Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Asesmen Sumatif dan Kartu Komitmen Bertobat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif dan Kartu Komitmen Bertobat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Asesmen Sumatif dan Kartu Komitmen Bertobat

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif dan Kartu Komitmen Bertobat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif dan Kartu Komitmen Bertobat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang arti bertobat dan buah pertobatan melalui asesmen tertulis yang mencakup seluruh materi Bab 7
  2. Murid dapat membuat karya berupa kartu komitmen yang memuat tekad pribadi untuk bertobat dan menyebutkan tindakan konkret yang akan dilakukan setiap hari sebagai wujud pertobatan sesuai kehendak Allah

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang sudah kalian pelajari tentang pertobatan di pertemuan-pertemuan sebelumnya?
  2. Mengapa pertobatan harus diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari?
  3. Bagaimana cara menunjukkan buah pertobatan dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama
  • Guru melakukan absensi dan mengecek kesiapan murid
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menciptakan suasana yang kondusif
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat apa itu pertobatan? Apa saja yang sudah kita pelajari tentang pertobatan?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengerjakan asesmen untuk mengukur pemahaman tentang pertobatan dan membuat kartu komitmen sebagai wujud tekad untuk bertobat
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan motivasi murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali materi Bab 7 tentang pertobatan dengan teknik tanya jawab singkat: arti bertobat, mengapa harus bertobat, sikap orang yang sudah bertobat
  • Guru menjelaskan bahwa asesmen bukan untuk menakuti tetapi untuk membantu murid menyadari sejauh mana mereka memahami makna pertobatan
  • Guru membagikan lembar asesmen sumatif yang mencakup pemahaman tentang arti bertobat, buah pertobatan, dan penerapannya dalam kehidupan
  • Murid mengerjakan asesmen tertulis secara mandiri dengan tenang dan jujur
  • Guru mengawasi dan memberikan kesempatan murid bertanya jika ada instruksi yang kurang jelas

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah asesmen selesai, guru mengajak murid untuk mengaplikasikan pemahaman mereka tentang pertobatan dalam bentuk karya nyata
  • Guru menjelaskan instruksi pembuatan kartu komitmen: kartu berisi tekad pribadi untuk bertobat dan tindakan konkret yang akan dilakukan setiap hari
  • Guru membagikan kertas/karton, alat tulis, dan alat mewarnai untuk membuat kartu komitmen
  • Murid membuat kartu komitmen dengan judul 'Aku Mau Bertobat' yang berisi: (1) pengakuan bahwa diri adalah orang berdosa yang membutuhkan pengampunan Allah, (2) janji untuk meninggalkan dosa, (3) daftar tindakan konkret yang akan dilakukan setiap hari sebagai buah pertobatan
  • Guru berkeliling membimbing murid secara individual, membantu mereka merumuskan tindakan konkret yang realistis dan sesuai kehidupan mereka
  • Murid menghias kartu komitmen dengan kreativitas mereka sendiri agar karya menjadi bermakna dan personal

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak beberapa murid (secara sukarela) untuk membagikan isi kartu komitmen mereka di depan kelas
  • Murid lain memberikan apresiasi dan dukungan kepada teman yang berbagi
  • Guru memfasilitasi refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaan kalian setelah membuat komitmen ini? Apakah kalian sungguh-sungguh ingin melakukannya?'
  • Murid diminta merefleksikan secara pribadi: tantangan apa yang mungkin dihadapi dalam menjalankan komitmen dan bagaimana cara mengatasinya
  • Guru menekankan bahwa pertobatan adalah proses seumur hidup dan kartu komitmen ini adalah langkah awal yang berharga
  • Murid diminta menyimpan kartu komitmen di tempat yang mudah terlihat (buku doa, dinding kamar, atau tas sekolah) sebagai pengingat setiap hari

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan: pertobatan bukan hanya pemahaman di kepala tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja keras murid dalam mengerjakan asesmen dan membuat kartu komitmen
  • Guru mengingatkan murid untuk sungguh-sungguh menjalankan komitmen yang sudah mereka buat
  • Guru mengajak murid berdoa menutup pembelajaran, memohon kekuatan Allah untuk dapat bertobat dan hidup sesuai kehendak-Nya
  • Guru memberikan salam penutup dengan penuh kasih

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan memahami konsep pertobatan, guru memberikan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari. Untuk murid yang sudah paham, guru memberikan pertanyaan reflektif yang lebih dalam tentang pertobatan sebagai proses transformasi hidup
  • Proses: Murid yang cepat selesai asesmen dapat langsung mulai membuat kartu komitmen dan diberi kebebasan untuk lebih kreatif dalam menghias. Murid yang lambat diberikan waktu tambahan dan pendampingan intensif dari guru
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan seni lebih dapat membuat kartu komitmen dengan desain yang lebih kompleks. Murid yang kesulitan dalam seni visual dapat fokus pada isi tulisan yang mendalam dan tindakan konkret yang spesifik

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang materi pertobatan yang sudah dipelajari di pertemuan sebelumnya
  • Mendengarkan respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengukur kesiapan belajar

Proses:

  • Observasi kesungguhan murid saat mengerjakan asesmen tertulis
  • Monitoring pemahaman murid melalui pertanyaan klarifikasi saat asesmen berlangsung
  • Pengamatan proses pembuatan kartu komitmen: apakah murid memahami instruksi, apakah tindakan yang dituliskan konkret dan realistis
  • Pendampingan individual untuk memastikan setiap murid dapat merumuskan komitmen yang bermakna

Akhir:

  • Penilaian hasil asesmen tertulis dengan kunci jawaban dan rubrik yang telah disiapkan
  • Penilaian produk kartu komitmen menggunakan rubrik yang menilai aspek kelengkapan, kesesuaian dengan ajaran, dan kesungguhan tekad
  • Refleksi diri murid tentang kesungguhan mereka dalam menjalankan komitmen yang telah dibuat

Formatif:

  • Observasi sikap dan kesungguhan murid saat mengerjakan asesmen tertulis
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling membimbing pembuatan kartu komitmen
  • Penilaian proses pembuatan kartu komitmen: kesesuaian dengan instruksi, kedalaman refleksi, dan komitmen yang realistis

Sumatif:

  • Asesmen tertulis tentang pemahaman arti bertobat dan buah pertobatan mencakup seluruh materi Bab 7
  • Penilaian produk kartu komitmen: kelengkapan isi (pengakuan dosa, janji bertobat, tindakan konkret), kesesuaian dengan ajaran Kristiani, dan kesungguhan tekad

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang arti bertobat (asesmen tertulis)Murid tidak dapat menjelaskan arti bertobat atau menjawab dengan tidak relevanMurid dapat menyebutkan sebagian kecil aspek dari arti bertobat tetapi penjelasan masih sangat terbatasMurid dapat menjelaskan arti bertobat dengan cukup lengkap (menyesali dosa, meninggalkan dosa, berbalik kepada Allah) tetapi belum mendalamMurid dapat menjelaskan arti bertobat secara lengkap dan mendalam, disertai contoh konkret dari kehidupan
Pemahaman tentang buah pertobatan (asesmen tertulis)Murid tidak dapat menyebutkan contoh buah pertobatan atau menjawab tidak sesuaiMurid dapat menyebutkan 1-2 contoh buah pertobatan tetapi masih sangat umumMurid dapat menyebutkan 3-4 contoh buah pertobatan yang cukup spesifikMurid dapat menyebutkan banyak contoh buah pertobatan yang spesifik dan kontekstual dengan kehidupan sehari-hari
Kelengkapan isi kartu komitmenKartu komitmen tidak memuat komponen yang diminta (pengakuan dosa, janji bertobat, tindakan konkret)Kartu komitmen memuat 1 dari 3 komponen yang dimintaKartu komitmen memuat 2 dari 3 komponen yang diminta dengan cukup jelasKartu komitmen memuat semua komponen (pengakuan dosa, janji bertobat, tindakan konkret) dengan lengkap dan jelas
Kesesuaian tindakan konkret dengan ajaran KristianiTindakan yang dituliskan tidak sesuai dengan ajaran tentang buah pertobatanTindakan yang dituliskan sebagian kecil sesuai dengan ajaran tentang buah pertobatanTindakan yang dituliskan sebagian besar sesuai dengan ajaran tentang buah pertobatan dan cukup spesifikTindakan yang dituliskan sepenuhnya sesuai dengan ajaran tentang buah pertobatan, spesifik, dan realistis untuk dilakukan setiap hari
Kesungguhan dan refleksi pribadi dalam kartu komitmenKartu komitmen terkesan dibuat asal-asalan tanpa perenungan mendalamKartu komitmen menunjukkan sedikit perenungan pribadi tetapi masih sangat umumKartu komitmen menunjukkan perenungan pribadi yang cukup mendalam dan tindakan yang personalKartu komitmen menunjukkan perenungan mendalam, tindakan sangat personal dan kontekstual dengan kehidupan murid, serta tekad yang sungguh-sungguh
Kreativitas dalam menghias kartu komitmenKartu komitmen tidak dihias atau sangat minim usahaKartu komitmen dihias dengan sederhana dan kurang rapiKartu komitmen dihias dengan cukup kreatif dan rapiKartu komitmen dihias dengan sangat kreatif, rapi, dan menarik sehingga bermakna secara visual

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah asesmen yang diberikan mampu mengukur pemahaman murid tentang pertobatan secara menyeluruh?
  • Sejauh mana murid menunjukkan kesungguhan dalam membuat kartu komitmen?
  • Apakah saya sudah memberikan pendampingan yang cukup kepada setiap murid dalam merumuskan komitmen yang bermakna?
  • Bagaimana saya dapat memfasilitasi agar murid benar-benar menjalankan komitmen yang sudah dibuat?
  • Pembelajaran mana yang paling efektif dalam membuat murid memahami bahwa pertobatan harus diwujudkan dalam tindakan nyata?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran tentang pertobatan di Bab 7 ini?
  • Apakah saya sudah sungguh-sungguh memahami arti pertobat dan buah pertobatan?
  • Apakah komitmen yang saya tulis dalam kartu benar-benar saya inginkan dan saya tekadkan untuk lakukan?
  • Tantangan apa yang mungkin saya hadapi dalam menjalankan komitmen saya, dan bagaimana saya akan mengatasinya?
  • Bagaimana saya akan mengingatkan diri sendiri setiap hari untuk menjalankan komitmen bertobat saya?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab, khususnya Matius 3:1-12 dan Lukas 5:32
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5, Bab 7: Aku Mau Bertobat
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Lembar asesmen sumatif Bab 7 (disiapkan guru mencakup seluruh materi pertobatan)
  5. Kertas/karton untuk kartu komitmen (ukuran A5 atau sesuai ketersediaan)
  6. Alat tulis: pensil, pulpen, spidol warna
  7. Alat mewarnai: crayon, pensil warna, atau spidol
  8. Penggaris, penghapus, dan alat hias lainnya (stiker, lem, gunting) sesuai kreativitas murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.