Modul AjarPertemuan 2Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Menghubungkan Persahabatan Yesus dengan Pengalaman Sehari-hari dan Hidup Rukun dalam Kemajemukan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menghubungkan Persahabatan Yesus dengan Pengalaman Sehari-hari dan Hidup Rukun dalam Kemajemukan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Menghubungkan Persahabatan Yesus dengan Pengalaman Sehari-hari dan Hidup Rukun dalam Kemajemukan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menghubungkan Persahabatan Yesus dengan Pengalaman Sehari-hari dan Hidup Rukun dalam Kemajemukan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenghubungkan Persahabatan Yesus dengan Pengalaman Sehari-hari dan Hidup Rukun dalam Kemajemukan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengaitkan sikap persahabatan Yesus terhadap Zakheus dengan pengalaman bergaul sehari-hari di lingkungan sekolah dan masyarakat majemuk
  2. Murid dapat mengemukakan alasan pentingnya hidup rukun dan berteman dengan semua orang tanpa memandang perbedaan latar belakang

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa tidak mau berteman dengan seseorang karena dia berbeda dengan kalian? Mengapa?
  2. Bagaimana perasaan kalian jika ada teman yang menolak berteman dengan kalian?
  3. Apa yang akan kalian lakukan jika melihat teman yang dijauhi oleh orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang punya banyak teman? Siapa saja teman-teman kalian?'
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: 'Menghubungkan Persahabatan Yesus dengan Pengalaman Sehari-hari'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik untuk memancing rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali kisah Yesus dan Zakheus (Lukas 19:1-10) yang sudah dipelajari pada pertemuan sebelumnya melalui tanya jawab singkat
  • Guru memandu murid mengidentifikasi sikap persahabatan Yesus: menerima Zakheus meskipun dibenci orang banyak, tidak membeda-bedakan, mau masuk ke rumah Zakheus
  • Guru menjelaskan bahwa rangkulan dan penerimaan Yesus mendatangkan sukacita dan pertobatan bagi Zakheus
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang sikap persahabatan Yesus di buku tulis masing-masing

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi 4-5 kelompok kecil (4-5 murid per kelompok)
  • Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan berikut: 1) Syarat apa yang biasanya membuat orang mau bersahabat? 2) Pernahkah kalian menjauhi atau dijauhi teman karena perbedaan (agama, suku, ekonomi, prestasi)? Bagaimana rasanya? 3) Apa kendala untuk bersahabat dengan semua orang di sekolah atau lingkungan? 4) Prinsip apa yang bisa dipelajari dari cara Yesus menerima Zakheus?
  • Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi di kertas plano dengan spidol warna-warni
  • Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau menambahkan ide
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dan menghubungkan pengalaman murid dengan teladan Yesus: persahabatan tanpa syarat, tidak mendiskriminasi, hidup rukun dalam perbedaan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid merefleksi: 'Setelah belajar tentang persahabatan Yesus, apa yang akan kalian lakukan berbeda mulai hari ini?'
  • Setiap murid menuliskan komitmen pribadi di buku tulis: 'Saya akan berteman dengan ... (nama teman yang selama ini dijauhi atau belum dekat) karena ...'
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan komitmen mereka
  • Guru memberikan penguatan: pentingnya hidup rukun, menghargai perbedaan, dan meneladani kasih Yesus dalam pergaulan sehari-hari

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengemukakan secara lisan: 'Mengapa kita harus berteman dengan semua orang tanpa membeda-bedakan?'
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Yesus mengajarkan persahabatan tanpa diskriminasi, kita harus hidup rukun dalam kemajemukan
  • Guru memberikan tugas rumah: Murid mempraktikkan satu tindakan persahabatan kepada teman yang berbeda latar belakang, lalu mencatatnya di buku
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diminta membaca teks Alkitab Lukas 19:1-10 langsung dari Alkitab, sedangkan murid yang lambat dibantu dengan cerita bergambar atau rangkuman yang disederhanakan
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi ketua kelompok dan membantu memfasilitasi diskusi, sedangkan murid yang lambat diberi pertanyaan panduan tertulis untuk memudahkan berpikir. Guru berkeliling memberikan scaffolding pada kelompok yang kesulitan
  • Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan komitmen lebih rinci (minimal 3 tindakan konkret), sedangkan murid yang lambat cukup menuliskan 1 tindakan dengan bantuan contoh dari guru. Murid visual dapat menggambar simbol persahabatan sebagai tambahan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat: 'Siapa yang punya banyak teman? Siapa saja teman-teman kalian? Apakah kalian punya teman yang berbeda agama, suku, atau latar belakang?'
  • Observasi respons awal murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi keaktifan murid dalam mengingat kembali kisah Yesus dan Zakheus
  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok: kemampuan mengaitkan sikap Yesus dengan pengalaman sehari-hari
  • Pemeriksaan hasil kerja kelompok: kelengkapan jawaban dan kedalaman refleksi
  • Catatan anekdotal terhadap murid yang menunjukkan pemahaman mendalam atau masih kesulitan

Akhir:

  • Penilaian lisan: Murid mengemukakan minimal 2 alasan pentingnya berteman dengan semua orang tanpa membeda-bedakan
  • Penilaian komitmen tertulis: kejelasan tindakan yang akan dilakukan dan kesesuaian dengan teladan Yesus
  • Penilaian tugas rumah pada pertemuan berikutnya: catatan praktik tindakan persahabatan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Pemeriksaan hasil diskusi kelompok di kertas plano

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan murid mengemukakan alasan pentingnya hidup rukun secara lisan
  • Penilaian komitmen tertulis murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengaitkan sikap Yesus dengan pengalaman sehari-hariMurid belum dapat menjelaskan hubungan antara sikap persahabatan Yesus dengan pengalaman bergaul sehari-hariMurid dapat menyebutkan sikap Yesus tetapi belum dapat mengaitkannya dengan pengalaman konkret di sekolah atau masyarakatMurid dapat mengaitkan sikap persahabatan Yesus dengan 1-2 pengalaman konkret di sekolah atau masyarakat majemukMurid dapat mengaitkan sikap persahabatan Yesus dengan berbagai pengalaman konkret dan memberikan contoh penerapan yang jelas di lingkungan majemuk
Mengemukakan alasan pentingnya hidup rukunMurid belum dapat mengemukakan alasan pentingnya hidup rukun dan berteman dengan semua orangMurid dapat menyebutkan 1 alasan tetapi belum terkait dengan nilai persahabatan Yesus atau konteks kemajemukanMurid dapat mengemukakan 2 alasan yang logis dan terkait dengan nilai persahabatan serta konteks kemajemukanMurid dapat mengemukakan 3 atau lebih alasan yang mendalam, disertai refleksi pribadi dan rencana tindakan konkret
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid pasif dan tidak terlibat dalam diskusi kelompokMurid hadir dalam diskusi tetapi kontribusi ide masih minimalMurid aktif memberikan ide dan mendengarkan pendapat teman dalam diskusiMurid sangat aktif, memberikan ide kreatif, mendengarkan, dan membantu kelompok mencapai kesimpulan yang baik
Komitmen untuk meneladani persahabatan YesusMurid belum dapat menuliskan komitmen atau tindakan konkret yang akan dilakukanMurid menuliskan komitmen tetapi masih umum dan belum spesifikMurid menuliskan komitmen spesifik dengan tindakan konkret yang akan dilakukanMurid menuliskan komitmen yang sangat spesifik, disertai alasan yang jelas dan rencana tindakan yang detail

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengaitkan sikap persahabatan Yesus dengan pengalaman sehari-hari mereka?
  • Strategi apa yang efektif untuk memfasilitasi diskusi tentang kemajemukan di kelas saya?
  • Murid mana yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam memahami konsep persahabatan tanpa diskriminasi?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah membantu semua murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat menindaklanjuti komitmen murid agar benar-benar terwujud dalam tindakan nyata?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah persahabatan Yesus dan Zakheus?
  • Apakah saya pernah menjauhi teman karena perbedaan? Bagaimana perasaan saya sekarang?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda mulai besok dalam berteman?
  • Siapa teman yang akan saya dekati dan ajak bersahabat?
  • Apa yang saya pelajari tentang hidup rukun dalam kemajemukan?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lukas 19:1-10)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (halaman 90-92)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (Pelajaran 8)
  4. Kertas plano dan spidol warna-warni untuk diskusi kelompok
  5. Gambar atau ilustrasi kisah Yesus dan Zakheus (opsional)
  6. Lembar kerja diskusi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.