Modul AjarPertemuan 1Bab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Arti Bertobat Berdasarkan Matius 3:1-12

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Arti Bertobat Berdasarkan Matius 3:1-12". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Arti Bertobat Berdasarkan Matius 3:1-12

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 7 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Arti Bertobat Berdasarkan Matius 3:1-12

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikArti Bertobat Berdasarkan Matius 3:1-12
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan arti bertobat berdasarkan seruan Yohanes Pembaptis dalam Matius 3:1-12 dengan menuliskan pengertian bertobat menggunakan kalimat sendiri
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa setiap manusia adalah makhluk berdosa yang membutuhkan pertobatan, didukung minimal dua alasan dari teks Alkitab Matius 3:1-12

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melakukan kesalahan dan merasa menyesal? Apa yang kalian lakukan setelah itu?
  2. Menurut kalian, apakah menyesal sama dengan bertobat?
  3. Mengapa setiap manusia membutuhkan pertobatan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa pembuka yang dipimpin oleh salah satu murid
  • Guru menyapa murid dan mengecek kehadiran dengan penuh perhatian
  • Guru menyampaikan judul pelajaran: Aku Mau Bertobat dan teks Alkitab yang akan dipelajari: Matius 3:1-12
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai hari ini
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik dan mendengarkan pengalaman murid terkait menyesal atau berbuat salah
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu Kidung Jemaat 29:3-4 'Di Muka Tuhan Yesus' dengan penuh penghayatan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks Alkitab Matius 3:1-12 dengan jelas atau meminta murid membaca bergantian
  • Guru mengajak murid mencermati isi teks dengan fokus pada seruan Yohanes Pembaptis: 'Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat'
  • Guru menjelaskan konteks pelayanan Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan perannya sebagai pembaptis
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi kata-kata kunci dalam teks: bertobat, mengaku dosa, buah pertobatan, dan dibaptis
  • Murid menuliskan di buku catatan mereka pengertian bertobat berdasarkan pemahaman dari teks menggunakan kalimat sendiri
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengklarifikasi pemahaman murid tentang arti bertobat yang sesungguhnya

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memandu murid untuk kembali ke teks Matius 3:1-12 dan mencari bukti-bukti mengapa manusia membutuhkan pertobatan
  • Murid bekerja secara mandiri menuliskan minimal dua alasan dari teks mengapa setiap manusia adalah makhluk berdosa yang membutuhkan pertobatan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil (3-4 orang) untuk murid saling berbagi hasil temuan mereka
  • Setiap kelompok mempresentasikan alasan-alasan yang mereka temukan dan guru memberikan konfirmasi serta penguatan
  • Guru mengajak murid memikirkan contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan bahwa manusia membutuhkan pertobatan
  • Murid menuliskan refleksi pribadi: sikap atau tindakan apa yang perlu mereka tobatkan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merenungkan kembali pembelajaran hari ini dengan pertanyaan reflektif: Apa yang aku pelajari tentang bertobat? Bagaimana aku bisa menerapkannya?
  • Murid menuliskan di buku catatan mereka komitmen pribadi untuk bertobat dari satu sikap atau tindakan yang tidak sesuai kehendak Allah
  • Guru memberikan kesempatan pada murid yang bersedia untuk berbagi refleksi atau komitmen mereka (sukarela, tidak dipaksakan)
  • Guru memberikan umpan balik yang membangun dan mendorong murid untuk sungguh-sungguh menghasilkan buah pertobatan dalam kehidupan nyata
  • Murid mengevaluasi proses belajar mereka hari ini: Apa yang mudah dipahami? Apa yang masih perlu diperdalam?

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: arti bertobat dan mengapa manusia membutuhkan pertobatan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyampaikan pengertian bertobat dengan kalimat sendiri dan alasan manusia membutuhkan pertobatan
  • Guru memberikan penguatan akhir bahwa pertobatan sejati harus menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru mengajak murid berdoa penutup, memohon kekuatan dari Tuhan untuk sungguh-sungguh bertobat dan hidup sesuai kehendak-Nya
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid dalam pembelajaran hari ini

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang lebih cepat, guru menyediakan ayat-ayat Alkitab tambahan tentang pertobatan (mis. Lukas 15:7, Kisah Para Rasul 3:19) untuk dipelajari lebih dalam. Untuk murid yang membutuhkan dukungan tambahan, guru menyediakan lembar kerja dengan panduan pertanyaan yang lebih terstruktur
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat bekerja secara mandiri dalam menganalisis teks, sementara murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok kecil dengan bimbingan guru yang lebih intensif
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan pemahaman mereka: menuliskan dalam bentuk paragraf, membuat poin-poin sederhana, atau menggambarkan dalam bentuk visual sederhana dengan penjelasan tertulis

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik dan mendengarkan respons murid tentang pengalaman menyesal atau berbuat salah
  • Guru mengamati pengetahuan awal murid tentang konsep bertobat melalui tanya jawab informal

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mencermati dan mendiskusikan teks Alkitab Matius 3:1-12
  • Pemeriksaan hasil tulisan murid tentang pengertian bertobat dengan kalimat sendiri
  • Penilaian kemampuan murid menemukan dan menuliskan minimal dua alasan dari teks mengapa manusia membutuhkan pertobatan
  • Penilaian partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan presentasi

Akhir:

  • Penilaian tertulis: murid menjelaskan arti bertobat dengan kalimat sendiri dan menuliskan minimal dua alasan mengapa manusia membutuhkan pertobatan berdasarkan Matius 3:1-12
  • Penilaian refleksi pribadi: komitmen murid untuk bertobat dari satu sikap atau tindakan yang tidak sesuai kehendak Allah
  • Tanya jawab lisan untuk mengonfirmasi pemahaman murid tentang konsep pertobatan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi dan menjawab pertanyaan pemantik
  • Penilaian hasil tulisan murid tentang pengertian bertobat menggunakan kalimat sendiri
  • Penilaian kemampuan murid mengidentifikasi minimal dua alasan dari teks mengapa manusia membutuhkan pertobatan

Sumatif:

  • Penilaian hasil akhir tulisan murid yang mencakup pengertian bertobat dan minimal dua alasan mengapa manusia membutuhkan pertobatan berdasarkan Matius 3:1-12
  • Penilaian refleksi dan komitmen pribadi murid untuk bertobat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti bertobat dengan kalimat sendiriMurid belum dapat menuliskan pengertian bertobat atau menuliskan pengertian yang tidak sesuai dengan konteks teks AlkitabMurid menuliskan pengertian bertobat dengan menyalin langsung dari teks atau penjelasan guru tanpa menggunakan kalimat sendiriMurid menuliskan pengertian bertobat dengan kalimat sendiri namun penjelasannya masih kurang lengkap atau kurang jelasMurid menuliskan pengertian bertobat dengan kalimat sendiri secara jelas, lengkap, dan menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang konsep bertobat berdasarkan Matius 3:1-12
Menjelaskan mengapa manusia membutuhkan pertobatan dengan dukungan teks AlkitabMurid tidak dapat menuliskan alasan atau menuliskan alasan yang tidak berdasarkan teks Alkitab Matius 3:1-12Murid menuliskan satu alasan dari teks Alkitab namun penjelasannya kurang jelas atau kurang relevanMurid menuliskan minimal dua alasan dari teks Alkitab namun penjelasannya masih sederhana atau kurang terperinciMurid menuliskan minimal dua alasan dari teks Alkitab dengan penjelasan yang jelas, rinci, dan menunjukkan pemahaman yang baik tentang hakikat manusia sebagai makhluk berdosa
Refleksi dan komitmen pribadi untuk bertobatMurid tidak menuliskan refleksi atau komitmen pribadiMurid menuliskan refleksi atau komitmen namun sangat umum dan tidak spesifikMurid menuliskan refleksi dan komitmen pribadi yang spesifik namun belum menunjukkan kesungguhan untuk berubahMurid menuliskan refleksi dan komitmen pribadi yang spesifik, jujur, dan menunjukkan kesadaran serta kesungguhan untuk bertobat dan menghasilkan buah pertobatan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Apa buktinya?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif dalam membantu murid memahami konsep pertobatan?
  • Apakah ada murid yang membutuhkan pendampingan khusus? Strategi apa yang perlu saya lakukan?
  • Apakah saya sudah menjadi teladan dalam hidup bertobat bagi murid-murid saya?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang aku pelajari hari ini tentang bertobat?
  • Mengapa aku sebagai manusia membutuhkan pertobatan?
  • Sikap atau tindakan apa yang perlu aku tobatkan dalam hidupku?
  • Bagaimana aku bisa menghasilkan buah pertobatan dalam kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang pertobatan?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab, khususnya Injil Matius 3:1-12
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas V
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas V
  4. Kidung Jemaat nomor 29 'Di Muka Tuhan Yesus' atau lagu rohani sejenis
  5. Papan tulis dan spidol atau media presentasi digital
  6. Lembar kerja untuk mencatat pengertian bertobat dan alasan-alasan dari teks
  7. Buku catatan atau jurnal refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.