Modul AjarPertemuan 1Bab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Makna Persahabatan dengan Semua Orang dan Teladan Yesus (Lukas 19:1-10)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Makna Persahabatan dengan Semua Orang dan Teladan Yesus (Lukas 19:1-10)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Makna Persahabatan dengan Semua Orang dan Teladan Yesus (Lukas 19:1-10)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Makna Persahabatan dengan Semua Orang dan Teladan Yesus (Lukas 19:1-10)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMakna Persahabatan dengan Semua Orang dan Teladan Yesus (Lukas 19:1-10)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna persahabatan dengan semua orang berdasarkan nilai-nilai Kristiani tanpa membeda-bedakan suku, agama, atau golongan
  2. Murid dapat menceritakan kembali kisah Yesus dan Zakheus (Lukas 19:1-10) sebagai teladan bersahabat tanpa diskriminasi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah merasa tidak mau berteman dengan seseorang karena dia berbeda dengan kalian? Mengapa?
  2. Menurut kalian, apakah Yesus hanya berteman dengan orang-orang yang baik saja?
  3. Apa yang membuat persahabatan menjadi indah dan bermakna?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa dan menyapa murid dengan penuh kasih (5 menit)
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu bertema persahabatan untuk membangun suasana gembira (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa sahabat terbaikmu? Mengapa kalian bersahabat dengan dia?' dan mencatat keragaman jawaban murid (5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apakah kalian pernah merasa tidak mau berteman dengan seseorang karena dia berbeda? Hari ini kita akan belajar dari teladan Yesus tentang bersahabat dengan semua orang' (5 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menceritakan kisah Yesus dan Zakheus (Lukas 19:1-10) dengan alat peraga gambar atau boneka sederhana untuk menarik perhatian murid (10 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan berkesadaran: 'Bagaimana perasaan Zakheus saat orang-orang membencinya? Bagaimana perasaannya saat Yesus mau berteman dengannya?' untuk membantu murid menyadari dampak sikap terhadap orang lain (5 menit)
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) dan meminta mereka mendiskusikan: 'Apa yang membuat Yesus berbeda dari orang-orang lain dalam memperlakukan Zakheus?' (5 menit)
  • Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi dan guru merangkum bahwa Yesus tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang, pekerjaan, atau masa lalu mereka (5 menit)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid mengidentifikasi situasi nyata di sekolah atau lingkungan mereka di mana ada orang yang dikucilkan atau dibeda-bedakan (5 menit)
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan kendala-kendala dalam bersahabat dengan semua orang (misalnya: perbedaan hobi, bahasa, agama, suku) dan mencari solusi konkret berdasarkan teladan Yesus (10 menit)
  • Setiap kelompok mempresentasikan satu kendala dan solusinya, guru memfasilitasi diskusi kelas untuk memperkaya pemahaman (5 menit)
  • Guru memberikan contoh kontekstual: 'Jika ada teman baru dari daerah lain yang berbeda agama, apa yang akan kalian lakukan agar dia merasa diterima?'(5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang dan menutup mata sejenak, lalu membimbing refleksi pribadi: 'Apakah ada teman yang pernah kamu hindari? Mengapa? Apa yang bisa kamu lakukan mulai besok?' (5 menit)
  • Murid menuliskan komitmen pribadi dalam buku catatan: 'Saya akan bersahabat dengan... karena...' (5 menit)
  • Beberapa murid yang bersedia membagikan refleksinya secara sukarela kepada kelas (5 menit)

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan kembali kisah Yesus dan Zakheus serta makna persahabatan tanpa diskriminasi (5 menit)
  • Guru memberikan penguatan bahwa bersahabat dengan semua orang adalah wujud mengasihi seperti yang Yesus ajarkan (3 menit)
  • Guru memberikan tugas rumah: 'Minggu depan, ceritakan pengalamanmu bersahabat dengan seseorang yang sebelumnya tidak dekat denganmu' (2 menit)
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin salah satu murid (3 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi teks Alkitab Lukas 19:1-10 untuk dibaca sendiri dan mencari detail tambahan. Murid yang memerlukan dukungan lebih diberikan versi cerita bergambar dengan bahasa sederhana
  • Proses: Murid yang lebih cepat memimpin diskusi kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang memerlukan waktu lebih diberikan scaffolding berupa pertanyaan pemandu: 'Siapa yang dikucilkan dalam cerita? Apa yang Yesus lakukan?'
  • Produk: Murid yang lebih kreatif boleh membuat komik sederhana atau poster tentang persahabatan. Murid yang lebih nyaman dengan tulisan cukup membuat daftar poin atau kalimat komitmen

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: 'Siapa sahabat terbaikmu? Mengapa kalian bersahabat dengan dia? Apakah kalian pernah tidak mau berteman dengan seseorang?' untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang persahabatan dan sikap terhadap perbedaan

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok: apakah murid dapat mengidentifikasi sikap Yesus yang tidak diskriminatif
  • Pertanyaan lisan berkeliling: 'Mengapa Yesus mau berteman dengan Zakheus padahal orang lain membencinya?'
  • Mencatat respons murid saat mengidentifikasi kendala dan solusi bersahabat dengan semua orang
  • Mengamati keterlibatan dan antusiasme murid selama kegiatan pembelajaran

Akhir:

  • Meminta 2-3 murid menceritakan kembali kisah Yesus dan Zakheus secara lisan dengan kriteria: menyebutkan tokoh, masalah, tindakan Yesus, dan hasil akhirnya
  • Menilai komitmen tertulis murid: apakah spesifik, realistis, dan sesuai dengan nilai persahabatan Kristiani
  • Memberikan kuis lisan singkat: 'Apa yang membuat persahabatan Yesus berbeda? Sebutkan 2 alasan mengapa kita harus bersahabat dengan semua orang'

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: kemampuan murid menjelaskan makna persahabatan dan mengidentifikasi sikap Yesus
  • Pertanyaan lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid tentang kisah Zakheus
  • Catatan anekdotal tentang partisipasi dan refleksi murid

Sumatif:

  • Kemampuan menceritakan kembali kisah Yesus dan Zakheus dengan lengkap dan jelas
  • Penilaian terhadap komitmen tertulis murid tentang bersahabat dengan semua orang
  • Rubrik penilaian diskusi kelompok dan presentasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menjelaskan makna persahabatan dengan semua orangBelum dapat menjelaskan makna persahabatan atau masih membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakangDapat menjelaskan makna persahabatan tetapi masih ragu-ragu untuk tidak membeda-bedakanDapat menjelaskan makna persahabatan dengan semua orang dan memahami pentingnya tidak diskriminatifDapat menjelaskan makna persahabatan dengan semua orang secara lengkap, memberikan alasan berdasarkan nilai Kristiani, dan menunjukkan komitmen nyata
Kemampuan menceritakan kembali kisah Yesus dan ZakheusBelum dapat menceritakan kembali kisah atau hanya menyebutkan nama tokohDapat menceritakan sebagian kisah tetapi belum lengkap (tokoh dan masalah saja)Dapat menceritakan kisah dengan lengkap: tokoh, masalah, tindakan Yesus, dan hasil akhirDapat menceritakan kisah dengan lengkap, runtut, dan menjelaskan makna tindakan Yesus sebagai teladan bersahabat tanpa diskriminasi
Kemampuan mengidentifikasi kendala dan solusi bersahabatBelum dapat mengidentifikasi kendala atau solusi dalam bersahabat dengan semua orangDapat menyebutkan 1 kendala tetapi belum menemukan solusiDapat menyebutkan 2-3 kendala dan memberikan solusi yang masih umumDapat menyebutkan beragam kendala dan memberikan solusi konkret berdasarkan teladan Yesus yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Sikap dan partisipasi dalam diskusi kelompokPasif, tidak terlibat dalam diskusi kelompokTerlibat tetapi hanya mendengarkan tanpa memberikan pendapatAktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan mendengarkan temanSangat aktif, memberikan pendapat yang relevan, mendengarkan dengan respek, dan membantu teman memahami materi

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pembelajaran hari ini berhasil membantu murid memahami makna persahabatan tanpa diskriminasi?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dan mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang cukup bagi semua murid untuk berpartisipasi?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Nilai-nilai apa yang perlu saya teladankan lebih baik dalam interaksi dengan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Yesus dan Zakheus hari ini?
  • Apakah ada teman yang pernah kamu hindari atau kucilkan? Mengapa?
  • Apa yang akan kamu lakukan mulai besok agar bisa bersahabat dengan semua orang seperti Yesus?
  • Hal apa yang paling sulit bagimu dalam bersahabat dengan orang yang berbeda?
  • Apa yang kamu pelajari tentang kasih Yesus hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Lukas 19:1-10)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Gambar ilustrasi cerita Yesus dan Zakheus
  5. Lagu rohani bertema persahabatan dan kasih
  6. Kertas HVS dan alat tulis untuk murid
  7. Papan tulis dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.