian observasi performa lisan bergiliran.
  • tes tertulis uraian dan tabel identifikasi: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis mandiri selama 50 menit secara serentak; berisi uraian penjelasan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa (Lukas 7:11-17) dan tabel identifikasi pemilahan tindakan berbela rasa vs bukan berbela rasa. Guru mengawasi pelaksanaan, dan lembar artefak bernama dinilai sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran objektif dan rubrik pemahaman, bukan melalui observasi lisan bergiliran. (50 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran uraian dan kunci identifikasi tindakan berbela rasa)
  • penugasan penyusunan rancangan proyek dan lembar refleksi komitmen: 28 murid masing-masing menyusun portofolio lembar rencana proyek pelayanan berbela rasa di lingkungan sekitar serta mengisi lembar refleksi komitmen pribadi meneladani Yesus selama 55 menit secara serentak. Guru membimbing instruksi dan artefak lembar kerja individual dinilai sesudah sesi selesai menggunakan rubrik kelayakan rancangan proyek dan rubrik komitmen pelayanan, bukan penilaian observasi performa lisan bergiliran. (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian rancangan aksi pelayanan dan lembar penilaian diri refleksi komitmen)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Makna Pelayanan Berbela Rasa Yesus (TP 5.9.1)Belum mampu menjelaskan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa; jawaban tidak memuat unsur belas kasihan maupun tindakan nyata.Menjelaskan makna pelayanan Yesus yang berbela rasa namun hanya menyebutkan salah satu unsur: hanya belas kasihan hati tanpa tindakan nyata, atau hanya perbuatan menolong tanpa mengaitkan dengan belas kasihan.Menjelaskan makna pelayanan berbela rasa Yesus berdasarkan Lukas 7:11-17 secara tepat memuat kedua unsur inti (tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan orang lain dan diwujudkan melalui tindakan nyata memberi pertolongan).Menjelaskan makna pelayanan berbela rasa Yesus secara lengkap dan mendalam memuat kedua unsur inti disertai keterkaitannya dengan tanggung jawab orang beriman secara mandiri dan tepat.
Mengidentifikasi Bentuk Pelayanan Berbela Rasa (TP 5.9.2)Hanya tepat memilah 1-2 dari 6 pernyataan tindakan pada tabel pemilahan (Acuan: Berbela rasa = nomor 1, 3, 5; Bukan berbela rasa = nomor 2, 4, 6).Tepat memilah 3-4 dari 6 pernyataan tindakan pada tabel pemilahan.Tepat memilah 5 dari 6 pernyataan tindakan pada tabel pemilahan.Tepat memilah seluruh 6 dari 6 pernyataan tindakan pada tabel pemilahan tanpa kekeliruan (semua butir 1, 3, 5 masuk kategori tindakan berbela rasa dan butir 2, 4, 6 masuk kategori bukan tindakan berbela rasa).
Menyusun Rancangan Pelayanan terhadap Sesama (TP 5.9.3)Rancangan proyek hanya memuat 1-2 dari 5 komponen wajib (Daftar acuan 5 komponen: nama kegiatan, sasaran, kebutuhan nyata sasaran, bentuk aksi konkret, jadwal pelaksanaan).Rancangan proyek memuat 3 dari 5 komponen wajib secara runtut.Rancangan proyek memuat 4 dari 5 komponen wajib secara jelas dan realistis.Rancangan proyek memuat lengkap seluruh 5 dari 5 komponen wajib secara terstruktur, terperinci, dan realistis untuk dilaksanakan.
Menunjukkan Komitmen Pelayanan Berbela Rasa (TP 5.9.4)Lembar refleksi komitmen hanya memuat 1 dari 3 unsur komitmen (Daftar acuan 3 unsur: pernyataan niat tindakan nyata, alasan iman berdasar teladan Yesus, tanda tangan bukti kesungguhan).Lembar refleksi komitmen memuat 2 dari 3 unsur komitmen.Lembar refleksi komitmen memuat lengkap seluruh 3 unsur komitmen secara jelas.Lembar refleksi komitmen memuat lengkap seluruh 3 unsur komitmen dengan rumusan tindakan yang sangat spesifik, terukur, dan mendalam berlandaskan teladan kasih Yesus.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk masing-masing tugas sumatif mencukupi bagi seluruh 28 murid untuk menyelesaikan tugas secara mandiri?
  • Bagaimana capaian pemahaman dan komitmen murid terkait topik meneladani Yesus yang berbela rasa berdasarkan hasil penilaian sumatif ini?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling membantuku memahami arti berbela rasa seperti yang Yesus teladankan?
  • Apakah rancangan dan komitmen yang telah kutulis sungguh-sungguh akan kulaksanakan dalam kehidupanku sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Injil Lukas 7:11-17
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2021)
  4. Set 6 kartu situasi 'Tebak Kartu Kasih' dan lembar kerja murid
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  7. Lembar Kerja 'Rancangan Aksi Bela Rasa'
  8. Kartu Komitmen 'Aku Meneladani Yesus yang Berbela Rasa'
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021).
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021).
  11. Alkitab: Injil Lukas 7:11-17 (Yesus membangkitkan anak muda di Nain).
  12. Lembar Asesmen Sumatif Tugas 1 (Tes Tertulis Uraian dan Tabel Pemilahan Tindakan).
  13. Lembar Asesmen Sumatif Tugas 2 (Portofolio Rancangan Proyek Pelayanan dan Lembar Komitmen Pribadi).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.