Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui refleksi pribadi, murid dapat menjelaskan sikap syukur sebagai respons iman atas pemeliharaan Allah dalam hidupnya sesuai nilai-nilai Kristiani.
  2. Melalui kegiatan berkarya, murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, doa, atau karangan) bertema 'Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah' sebagai wujud syukur yang nyata.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa Allah menolong kalian di saat kalian sangat membutuhkan pertolongan? Ceritakan satu pengalaman itu!
  2. Menurutmu, apa bedanya sekadar mengucapkan 'terima kasih' kepada Allah dengan benar-benar bersyukur kepada-Nya?
  3. Bagaimana cara kalian menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas semua yang sudah Dia berikan dan lakukan dalam hidupmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai pembuka, memohon hikmat dan hati yang terbuka selama pembelajaran.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan satu kata atau satu kalimat pendek di selembar kertas kecil (sticky note atau kertas sobek): 'Menurutku, bersyukur itu artinya…'. Kertas dikumpulkan atau ditempelkan di papan tulis. Guru membaca beberapa jawaban dengan cepat untuk mengetahui pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan topik hari ini: 'Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah', dan menghubungkannya dengan pelajaran sebelumnya tentang cara Allah memelihara kita saat sakit/sehat dan susah/senang.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: murid akan merefleksikan sikap syukur sebagai respons iman dan membuat karya kreatif sebagai wujud syukur mereka.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama untuk membuka diskusi awal dan membangun motivasi: 'Pernahkah kalian merasa Allah menolong kalian di saat kalian sangat membutuhkan? Siapa yang mau cerita singkat?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks rangkuman dari Buku Siswa (Pelajaran 3, bagian C — Rangkuman) dengan suara lantang, sementara murid menyimak dengan mata terpejam sejenak untuk membayangkan kebaikan Allah yang disebutkan dalam teks. (Berkesadaran)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kedua: 'Apa bedanya sekadar mengucapkan terima kasih kepada Allah dengan benar-benar bersyukur?' Murid diberi waktu 1–2 menit untuk berpikir diam-diam sebelum menjawab. (Berkesadaran)
  • Beberapa murid berbagi jawaban mereka secara lisan. Guru merespons dengan afirmasi dan melengkapi penjelasan: bahwa syukur sejati bukan hanya kata-kata, tetapi juga tercermin dalam sikap hati yang rendah hati, setia, dan taat kepada Allah sesuai nilai-nilai Kristiani.
  • Guru menjelaskan konsep syukur sebagai respons iman: syukur adalah cara kita mengakui bahwa Allah-lah sumber setiap kebaikan dalam hidup kita — saat sehat maupun sakit, saat senang maupun susah. Guru mengaitkan dengan kisah Naaman dalam 2 Raja-raja 5:1–19 sebagai contoh konkret pemeliharaan Allah. (Bermakna)
  • Murid diajak mengidentifikasi minimal 2 contoh nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka sendiri (misalnya: sembuh dari sakit, mendapat rezeki, terlindung dari bahaya). Beberapa murid diminta berbagi. (Bermakna)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan Kegiatan 6 'Mari Berkarya' dari Buku Siswa: murid akan membuat satu karya kreatif bertema 'Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah'. Pilihan karya: puisi, doa, atau karangan pendek (min. 5 kalimat). (Menggembirakan)
  • Guru menjelaskan panduan singkat setiap pilihan karya: (a) Puisi — minimal 3 bait, boleh bebas atau bersajak; (b) Doa — doa pribadi yang jujur dan spesifik menyebut pengalaman pemeliharaan Allah; (c) Karangan — narasi singkat tentang satu pengalaman nyata saat merasakan pemeliharaan Allah dan respons syukur yang diberikan.
  • Murid diberi waktu ±15 menit untuk membuat karya secara mandiri. Guru memutar instrumen musik rohani yang lembut sebagai pengiring suasana. (Menggembirakan, Berkesadaran)
  • Setelah selesai, beberapa murid (3–4 orang sukarela) dipersilakan membacakan karyanya di depan kelas. Teman-teman lain menyimak dengan hormat dan memberi apresiasi dengan tepuk tangan hangat. (Bermakna)
  • Guru memberikan umpan balik singkat dan positif atas karya yang dibacakan, menekankan ketulusan dan kekhasan masing-masing karya sebagai bentuk syukur yang bermakna.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membaca ulang dalam hati karya yang sudah mereka buat, lalu merenungkan pertanyaan: 'Apa yang kamu rasakan saat membuat karya ini? Apakah hatimu terasa lebih bersyukur?' (Berkesadaran)
  • Guru membacakan bagian Refleksi dari Buku Siswa (Pelajaran 3, bagian D): 'Allah setia menolong kalian setiap saat, dalam situasi baik atau buruk, sehat atau sakit. Mari berharap selalu hanya kepada Allah yang senantiasa memelihara hidup kalian.' Murid menyimak dalam keheningan sejenak. (Berkesadaran)
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (3 pertanyaan): (1) Satu bentuk pemeliharaan Allah yang paling kamu syukuri hari ini adalah…; (2) Satu sikap syukur yang ingin kamu tunjukkan mulai hari ini adalah…; (3) Dari karya yang kamu buat, satu hal yang paling menggambarkan imanmu kepada Allah adalah… (Bermakna)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga sebagai penutup refleksi inti: 'Bagaimana cara kalian menunjukkan rasa syukur kepada Allah, bukan hanya lewat kata-kata tapi juga lewat tindakan nyata?' Beberapa murid berbagi jawaban singkat. (Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama: Allah memelihara kita dalam segala situasi, dan syukur adalah respons iman yang kita nyatakan melalui sikap hati dan tindakan nyata.
  • Guru mengumpulkan karya kreatif murid sebagai bukti karya dan bahan asesmen sumatif.
  • Guru memberikan apresiasi atas keaktifan dan ketulusan murid selama pembelajaran hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Jadikan syukur sebagai gaya hidup kalian setiap hari, bukan hanya di dalam kelas, tetapi di rumah, di lingkungan, dan dalam setiap situasi yang kalian hadapi.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid (sukarela) sebagai ungkapan syukur atas pembelajaran hari ini.
  • Guru mengucapkan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum memahami konsep syukur, guru menyediakan contoh karya (puisi atau doa sederhana) sebagai referensi visual. Untuk murid yang sudah sangat memahami, guru mendorong mereka merefleksikan kaitan syukur dengan nilai-nilai Kristiani lainnya (kerendahan hati, kesetiaan, ketaatan).
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat membuat karya secara lisan (merekam suara di hp guru atau dibantu guru menuliskan) atau menggunakan panduan pertanyaan bantu: 'Kapan kamu merasakan Allah menolong kamu? Bagaimana perasaanmu? Apa yang ingin kamu katakan kepada Allah?' Murid yang cepat selesai didorong untuk membuat dua jenis karya sekaligus atau menambahkan ilustrasi gambar pada karyanya.
  • Produk: Produk utama adalah karya kreatif pilihan (puisi, doa, atau karangan). Murid dengan kebutuhan khusus atau kesulitan menulis dapat menyampaikan karya dalam bentuk lisan yang direkam atau digambar dengan keterangan singkat. Murid yang mahir dapat membuat karya yang lebih panjang dan kompleks, misalnya puisi dengan minimal 5 bait dan menggunakan gaya bahasa tertentu.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik melalui sticky note / kertas kecil: murid menuliskan satu kata atau kalimat 'Menurutku, bersyukur itu artinya…' di awal pembelajaran.
  • Guru membaca cepat jawaban murid untuk memetakan pemahaman awal: apakah murid memahami syukur sebatas ucapan verbal, ataukah sudah memahami syukur sebagai sikap iman yang melibatkan hati dan tindakan.
  • Hasil diagnostik digunakan guru untuk menyesuaikan penekanan penjelasan selama tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi keterlibatan aktif murid saat menjawab pertanyaan pemantik dan berbagi pengalaman pemeliharaan Allah.
  • Pemantauan langsung proses berkarya: guru berkeliling, memberi umpan balik, dan mencatat murid yang membutuhkan dukungan tambahan.
  • Penilaian diri melalui lembar refleksi singkat (3 pertanyaan) yang mencerminkan sejauh mana murid dapat mengidentifikasi sikap syukur dalam diri mereka sendiri (assessment as learning).
  • Umpan balik guru saat sesi pembacaan karya di depan kelas: guru memberikan komentar positif dan satu saran konstruktif per karya yang dibacakan.

Akhir:

  • Karya kreatif (puisi, doa, atau karangan) yang telah diselesaikan murid dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kesesuaian tema, ketulusan ungkapan syukur, koneksi dengan pengalaman nyata pemeliharaan Allah, dan kualitas/kreativitas karya.
  • Lembar refleksi singkat yang diisi murid dikumpulkan dan dijadikan bukti pencapaian TP 5.3.3.1 (menjelaskan sikap syukur sebagai respons iman sesuai nilai-nilai Kristiani).

Formatif:

  • Observasi partisipasi lisan murid saat sesi berbagi pengalaman pemeliharaan Allah (tahap Memahami).
  • Pemantauan proses pembuatan karya kreatif: guru berkeliling dan mencatat perkembangan serta kesulitan murid selama ±15 menit berkarya.
  • Umpan balik lisan dari guru saat beberapa murid membacakan karya di depan kelas.
  • Pengisian lembar refleksi singkat oleh murid sebagai asesmen proses sekaligus asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning).

Sumatif:

  • Karya kreatif murid (puisi, doa, atau karangan) bertema 'Aku Bersyukur atas Pemeliharaan Allah' dinilai menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kesesuaian tema, ungkapan syukur yang tulus dan personal, kemampuan mengaitkan dengan pengalaman pemeliharaan Allah, dan kerapian/kreativitas karya.
  • Lembar refleksi singkat murid (3 pertanyaan) sebagai bukti pemahaman TP 5.3.3.1 tentang sikap syukur sebagai respons iman.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Tema KaryaKarya tidak berkaitan dengan tema syukur atas pemeliharaan Allah; isi karya menyimpang dari topik.Karya menyebutkan kata 'syukur' atau 'Allah' namun belum menunjukkan pemahaman tentang pemeliharaan Allah secara spesifik.Karya jelas bertema syukur atas pemeliharaan Allah dan menyebutkan setidaknya satu bentuk pemeliharaan Allah secara konkret.Karya sepenuhnya mencerminkan tema syukur atas pemeliharaan Allah dengan uraian yang kaya, spesifik, dan bermakna; menghubungkan pemeliharaan Allah dengan kehidupan nyata murid.
Ungkapan Syukur yang Tulus dan PersonalKarya terasa umum dan tidak mencerminkan perasaan atau pengalaman pribadi murid; terkesan menyalin contoh.Karya sedikit mencerminkan perasaan pribadi namun masih sangat umum dan kurang menunjukkan ketulusan.Karya mencerminkan perasaan syukur yang tulus dan menyebutkan pengalaman pribadi murid, meskipun uraiannya masih singkat.Karya sangat personal dan tulus; murid dengan jelas mengekspresikan pengalaman nyata pemeliharaan Allah dalam hidupnya dan respons syukurnya dengan cara yang menyentuh dan autentik.
Koneksi dengan Nilai-nilai Kristiani (Sikap Syukur sebagai Respons Iman)Karya tidak menunjukkan pemahaman bahwa syukur adalah respons iman; tidak ada kaitan dengan nilai-nilai Kristiani.Karya menyebutkan Allah atau iman namun belum menjelaskan hubungan antara syukur dan respons iman secara Kristiani.Karya menunjukkan pemahaman bahwa syukur adalah respons iman kepada Allah yang memelihara, dan mencerminkan setidaknya satu nilai Kristiani (rendah hati, setia, atau taat).Karya dengan jelas dan mendalam menggambarkan syukur sebagai respons iman yang diwujudkan dalam sikap hidup; mencerminkan lebih dari satu nilai Kristiani secara terintegrasi.
Kreativitas dan Kerapian KaryaKarya sangat singkat (kurang dari 3 kalimat/baris), tidak rapi, dan tidak menunjukkan usaha kreatif.Karya cukup singkat dan sederhana; ada upaya minimal untuk merapikan tulisan namun kreativitas masih terbatas.Karya cukup lengkap sesuai format yang dipilih (minimal 3 bait/5 kalimat), rapi, dan menunjukkan kreativitas dalam pemilihan kata atau ekspresi.Karya lengkap, rapi, dan sangat kreatif; murid menunjukkan kekayaan kosakata, gaya ekspresi yang khas, dan presentasi karya yang menarik (misalnya disertai ilustrasi, judul yang bermakna, atau struktur yang terencana).

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami konsep syukur sebagai respons iman, atau ada yang masih memahaminya sebatas ucapan verbal? Apa yang perlu saya perkuat pada pembelajaran berikutnya?
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk kegiatan berkarya (±15 menit) sudah cukup bagi semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan lebih? Bagaimana saya bisa mengoptimalkan manajemen waktu?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing refleksi yang mendalam dari murid? Pertanyaan mana yang paling efektif dan mana yang perlu direvisi?
  • Bagaimana kualitas karya murid secara keseluruhan — apakah mencerminkan pemahaman yang mendalam atau masih permukaan? Apa strategi diferensiasi yang perlu saya tingkatkan?
  • Apakah suasana pembelajaran terasa bermakna dan menggembirakan bagi murid? Apa yang membuat mereka paling terlibat dan antusias hari ini?

Refleksi Murid:

  • Satu bentuk pemeliharaan Allah yang paling aku syukuri hari ini adalah…
  • Setelah membuat karyaku hari ini, satu hal baru yang aku pahami tentang syukur sebagai respons iman adalah…
  • Mulai besok, satu sikap atau tindakan nyata yang ingin aku lakukan sebagai wujud syukurku kepada Allah adalah…

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Penulis: Norita Yudiet Tompah, Kemdikbudristek 2021) — Pelajaran 3, Kegiatan 6, Bagian C Rangkuman, dan Bagian D Refleksi.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemdikbudristek 2021) — Pelajaran 3, Kegiatan 6.
  3. Alkitab: 2 Raja-raja 5:1–19 (kisah Naaman sebagai contoh pemeliharaan Allah).
  4. Kertas HVS atau buku tulis untuk membuat karya kreatif.
  5. Sticky note / kertas kecil untuk asesmen awal diagnostik.
  6. Lembar refleksi siswa (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi).
  7. Lembar rubrik penilaian karya kreatif (disiapkan guru).
  8. Musik instrumen rohani yang lembut (diputar saat murid berkarya — opsional, via speaker kelas).
  9. Papan tulis / whiteboard untuk menempel sticky note diagnostik dan menuliskan poin kesimpulan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.