Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Meneladani Yesus: Hidup sebagai Orang yang Sudah Diselamatkan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Meneladani Yesus: Hidup sebagai Orang yang Sudah Diselamatkan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Meneladani Yesus: Hidup sebagai Orang yang Sudah Diselamatkan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Meneladani Yesus: Hidup sebagai Orang yang Sudah Diselamatkan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMeneladani Yesus: Hidup sebagai Orang yang Sudah Diselamatkan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui diskusi kelompok, murid dapat mendaftarkan minimal tiga tindakan nyata yang harus dilakukan sebagai respons atas keselamatan yang diterima dari Yesus Kristus dalam kehidupan sehari-hari
  2. Murid dapat membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang berisi ungkapan syukur kepada Allah atas keselamatan yang diterima melalui pengorbanan Yesus Kristus

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian rasakan ketika mengetahui bahwa Yesus rela menderita dan mati untuk menyelamatkan kalian?
  2. Bagaimana seharusnya kita hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh Yesus?
  3. Tindakan apa yang dapat kalian lakukan hari ini untuk menunjukkan rasa syukur atas keselamatan dari Yesus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan menyanyikan lagu rohani tentang keselamatan (misalnya dari Kidung Jemaat atau lagu sejenis)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang masih ingat kisah penyaliban dan kebangkitan Yesus yang kita pelajari sebelumnya?' dan meminta 2-3 murid menceritakan kembali secara singkat
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar bagaimana hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan oleh Yesus
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan mengajak murid merenungkannya sejenak dengan mata tertutup

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu rohani dengan penuh penghayatan sambil merenungkan setiap kata dan kalimat yang dinyanyikan
  • Murid diminta menuliskan jawaban dari pertanyaan: 'Apa makna lagu tersebut bagi kehidupanmu?' dalam waktu 5 menit
  • Guru memberikan kesempatan kepada 3-4 murid secara sukarela untuk membacakan jawabannya di depan kelas
  • Guru menjelaskan lebih dalam tentang makna keselamatan melalui pengorbanan Yesus dengan menggunakan contoh-contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari murid
  • Guru menekankan bahwa karena sudah diselamatkan, murid harus hidup taat kepada Allah dan meneladani sikap Yesus

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 orang per kelompok) untuk berdiskusi
  • Setiap kelompok diminta mendiskusikan dan menuliskan minimal 3 tindakan nyata yang dapat dilakukan sebagai respons atas keselamatan dari Yesus, meliputi: (1) cara meneladani sikap Yesus yang mau berkorban, (2) cara mewujudkan sikap mengampuni sesama, (3) cara memberitakan kebangkitan Kristus kepada orang lain
  • Guru berkeliling mengamati dan membimbing diskusi kelompok, memberikan pertanyaan penuntun bila kelompok mengalami kesulitan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas (maksimal 3 menit per kelompok)
  • Guru dan murid membuat kesimpulan bersama tentang tindakan nyata yang harus dilakukan sebagai orang yang sudah diselamatkan
  • Murid secara individual diminta membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang berisi ucapan syukur kepada Allah atas keselamatan yang diterima melalui pengorbanan Yesus
  • Guru membimbing murid dalam membuat doa dengan memberikan panduan struktur: pembukaan, ungkapan syukur, komitmen hidup, dan penutup

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta membaca kembali doa yang telah dibuat dan merenungkan: 'Apakah doa ini sungguh-sungguh mewakili perasaan syukurku?' dan 'Apakah aku siap melakukan komitmen yang kutuliskan?'
  • Beberapa murid secara sukarela diminta membacakan doanya di depan kelas (3-4 murid)
  • Guru memberikan apresiasi terhadap setiap karya murid
  • Murid mengisi lembar refleksi diri dengan pertanyaan: (1) Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini? (2) Tindakan apa yang akan kulakukan mulai hari ini sebagai orang yang sudah diselamatkan? (3) Emoji apa yang menggambarkan perasaanku dalam pembelajaran hari ini?
  • Murid menentukan satu tindakan nyata yang akan dilakukan minggu ini sebagai komitmen pribadi

Penutup:

  • Guru dan murid membuat rangkuman bersama: Allah sungguh mengasihi kita sehingga mengutus Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa kita. Karena sudah diselamatkan, kita harus bersyukur, hidup taat kepada Allah, meneladani Yesus, dan tidak berbuat dosa lagi
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan 3 hal penting yang dipelajari hari ini
  • Guru memberikan penguatan spiritual: 'Yesus Kristus telah berkorban untukmu. Dosa-dosamu sudah diampuni. Hiduplah sebagai orang yang sudah diselamatkan dengan penuh sukacita dan ketaatan'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama, dan meminta salah satu murid memimpin doa menggunakan doa yang telah dibuat

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan menulis doa dapat menggunakan kalimat sederhana dengan panduan guru. Murid yang sudah mahir dapat membuat doa yang lebih panjang dengan bahasa yang lebih indah
  • Proses: Murid yang lambat dapat bekerja berpasangan dalam diskusi kelompok dengan murid yang lebih cepat memahami. Guru memberikan bimbingan intensif kepada murid yang membutuhkan. Murid yang cepat dapat ditugaskan membantu temannya atau membuat ilustrasi untuk melengkapi doanya
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk karya: doa tertulis saja, doa tertulis dengan ilustrasi/hiasan, atau doa tertulis dengan notasi musik sederhana. Murid yang memiliki kemampuan seni dapat menghias doanya dengan kreativitas lebih

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pemahaman murid tentang kisah penyaliban dan kebangkitan Yesus melalui pertanyaan lisan
  • Guru mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang hidup sebagai orang yang diselamatkan

Proses:

  • Observasi dan pencatatan partisipasi murid dalam diskusi kelompok menggunakan checklist
  • Penilaian hasil diskusi kelompok tentang tindakan nyata meneladani Yesus menggunakan rubrik
  • Observasi proses pembuatan doa tertulis dan pemberian umpan balik langsung kepada murid
  • Penilaian kemampuan murid mengidentifikasi dan merumuskan tindakan nyata sebagai respons atas keselamatan

Akhir:

  • Penilaian karya doa tertulis menggunakan rubrik dengan aspek: kelengkapan struktur doa, kedalaman ungkapan syukur, kesesuaian dengan tema keselamatan, dan kreativitas
  • Penilaian lembar refleksi diri murid untuk melihat pemahaman dan komitmen pribadi
  • Penilaian kemampuan murid menuliskan 3 hal penting yang dipelajari sebagai indikator pemahaman keseluruhan

Formatif:

  • Observasi keaktifan dan partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian hasil diskusi kelompok menggunakan rubrik
  • Penilaian proses pembuatan doa tertulis

Sumatif:

  • Penilaian karya doa tertulis menggunakan rubrik
  • Penilaian lembar refleksi diri murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi tindakan nyata meneladani YesusMurid belum dapat menyebutkan tindakan nyata atau menyebutkan tindakan yang tidak relevan dengan tema keselamatanMurid dapat menyebutkan 1-2 tindakan nyata namun masih membutuhkan bimbingan guru untuk menjelaskan kesesuaiannya dengan temaMurid dapat menyebutkan minimal 3 tindakan nyata yang relevan dengan tema keselamatan dan menjelaskan cara melakukannyaMurid dapat menyebutkan lebih dari 3 tindakan nyata yang spesifik, relevan, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari disertai penjelasan yang jelas
Karya doa tertulis (struktur dan kelengkapan)Doa tidak memiliki struktur yang jelas dan tidak lengkap (tidak ada ungkapan syukur atau tidak relevan dengan tema)Doa memiliki struktur sederhana dengan ungkapan syukur yang masih umum dan belum spesifik tentang keselamatan melalui YesusDoa memiliki struktur lengkap (pembukaan, ungkapan syukur, komitmen, penutup) dengan ungkapan syukur yang jelas terkait keselamatan melalui pengorbanan YesusDoa memiliki struktur lengkap dan sistematis dengan ungkapan syukur yang mendalam, spesifik, dan personal terkait keselamatan melalui pengorbanan Yesus disertai komitmen hidup yang konkret
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid pasif, tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMurid sesekali memberikan pendapat namun masih perlu dimotivasi dan dibimbingMurid aktif memberikan pendapat, mendengarkan teman, dan berkontribusi dalam merumuskan hasil diskusiMurid sangat aktif, memberikan ide-ide kreatif, menghargai pendapat teman, membantu teman yang kesulitan, dan memimpin diskusi dengan baik
Refleksi dan kesadaran diriMurid belum mampu merefleksikan pembelajaran dan belum dapat merumuskan komitmen pribadiMurid mampu merefleksikan pembelajaran secara umum namun komitmen pribadi masih kurang spesifikMurid mampu merefleksikan pembelajaran dengan baik dan merumuskan komitmen pribadi yang spesifik dan relevanMurid mampu merefleksikan pembelajaran secara mendalam, mengidentifikasi perubahan dalam dirinya, dan merumuskan komitmen pribadi yang spesifik dengan rencana tindak lanjut yang jelas

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode pembelajaran hari ini efektif membantu murid memahami makna hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran? Murid mana yang membutuhkan perhatian khusus?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap kegiatan sudah tepat? Bagian mana yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah doa yang dibuat murid mencerminkan pemahaman mereka tentang keselamatan? Apa yang perlu ditingkatkan?
  • Bagaimana saya dapat lebih baik memfasilitasi murid untuk mengaplikasikan nilai-nilai keselamatan dalam kehidupan sehari-hari mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagiku dari pembelajaran hari ini tentang keselamatan yang diberikan Yesus?
  • Bagaimana perasaanku setelah memahami bahwa Yesus rela berkorban untuk menyelamatkanku?
  • Tindakan nyata apa yang akan kulakukan mulai hari ini sebagai ungkapan syukur atas keselamatan yang kuterima?
  • Apa yang paling sulit bagiku dalam pembelajaran hari ini? Apa yang akan kulakukan untuk mengatasinya?
  • Bagaimana aku dapat terus meneladani Yesus dalam kehidupan sehari-hariku?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Injil tentang penyaliban dan kebangkitan Yesus: Matius 27-28, Markus 15-16, Lukas 23-24, Yohanes 19-20)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 (Pelajaran 5: Yesus Disalib, Mati, dan Bangkit Bagiku)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Kidung Jemaat atau buku lagu rohani sejenis
  5. Kertas HVS atau buku tulis untuk membuat doa tertulis
  6. Alat tulis (pensil, pulpen, pensil warna, krayon) untuk menghias karya doa
  7. Lembar Kerja Diskusi Kelompok
  8. Lembar Refleksi Diri Murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.