Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Asesmen Sumatif: Allah Memelihara Hidupku

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Asesmen Sumatif: Allah Memelihara Hidupku". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Asesmen Sumatif: Allah Memelihara Hidupku

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Asesmen Sumatif: Allah Memelihara Hidupku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAsesmen Sumatif: Allah Memelihara Hidupku
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui tes tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam berbagai situasi kehidupan berdasarkan kisah Naaman dan pengalaman pribadi.
  2. Melalui presentasi karya, murid dapat mengomunikasikan wujud syukur atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya secara lisan di depan kelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu mengalami situasi sulit — seperti sakit, sedih, atau takut — dan merasakan bahwa Allah hadir menolongmu? Ceritakan sedikit!
  2. Menurutmu, apa yang membuat Naaman akhirnya bisa sembuh dari penyakit kustanya? Apakah hanya karena mandi di sungai Yordan?
  3. Bagaimana caramu menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas semua pemeliharaan-Nya dalam hidupmu sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka. Guru mengajak murid menyanyikan penggalan lagu 'Hidup Kita yang Benar' (KJ 450) bersama-sama sebagai pembangun suasana.
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif Bab 3, sehingga murid akan menunjukkan sejauh mana pemahaman dan karya mereka tentang pemeliharaan Allah.
  • Asesmen Awal (Diagnostik Singkat): Guru meminta murid menuliskan di selembar kertas kecil (tiket masuk) satu kata atau kalimat pendek yang mewakili 'pemeliharaan Allah yang paling kurasakan minggu ini'. Jawaban dikumpulkan untuk dipantau guru tanpa dinilai.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan hari ini secara singkat: tes tertulis terlebih dahulu, kemudian presentasi karya syukur.
  • Guru mengingatkan aturan asesmen: tes tertulis dikerjakan mandiri dan jujur; presentasi karya dilakukan dengan percaya diri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memberikan soal tes tertulis kepada setiap murid. Soal terdiri atas: (a) 5 soal pilihan ganda tentang kisah Naaman (2 Raja-raja 5:1–19) dan makna pemeliharaan Allah; (b) 3 soal isian singkat tentang bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam berbagai situasi (saat sakit/sehat, susah/senang); (c) 2 soal uraian: satu meminta murid menjelaskan pelajaran yang dapat diambil dari kisah Naaman, satu meminta murid menyebutkan minimal 3 contoh pemeliharaan Allah dalam pengalaman pribadinya.
  • Murid mengerjakan tes tertulis secara mandiri dan tenang selama ±20 menit. Guru berkeliling mengamati proses pengerjaan tanpa memberikan jawaban.
  • Setelah waktu habis, lembar jawaban dikumpulkan kepada guru.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid menyiapkan karya syukur yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (puisi, doa, karangan, gambar ilustrasi, atau karya kreatif lainnya yang menyatakan ucapan syukur atas pemeliharaan Allah).
  • Guru mengatur giliran presentasi. Setiap murid maju ke depan kelas selama ±1–2 menit untuk mempresentasikan karyanya secara lisan: menyebutkan judul/jenis karya, membacakan atau menjelaskan isi karya, dan menyampaikan secara singkat pengalaman pribadi yang melatarbelakangi karya tersebut.
  • Murid lain mendengarkan dengan penuh perhatian dan menuliskan satu hal yang mereka pelajari dari karya teman (lembar apresiasi sejawat sederhana: 'Satu hal yang aku pelajari dari karya ______ adalah ______.').
  • Guru memberikan umpan balik afirmatif dan singkat setelah setiap presentasi untuk memotivasi murid.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah semua presentasi selesai, guru mengajak murid duduk kembali dan diam sejenak selama 1 menit (momen hening/mindful pause) untuk merenungkan: 'Apa yang paling mengesankan dari karya teman-temanmu tadi? Apa yang Allah ingin kamu lakukan sebagai respons atas pemeliharaan-Nya?'
  • Guru meminta 2–3 murid secara sukarela menyampaikan refleksi singkat mereka secara lisan.
  • Guru mengaitkan refleksi murid dengan rangkuman inti: Allah memelihara dalam segala situasi — saat susah/senang, sakit/sehat — dan respons kita adalah hidup bersyukur, rendah hati, dan taat kepada-Nya.
  • Murid mengisi jurnal refleksi diri (1 lembar) dengan menjawab dua pertanyaan: (1) 'Satu hal baru yang aku pahami tentang pemeliharaan Allah adalah…' dan (2) 'Langkah nyata yang akan aku lakukan sebagai wujud syukur minggu ini adalah…'. Jurnal refleksi dikumpulkan sebagai portofolio.

Penutup:

  • Guru mengajak murid membaca bersama-sama rangkuman dari buku siswa halaman 35: 'Allah sungguh menyayangi hidup kalian…' sebagai penutup pembelajaran.
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kejujuran murid dalam mengerjakan tes serta presentasi karya.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil tes tertulis dan presentasi karya akan disampaikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik individual.
  • Murid diajak untuk terus mensyukuri pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari hingga pertemuan berikutnya.
  • Kelas ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh salah satu murid secara sukarela.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan ekstra (lambat): pada tes tertulis, guru boleh membacakan soal uraian secara lisan dan memberikan sedikit lebih banyak waktu. Sediakan pula daftar kata kunci (Allah, Naaman, kusta, mujizat, syukur, pemeliharaan) sebagai scaffold tanpa memberikan jawaban langsung.
  • Proses: Untuk murid yang cepat selesai tes: mereka dapat langsung mereview dan melengkapi jurnal refleksi lebih mendalam atau menambahkan ayat Alkitab favorit yang berkaitan dengan pemeliharaan Allah ke dalam karya mereka. Untuk murid yang merasa gugup presentasi: diperbolehkan memegang karya mereka sebagai media bantu dan tidak harus hafal, cukup membaca/menjelaskan dengan kata-kata sendiri.
  • Produk: Karya syukur yang dipresentasikan bersifat terbuka (puisi, doa, karangan, gambar, lagu pendek, atau karya kreatif lainnya) sehingga murid dapat memilih bentuk yang paling sesuai dengan bakat dan kemampuan ekspresi mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tiket masuk: murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat — 'pemeliharaan Allah yang paling aku rasakan minggu ini adalah…' — di kertas kecil sebelum tes dimulai. Guru membaca hasil tiket masuk secara sekilas untuk memahami kondisi awal dan kesiapan belajar murid, tanpa memberikan nilai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan tes tertulis: guru mencatat nomor absen murid yang tampak bingung atau memerlukan klarifikasi soal.
  • Lembar apresiasi sejawat: setiap murid mengisi 'Satu hal yang aku pelajari dari karya ______ adalah ______' setelah mendengarkan presentasi teman — dikumpulkan sebagai data keterlibatan dan pemahaman.
  • Umpan balik lisan guru selama sesi presentasi: guru memberikan komentar singkat dan positif setelah setiap murid presentasi untuk memandu dan memotivasi.

Akhir:

  • Tes tertulis sumatif (TP 5.3.4.1): dinilai menggunakan rubrik dengan 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) berdasarkan ketepatan dan kedalaman jawaban tentang kisah Naaman dan pemeliharaan Allah.
  • Presentasi karya syukur lisan (TP 5.3.4.2): dinilai menggunakan rubrik dengan 4 level berdasarkan kemampuan mengomunikasikan isi karya, kejelasan penyampaian, dan keterkaitan karya dengan pengalaman pribadi.
  • Jurnal refleksi diri: digunakan sebagai data kualitatif pelengkap untuk melihat kedalaman internalisasi nilai pemeliharaan Allah pada murid.

Formatif:

  • Tiket masuk (asesmen diagnostik awal): murid menuliskan satu kata/kalimat tentang pemeliharaan Allah yang dirasakan minggu ini — guru memantau pemahaman awal dan kondisi emosional murid.
  • Observasi proses pengerjaan tes tertulis: guru mencatat murid yang tampak kesulitan atau selesai sangat cepat untuk ditindaklanjuti.
  • Lembar apresiasi sejawat saat presentasi: murid menuliskan satu hal yang dipelajari dari karya teman — mendorong keterlibatan aktif dan asesmen antar-murid.
  • Umpan balik lisan guru setelah setiap presentasi karya — bersifat afirmatif dan konstruktif.

Sumatif:

  • Tes tertulis: 5 soal pilihan ganda, 3 soal isian singkat, dan 2 soal uraian tentang kisah Naaman dan bentuk-bentuk pemeliharaan Allah — mengukur TP 5.3.4.1.
  • Presentasi karya syukur secara lisan di depan kelas — mengukur TP 5.3.4.2.
  • Jurnal refleksi diri yang dikumpulkan sebagai bukti portofolio — melengkapi data asesmen sumatif.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang bentuk-bentuk pemeliharaan Allah (TP 5.3.4.1 — Tes Tertulis)Murid belum mampu menjawab dengan benar pertanyaan tentang kisah Naaman maupun contoh pemeliharaan Allah. Jawaban uraian kosong atau tidak relevan.Murid dapat menjawab sebagian soal pilihan ganda dan isian dengan benar, namun jawaban uraian tentang pelajaran dari kisah Naaman dan pengalaman pribadi masih sangat singkat dan kurang jelas.Murid dapat menjawab sebagian besar soal dengan benar dan menjelaskan pelajaran dari kisah Naaman serta menyebutkan minimal 2 contoh pemeliharaan Allah dari pengalaman pribadi dengan cukup jelas.Murid menjawab seluruh soal dengan benar, menjelaskan pelajaran dari kisah Naaman secara mendalam, dan menyebutkan minimal 3 contoh pemeliharaan Allah dari pengalaman pribadi dengan penjelasan yang jelas dan reflektif.
Kemampuan mengomunikasikan wujud syukur melalui presentasi karya (TP 5.3.4.2 — Presentasi Lisan)Murid tidak dapat mempresentasikan karya atau hanya menunjukkan karya tanpa penjelasan lisan sama sekali.Murid mempresentasikan karya secara lisan namun penjelasan sangat singkat, kurang jelas, dan belum mengaitkan karya dengan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah.Murid mempresentasikan karya dengan cukup jelas, menyampaikan isi karya dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi, meskipun ekspresi dan kepercayaan diri masih perlu ditingkatkan.Murid mempresentasikan karya dengan percaya diri, jelas, dan ekspresif; mampu menjelaskan isi karya, mengaitkan dengan pengalaman pribadi yang konkret, serta menyampaikan makna syukur atas pemeliharaan Allah dengan tulus dan komunikatif.
Kualitas karya syukur (produk: puisi/doa/karangan/karya kreatif)Karya belum selesai atau tidak menunjukkan tema syukur atas pemeliharaan Allah.Karya sudah selesai dan bertema syukur, namun isi masih sangat umum dan belum mencerminkan pengalaman pribadi murid.Karya selesai, bertema syukur atas pemeliharaan Allah, mencerminkan sebagian pengalaman pribadi murid, dan disajikan dengan cukup rapi.Karya selesai, orisinal, bertema syukur yang mendalam atas pemeliharaan Allah, mencerminkan pengalaman pribadi yang nyata, disajikan dengan rapi dan kreatif, serta mampu menyentuh/menginspirasi pendengar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menyelesaikan tes tertulis dalam waktu yang tersedia? Jika ada yang belum selesai, apa yang perlu saya sesuaikan?
  • Seberapa dalam pemahaman murid tentang kisah Naaman dan pemeliharaan Allah berdasarkan hasil tes? Kompetensi mana yang masih perlu diperkuat?
  • Apakah semua murid mendapat kesempatan yang adil untuk mempresentasikan karyanya? Adakah yang perlu saya beri perhatian khusus dalam hal kepercayaan diri?
  • Apakah karya-karya yang dipresentasikan mencerminkan pemahaman yang bermakna tentang pemeliharaan Allah, atau hanya sekadar formalitas? Apa implikasinya bagi pembelajaran ke depan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (scaffold untuk murid yang membutuhkan dukungan, pengayaan untuk yang cepat selesai) sudah efektif?

Refleksi Murid:

  • Satu hal yang aku pahami dengan lebih jelas tentang pemeliharaan Allah setelah pelajaran hari ini adalah…
  • Dari semua karya teman-teman yang kupresentasikan tadi, mana yang paling menyentuh hatiku dan mengapa?
  • Langkah nyata apa yang akan aku lakukan minggu ini sebagai wujud syukurku atas pemeliharaan Allah dalam hidupku?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Norita Yudiet Tompah, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (ISBN 978-602-244-668-4), Kemendikbudristek 2021 — Pelajaran 3, hlm. 26–35.
  2. Buku Panduan Guru: Norita Yudiet Tompah, Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (ISBN 978-602-244-664-4), Kemendikbudristek 2021 — Pelajaran 3.
  3. Alkitab: 2 Raja-raja 5:1–19 (kisah Naaman disembuhkan dari penyakit kusta).
  4. Kidung Jemaat 450: 'Hidup Kita yang Benar' — sebagai lagu pembuka dan pembangun suasana.
  5. Lembar soal tes tertulis yang disiapkan guru (5 PG + 3 isian + 2 uraian).
  6. Lembar apresiasi sejawat (disiapkan guru: format sederhana 'Satu hal yang aku pelajari dari karya ______ adalah ______').
  7. Lembar jurnal refleksi diri (disiapkan guru: 2 pertanyaan refleksi tertulis).
  8. Karya syukur murid yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (puisi, doa, karangan, gambar, atau karya kreatif lainnya).
  9. Kertas kecil untuk tiket masuk (asesmen diagnostik awal).
  10. Papan tulis/flipchart untuk menampilkan alur kegiatan dan kata kunci pembelajaran.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.