Modul AjarPertemuan 1Bab 6Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Arti Manusia Baru: Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Arti Manusia Baru: Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Arti Manusia Baru: Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 6 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Arti Manusia Baru: Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikArti Manusia Baru: Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1-19)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menuliskan pengertian manusia baru berdasarkan kisah pertobatan Saulus dalam Kisah Para Rasul 9:1-19
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah berkuasa membarui hidup manusia seperti yang dialami Saulus

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat seseorang yang berubah dari nakal menjadi baik? Bagaimana perasaan kalian?
  2. Menurut kalian, siapa yang bisa mengubah hati dan pikiran manusia?
  3. Apakah Allah berkuasa untuk mengubah hidup seseorang yang jahat menjadi baik?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa pembukaan
  • Guru menyapa murid dan mengecek kehadiran
  • Guru menyanyikan lagu 'Ku Diubah-Nya' (PKJ 200) bersama murid dengan penuh penghayatan
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat seseorang yang berubah dari nakal menjadi baik?'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Saulus?' dan 'Menurut kalian, apa arti manusia baru?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami arti manusia baru melalui kisah pertobatan Saulus

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka dan membaca Kisah Para Rasul 9:1-19 secara mandiri dengan penuh perhatian
  • Guru menceritakan kembali kisah pertobatan Saulus dengan bahasa yang mudah dipahami murid: Saulus yang membenci Yesus dan pengikut-Nya, perjalanan ke Damsyik, perjumpaan dengan Yesus, kebutaan Saulus, Ananias diutus Allah, Saulus melihat kembali dan dibaptis
  • Guru mengajukan pertanyaan untuk menggali pemahaman murid: 'Bagaimana sikap Saulus sebelum bertemu Yesus?', 'Apa yang terjadi di perjalanan ke Damsyik?', 'Siapa yang mengubah Saulus?'
  • Guru menjelaskan bahwa manusia baru adalah orang yang hidupnya diubah oleh kuasa Allah, dari hidup dalam dosa menjadi hidup yang taat kepada Allah
  • Guru menekankan bahwa Allah berkuasa membarui hati, pikiran, dan tindakan manusia seperti yang dialami Saulus
  • Murid menuliskan pengertian manusia baru dengan kalimat sendiri di buku tugas

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan: 'Apa perbedaan Saulus sebelum dan sesudah bertemu Yesus?'
  • Murid membuat tabel perbandingan: kolom 1 'Saulus Lama', kolom 2 'Saulus Baru/Paulus'
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi contoh sikap manusia baru dalam kehidupan sehari-hari: jujur, disiplin, rendah hati, hidup damai
  • Murid merefleksikan: 'Sikap mana yang sudah saya miliki? Sikap mana yang masih perlu saya perbaiki?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memfasilitasi murid untuk merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Apa yang paling berkesan dari kisah Saulus?', 'Bagaimana Allah bisa mengubah hidupmu?'
  • Murid membuat karya kreatif berupa kartu komitmen dengan judul 'Allah Membarui Hidupku' atau 'Aku Mau Berubah'
  • Dalam kartu tersebut, murid menuliskan: (1) Satu sikap lama yang ingin diubah, (2) Sikap baru yang ingin dimiliki, (3) Doa singkat meminta Allah mengubah diri mereka
  • Murid menghias kartu komitmen dengan gambar atau warna sesuai kreativitas
  • Beberapa murid maju ke depan untuk membagikan kartu komitmen mereka secara sukarela
  • Guru memberikan penguatan bahwa Allah berkuasa mengubah setiap orang yang mau membuka hati bagi-Nya

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Allah berkuasa membarui hidup manusia seperti yang dialami Saulus, dan setiap orang percaya bisa menjadi manusia baru
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-4 murid menjelaskan kembali arti manusia baru dan kuasa Allah dalam mengubah hidup
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi aktif murid
  • Guru meminta murid membawa pulang kartu komitmen dan menaruhnya di tempat yang mudah dilihat sebagai pengingat
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur dan berkat

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang kesulitan memahami teks Alkitab, guru menyediakan gambar ilustrasi kisah Saulus. Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan ayat tambahan (2 Korintus 5:17) untuk dieksplorasi.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan ekstra didampingi guru saat menuliskan pengertian manusia baru. Murid yang lebih cepat dapat membantu teman dalam kelompok atau membuat tabel perbandingan lebih detail (menambah aspek perubahan).
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk karya: kartu komitmen tertulis, gambar berseri perubahan diri, atau puisi singkat tentang 'Aku Mau Berubah'. Sesuaikan dengan kemampuan dan minat murid.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Saulus?' untuk mengecek pengetahuan awal murid
  • Tanya jawab lisan: 'Menurut kalian, apa arti manusia baru?' untuk mengidentifikasi pemahaman awal konsep

Proses:

  • Observasi saat murid membaca Kisah Para Rasul 9:1-19: apakah fokus dan memahami isi bacaan
  • Tanya jawab selama penjelasan kisah: memeriksa pemahaman murid tentang peristiwa kunci
  • Penilaian tabel perbandingan 'Saulus Lama vs Saulus Baru': kelengkapan dan ketepatan isi
  • Observasi diskusi kelompok: partisipasi aktif dan kemampuan bekerja sama

Akhir:

  • Penilaian tulisan pengertian manusia baru: ketepatan konsep dan kejelasan bahasa
  • Penilaian karya kartu komitmen: kesesuaian isi (sikap lama, sikap baru, doa), kreativitas, dan kesungguhan refleksi
  • Penilaian lisan: 3-4 murid menjelaskan kembali arti manusia baru dan kuasa Allah mengubah hidup Saulus

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok
  • Tanya jawab lisan selama kegiatan memahami kisah Saulus
  • Penilaian tabel perbandingan 'Saulus Lama vs Saulus Baru'

Sumatif:

  • Penilaian tulisan pengertian manusia baru
  • Penilaian karya kreatif kartu komitmen 'Allah Membarui Hidupku'
  • Penilaian kemampuan menjelaskan kuasa Allah dalam membarui hidup

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep manusia baruMurid belum dapat menuliskan pengertian manusia baru atau penjelasan tidak sesuai dengan kisah SaulusMurid dapat menuliskan pengertian manusia baru tetapi masih sangat sederhana dan kurang lengkapMurid dapat menuliskan pengertian manusia baru dengan jelas dan mengaitkannya dengan kisah SaulusMurid dapat menuliskan pengertian manusia baru dengan lengkap, jelas, mengaitkan dengan kisah Saulus, dan memberikan contoh konkret
Pemahaman kuasa Allah membarui hidupMurid belum dapat menjelaskan bahwa Allah yang mengubah SaulusMurid dapat menyebutkan bahwa Allah mengubah Saulus tetapi penjelasan sangat singkatMurid dapat menjelaskan bahwa Allah berkuasa mengubah Saulus dengan menyebutkan peristiwa kunci dalam kisahMurid dapat menjelaskan dengan rinci bahwa Allah berkuasa membarui hidup Saulus dan mengaitkannya dengan kehidupan pribadi
Karya kreatif kartu komitmenKartu komitmen tidak lengkap atau tidak sesuai temaKartu komitmen memuat sikap yang ingin diubah tetapi masih sangat sederhanaKartu komitmen lengkap (sikap lama, sikap baru, doa) dan menunjukkan refleksi pribadiKartu komitmen lengkap, reflektif, kreatif dalam penyajian, dan menunjukkan komitmen yang sungguh-sungguh
Partisipasi dan kolaborasiMurid pasif dan tidak terlibat dalam diskusi kelompokMurid sesekali terlibat dalam diskusi tetapi kontribusi masih minimalMurid aktif terlibat dalam diskusi, memberikan pendapat, dan bekerja sama dengan anggota kelompokMurid sangat aktif, memimpin diskusi, membantu teman, dan memberikan kontribusi bermakna bagi kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu memahami konsep manusia baru melalui kisah Saulus dengan baik?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif dalam membantu murid memahami kuasa Allah membarui hidup?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar murid lebih terlibat aktif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari kisah pertobatan Saulus?
  • Apa arti manusia baru yang sudah kamu pelajari hari ini?
  • Sikap apa yang ingin kamu ubah dengan pertolongan Allah?
  • Bagaimana kamu bisa menjadi manusia baru dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kisah Para Rasul 9:1-19)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Pelengkap Kidung Jemaat 200: lagu 'Ku Diubah-Nya'
  5. Kertas karton atau kertas warna untuk kartu komitmen
  6. Alat tulis dan alat mewarnai (pensil warna, spidol, krayon)
  7. Gambar ilustrasi kisah Saulus (opsional)
  8. Papan tulis dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.