Modul AjarPertemuan 3Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Kendala dan Solusi dalam Menjalin Persahabatan dengan Semua Orang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Kendala dan Solusi dalam Menjalin Persahabatan dengan Semua Orang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Kendala dan Solusi dalam Menjalin Persahabatan dengan Semua Orang

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kendala dan Solusi dalam Menjalin Persahabatan dengan Semua Orang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKendala dan Solusi dalam Menjalin Persahabatan dengan Semua Orang
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan kendala-kendala yang dihadapi dalam menjalin persahabatan dengan semua orang serta menyebutkan solusi untuk mengatasinya
  2. Murid dapat menunjukkan sikap terbuka dan mau menerima semua orang sebagai sahabat sebagai wujud buah Roh dalam interaksi antarsesama

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa sulit untuk berteman dengan seseorang? Apa yang membuat kalian merasa sulit?
  2. Bagaimana perasaan kalian jika ada teman yang tidak mau bermain atau berbicara dengan kalian?
  3. Apa yang bisa kita lakukan agar bisa bersahabat dengan semua orang tanpa membeda-bedakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid
  • Guru menyapa murid dengan penuh kehangatan dan menanyakan kabar mereka hari ini
  • Guru melakukan ice breaking singkat dengan bertanya: 'Siapa yang punya sahabat di kelas ini? Angkat tangan!' untuk menciptakan suasana ceria
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: 'Kendala dan Solusi dalam Menjalin Persahabatan dengan Semua Orang'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian merasa sulit untuk berteman dengan seseorang? Apa yang membuat kalian merasa sulit?'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid: 'Coba ceritakan, apa saja hal yang pernah membuat kalian sulit berteman dengan orang lain?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali cerita Yesus dan Zakheus dari pertemuan sebelumnya: bagaimana Yesus mau bersahabat dengan Zakheus meskipun banyak orang membencinya
  • Guru mengajak murid untuk merenung sejenak (1 menit): 'Tutup mata, pikirkan apakah ada teman yang pernah kalian hindari atau tidak mau kalian ajak bermain. Mengapa?' (berkesadaran)
  • Guru memfasilitasi sharing singkat dari 2-3 murid yang mau berbagi pengalamannya
  • Guru menjelaskan bahwa setiap orang pasti menghadapi kendala dalam berteman, dan itu adalah hal yang wajar
  • Guru menampilkan atau membacakan contoh kendala dalam persahabatan: perbedaan sifat, prasangka, pengalaman buruk, pengaruh teman lain, perbedaan latar belakang

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang per kelompok) secara heterogen
  • Setiap kelompok menerima lembar kerja dengan dua kolom: 'Kendala dalam Menjalin Persahabatan' dan 'Solusi untuk Mengatasinya'
  • Guru memberikan instruksi diskusi: 'Diskusikan dengan kelompokmu, tuliskan minimal 3 kendala yang kalian atau teman-teman kalian hadapi dalam berteman, lalu pikirkan solusi atau jalan keluarnya'
  • Murid berdiskusi dalam kelompok selama 10 menit, guru berkeliling memfasilitasi dan memberikan pertanyaan pancingan bila diperlukan (bermakna)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas (2 menit per kelompok)
  • Guru dan murid lain memberikan tanggapan dan saran tambahan terhadap solusi yang disampaikan
  • Guru membimbing murid untuk membuat kesimpulan bersama tentang kendala-kendala umum dan solusi yang paling efektif

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk kembali merenung: 'Setelah belajar hari ini, apa yang akan kalian lakukan berbeda mulai besok dalam berteman?'
  • Murid diminta menuliskan secara pribadi di buku mereka: satu komitmen konkret untuk bersikap terbuka dan menerima semua orang sebagai sahabat
  • Guru memberikan penguatan dengan mengaitkan nilai-nilai Kristiani: 'Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan, ini adalah buah Roh Kudus dalam hidup kita'
  • Murid diminta membuat satu kalimat refleksi: 'Aku mau bersahabat dengan semua orang karena...' dan menuliskannya di buku
  • 2-3 murid diminta untuk membagikan refleksi mereka secara sukarela

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengisi kuesioner singkat atau menjawab pertanyaan lisan: 'Sebutkan 2 kendala dalam persahabatan dan 1 solusinya'
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru menyampaikan pesan penguat: 'Ingat, Yesus mengasihi semua orang. Kita juga dipanggil untuk bersahabat dengan semua orang tanpa membeda-bedakan'
  • Guru memberikan preview untuk pertemuan berikutnya (jika ada)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama, meminta Tuhan memberi hati yang terbuka untuk menerima semua orang sebagai sahabat

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberikan contoh kasus yang lebih kompleks (misalnya konflik persahabatan yang melibatkan banyak pihak), sementara murid yang lebih lambat diberikan contoh situasi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat didampingi guru secara langsung saat diskusi kelompok atau diberikan template lembar kerja dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur. Murid yang cepat dapat diminta menjadi fasilitator diskusi dalam kelompoknya
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan refleksi mereka: menulis kalimat, menggambar simbol persahabatan, atau menyampaikan secara lisan. Murid yang lebih lancar dapat menulis paragraf refleksi yang lebih panjang

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid: 'Apa saja hal yang pernah membuat kalian sulit berteman dengan orang lain?' untuk mengetahui pemahaman awal dan pengalaman murid

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelompok: apakah murid dapat mengidentifikasi kendala dan merumuskan solusi
  • Mendengarkan presentasi kelompok dan memberikan feedback
  • Mengajukan pertanyaan pancingan untuk menggali pemahaman murid lebih dalam

Akhir:

  • Kuesioner singkat atau pertanyaan lisan: 'Sebutkan 2 kendala dalam persahabatan dan 1 solusinya'
  • Penilaian refleksi tertulis murid: komitmen konkret dan kalimat refleksi 'Aku mau bersahabat dengan semua orang karena...'
  • Observasi sikap terbuka murid selama pembelajaran sebagai indikator pencapaian tujuan pembelajaran kedua

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok: kemampuan mengidentifikasi kendala dan solusi
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran
  • Hasil lembar kerja diskusi kelompok

Sumatif:

  • Penilaian hasil refleksi tertulis murid tentang komitmen bersikap terbuka
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan kendala dan solusi dalam persahabatan
  • Penilaian sikap terbuka dan penerimaan terhadap teman selama proses pembelajaran

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi kendala persahabatanMurid belum dapat menyebutkan kendala dalam menjalin persahabatanMurid dapat menyebutkan 1 kendala dalam menjalin persahabatan dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 2-3 kendala dalam menjalin persahabatan secara mandiriMurid dapat menyebutkan lebih dari 3 kendala dalam menjalin persahabatan secara mandiri dan menjelaskan alasannya
Kemampuan merumuskan solusiMurid belum dapat memberikan solusi untuk mengatasi kendala persahabatanMurid dapat memberikan 1 solusi sederhana dengan bantuan guru atau temanMurid dapat memberikan 2-3 solusi yang relevan dan praktis secara mandiriMurid dapat memberikan solusi yang kreatif, praktis, dan menunjukkan nilai-nilai Kristiani
Sikap terbuka dan menerima semua orangMurid masih menunjukkan sikap eksklusif atau memilih-milih teman selama pembelajaranMurid mulai menunjukkan kesediaan untuk terbuka tetapi masih ragu-raguMurid menunjukkan sikap terbuka dan mau bekerja sama dengan semua teman dalam kelompokMurid secara aktif menunjukkan sikap terbuka, menerima semua teman, dan mendorong teman lain untuk melakukan hal yang sama
Refleksi dan komitmenMurid belum dapat membuat refleksi atau komitmen pribadiMurid membuat refleksi atau komitmen yang masih umum dan kurang spesifikMurid membuat refleksi dan komitmen yang spesifik dan realistisMurid membuat refleksi mendalam dan komitmen konkret yang menunjukkan pemahaman nilai-nilai Kristiani tentang persahabatan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Jika tidak, strategi apa yang perlu saya lakukan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah contoh kendala dan solusi yang muncul menunjukkan bahwa murid memahami nilai-nilai Kristiani tentang persahabatan?
  • Bagaimana saya dapat lebih efektif memfasilitasi murid yang masih kesulitan terbuka dengan teman yang berbeda?
  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk mencapai tujuan pembelajaran? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagiku dari pembelajaran hari ini?
  • Kendala apa yang paling sering aku hadapi dalam berteman? Apa yang akan aku lakukan untuk mengatasinya?
  • Apakah aku sudah bersikap terbuka kepada semua teman hari ini? Apa yang masih perlu aku perbaiki?
  • Bagaimana aku bisa menerapkan sikap Yesus yang menerima semua orang dalam kehidupan sehari-hariku?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Lukas 19:1-10 (kisah Yesus dan Zakheus)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5, Pelajaran 8
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Lembar kerja diskusi kelompok (dua kolom: Kendala dan Solusi)
  5. Alat tulis (pensil, pulpen, kertas)
  6. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk mencatat poin-poin penting dari presentasi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.