Modul AjarBab 8Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 8: Aku Mau Bersahabat dengan Semua Orang

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 8 "Aku Mau Bersahabat dengan Semua Orang", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 8: Aku Mau Bersahabat dengan Semua Orang

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 8 — Aku Mau Bersahabat dengan Semua Orang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 8 — Aku Mau Bersahabat dengan Semua Orang
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.8.1 Mengidentifikasi wujud buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama tanpa membeda-bedakan
  2. TP 5.8.2 Menganalisis kendala dan jalan keluar dalam mewujudkan buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama
  3. TP 5.8.3 Menjelaskan pentingnya hidup rukun dalam menjalin persahabatan dengan semua orang di lingkungan masyarakat majemuk
  4. TP 5.8.4 Menjelaskan sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat dalam masyarakat majemuk

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana wujud kasih dan kesabaran ketika bermain bersama sahabat yang berbeda dengan kita?
  2. Apa saja kendala yang sering menghalangi kita mewujudkan buah Roh dalam persahabatan, dan bagaimana jalan keluarnya?
  3. Mengapa kita perlu hidup rukun saat bersahabat dengan teman yang berbeda agama atau suku?
  4. Bagaimana wujud sikap toleransi ketika kita mengajak semua orang menjadi sahabat kita di lingkungan masyarakat majemuk?
  5. Bagaimana wujud nyata buah Roh ketika kita menjalin persahabatan dengan teman yang berbeda latar belakang?
  6. Mengapa hidup rukun dan sikap toleransi sangat penting dalam masyarakat majemuk?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Buah Roh dan Menganalisis Kendala Penerapannya dalam Persahabatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.1 Mengidentifikasi wujud buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama tanpa membeda-bedakan
  • TP 5.8.2 Menganalisis kendala dan jalan keluar dalam mewujudkan buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan menyanyikan lagu rohani bertema kasih persahabatan (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 contoh buah Roh (kasih, kesabaran, kebaikan) dalam pergaulan sehari-hari (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi wujud buah Roh dalam persahabatan tanpa membeda-bedakan serta menganalisis kendala dan jalan keluar penerapannya (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak ulasan kisah Alkitab Lukas 19:1-10 tentang Tuhan Yesus yang menerima dan mengasihi Zakheus tanpa membeda-bedakan, serta mengaitkannya dengan wujud buah Roh (Galatia 5:22-23) dalam persahabatan (3 menit).
  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tebak kartu tantangan 'Pohon Buah Roh Persahabatan', di mana murid mencocokkan 4 kartu skenario tindakan dengan jenis buah Roh yang tepat. Daftar skenario dan acuan: (1) Menemani teman yang menyendiri tanpa mengejek -> Kasih; (2) Tetap tenang saat teman tidak sengaja menumpahkan air minum -> Kesabaran; (3) Meminjamkan pensil cadangan kepada teman yang lupa membawa alat tulis -> Kebaikan/Kemurahan; (4) Mengakui kesalahan saat tidak sengaja merusak mainan teman -> Kesetiaan/Kejujuran (12 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membentuk kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang untuk mengerjakan Lembar Kerja Analisis Kasus Persahabatan (15 menit).
  • Setiap kelompok menganalisis 3 kartu kasus kendala dalam mewujudkan buah Roh beserta rumusan jalan keluarnya: Kasus 1: Merasa enggan berteman karena teman berbeda suku/logat bicara (Kendala: prasangka/memilih-milih teman; Jalan keluar: menerapkan kasih dan kebaikan dengan menyapa lebih dulu serta menghargai perbedaan); Kasus 2: Merasa jengkel karena teman lambat memahami aturan permainan (Kendala: tidak sabar/mudah marah; Jalan keluar: melatih kesabaran dan penguasaan diri dengan menjelaskan aturan secara perlahan); Kasus 3: Tergoda ikut menjauhi teman karena disuruh kelompok teman lain (Kendala: takut dikucilkan/tekanan teman sebaya; Jalan keluar: mempraktikkan kesetiaan dan keberanian moral untuk tetap bersahabat dengan semua orang) (15 menit).
  • Masing-masing kelompok menuliskan hasil analisis kendala dan solusi tersebut pada lembar kerja kelompok dengan mencantumkan minimal 3 pasangan kendala-solusi secara tepat sesuai acuan kasus (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok membacakan satu temuan kendala dan jalan keluarnya di depan kelas, lalu guru memberikan penguatan konsep wujud buah Roh dalam persahabatan nyata (15 menit).
  • Murid secara hening menuliskan 1 komitmen pribadi di buku catatan: wujud satu buah Roh yang ingin dipraktikkan hari ini kepada sahabat dan cara mengatasi kendala diri saat mempraktikkannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan singkat mengenai wujud buah Roh dalam persahabatan tanpa diskriminasi serta jalan keluar mengatasi kendalanya (5 menit).
  • Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci buah Roh (kasih, sabar, murah hati) beserta contoh visual, sedangkan murid yang mahir diberikan kartu kasus tambahan dengan situasi persahabatan yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menganalisis kendala didampingi guru secara bertahap dalam mengidentifikasi penyebab masalah sebelum menentukan solusi; murid cepat diarahkan langsung merumuskan lebih dari satu jalan keluar alternatif.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis dapat menyajikan hasil analisis kendala dan jalan keluar dalam bentuk bagan panah sederhana atau poin ringkas, sedangkan murid mahir menuliskan analisis disertai argumen alasan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menanyakan wujud buah Roh dalam persahabatan kepada murid secara acak. Butir 1: 'Sebutkan 1 wujud sikap kasih kepada sahabat!' (Acuan: mau menolong, tidak mengejek, berbagi makanan/alat tulis); Butir 2: 'Apa wujud sikap sabar saat sahabat berbuat salah?' (Acuan: tidak langsung membalas/memarahi, memaafkan, menegur dengan sopan).

Proses:

  • Observasi ketepatan mengidentifikasi wujud buah Roh pada permainan kartu tantangan (4 dari 4 pasangan tepat sesuai acuan skenario).
  • Pemeriksaan lembar kerja kelompok: ketepatan menganalisis kendala dan merumuskan jalan keluar pada 3 kasus persahabatan sesuai acuan kasus (Kasus 1: prasangka -> kasih/sapa duluan; Kasus 2: tidak sabar -> penguasaan diri/jelaskan perlahan; Kasus 3: tekanan teman -> kesetiaan/berani bersahabat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu tertulis (3 menit): Murid menjawab 2 butir singkat pada lembar memo. Butir 1: 'Sebutkan wujud buah Roh ketika melihat sahabat diejek teman lain!' (Acuan: membela/menemani sahabat, wujud kasih/kebaikan); Butir 2: 'Sebutkan kendala utama untuk memaafkan sahabat yang berbuat salah dan jalan keluarnya!' (Acuan kendala: rasa gengsi/dendam/marah; Acuan jalan keluar: berdoa memohon penguasaan diri/kerendahan hati untuk mengampuni).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pencocokan kartu wujud buah Roh pada tahap Memahami
  • Penilaian lembar kerja analisis kendala dan jalan keluar perwujudan buah Roh dalam persahabatan pada tahap Mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi wujud buah Roh dalam interaksi persahabatan tanpa membeda-bedakanMengidentifikasi 1 dari 4 wujud buah Roh berdasarkan skenario kartu dengan tepat.Mengidentifikasi 2 dari 4 wujud buah Roh berdasarkan skenario kartu dengan tepat.Mengidentifikasi 3 dari 4 wujud buah Roh berdasarkan skenario kartu dengan tepat secara mandiri.Mengidentifikasi seluruh 4 wujud buah Roh (kasih, kesabaran, kebaikan, kesetiaan) berdasarkan skenario kartu dengan tepat secara mandiri.
Menganalisis kendala dan jalan keluar perwujudan buah Roh dalam interaksi persahabatanMenganalisis kendala dan merumuskan jalan keluar pada 1 dari 3 kasus persahabatan yang diberikan.Menganalisis kendala dan merumuskan jalan keluar pada 2 dari 3 kasus persahabatan yang diberikan dengan bantuan guru.Menganalisis kendala dan merumuskan jalan keluar pada 3 kasus persahabatan yang diberikan sesuai acuan kasus secara tepat.Menganalisis kendala dan merumuskan jalan keluar pada seluruh 3 kasus persahabatan secara tepat dan mendalam serta memberikan alternatif jalan keluar yang relevan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan pohon buah Roh dan analisis kasus kendala persahabatan?
  • Apakah penjelasan mengenai cara mengatasi kendala dalam persahabatan sudah dipahami dengan baik oleh murid yang membutuhkan bimbingan?

Murid:

  • Wujud buah Roh apa yang paling mudah dan paling sulit aku terapkan kepada sahabatku di sekolah?
  • Apa kendala terbesar dalam diriku untuk bersahabat dengan semua teman, dan bagaimana aku mengatasinya mulai hari ini?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Pentingnya Hidup Rukun dan Sikap Toleransi dalam Masyarakat Majemuk — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.3 Menjelaskan pentingnya hidup rukun dalam menjalin persahabatan dengan semua orang di lingkungan masyarakat majemuk
  • TP 5.8.4 Menjelaskan sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pentingnya hidup rukun dan menjelaskan sikap toleransi dalam persahabatan di masyarakat majemuk (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: 'Apa yang terjadi jika di dalam masyarakat majemuk tidak ada kerukunan antar-sahabat?' (Acuan jawaban: terjadi perselisihan, pertengkaran, perpecahan, atau suasana tidak damai) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep hidup rukun dan sikap toleransi dalam menjalin persahabatan di tengah masyarakat majemuk berdasarkan nilai kasih Kristiani (15 menit).
  • Murid secara bergantian menjawab kuis cepat 'Tebak Makna Rukun & Toleran': murid menjelaskan arti istilah 'rukun' dan 'toleransi' saat guru mengangkat kartu kata (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu telaah kasus 'Sahabat Rukun dan Toleran' di mana tiap pasangan mengambil 2 kartu skenario dan menjelaskan secara lisan/tertulis pentingnya hidup rukun serta wujud toleransi yang tepat berdasarkan skenario tersebut: Skenario 1: 'Edo ingin bermain bola di hari Minggu pagi bersama teman Muslim yang sedang bersiap ke tempat ibadah/kegiatan lain, atau sebaliknya saat teman Kristen bersiap ke gereja'; Skenario 2: 'Siti membawa makanan khas daerahnya yang beraroma berbeda saat jam istirahat' (Acuan penjelasan skenario 1: pentingnya rukun agar persahabatan damai, toleransi diwujudkan dengan menghargai waktu ibadah sahabat dan tidak memaksa bermain; acuan skenario 2: pentingnya rukun agar tercipta keharmonisan tanpa saling mengejek, toleransi diwujudkan dengan menghargai perbedaan budaya dan tidak mengolok-olok makanan sahabat) (20 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan penjelasan tertulis pada lembar kerja berisi 2 pertanyaan: (1) Jelaskan 2 alasan mengapa hidup rukun penting dalam menjalin persahabatan di masyarakat majemuk, dan (2) Jelaskan 2 wujud sikap toleransi dalam menerima teman yang berbeda latar belakang menjadi sahabat (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk hening berkesadaran merenungkan cara mereka selama ini dalam memperlakukan teman yang berbeda suku atau agama di sekolah maupun rumah (10 menit).
  • Murid mengungkapkan secara berkesadaran satu komitmen pribadi tentang bagaimana mereka akan menunjukkan sikap toleran dan menjaga kerukunan dengan teman di kelas (10 menit).

Penutup:

  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang pentingnya hidup rukun dan sikap toleransi dalam masyarakat majemuk (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja penjelasan murid serta mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya (1 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan doa syukur (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu skenario kasus bergambar konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan kartu skenario naratif tanpa gambar bagi murid yang siap dengan teks.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah dan kalimat pemantik bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat penjelasan alasan kerukunan dan wujud toleransi.
  • Produk: Murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi dapat menjelaskan lebih dari 2 alasan dan contoh konkret sikap toleransi dalam situasi majemuk yang lebih kompleks.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apa yang terjadi jika di dalam masyarakat majemuk tidak ada kerukunan antar-sahabat?' (Acuan jawaban benar: timbul pertengkaran, perselisihan, perpecahan, ketidaknyamanan, atau suasana lingkungan menjadi tidak damai).

Proses:

  • Observasi penjelasan murid pada kartu telaah kasus Skenario 1 (menghargai waktu ibadah/kegiatan teman) dan Skenario 2 (menghargai perbedaan makanan/budaya khas teman). (Acuan: murid tepat menjelaskan alasan kerukunan yaitu menjaga perdamaian/kebersamaan, dan wujud toleransi yaitu tidak memaksakan kehendak dan tidak mengejek perbedaan).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan lembar kerja tertulis mandiri dengan 2 butir soal: Butir 1: 'Jelaskan 2 alasan mengapa hidup rukun penting dalam persahabatan di masyarakat majemuk!' (Acuan: [1] menciptakan suasana damai dan tenteram tanpa permusuhan; [2] mempererat kebersamaan dan saling tolong-menolong antar-sesama); Butir 2: 'Jelaskan 2 contoh wujud sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat!' (Acuan: [1] menghargai perbedaan agama, suku, atau budaya tanpa membeda-bedakan; [2] memberi kesempatan teman beribadah sesuai agamanya atau tidak mengejek tradisi teman).

Formatif:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang dampak ketiadaan kerukunan dalam persahabatan majemuk
  • Observasi unjuk kerja saat murid menjelaskan skenario kasus dalam permainan berpasangan 'Sahabat Rukun dan Toleran'
  • Penilaian tertulis lembar kerja penjelasan pentingnya hidup rukun dan sikap toleransi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk (TP 5.8.3)Belum mampu menjelaskan alasan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk.Mampu menjelaskan 1 alasan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan 2 alasan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk secara tepat dan mandiri (sesuai acuan).Mampu menjelaskan lebih dari 2 alasan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk secara runtut, tepat, dan mendalam.
Menjelaskan sikap toleransi dalam menerima sahabat di masyarakat majemuk (TP 5.8.4)Belum mampu menjelaskan wujud sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat.Mampu menjelaskan 1 contoh wujud sikap toleransi dalam menerima sahabat di masyarakat majemuk dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan 2 contoh wujud sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat secara tepat dan mandiri (sesuai acuan).Mampu menjelaskan lebih dari 2 contoh wujud sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat disertai alasan penerapannya secara jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu menjelaskan makna pentingnya kerukunan dan sikap toleransi dalam masyarakat majemuk?
  • Bagaimana respons murid terhadap aktivitas permainan kartu telaah kasus dalam memahami keberagaman sahabat?

Murid:

  • Mengapa aku harus bersikap toleran dan menjaga kerukunan saat berteman dengan orang yang berbeda agama atau suku dariku?
  • Sikap apa yang akan aku lakukan mulai hari ini jika ada teman yang berbeda kebiasaan atau tradisi di sekitarku?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.8.1 Mengidentifikasi wujud buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama tanpa membeda-bedakan
  • TP 5.8.2 Menganalisis kendala dan jalan keluar dalam mewujudkan buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama
  • TP 5.8.3 Menjelaskan pentingnya hidup rukun dalam menjalin persahabatan dengan semua orang di lingkungan masyarakat majemuk
  • TP 5.8.4 Menjelaskan sikap toleransi dalam menerima semua orang menjadi sahabat dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi sumatif dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran 28 murid, serta mengondisikan ruang kelas agar tenang dan kondusif untuk asesmen individual (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 8 yang mencakup dua bagian: Tugas 1 berupa tes tertulis uraian analisis dan refleksi secara serentak selama 45 menit, serta Tugas 2 berupa tes lisan terstruktur bergiliran untuk murid nomor presensi 15-28 selama 35 menit (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Tertulis (Tugas 1) kepada seluruh 28 murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan secara rinci tanpa memberikan jawaban (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh 28 murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Tugas 1 (TP 1, 2, 4) selama 45 menit dengan pengawasan guru. Soal Tugas 1 terdiri atas: Soal 1 (TP 1): Mengidentifikasi 3 wujud buah Roh dalam persahabatan tanpa membeda-bedakan dari 5 pilihan yang tersedia (Pilihan: A. Mengasihi teman yang berbeda suku, B. Sabar saat teman belum paham pelajaran, C. Memilih sahabat hanya yang kaya, D. Murah hati meminjamkan alat tulis, E. Menjauhi teman berbeda agama; Acuan jawaban benar: A, B, D; Pengalih: C, E). Soal 2 (TP 2): Menganalisis kendala dan jalan keluar penerapan buah Roh berdasarkan studi kasus Edo yang diejek karena logat daerah (Acuan kendala: prasangka suku/kurangnya kesabaran dan kasih; Acuan jalan keluar: menegur pengejek dengan lemah lembut, merangkul Edo dalam pergaulan, dan meminta maaf). Soal 3 (TP 4): Menjelaskan 2 contoh sikap toleransi dalam menerima sahabat di lingkungan majemuk (Acuan: menghormati teman yang sedang beribadah/berpuasa dan tidak memaksakan kehendak dalam kelompok bermain) (45 menit).
  • Guru melaksanakan Tugas 2 (TP 3): Tes lisan individual bergiliran untuk murid nomor presensi 15 sampai 28 (14 murid). Setiap murid diberi waktu 2 menit untuk menjelaskan pentingnya hidup rukun dan memberikan 1 contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk secara langsung di meja guru, dengan total waktu transisi dan pencatatan nilai pada lembar observasi selama 7 menit. Pada saat yang sama, murid lain yang telah selesai mengerjakan atau menunggu giliran membaca mandiri bahan rangkuman Alkitab dengan tertib di meja masing-masing (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja Tugas 1 ke meja guru secara tertib, kemudian murid diajak mengevaluasi secara mandiri pengalaman menyelesaikan asesmen sumatif tentang persahabatan, kerukunan, dan toleransi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif berlangsung (3 menit).
  • Guru merangkum pesan utama Bab 8 tentang panggilan menjadi sahabat bagi semua orang seturut teladan kasih Kristus, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau pembacaan instruksi ulang bagi murid dengan hambatan penglihatan/membaca tanpa mengubah indikator capaian.
  • Proses: Pemberian pendampingan berupa penegasan kembali batas waktu dan instruksi kerja bagi murid yang memerlukan penyesuaian konsentrasi tanpa memberi petunjuk substansi jawaban.
  • Produk: Format jawaban tertulis dapat dibantu pencatatannya (amanuensis) bagi murid yang memiliki hambatan motorik halus tanpa mengubah isi jawaban murid.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis uraian analisis kasus dan refleksi serta tes lisan individual terstruktur: Tugas 1 (TP 1, 2, 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja uraian analisis dan refleksi tertulis selama 45 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak dinilai sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. Tugas 2 (TP 3): Catatan individual penjelasan lisan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk secara bergiliran (TP 3), aspek: kejelasan argumen pentingnya hidup rukun; contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
  • tes tertulis uraian analisis dan refleksi serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja uraian analisis dan refleksi tertulis selama 45 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak dinilai sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis (mengidentifikasi buah Roh, analisis kendala dan solusi, serta refleksi sikap toleransi))
  • tes lisan individual bergiliran: Catatan individual penjelasan lisan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk secara bergiliran (TP 3), aspek: kejelasan argumen pentingnya hidup rukun; contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian aspek kejelasan argumen pentingnya hidup rukun dan contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis uraian analisis kasus dan refleksi serta tes lisan individual terstruktur: Tugas 1 (TP 1, 2, 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja uraian analisis dan refleksi tertulis selama 45 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak dinilai sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. Tugas 2 (TP 3): Catatan individual penjelasan lisan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk secara bergiliran (TP 3), aspek: kejelasan argumen pentingnya hidup rukun; contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
  • tes tertulis uraian analisis dan refleksi serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja uraian analisis dan refleksi tertulis selama 45 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak dinilai sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran, bukan observasi lisan satu per satu. (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitis (mengidentifikasi buah Roh, analisis kendala dan solusi, serta refleksi sikap toleransi))
  • tes lisan individual bergiliran: Catatan individual penjelasan lisan pentingnya hidup rukun dalam persahabatan di masyarakat majemuk secara bergiliran (TP 3), aspek: kejelasan argumen pentingnya hidup rukun; contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian aspek kejelasan argumen pentingnya hidup rukun dan contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi wujud buah Roh dalam persahabatan tanpa membeda-bedakan (TP 5.8.1 - Tugas 1)Mengidentifikasi hanya 1 wujud buah Roh yang tepat atau masih memilih 2 opsi pengalih (C dan E).Mengidentifikasi 2 wujud buah Roh yang tepat (dari A, B, D) dan masih memilih 1 opsi pengalih (C atau E).Mengidentifikasi seluruh 3 wujud buah Roh dengan tepat (A: mengasihi teman berbeda suku, B: sabar saat teman belum paham, D: murah hati meminjamkan alat tulis) tanpa memilih opsi pengalih (C dan E).Mengidentifikasi seluruh 3 wujud buah Roh dengan tepat (A, B, D) tanpa memilih opsi pengalih (C dan E) disertai penjelasan kaitan nilai buah Roh tersebut dengan sikap inklusif secara mandiri.
Analisis kendala dan jalan keluar penerapan buah Roh (TP 5.8.2 - Tugas 1)Belum mampu menyebutkan kendala maupun jalan keluar penerapan buah Roh secara tepat sesuai kasus.Menyebutkan kendala (prasangka suku/kurang sabar) namun jalan keluar yang diusulkan belum realistis atau sebaliknya.Menganalisis kendala (adanya prasangka/kurang kasih) dan memberikan jalan keluar yang tepat (menegur dengan lemah lembut, merangkul teman, dan meminta maaf) sesuai kasus yang disajikan.Menganalisis kendala secara mendalam serta memberikan jalan keluar yang tepat, komprehensif, dan mencerminkan nilai pengampunan Kristiani.
Kejelasan argumen hidup rukun dan contoh konkret di masyarakat majemuk (TP 5.8.3 - Tugas 2 Lisan)Argumen hidup rukun belum jelas dan belum dapat memberikan contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk.Argumen hidup rukun cukup jelas namun contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk belum tepat atau sebaliknya.Menjelaskan argumen pentingnya hidup rukun dengan jelas (mencegah perselisihan, menciptakan kedamaian) dan memberikan minimal 1 contoh konkret persahabatan di masyarakat majemuk (bermain bersama tetangga berbeda suku/agama tanpa diskriminasi).Menjelaskan argumen pentingnya hidup rukun secara sangat runtut dan meyakinkan serta memberikan lebih dari 1 contoh konkret persahabatan nyata di masyarakat majemuk.
Penjelasan sikap toleransi dalam menerima sahabat majemuk (TP 5.8.4 - Tugas 1)Hanya mampu menjelaskan 1 contoh sikap toleransi secara terbatas atau kurang relevan.Menjelaskan 1 contoh sikap toleransi dengan tepat (menghormati teman beribadah/berpuasa atau tidak memaksakan kehendak).Menjelaskan 2 contoh sikap toleransi dengan tepat (menghormati waktu ibadah/kebiasaan teman dan terbuka menerima teman tanpa memaksakan kehendak pribadi).Menjelaskan 2 contoh sikap toleransi dengan tepat disertai alasan etis Kristiani mengapa toleransi harus diwujudkan dalam persahabatan sehari-hari.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen asesmen tertulis dan lisan berhasil mengukur ketercapaian empat TP pada Bab 8 secara valid dan objektif?
  • Bagaimana ketercapaian manajemen waktu selama tes lisan bergiliran berlangsung bagi murid nomor presensi 15-28?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif ini yang paling menantang untuk saya jawab dan jelaskan?
  • Setelah menyelesaikan asesmen bab ini, komitmen nyata apa yang akan saya lakukan untuk merangkul sahabat yang berbeda latar belakang?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  2. Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  3. Alkitab (Lukas 19:1-10; Galatia 5:22-23)
  4. Set kartu skenario 'Pohon Buah Roh Persahabatan' dan Lembar Kerja Analisis Kasus Persahabatan
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021 (Pelajaran 8)
  7. Set kartu skenario telaah kasus persahabatan dan toleransi dalam masyarakat majemuk
  8. Lembar Kerja Murid (LKPD)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  10. Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis (Tugas 1) dan Lembar Observasi Asesmen Lisan (Tugas 2)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.