Modul AjarBab 7Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 7: Aku Mau Bertobat

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 7 "Aku Mau Bertobat", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 7: Aku Mau Bertobat

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 7

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 7 — Aku Mau Bertobat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 7 — Aku Mau Bertobat
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.7.1 Menjelaskan arti pertobatan sebagai wujud karya Allah membarui hidup manusia
  2. TP 5.7.2 Mengidentifikasi keterbatasan manusia yang berbuat salah sehingga membutuhkan pembaruan hidup dari Allah
  3. TP 5.7.3 Membedakan perilaku manusia yang telah mengalami pembaruan hidup melalui pertobatan dengan perilaku yang belum bertobat
  4. TP 5.7.4 Menyusun tekad mau bertobat dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons atas karya Allah membarui hidup manusia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa manusia yang sering berbuat salah tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri tanpa pertolongan Allah?
  2. Apa arti sebenarnya dari kata bertobat menurut Alkitab?
  3. Bagaimana karya Allah membarui hidup orang yang mengakui kesalahannya?
  4. Apa perbedaan nyata dalam tindakan antara seseorang yang sungguh-sungguh sudah bertobat dengan yang belum bertobat saat melakukan kesalahan?
  5. Mengapa pertobatan kepada Allah harus dinyatakan dalam bentuk tekad dan perbuatan nyata dalam kehidupan sehari-hari?
  6. Mengapa manusia yang memiliki keterbatasan dan berbuat salah sangat membutuhkan pembaruan hidup dari Allah?
  7. Bagaimana kita membuktikan bahwa pertobatan yang sejati menghasilkan perbedaan nyata dalam tutur kata dan perilaku sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Arti Pertobatan dan Mengidentifikasi Keterbatasan Manusia yang Membutuhkan Pembaruan Hidup dari Allah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.7.1 Menjelaskan arti pertobatan sebagai wujud karya Allah membarui hidup manusia
  • TP 5.7.2 Mengidentifikasi keterbatasan manusia yang berbuat salah sehingga membutuhkan pembaruan hidup dari Allah

Pendahuluan:

  • Guru memberi salam pembuka, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas dalam suasana yang berkesadaran akan kasih Allah (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui dua pertanyaan singkat: (1) 'Apa arti bertobat menurut pemahamanmu?' (acuan: berbalik dari perbuatan salah menuju kehendak Allah); (2) 'Mengapa setiap manusia bisa berbuat dosa atau kesalahan?' (acuan: karena manusia terbatas, lemah, dan kehilangan kemuliaan Allah sesuai Roma 3:23) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yakni menjelaskan arti pertobatan sebagai karya Allah dan mengidentifikasi keterbatasan manusia yang membutuhkan pembaruan Allah, serta memaparkan pertanyaan pemantik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca bersama kutipan teks Alkitab Roma 3:23 dan Matius 3:1-2, kemudian guru menjelaskan konsep bahwa manusia memiliki keterbatasan kodrati (kelemahan moral dan ketidakmampuan menyelamatkan diri sendiri dari dosa) sehingga mutlak membutuhkan karya pembaruan dari Allah (10 menit).
  • Murid mencermati penjelasan guru dan peta konsep pembelajaran tentang arti pertobatan (metanoia), yaitu perubahan menyeluruh yang mencakup tiga aspek: pikiran (menyadari dosa), perasaan/emosi (menyesali kesalahan), dan kehendak (berbalik dari cara hidup lama yang jahat menuju cara hidup baru yang berkenan kepada Allah atas tuntunan Roh Kudus) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berpasangan memainkan aktivitas kartu edukatif 'Cocok Cepat Makna & Keterbatasan' dengan memasangkan 4 kartu pernyataan dengan kategori konsep yang tepat: (1) 'Semua manusia telah kehilangan kemuliaan Allah karena dosa' dipasangkan dengan 'Hakikat keterbatasan manusia (Roma 3:23)'; (2) 'Kelemahan mengendalikan amarah dan mudah terpancing godaan' dipasangkan dengan 'Bentuk keterbatasan moral manusia'; (3) 'Berbalik arah dari jalan dosa menuju jalan kehendak Allah' dipasangkan dengan 'Arti hakiki pertobatan'; (4) 'Allah mengubahkan hati dan pikiran manusia menjadi baru' dipasangkan dengan 'Karya pembaruan Allah' (kunci: pasangan 1-4 di atas) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Aktivitas Siswa yang berisi dua tugas: Tugas 1: Menjelaskan arti pertobatan sebagai wujud karya Allah membarui manusia menggunakan kalimat sendiri (kriteria: memuat unsur berbalik dari dosa, perubahan cara pikir/hidup, dan bersumber dari karya Allah); Tugas 2: Mengidentifikasi 4 keterbatasan manusia yang berbuat salah dari 4 kasus yang disajikan: Kasus A: Anak mudah terhasut berbohong karena takut dihukum (acuan: keterbatasan keberanian moral); Kasus B: Anak marah dan merusak mainan teman (acuan: keterbatasan menahan emosi/hawa nafsu); Kasus C: Anak mementingkan diri sendiri saat berbagi makanan (acuan: keterbatasan sifat egois manusia); Kasus D: Anak merasa mampu hidup benar tanpa berdoa dan memohon bantuan Tuhan (acuan: keterbatasan spiritual/kesombongan manusia yang membutuhkan rahmat Allah) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengambil waktu saat teduh hening selama beberapa menit untuk berkesadaran merenungkan keterbatasan diri pribadi yang sering membuat mereka jatuh ke dalam kesalahan (misalnya mudah marah, membantah orang tua, atau malas belajar), lalu menuliskan 1 kalimat kesadaran pribadi: 'Saya menyadari keterbatasan saya dalam hal [isi kelemahan diri] dan saya membutuhkan pertolongan Allah untuk membarui hidup saya' (10 menit).
  • Dua orang perwakilan murid secara sukarela membacakan kalimat kesadarannya di depan kelas, kemudian guru memberi penegasan bahwa menyadari keterbatasan diri di hadapan Allah adalah langkah awal pembaruan hidup (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama bahwa pertobatan bukan sekadar berhenti berbuat salah, melainkan berbalik secara utuh kepada Allah yang berkarya membarui pikiran dan tindakan manusia yang terbatas (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir cek pemahaman berupa dua pertanyaan lisan: (1) 'Apa tiga hal mendasar dalam diri manusia yang terlibat saat seseorang bertobat?' (kunci: pikiran, perasaan/emosi, dan kehendak/kemauan); (2) 'Mengapa manusia berdosa tidak bisa membarui dirinya sendiri?' (kunci: karena manusia memiliki keterbatasan kodrati dan telah kehilangan kemuliaan Allah sehingga mutlak membutuhkan karya Allah) (5 menit).
  • Guru mengumumkan rencana pembelajaran berikutnya (membedakan perilaku orang yang sudah bertobat dan belum bertobat) dan mengakhiri kegiatan belajar dengan doa penutup bersyukur atas karya pembaruan Allah (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi cetak tebal pada kata kunci arti pertobatan dan keterbatasan manusia, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan referensi silang ayat Roma 12:2 untuk memperdalam konsep pembaruan akal budi.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi guru dengan pertanyaan penuntun dalam mengidentifikasi 4 keterbatasan manusia pada studi kasus, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis dan mengidentifikasi kasus secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menuliskan penjelasan arti pertobatan dan identifikasi keterbatasan manusia dalam bentuk bagan alur sederhana atau uraian paragraf terstruktur sesuai kenyamanan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik 1: 'Apa arti kata bertobat yang kamu ketahui?' (Acuan jawaban: Berhenti berbuat salah dan berbalik kembali mengikuti kehendak Tuhan).
  • Pertanyaan diagnostik 2: 'Mengapa manusia bisa berbuat kesalahan atau dosa?' (Acuan jawaban: Karena manusia adalah makhluk yang memiliki keterbatasan moral, lemah, dan kehilangan kemuliaan Allah sesuai Roma 3:23).

Proses:

  • Pengamatan keaktifan dan ketepatan memasangkan 4 set kartu konsep pada aktivitas 'Cocok Cepat Makna & Keterbatasan' (Acuan: kartu 1-4 terpasang tepat sesuai kunci).
  • Pemeriksaan Lembar Aktivitas Siswa Bagian 1: Penjelasan arti pertobatan sebagai wujud karya Allah (Kriteria: memuat perubahan pikiran/hati, berbalik dari kejahatan, dan pengakuan atas karya pembaruan Allah).
  • Pemeriksaan Lembar Aktivitas Siswa Bagian 2: Identifikasi 4 keterbatasan manusia pada 4 kasus: Kasus A (keterbatasan keberanian moral/takut), Kasus B (keterbatasan menahan emosi/hawa nafsu), Kasus C (keterbatasan sifat egois), Kasus D (keterbatasan spiritual/kesombongan diri).

Akhir Pertemuan:

  • Pertanyaan cek pemahaman 1: 'Sebutkan tiga hal mendasar dalam diri manusia yang terlibat ketika bertobat!' (Acuan jawaban: pikiran, perasaan/emosi, dan kehendak/perilaku).
  • Pertanyaan cek pemahaman 2: 'Mengapa manusia mutlak membutuhkan pembaruan dari Allah dalam pertobatan?' (Acuan jawaban: Karena manusia terbatas, lemah, dan tidak sanggup melepaskan diri dari kuasa dosa dengan kekuatannya sendiri).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman awal tentang dosa, keterbatasan manusia, dan arti bertobat.
  • Observasi unjuk kerja saat permainan kartu berpasangan 'Cocok Cepat Makna & Keterbatasan'.
  • Penilaian kinerja tertulis pada Lembar Aktivitas Siswa mengenai penjelasan arti pertobatan dan identifikasi 4 keterbatasan manusia.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan arti pertobatan sebagai wujud karya Allah membarui hidup manusia (TP 5.7.1)Belum mampu menjelaskan arti pertobatan atau hanya menyebut kata minta maaf tanpa mengaitkannya dengan berbalik dari dosa maupun karya pembaruan Allah.Menjelaskan arti pertobatan sebatas berbalik dari kesalahan, tetapi belum mengaitkan dengan karya pembaruan Allah dalam pikiran, perasaan, dan kehendak.Menjelaskan arti pertobatan sebagai berbalik dari dosa menuju kehendak Allah dan menyebutkan peran karya pembaruan Allah secara cukup jelas.Menjelaskan secara utuh, runtut, dan tepat bahwa pertobatan adalah berbalik dari cara hidup berdosa menuju kehendak Allah yang melibatkan pembaruan pikiran, perasaan, dan kehendak sebagai wujud karya nyata Allah.
Mengidentifikasi keterbatasan manusia yang berbuat salah sehingga membutuhkan pembaruan hidup dari Allah (TP 5.7.2)Mengidentifikasi 1 dari 4 keterbatasan manusia yang berbuat salah berdasarkan kasus terarah dengan bimbingan penuh guru (Acuan 4 keterbatasan: keterbatasan keberanian moral, keterbatasan menahan emosi, keterbatasan sifat egois, keterbatasan spiritual/ketidakmampuan lepas dari dosa).Mengidentifikasi 2 dari 4 keterbatasan manusia yang berbuat salah sesuai daftar acuan kasus secara mandiri.Mengidentifikasi 3 dari 4 keterbatasan manusia yang berbuat salah sesuai daftar acuan kasus secara tepat dan mandiri.Mengidentifikasi seluruh 4 keterbatasan manusia yang berbuat salah sesuai daftar acuan kasus secara tepat, lengkap, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit terlaksana secara efektif untuk melatih murid menjelaskan arti pertobatan dan mengidentifikasi keterbatasan manusia?
  • Bagaimana respons dan partisipasi murid saat aktivitas permainan kartu 'Cocok Cepat Makna & Keterbatasan'?
  • Apakah murid telah memahami bahwa pertobatan bersumber dari karya inisiatif Allah membarui hidup manusia, bukan semata usaha manusia?

Murid:

  • Apa arti pertobatan yang paling berkesan bagi saya setelah belajar hari ini?
  • Keterbatasan atau kelemahan apa dalam diri saya yang paling sering membuat saya berbuat salah dan membutuhkan pertolongan Allah?
  • Perasaan apa yang saya alami saat menyadari bahwa Allah selalu bersedia membarui hidup saya?

Pertemuan 2 — Membedakan Perilaku Orang yang Telah Bertobat dan Belum Bertobat serta Menyusun Tekad Pertobatan Pribadi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.7.3 Membedakan perilaku manusia yang telah mengalami pembaruan hidup melalui pertobatan dengan perilaku yang belum bertobat
  • TP 5.7.4 Menyusun tekad mau bertobat dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons atas karya Allah membarui hidup manusia

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama memohon bimbingan Roh Kudus, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menentukan apakah 2 pernyataan berikut mencerminkan orang yang belum bertobat atau sudah bertobat: (1) Suka mengejek teman saat kalah bermain dan tidak mau meminta maaf; (2) Mengakui kesalahan dan memohon maaf setelah menyenggol bekal teman hingga jatuh. (Acuan diagnostik: Pernyataan 1 = Perilaku belum bertobat; Pernyataan 2 = Perilaku sudah bertobat) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membedakan perilaku orang yang telah bertobat dan belum bertobat serta menyusun kartu tekad pertobatan pribadi, dilanjutkan mengajukan pertanyaan pemantik (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan tantangan 'Pilah Kartu Perilaku': memilah 6 kartu situasi konkret ke dalam wadah bertanda 'Belum Bertobat' atau 'Sudah Bertobat'. Isi kartu: (1) Mencontek saat ulangan karena takut nilai jelek; (2) Mengakui kelalaian kepada guru dan berjanji belajar jujur; (3) Sengaja menyembunyikan kotak pensil teman agar teman bingung; (4) Membagi bekal kepada teman yang lupa membawa makanan; (5) Membalas memukul teman yang tidak sengaja menyenggol bahunya; (6) Memaafkan teman yang menumpahkan air minum dan membantunya mengepel lantai. (Acuan pemilahan: Belum Bertobat = Kartu 1, 3, 5; Sudah Bertobat = Kartu 2, 4, 6) (15 menit).
  • Murid bersama guru membahas hasil pemilahan kartu dan mencatat perbandingan ciri perilaku: orang yang belum bertobat cenderung mementingkan diri sendiri, mendendam, dan menyembunyikan kesalahan; sedangkan orang yang telah bertobat menunjukkan buah pertobatan berupa kejujuran, pengampunan, dan kasih sesuai firman Tuhan Matius 3:8 (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Perbandingan Perilaku dengan mengklasifikasikan 4 skenario perilaku ke kolom 'Belum Bertobat' atau 'Sudah Bertobat'. Skenario: Skenario A: 'Edo mendiamkan Rio selama seminggu karena sepedanya kotor terkena cipratan air saat bermain bersama'; Skenario B: 'Siti mendatangi Lani untuk meminta maaf karena sempat menyebarkan cerita bohong tentangnya'; Skenario C: 'Doni pura-pura tertidur di kelas saat giliran regu piketnya membersihkan papan tulis'; Skenario D: 'Hanna berterus terang kepada ibunya bahwa mangkuk pecah karena keteledorannya saat bermain'. (Acuan kunci: Skenario A = Belum Bertobat; Skenario B = Sudah Bertobat; Skenario C = Belum Bertobat; Skenario D = Sudah Bertobat) (15 menit).
  • Murid menyusun teks tekad pertobatan pribadi pada lembar Kartu Tekad Pertobatan yang memuat 2 unsur wajib: (1) Menuliskan 1 kebiasaan buruk diri sendiri yang ingin ditinggalkan (misalnya: membantah nasihat orang tua, mengejek teman, atau menunda mengerjakan tugas sekolah), dan (2) Merumuskan 1 janji tindakan nyata perbaikan diri dalam keseharian sebagai respons pembaruan hidup dari Allah (misalnya: mendengarkan teguran dengan sopan, menyapa teman dengan ramah, atau merapikan tempat tidur sendiri) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membaca dalam hening kartu tekad pertobatan yang telah dibuat, memeriksa apakah janji perbaikan yang ditulis sudah realistis dan benar-benar didasari kesadaran bahwa manusia membutuhkan pertolongan Allah untuk berubah menjadi manusia baru (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran mengenai perbedaan nyata perilaku orang yang telah bertobat dan pentingnya komitmen membarui perilaku sehari-hari (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat (1 soal): 'Tuliskan 1 perbedaan respon saat melakukan kesalahan antara orang yang belum bertobat dan orang yang sudah bertobat!' (Acuan kriteria: Orang belum bertobat menyangkal/menyalahkan orang lain/dendam, sedangkan orang sudah bertobat mengakui kesalahan/menyesal/meminta maaf/memperbaiki perilaku) (3 menit).
  • Guru memberikan pesan penguatan iman bahwa Allah membarui hidup setiap orang yang mau bertobat, mengajak murid berdoa penutup menyerahkan tekad hidup baru, lalu mengakhiri kelas dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, lembar skenario perilaku dilengkapi dengan kata penuntun (kata kunci tindakan). Bagi murid yang cepat, disediakan tambahan 2 skenario studi kasus interaksi keluarga untuk dibedakan perilakunya.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan membedakan perilaku didampingi guru membaca kalimat demi kalimat skenario secara bertahap, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menyusun tekad pertobatan mandiri.
  • Produk: Pada Kartu Tekad Pertobatan, murid yang membutuhkan bimbingan dapat menggunakan kalimat rumpang berpanduan ('Saya mau berhenti ... dan berjanji akan ... dengan pertolongan Tuhan'), sedangkan murid mahir menuliskan narasi komitmen tekad dan langkah konkret pelaksanaannya secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes diagnostik lisan/tulis singkat pada tahap Pendahuluan: Murid menentukan kategori 2 contoh perilaku: (1) Suka mengejek teman saat kalah bermain; (2) Mengakui kesalahan dan memohon maaf setelah menyenggol bekal teman. (Acuan kunci: Pernyataan 1 = Perilaku belum bertobat; Pernyataan 2 = Perilaku sudah bertobat).

Proses:

  • Formatif 1 (Memahami): Observasi ketepatan murid memilah 6 kartu perilaku saat permainan berpasangan (Acuan kunci: Kartu 1, 3, 5 = Belum Bertobat; Kartu 2, 4, 6 = Sudah Bertobat).
  • Formatif 2 (Mengaplikasi): Pemeriksaan hasil klasifikasi 4 skenario perilaku pada lembar kerja (Acuan kunci: Skenario A = Belum Bertobat, B = Sudah Bertobat, C = Belum Bertobat, D = Sudah Bertobat).
  • Formatif 3 (Mengaplikasi): Pemeriksaan isi Kartu Tekad Pertobatan Pribadi (Kriteria penerimaan: memuat 1 kebiasaan buruk yang ditinggalkan dan 1 janji perbaikan tindakan nyata sehari-hari).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: 1 pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan 1 perbedaan respon saat melakukan kesalahan antara orang yang belum bertobat dan orang yang sudah bertobat!' (Acuan kriteria: Jawaban memuat kontras yang tepat, yaitu orang yang belum bertobat menolak mengakui kesalahan/menyalahkan orang lain/tidak mau berubah, sedangkan orang yang sudah bertobat mengakui kesalahan/meminta maaf/bertekad memperbaiki perilaku).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Pemilahan Kartu Perilaku (observasi ketepatan membedakan 6 kartu perilaku)
  • Penilaian Lembar Tugas Klasifikasi 4 Skenario Perilaku
  • Penilaian Produk Kartu Tekad Pertobatan Pribadi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan perilaku orang yang telah bertobat dan belum bertobat (TP 5.7.3)Tepat membedakan 0-1 dari 4 skenario perilaku yang diberikan (Acuan: Skenario A = Belum, B = Sudah, C = Belum, D = Sudah).Tepat membedakan 2 dari 4 skenario perilaku yang diberikan sesuai acuan.Tepat membedakan 3 dari 4 skenario perilaku yang diberikan sesuai acuan.Tepat membedakan seluruh 4 skenario perilaku yang diberikan (Skenario A = Belum Bertobat, B = Sudah Bertobat, C = Belum Bertobat, D = Sudah Bertobat) secara mandiri.
Menyusun tekad mau bertobat dalam kehidupan sehari-hari (TP 5.7.4)Belum menyusun tekad pertobatan atau tulisan belum memuat kebiasaan buruk maupun janji perbaikan.Menyusun tekad pertobatan yang hanya memuat 1 unsur (hanya menyebutkan kebiasaan buruk yang ingin ditinggalkan ATAU hanya janji tindakan perbaikan).Menyusun tekad pertobatan yang memuat 2 unsur secara lengkap: 1 kebiasaan buruk diri yang ingin ditinggalkan dan 1 janji tindakan nyata perbaikan diri dalam kehidupan sehari-hari.Menyusun tekad pertobatan yang memuat 2 unsur lengkap (kebiasaan buruk dan janji perbaikan konkret) serta secara eksplisit menuliskan kesadaran bersandar pada karya pembaruan Allah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan memilah kartu perilaku efektif membantu murid membedakan ciri perilaku orang yang telah bertobat dan yang belum bertobat?
  • Bagaimana ketercapaian murid dalam merumuskan tekad pertobatan pribadi yang realistis dan kontekstual dengan keseharian mereka?
  • Apakah alokasi waktu untuk tahap penulisan tekad pribadi mencukupi bagi seluruh murid, termasuk yang membutuhkan bimbingan khusus?

Murid:

  • Apa perbedaan utama yang paling kamu ingat antara orang yang hidupnya sudah diperbarui oleh Allah dan yang belum bertobat?
  • Apakah tekad pertobatan yang kamu tulis hari ini sungguh-sungguh ingin kamu lakukan di rumah dan di sekolah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah menyadari bahwa Allah bersedia membarui hidupmu saat kamu mau bertobat?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.7.1 Menjelaskan arti pertobatan sebagai wujud karya Allah membarui hidup manusia
  • TP 5.7.2 Mengidentifikasi keterbatasan manusia yang berbuat salah sehingga membutuhkan pembaruan hidup dari Allah
  • TP 5.7.3 Membedakan perilaku manusia yang telah mengalami pembaruan hidup melalui pertobatan dengan perilaku yang belum bertobat
  • TP 5.7.4 Menyusun tekad mau bertobat dalam kehidupan sehari-hari sebagai respons atas karya Allah membarui hidup manusia

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pertemuan dengan salam sejahtera, memimpin doa pembukaan, memeriksa presensi 28 murid, serta mengondisikan ruang kelas agar tertib, tenang, dan siap melaksanakan asesmen sumatif Bab 7 'Aku Mau Bertobat' (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja Tugas 2 kepada seluruh 28 murid, menjelaskan tata tertib dan petunjuk teknis pengerjaan mandiri serentak, serta mengumumkan alur pelaksanaan tes lisan Tugas 1 untuk murid nomor urut 15 sampai 28 yang akan dipanggil bergantian ke meja guru tanpa mengganggu keheningan kelas (4 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar kerja Tugas 2 tertulis selama 60 menit yang memuat: Bagian A mengidentifikasi 3 keterbatasan manusia yang berbuat salah dan membutuhkan pembaruan hidup dari Allah (daftar acuan: [1] keterbatasan kodrati manusia yang berdosa dan lemah menghadapi godaan sesuai Roma 3:23, [2] ketidakmampuan manusia menyelamatkan atau membarui dirinya sendiri tanpa karya Allah, [3] kecenderungan pikiran, emosi, dan kehendak yang egois serta lalai menuruti firman Tuhan); Bagian B melengkapi tabel komparasi 3 pasang perilaku orang yang belum bertobat dan sudah bertobat (daftar acuan: [1] berbohong atau mencontek saat ulangan vs berkata dan bertindak jujur, [2] mengejek, mendendam, atau bertengkar dengan teman vs mengampuni, berdamai, dan menolong sesama, [3] membantah nasihat orang tua/guru serta bermalas-malasan vs taat, sopan, dan bertanggung jawab menjalankan kewajiban); serta Bagian C menyusun Kartu Komitmen Tekad Pertobatan Pribadi (daftar acuan: [1] pengakuan kesalahan konkret masa lalu yang disesali, [2] rumusan tindakan nyata perubahan perilaku dalam keseharian, [3] doa penyerahan diri memohon pertolongan Roh Kudus) (60 menit).
  • Bersamaan dengan pengerjaan Tugas 2 yang berlangsung hening, guru memanggil murid nomor urut 15 sampai 28 satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan tes lisan Tugas 1 selama 35 menit (14 murid x 2 menit per murid = 28 menit, ditambah 7 menit transisi antarmurid dan pencatatan lembar observasi) guna mendengarkan penjelasan lisan individual mengenai arti pertobatan (daftar acuan: metanoia/berbalik 180 derajat dari jalan dosa menuju kehendak Allah yang melibatkan kesadaran pikiran, penyesalan perasaan, dan kehendak berbuat benar) dan karya Allah membarui hidup manusia (daftar acuan: pertobatan terjadi karena anugerah pengampunan Allah melalui penebusan Yesus Kristus dan kuasa Roh Kudus yang memampukan manusia menjadi ciptaan baru), sementara murid lain tetap fokus menyelesaikan lembar kerja mandiri (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru menginstruksikan seluruh murid meletakkan alat tulis, merapikan lembar kerja mandiri dan kartu komitmen, lalu mengheningkan cipta sejenak selama 1 menit untuk merefleksikan kejujuran, ketenangan batin, dan kesungguhan komitmen pertobatan yang telah dibuat di hadapan Tuhan (1 menit).

Penutup:

  • Guru memandu pengumpulan seluruh berkas lembar kerja dan kartu komitmen secara tertib ke meja guru, mengapresiasi integritas dan kemandirian murid selama sesi sumatif, serta menutup pembelajaran bab dengan doa syukur dan penyerahan tekad hidup baru kepada Allah (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Penyediaan lembar kerja cetak berhuruf lebih besar dan spasi longgar bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir tagihan asesmen sumatif.
  • Proses: Pemberian pengulangan petunjuk lisan dengan nada tenang bagi murid yang memerlukan penyesuaian konsentrasi saat tes lisan individu di meja guru tanpa mengurangi kriteria penilaian.
  • Produk: Pemberian ruang format garis bantu penulisan terstruktur pada kartu komitmen bagi murid dengan keterbatasan motorik halus, dengan isi muatan tekad yang tetap setara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan teknis dan administrasi asesmen sumatif: guru memeriksa kesiapan alat tulis setiap murid, memastikan meja bebas dari catatan materi bab 7, dan mengonfirmasi pemahaman aturan keheningan kelas selama asesmen (acuan: seluruh murid siap dengan alat tulis mandiri dan lembar kerja terdistribusi lengkap).

Proses:

  • Pencatatan langsung pada lembar observasi ketercapaian lisan Tugas 1 (TP 5.7.1) untuk murid nomor urut 15–28 di meja guru dengan memeriksa kejelasan arti pertobatan dan pemahaman karya Allah membarui hidup manusia, didampingi pengawasan ketertiban pengerjaan serentak Tugas 2 di kelas.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan bergiliran bertahap dan tes tertulis/penugasan artefak mandiri: Tugas 1 (TP 1): Catatan individual penjelasan lisan bergiliran bertahap, aspek: kejelasan arti pertobatan; pemahaman karya Allah membarui hidup. Jadwal: Pertemuan 1 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas Pertemuan 3: (14 murid × 2 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. Tugas 2 (TP 2, TP 3, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja mandiri berisi identifikasi keterbatasan manusia (TP 2), tabel komparasi perilaku sebelum dan sesudah bertobat (TP 3), serta kartu komitmen tekad bertobat (TP 4) selama 70 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak diperiksa sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian, bukan 28 sesi observasi lisan satu per satu.
  • tes lisan bergiliran: Catatan individual penjelasan lisan bergiliran bertahap, aspek: kejelasan arti pertobatan; pemahaman karya Allah membarui hidup. Jadwal: Pertemuan 1 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas Pertemuan 3: (14 murid × 2 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian lisan: kejelasan arti pertobatan dan pemahaman karya Allah membarui hidup)
  • penugasan lembar kerja reflektif tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja mandiri berisi identifikasi keterbatasan manusia (TP 2), tabel komparasi perilaku sebelum dan sesudah bertobat (TP 3), serta kartu komitmen tekad bertobat (TP 4) selama 70 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak diperiksa sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian, bukan 28 sesi observasi lisan satu per satu. (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tertulis (analisis keterbatasan, tabel komparasi perilaku, dan kartu komitmen bertobat))

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan bergiliran bertahap dan tes tertulis/penugasan artefak mandiri: Tugas 1 (TP 1): Catatan individual penjelasan lisan bergiliran bertahap, aspek: kejelasan arti pertobatan; pemahaman karya Allah membarui hidup. Jadwal: Pertemuan 1 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas Pertemuan 3: (14 murid × 2 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. Tugas 2 (TP 2, TP 3, TP 4): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja mandiri berisi identifikasi keterbatasan manusia (TP 2), tabel komparasi perilaku sebelum dan sesudah bertobat (TP 3), serta kartu komitmen tekad bertobat (TP 4) selama 70 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak diperiksa sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian, bukan 28 sesi observasi lisan satu per satu.
  • tes lisan bergiliran: Catatan individual penjelasan lisan bergiliran bertahap, aspek: kejelasan arti pertobatan; pemahaman karya Allah membarui hidup. Jadwal: Pertemuan 1 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Perhitungan kapasitas Pertemuan 3: (14 murid × 2 menit) + 7 menit transisi/pencatatan = 35 menit <= 35 menit. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian lisan: kejelasan arti pertobatan dan pemahaman karya Allah membarui hidup)
  • penugasan lembar kerja reflektif tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar kerja mandiri berisi identifikasi keterbatasan manusia (TP 2), tabel komparasi perilaku sebelum dan sesudah bertobat (TP 3), serta kartu komitmen tekad bertobat (TP 4) selama 70 menit secara serentak; guru memberi instruksi dan mengawasi. Artefak diperiksa sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian, bukan 28 sesi observasi lisan satu per satu. (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tertulis (analisis keterbatasan, tabel komparasi perilaku, dan kartu komitmen bertobat))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Lisan Arti Pertobatan dan Karya Allah (TP 5.7.1)Belum mampu menjelaskan arti pertobatan maupun karya pembaruan Allah (0 dari 2 kriteria tepat sesuai daftar acuan: [1] arti pertobatan sebagai metanoia/berbalik arah melibatkan pikiran, perasaan, kehendak; [2] karya Allah membarui hidup melalui Roh Kudus dan anugerah-Nya).Menjelaskan 1 dari 2 kriteria secara tepat sesuai daftar acuan (hanya arti pertobatan atau hanya karya pembaruan Allah) dengan bimbingan dan pancingan pertanyaan dari guru saat tes lisan.Menjelaskan kedua kriteria (arti pertobatan dan karya pembaruan Allah) secara tepat sesuai daftar acuan secara mandiri dan jelas.Menjelaskan kedua kriteria (arti pertobatan dan karya pembaruan Allah) secara utuh, runtut, mendalam, dan menggunakan pemahaman bahasa sendiri secara mandiri tanpa keraguan.
Identifikasi Keterbatasan Manusia yang Berbuat Salah (TP 5.7.2)Belum mampu mengidentifikasi keterbatasan manusia yang berbuat salah (0 dari 3 keterbatasan tepat sesuai daftar acuan: [1] manusia berdosa dan lemah sesuai Roma 3:23, [2] tidak mampu membarui diri sendiri tanpa Allah, [3] pikiran/emosi/kehendak yang cenderung egois).Mengidentifikasi 1 dari 3 keterbatasan manusia secara tepat sesuai daftar acuan pada lembar kerja mandiri.Mengidentifikasi 2 dari 3 keterbatasan manusia secara tepat sesuai daftar acuan pada lembar kerja mandiri.Mengidentifikasi seluruh 3 keterbatasan manusia secara tepat dan lengkap sesuai daftar acuan pada lembar kerja mandiri.
Pembedaan Perilaku Orang Belum Bertobat dan Sudah Bertobat (TP 5.7.3)Belum mampu membedakan perilaku orang yang belum bertobat dan sudah bertobat (0 dari 3 pasang tepat sesuai daftar acuan: [1] berbohong/mencontek vs berkata jujur, [2] mengejek/mendendam/bertengkar vs mengampuni/menolong teman, [3] membantah orang tua/guru vs taat dan bertanggung jawab).Membedakan 1 dari 3 pasang perilaku secara tepat dan kontras sesuai daftar acuan pada tabel komparasi lembar kerja.Membedakan 2 dari 3 pasang perilaku secara tepat dan kontras sesuai daftar acuan pada tabel komparasi lembar kerja.Membedakan seluruh 3 pasang perilaku secara tepat, kontras, dan realistis sesuai daftar acuan pada tabel komparasi lembar kerja.
Penyusunan Tekad Pertobatan Pribadi (TP 5.7.4)Belum menyusun tekad pertobatan pribadi (0 dari 3 komponen terpenuhi sesuai daftar acuan: [1] pengakuan kesalahan konkret yang disesali, [2] pernyataan tindakan nyata perubahan perilaku sehari-hari, [3] doa penyerahan diri memohon pertolongan Tuhan).Menyusun kartu komitmen tekad yang memuat 1 dari 3 komponen secara tepat sesuai daftar acuan.Menyusun kartu komitmen tekad yang memuat 2 dari 3 komponen secara konkret sesuai daftar acuan.Menyusun kartu komitmen tekad yang memuat seluruh 3 komponen secara lengkap, terperinci, dan aplikatif sesuai daftar acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu tes lisan bertahap (35 menit untuk murid nomor 15–28) dan pengerjaan tertulis mandiri (60 menit untuk seluruh murid) terlaksana secara tertib tanpa saling mengganggu?
  • Apakah seluruh instrumen dan rubrik sumatif dapat mengukur ketercapaian TP 5.7.1 sampai TP 5.7.4 secara objektif dan akurat?
  • Bagaimana kesungguhan dan kejujuran murid dalam merumuskan tekad pertobatan pribadinya pada kartu komitmen?

Murid:

  • Apakah aku telah mengerjakan seluruh tugas asesmen sumatif ini dengan jujur, tenang, dan mandiri?
  • Apakah aku sungguh-sungguh menyadari keterbatasan diriku dan mau menerima pembaruan hidup yang dikerjakan Allah?
  • Bagaimana aku akan menjalankan komitmen tekad pertobatan yang sudah kutuliskan dalam kehidupanku sehari-hari mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Matius 3:1-12 dan Roma 3:23
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021 (Bab 7, hlm. 127-133)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek 2021 (Pelajaran 7, hlm. 79-82)
  4. Kartu Aktivitas 'Cocok Cepat Makna & Keterbatasan' dan Lembar Aktivitas Siswa (Bab 7 Pertemuan 1)
  5. Alkitab: Matius 3:1-12 dan Roma 12:2
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021, Penulis: Norita Yudiet Tompah)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 7 'Aku Mau Bertobat')
  8. Kartu situasi perilaku 'Pilah Kartu Perilaku' dan Lembar Kartu Tekad Pertobatan
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021 (Pelajaran 7: Aku Mau Bertobat).
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Kemendikbudristek RI, 2021 (Halaman 79–83).
  11. Alkitab: Matius 3:1–12; Roma 3:23; Roma 12:2; Lukas 5:32.
  12. Lembar Kerja Mandiri Asesmen Sumatif Bab 7 (Bagian A: Analisis Keterbatasan Manusia; Bagian B: Tabel Komparasi Perilaku; Bagian C: Kartu Komitmen Tekad Pertobatan).
  13. Lembar Observasi Asesmen Lisan Individual Guru.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.