Modul AjarPertemuan 1Bab 5Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Yesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan (Markus 14:43–15:47)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Yesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan (Markus 14:43–15:47)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Yesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan (Markus 14:43–15:47)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Yesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan (Markus 14:43–15:47)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikYesus Ditangkap, Diadili, dan Disalibkan (Markus 14:43–15:47)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui membaca teks Markus 14:43–15:47, murid dapat menceritakan kembali urutan peristiwa penangkapan, pengadilan, dan penyaliban Yesus dengan benar
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa penderitaan dan kematian Yesus di salib merupakan wujud kasih Allah untuk menebus dosa manusia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa Yesus yang tidak bersalah harus ditangkap dan disalibkan?
  2. Apa yang kalian rasakan ketika mendengar cerita tentang penderitaan Yesus?
  3. Bagaimana kasih Allah dinyatakan melalui peristiwa penyaliban Yesus?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa pembuka, meminta salah satu murid memimpin
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid dengan suasana hangat dan penuh perhatian
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan: 'Apa yang kalian ketahui tentang Yesus?' dan 'Pernahkah kalian mendengar tentang penyaliban Yesus?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami kisah penangkapan hingga penyaliban Yesus dan makna pengorbanan-Nya
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab masing-masing dan mencari Injil Markus 14:43-15:47
  • Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang per kelompok) untuk membaca teks secara bergantian
  • Setiap kelompok membaca bagian yang berbeda: Kelompok 1 (Markus 14:43-52 - Penangkapan), Kelompok 2 (Markus 14:53-65 - Pengadilan di hadapan Mahkamah Agama), Kelompok 3 (Markus 15:1-15 - Pengadilan di hadapan Pilatus), Kelompok 4 (Markus 15:16-32 - Penyaliban), Kelompok 5 (Markus 15:33-47 - Kematian dan Penguburan)
  • Guru membimbing murid untuk menemukan tokoh-tokoh dalam cerita dan urutan peristiwa yang terjadi
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok dengan pertanyaan: 'Apa yang terjadi dalam bagian yang kalian baca?' dan 'Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa ini?'
  • Setiap kelompok menyampaikan hasil bacaan mereka secara berurutan sehingga terbentuk alur cerita yang utuh
  • Guru menggunakan gambar atau ilustrasi visual untuk memperjelas urutan peristiwa dari penangkapan hingga penyaliban

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta setiap kelompok membuat rangkaian gambar sederhana atau diagram alur yang menunjukkan urutan peristiwa penangkapan, pengadilan, dan penyaliban Yesus
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan dan menuliskan keterangan singkat di setiap gambar atau tahap
  • Guru memfasilitasi presentasi hasil kerja kelompok, setiap kelompok menceritakan kembali urutan peristiwa dengan bahasa mereka sendiri
  • Guru memberikan umpan balik positif dan melengkapi informasi yang mungkin terlewat
  • Guru mengajak murid berdiskusi: 'Mengapa Yesus rela mengalami semua penderitaan ini? Apa artinya bagi kita?'
  • Guru menjelaskan bahwa penderitaan dan kematian Yesus adalah wujud kasih Allah yang menebus dosa manusia, bukan karena Yesus bersalah
  • Murid diminta menuliskan atau menyampaikan secara lisan: 'Apa arti pengorbanan Yesus bagi hidupku?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid untuk hening sejenak dan merenungkan kasih Allah yang begitu besar melalui pengorbanan Yesus
  • Guru memberikan waktu bagi murid untuk menuliskan refleksi pribadi: 'Bagaimana perasaanmu setelah mendengar kisah penderitaan Yesus?' dan 'Apa yang ingin kamu lakukan sebagai tanggapan atas kasih Yesus?'
  • Beberapa murid yang bersedia diminta untuk membagikan refleksi mereka
  • Guru membimbing murid untuk menghubungkan cerita ini dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana kita dapat menunjukkan syukur dan kasih kepada sesama
  • Guru meneguhkan bahwa Yesus adalah Juruselamat yang telah menyelamatkan kita dari dosa

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab pertanyaan kunci secara tertulis atau lisan: 'Ceritakan urutan peristiwa yang terjadi pada Yesus dari penangkapan hingga penyaliban' dan 'Jelaskan mengapa Yesus harus menderita dan mati di salib'
  • Guru merangkum pembelajaran: Yesus ditangkap, diadili secara tidak adil, dan disalibkan bukan karena kesalahan-Nya, tetapi karena kasih Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosa
  • Guru memberikan tugas rumah: membaca Injil Matius 27, Markus 15, dan Lukas 23 untuk mempersiapkan pembelajaran berikutnya tentang kebangkitan Yesus
  • Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa syukur atas pengorbanan Yesus dan meminta berkat Tuhan atas setiap murid

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat menangkap, guru memberikan teks tambahan dari Injil lain (Matius 27, Lukas 23) untuk membandingkan detail peristiwa. Untuk murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan, guru menyediakan ringkasan cerita bergambar atau menyederhanakan teks dengan bahasa yang lebih mudah dipahami
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja mandiri atau memimpin kelompok dalam diskusi dan presentasi. Murid yang memerlukan bimbingan lebih diberi pendampingan guru secara langsung, menggunakan pertanyaan terbimbing, dan diberi waktu tambahan untuk memahami teks
  • Produk: Murid yang kreatif dapat membuat rangkaian gambar yang lebih detail atau komik strip. Murid yang lebih suka menulis dapat membuat narasi tertulis. Murid yang kesulitan menggambar dapat menggunakan diagram sederhana dengan kata kunci atau menceritakan secara lisan

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang Yesus?' dan 'Pernahkah kalian mendengar tentang penyaliban Yesus?'
  • Guru mencatat respons murid untuk memahami pengetahuan awal dan kesalahpahaman yang mungkin ada

Proses:

  • Observasi keaktifan murid dalam membaca dan berdiskusi kelompok
  • Mendengarkan presentasi setiap kelompok dan menilai pemahaman tentang urutan peristiwa
  • Mengamati kemampuan murid menghubungkan peristiwa dengan makna teologis (kasih Allah yang menyelamatkan)
  • Memberikan umpan balik langsung saat murid menyampaikan hasil diskusi atau refleksi

Akhir:

  • Tes lisan atau tertulis singkat: murid diminta menceritakan kembali urutan peristiwa dari penangkapan hingga penyaliban Yesus
  • Murid menjawab pertanyaan: 'Mengapa Yesus harus menderita dan mati di salib? Apa artinya bagi kita?'
  • Memeriksa refleksi tertulis murid untuk menilai pemahaman dan penghayatan makna pengorbanan Yesus

Formatif:

  • Observasi selama diskusi kelompok: keaktifan, kemampuan menceritakan urutan peristiwa
  • Tanya jawab lisan selama proses pembelajaran
  • Hasil kerja kelompok (rangkaian gambar atau diagram alur)

Sumatif:

  • Tes lisan atau tertulis: menceritakan kembali urutan peristiwa penangkapan, pengadilan, dan penyaliban Yesus
  • Tes tertulis: menjelaskan makna penderitaan dan kematian Yesus sebagai wujud kasih Allah
  • Refleksi tertulis murid tentang makna pengorbanan Yesus bagi kehidupan pribadi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan urutan peristiwa penangkapan, pengadilan, dan penyaliban YesusMurid belum dapat menceritakan urutan peristiwa atau menceritakan dengan banyak kesalahan urutan dan detailMurid dapat menceritakan sebagian urutan peristiwa dengan beberapa detail yang kurang tepatMurid dapat menceritakan urutan peristiwa dengan benar dan cukup lengkap, meskipun ada sedikit detail yang terlewatMurid dapat menceritakan urutan peristiwa dengan benar, lengkap, dan detail, serta menunjukkan pemahaman yang mendalam
Menjelaskan makna penderitaan dan kematian Yesus sebagai wujud kasih AllahMurid belum dapat menjelaskan makna pengorbanan Yesus atau memberikan penjelasan yang tidak relevanMurid dapat menyebutkan bahwa Yesus mati untuk kita, tetapi belum dapat menjelaskan kaitan dengan kasih Allah dan penebusan dosaMurid dapat menjelaskan bahwa penderitaan dan kematian Yesus adalah wujud kasih Allah untuk menyelamatkan manusia dari dosaMurid dapat menjelaskan dengan jelas dan mendalam bahwa penderitaan dan kematian Yesus adalah bukti kasih Allah yang menebus dosa manusia, serta dapat menghubungkannya dengan kehidupan pribadi
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusiMurid mulai terlibat dalam diskusi kelompok tetapi kontribusinya masih terbatasMurid aktif dalam diskusi kelompok, berkontribusi ide, dan mendengarkan pendapat temanMurid sangat aktif dalam diskusi kelompok, memberikan kontribusi ide yang kaya, menghargai pendapat teman, dan membantu kelompok mencapai tujuan
Refleksi dan penghayatan makna pengorbanan YesusMurid belum dapat merefleksikan makna pengorbanan Yesus bagi dirinya atau refleksi tidak relevanMurid dapat menyampaikan perasaan sederhana tentang cerita Yesus tetapi belum menghubungkan dengan kehidupan pribadiMurid dapat merefleksikan makna pengorbanan Yesus dan menghubungkannya dengan sikap syukur atau tindakan nyata dalam kehidupanMurid dapat merefleksikan secara mendalam makna pengorbanan Yesus, mengungkapkan rasa syukur, dan merencanakan tindakan konkret sebagai respons iman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah semua murid dapat memahami urutan peristiwa dan makna pengorbanan Yesus? Siapa yang memerlukan bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah strategi pembelajaran (diskusi kelompok, visualisasi, refleksi) efektif untuk membantu murid memahami materi?
  • Bagaimana saya dapat lebih menghidupkan suasana pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah tepat dan membantu semua murid belajar sesuai kebutuhan mereka?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan bagiku dari kisah penderitaan dan penyaliban Yesus?
  • Bagaimana perasaanku setelah mendengar cerita tentang pengorbanan Yesus?
  • Apa yang ingin aku lakukan sebagai tanggapan atas kasih Yesus yang begitu besar?
  • Hal apa yang masih sulit kupahami dari pembelajaran hari ini?
  • Bagaimana aku dapat menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan dan kasih kepada sesama?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Injil Markus 14:43–15:47)
  2. Buku Teks Pelajaran: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V
  4. Gambar atau ilustrasi visual tentang penangkapan, pengadilan, dan penyaliban Yesus
  5. Kertas gambar, spidol warna, atau alat tulis untuk membuat rangkaian gambar
  6. Video atau film pendek tentang kisah penderitaan Yesus (opsional, jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.