Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Perbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPerbedaan Manusia Lama dan Manusia Baru dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan minimal empat perbedaan ciri manusia lama dan manusia baru berdasarkan teladan Saulus yang berubah menjadi Paulus
  2. Murid dapat mengidentifikasi contoh sikap manusia baru (jujur, disiplin, rendah hati, hidup damai) dalam interaksi dengan sesama di lingkungan sekolah dan keluarga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah manusia bisa berubah dari yang buruk menjadi baik?
  2. Pernahkah kalian melihat seseorang yang tadinya nakal lalu menjadi baik? Bagaimana perubahannya?
  3. Apa yang membuat Saulus berubah dari pembenci Yesus menjadi pengikut setia Yesus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa dan salam, menciptakan suasana yang tenang dan penuh hormat (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah berbuat salah dan kemudian berubah menjadi lebih baik?' untuk mengukur pemahaman awal murid tentang perubahan diri
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar tentang perbedaan manusia lama dan manusia baru melalui kisah Saulus
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Apakah manusia bisa berubah dari yang buruk menjadi baik? Bagaimana caranya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membaca Kisah Para Rasul 9:1-19 tentang pertobatan Saulus secara bergantian dengan suara yang jelas
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang isi cerita: Siapa Saulus? Apa yang dilakukannya? Apa yang terjadi dalam perjalanan ke Damsyik?
  • Guru menjelaskan bahwa Saulus dulunya memiliki ciri manusia lama: membenci, menganiaya, kejam, penuh amarah terhadap pengikut Yesus
  • Guru menjelaskan bahwa setelah bertemu Yesus, Saulus berubah menjadi Paulus dengan ciri manusia baru: mengasihi, melayani, mengabarkan Injil, penuh kasih
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk membaca Kolose 3:5-17 dan Efesus 4:17-32
  • Setiap kelompok mendaftarkan ciri-ciri manusia lama dan manusia baru dari bacaan tersebut pada lembar kerja yang disediakan (minimal 4 perbedaan)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka tentang perbedaan manusia lama dan manusia baru
  • Guru memandu murid mengidentifikasi contoh konkret sikap manusia baru dalam kehidupan sehari-hari: jujur (tidak menyontek saat ulangan), disiplin (datang tepat waktu ke sekolah), rendah hati (mau meminta maaf), hidup damai (tidak berkelahi dengan teman)
  • Murid secara individu menuliskan pengalaman pribadi di mana mereka melihat atau mengalami sikap manusia baru di sekolah atau keluarga (minimal 2 contoh)
  • Guru mengajak murid merefleksikan: 'Apakah saya sudah menunjukkan sikap manusia baru di sekolah dan rumah?' dan menuliskan satu sifat buruk yang ingin diubah menjadi sifat baik

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi sesi refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian pelajari dari kisah Saulus? Bagaimana Allah dapat mengubah hidup seseorang?'
  • Murid membuat komitmen pribadi dengan menulis satu sikap manusia lama yang akan ditanggalkan dan satu sikap manusia baru yang akan dipraktikkan minggu ini
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi komitmen mereka di depan kelas
  • Guru menekankan bahwa perubahan menjadi manusia baru adalah karya Allah yang membarui hidup kita, dan kita perlu membuka diri untuk diubah melalui doa dan ketaatan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menyebutkan kembali perbedaan manusia lama dan manusia baru serta memberikan contoh sikap manusia baru (10 menit)
  • Guru memberikan penguatan: Allah yang membarui hidup kita, dan kita dapat berubah menjadi manusia baru dengan membuka diri kepada-Nya
  • Guru memberikan tugas rumah: murid mewawancarai orang tua tentang pengalaman mereka berubah dari sikap buruk menjadi sikap baik
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan menyanyikan lagu rohani 'Jadikan Hatiku Baru'

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan bacaan tambahan dari 2 Korintus 5:17 tentang ciptaan baru. Untuk murid yang lambat, guru memberikan tabel perbandingan manusia lama dan manusia baru yang sudah terisi sebagian sebagai panduan
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja secara mandiri, sementara murid yang membutuhkan bantuan dapat berdiskusi berpasangan dengan teman sebangku atau mendapat bimbingan tambahan dari guru
  • Produk: Murid yang cepat membuat karya poster 'Aku Mau Berubah' dengan ilustrasi kreatif, sedangkan murid yang lambat cukup menuliskan komitmen mereka dalam bentuk teks sederhana dengan 2-3 kalimat

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengalaman pribadi murid terkait perubahan dari sikap buruk menjadi baik
  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang Saulus?' untuk mengukur pengetahuan awal

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan keaktifan saat membaca Alkitab
  • Pengecekan lembar kerja kelompok: apakah murid dapat mendaftarkan minimal 4 perbedaan dengan tepat
  • Tanya jawab spontan untuk memastikan murid memahami konsep manusia lama dan manusia baru
  • Observasi saat murid menuliskan contoh sikap manusia baru dalam kehidupan sehari-hari

Akhir:

  • Tes lisan: murid diminta menyebutkan 4 perbedaan manusia lama dan manusia baru berdasarkan kisah Saulus
  • Penilaian tugas tertulis: kemampuan mengidentifikasi minimal 2 contoh sikap manusia baru (jujur, disiplin, rendah hati, hidup damai) di lingkungan sekolah dan keluarga
  • Penilaian komitmen pribadi: ketepatan mengidentifikasi satu sikap yang akan diubah dan kedalaman refleksi

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: apakah murid aktif berdiskusi dan dapat mengidentifikasi perbedaan manusia lama dan manusia baru
  • Penilaian lembar kerja kelompok: ketepatan mendaftarkan minimal 4 perbedaan ciri manusia lama dan manusia baru
  • Tanya jawab lisan selama pembelajaran untuk mengecek pemahaman murid

Sumatif:

  • Penilaian tugas individu: kemampuan mengidentifikasi contoh sikap manusia baru (jujur, disiplin, rendah hati, hidup damai) dalam konteks sekolah dan keluarga
  • Penilaian komitmen pribadi tertulis: kesesuaian dengan materi dan kedalaman refleksi
  • Tes lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan 4 perbedaan manusia lama dan manusia baru serta 2 contoh sikap manusia baru

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mendaftarkan perbedaan manusia lama dan manusia baruMurid belum dapat menyebutkan perbedaan atau hanya menyebutkan 1-2 perbedaan dengan kurang tepatMurid dapat menyebutkan 2-3 perbedaan dengan bimbingan guruMurid dapat menyebutkan 4 perbedaan dengan tepat secara mandiriMurid dapat menyebutkan lebih dari 4 perbedaan dengan tepat dan memberikan penjelasan tambahan dari ayat Alkitab
Kemampuan mengidentifikasi contoh sikap manusia baru dalam kehidupan sehari-hariMurid belum dapat memberikan contoh konkret atau contoh yang diberikan tidak sesuaiMurid dapat memberikan 1 contoh sikap manusia baru dengan bimbinganMurid dapat memberikan 2 contoh sikap manusia baru (jujur, disiplin, rendah hati, atau hidup damai) secara mandiriMurid dapat memberikan 3-4 contoh sikap manusia baru dengan penjelasan konteks yang jelas di sekolah dan keluarga
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMurid mulai berpartisipasi tetapi masih perlu didorong oleh guru atau temanMurid aktif berdiskusi dan memberikan pendapat dalam kelompokMurid sangat aktif, memimpin diskusi, dan membantu teman lain memahami materi
Refleksi dan komitmen pribadiMurid belum dapat merefleksikan diri atau komitmen yang dibuat tidak relevanMurid membuat refleksi sederhana dengan bimbingan dan komitmen masih umumMurid membuat refleksi pribadi yang jujur dan komitmen yang spesifik untuk berubahMurid membuat refleksi mendalam, komitmen spesifik, dan menunjukkan pemahaman tentang kuasa Allah yang membarui

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah saya sudah mencontohkan sikap manusia baru dalam interaksi dengan murid?
  • Metode pembelajaran apa yang paling efektif untuk membantu murid memahami perbedaan manusia lama dan manusia baru?
  • Apakah ada murid yang memerlukan pendampingan khusus dalam memahami materi ini?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan kelas sehari-hari?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah Saulus berubah menjadi Paulus?
  • Sikap manusia baru apa yang sudah saya miliki? Sikap apa yang masih perlu saya kembangkan?
  • Bagaimana saya dapat membuka diri agar Allah membarui hidup saya?
  • Apa yang akan saya lakukan minggu ini untuk mempraktikkan sikap manusia baru di sekolah dan rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kisah Para Rasul 9:1-19, Kolose 3:5-17, Efesus 4:17-32, 2 Korintus 5:17)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5, Pelajaran 6: Menjadi Manusia Baru
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Lembar kerja kelompok (tabel perbandingan manusia lama dan manusia baru)
  5. Kertas atau buku tulis untuk refleksi pribadi murid
  6. Lagu rohani: 'Jadikan Hatiku Baru'
  7. Papan tulis/whiteboard dan spidol untuk mencatat hasil diskusi
  8. Video animasi kisah Saulus (opsional, jika tersedia proyektor)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.