Modul AjarPertemuan 2Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Bermain Peran: Ajakan untuk Bertobat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Bermain Peran: Ajakan untuk Bertobat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Bermain Peran: Ajakan untuk Bertobat

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bermain Peran: Ajakan untuk Bertobat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBermain Peran: Ajakan untuk Bertobat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memperagakan drama singkat berdasarkan Matius 3:1-12 yang menggambarkan seruan bertobat Yohanes Pembaptis, menunjukkan pemahaman tentang makna pertobatan sebagai berbalik dari cara hidup lama yang jahat kepada cara hidup baru yang sesuai kehendak Allah
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah membarui hidup manusia melalui pertobatan, dengan menyebutkan minimal dua contoh perubahan pikiran, perkataan, atau perbuatan sebagai buah pertobatan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melakukan kesalahan dan merasa menyesal? Apa yang kalian lakukan setelah itu?
  2. Menurut kalian, apa bedanya menyesal dengan bertobat?
  3. Bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita benar-benar sudah bertobat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama, memohon hikmat untuk memahami ajaran tentang pertobatan
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami dan memperagakan seruan bertobat melalui drama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah mendengar nama Yohanes Pembaptis?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang pertobatan?'
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
  • Guru menjelaskan rangkaian kegiatan: membaca Alkitab, diskusi kelompok, bermain peran, dan refleksi

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta seorang murid membacakan Matius 3:1-12 dengan nyaring, murid lain menyimak dengan seksama
  • Guru membimbing murid mencermati isi bacaan dengan pertanyaan: 'Di mana Yohanes berkhotbah?', 'Apa pesan utama Yohanes?', 'Siapa saja yang datang kepada Yohanes?', 'Mengapa orang Farisi dan Saduki ditegur Yohanes?'
  • Guru menjelaskan makna pertobatan: berbalik dari jalan dosa menuju jalan Allah, bukan sekadar menyesal tetapi harus menghasilkan buah (perubahan nyata dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan)
  • Guru memberikan contoh konkret buah pertobatan: anak yang dulu suka berbohong kini berkata jujur, anak yang dulu sering berkelahi kini bisa mengendalikan diri dan mengampuni
  • Murid berdiskusi berpasangan: menyebutkan contoh lain dari buah pertobatan dalam kehidupan sehari-hari
  • Beberapa pasangan mempresentasikan hasil diskusi mereka

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok-kelompok kecil (4-6 orang per kelompok) untuk bermain peran berdasarkan Matius 3:1-12
  • Setiap kelompok menentukan pembagian peran: Yohanes Pembaptis, orang banyak (3 orang), orang Farisi, orang Saduki
  • Guru membimbing kelompok membuat naskah drama sederhana (5-7 menit) yang menampilkan: Yohanes menyeru pertobatan, orang banyak yang sungguh-sungguh bertobat, dan orang Farisi-Saduki yang hanya ingin dibaptis tanpa bertobat
  • Setiap kelompok berlatih memainkan peran dengan penghayatan, guru berkeliling memberikan bimbingan dan umpan balik
  • Setiap kelompok tampil di depan kelas secara bergantian
  • Murid yang tidak tampil mengamati dan mengisi lembar penilaian sejawat untuk setiap tokoh (Sangat Baik, Baik, Cukup, Kurang) pada aspek: penghayatan peran, kejelasan dialog, dan kesesuaian dengan cerita Alkitab

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua kelompok tampil, guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang kalian pelajari dari drama yang dimainkan?', 'Tokoh mana yang paling berkesan? Mengapa?'
  • Guru membimbing murid merefleksikan pengalaman bermain peran: 'Bagaimana perasaan kalian saat memerankan tokoh tersebut?', 'Apa yang membuat pertobatan orang banyak berbeda dengan sikap orang Farisi-Saduki?'
  • Murid menulis refleksi pribadi di buku catatan: 'Apakah ada hal dalam hidupku yang perlu aku tobatkan?' dan 'Apa buah pertobatan yang ingin aku tunjukkan mulai hari ini?'
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksi mereka
  • Guru menegaskan bahwa Allah membarui hidup manusia melalui pertobatan yang sungguh-sungguh, yang terlihat dari perubahan nyata dalam sikap dan tindakan

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: pertobatan adalah berbalik dari jalan dosa kepada jalan Allah, dan harus menghasilkan buah berupa perubahan nyata
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyebutkan contoh buah pertobatan dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan penguatan: Allah selalu memberi kesempatan kepada kita untuk bertobat dan membarui hidup kita
  • Murid menulis komitmen pribadi: satu perubahan konkret yang akan dilakukan minggu ini sebagai buah pertobatan
  • Guru menutup dengan doa bersama, memohon kekuatan Roh Kudus untuk hidup dalam pertobatan sejati

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami dapat diberi tugas tambahan membuat dialog lebih panjang atau menambahkan narasi. Murid yang lambat dapat diberi naskah drama sederhana yang sudah disiapkan guru sebagai panduan
  • Proses: Murid yang pemalu dapat memilih peran dengan dialog lebih sedikit atau menjadi pengamat aktif yang memberi penilaian. Murid yang percaya diri dapat memimpin kelompoknya dan mengembangkan improvisasi
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk refleksi: menulis, menggambar, atau menceritakan lisan. Kelompok yang lebih kreatif dapat menambahkan properti sederhana atau kostum untuk drama mereka

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang pernah mendengar nama Yohanes Pembaptis?'
  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang pertobatan?'
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi saat membaca dan mencermati Alkitab: keaktifan menjawab pertanyaan pemandu
  • Observasi diskusi berpasangan: kemampuan memberikan contoh buah pertobatan
  • Observasi proses pembuatan drama: pembagian peran, penyusunan naskah, dan latihan kelompok
  • Penilaian sejawat terhadap penampilan drama menggunakan lembar penilaian
  • Observasi partisipasi dalam diskusi refleksi kelas

Akhir:

  • Penilaian penampilan drama menggunakan rubrik (aspek: penghayatan, pemahaman cerita, kolaborasi)
  • Penilaian refleksi tertulis: kemampuan menjelaskan bahwa Allah membarui hidup melalui pertobatan dan menyebutkan minimal 2 contoh buah pertobatan
  • Penilaian komitmen tertulis: relevansi dan kekonkretan tindakan yang akan dilakukan
  • Tanya jawab lisan: meminta 2-3 murid menyebutkan contoh buah pertobatan

Formatif:

  • Observasi saat diskusi berpasangan: kemampuan menyebutkan contoh buah pertobatan
  • Observasi proses pembuatan naskah dan latihan drama: kolaborasi kelompok dan pemahaman cerita
  • Penilaian sejawat saat penampilan drama: penghayatan, kejelasan, kesesuaian dengan Alkitab

Sumatif:

  • Penilaian penampilan drama kelompok menggunakan rubrik
  • Penilaian refleksi tertulis: kemampuan menjelaskan makna pertobatan dan menyebutkan minimal 2 contoh buah pertobatan
  • Penilaian komitmen pribadi: kesesuaian dengan konsep buah pertobatan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penghayatan peran dalam dramaTidak menunjukkan penghayatan, membaca dialog tanpa ekspresiMenunjukkan sedikit penghayatan, ekspresi dan intonasi masih datarMenunjukkan penghayatan yang cukup baik dengan ekspresi dan intonasi yang sesuai karakterMenghayati peran dengan sangat baik, ekspresi, intonasi, dan gerakan mencerminkan karakter tokoh secara meyakinkan
Pemahaman makna pertobatan dari cerita AlkitabTidak dapat menjelaskan makna pertobatan atau membedakan sikap tokoh dalam dramaDapat menyebutkan makna pertobatan secara sederhana tetapi belum dapat menjelaskan perbedaan sikap tokohDapat menjelaskan makna pertobatan dan membedakan sikap orang yang sungguh bertobat dengan yang tidakDapat menjelaskan makna pertobatan dengan lengkap, membedakan sikap tokoh, dan mengaitkan dengan kehidupan nyata
Kemampuan menyebutkan buah pertobatanTidak dapat menyebutkan contoh buah pertobatanDapat menyebutkan 1 contoh buah pertobatan tetapi masih umumDapat menyebutkan 2 contoh buah pertobatan yang konkret dan relevanDapat menyebutkan lebih dari 2 contoh buah pertobatan yang konkret, relevan, dan menunjukkan pemahaman mendalam
Kolaborasi dalam kelompokTidak berpartisipasi dalam kerja kelompok, cenderung pasif atau menggangguBerpartisipasi dengan minimal, mengikuti arahan tetapi kurang inisiatifBerpartisipasi aktif, berkontribusi dalam diskusi dan pembuatan dramaBerpartisipasi sangat aktif, memimpin diskusi, membantu teman, dan memastikan semua anggota terlibat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam kegiatan bermain peran?
  • Metode bermain peran ini efektif atau tidak untuk membelajarkan konsep pertobatan? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memfasilitasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana saya sendiri meneladankan hidup dalam pertobatan di hadapan murid-murid saya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kegiatan bermain peran hari ini?
  • Apa yang aku pelajari tentang pertobatan dari pengajaran Yohanes Pembaptis?
  • Apakah ada hal dalam hidupku yang perlu aku tobatkan?
  • Perubahan apa yang akan aku lakukan sebagai buah pertobatan mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Injil Matius 3:1-12)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Lembar penilaian sejawat
  5. Kertas untuk menulis naskah drama dan refleksi
  6. Papan tulis dan spidol
  7. Properti sederhana untuk drama (opsional): kain, tongkat untuk melambangkan Yohanes Pembaptis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.