Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Allah Memeliharaku Saat Susah dan Senang

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Allah Memeliharaku Saat Susah dan Senang". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Allah Memeliharaku Saat Susah dan Senang

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Allah Memeliharaku Saat Susah dan Senang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAllah Memeliharaku Saat Susah dan Senang
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui penelaahan teks 2 Raja-raja 5:1-19, murid dapat menganalisis karakter tokoh Naaman sebagai contoh manusia terbatas yang bergantung pada pemeliharaan Allah dalam keadaan susah maupun senang.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat menghubungkan bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam situasi susah maupun senang dengan pengalaman hidup sehari-hari mereka secara konkret.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengalami situasi yang sangat menyedihkan atau sangat menyenangkan? Apa yang kalian rasakan saat itu?
  2. Ketika kalian menghadapi masalah yang tidak bisa kalian selesaikan sendiri, kepada siapa kalian minta tolong dan mengapa?
  3. Menurut kalian, apakah Allah tetap peduli kepada kita baik saat kita senang maupun saat kita susah? Bagaimana kalian tahu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka, mengajak seluruh murid berdoa bersama dengan khidmat (± 3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan pertanyaan diagnostik lisan: 'Siapa yang pernah mendengar cerita Naaman? Apa yang kalian tahu tentang dia?' — guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal (± 4 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu 1 menit untuk murid memikirkan jawabannya sebelum berbagi (± 5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara singkat dan jelas: 'Hari ini kita akan belajar dari kisah Naaman untuk memahami bahwa Allah memelihara kita dalam segala keadaan, baik susah maupun senang.' (± 3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta dua atau tiga murid secara bergiliran membacakan teks 2 Raja-raja 5:1-19 dengan lantang, sementara murid lain menyimak dan menandai bagian yang menarik perhatian mereka di buku teks (± 8 menit). [Berkesadaran]
  • Setelah pembacaan, guru mengajukan pertanyaan pemahaman awal secara lisan: 'Siapa saja tokoh dalam cerita ini? Apa masalah yang dihadapi Naaman? Apa yang akhirnya terjadi?' — murid menjawab secara spontan untuk membangun pemahaman bersama (± 5 menit). [Berkesadaran]
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (2–3 orang). Setiap kelompok menerima lembar kerja 'Menggali Karakter Tokoh' yang memuat tabel tokoh (Naaman, Istri Naaman, Hamba Perempuan, Nabi Elisa, Gehazi) dengan kolom: nama tokoh, kondisi/peran, dan karakter/sikap yang ditunjukkan. Kelompok berdiskusi mengisi tabel berdasarkan teks (± 10 menit). [Bermakna]
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis karakter tokoh secara singkat (± 5 menit). Guru memberikan penguatan pada karakter Naaman: manusia yang terbatas, awalnya sombong, namun akhirnya rendah hati dan taat, sehingga mengalami pemeliharaan Allah. [Bermakna]

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Masih dalam kelompok, murid mengerjakan lembar kerja 'Menghubungkan Pemeliharaan Allah dengan Hidupku'. Lembar kerja berisi tabel dua kolom: kolom pertama berisi situasi susah dan senang dalam kehidupan sehari-hari anak (contoh: sakit, dapat nilai jelek, kehilangan orang tua, mendapat hadiah, naik kelas), kolom kedua diisi murid dengan bentuk pemeliharaan Allah yang mereka rasakan dalam situasi tersebut (± 10 menit). [Bermakna]
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, memberikan pertanyaan pancingan kepada kelompok yang kesulitan: 'Saat kamu sakit, siapa yang merawatmu? Dari mana datangnya pertolongan itu?' untuk membantu murid menghubungkan pengalaman nyata dengan pemeliharaan Allah. [Bermakna]
  • Setiap kelompok memilih satu pengalaman nyata yang paling bermakna bagi mereka (susah atau senang) dan menceritakannya kepada kelas, disertai penjelasan bagaimana mereka melihat pemeliharaan Allah dalam pengalaman tersebut (± 7 menit). [Menggembirakan]
  • Guru memberikan apresiasi atas setiap cerita yang dibagikan dan meneguhkan bahwa Allah hadir dan memelihara dalam setiap situasi kehidupan, sama seperti Naaman yang dipelihara Allah meski bukan orang Israel. [Bermakna]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan duduk dalam keheningan singkat (± 1 menit). Guru membimbing: 'Tutup matamu sebentar. Ingat satu saat di hidupmu ketika kamu merasa Allah benar-benar ada bersamamu.' [Berkesadaran]
  • Murid secara mandiri menuliskan refleksi singkat di buku tulis atau lembar refleksi: (1) Satu pelajaran yang aku ambil dari kisah Naaman; (2) Satu pengalaman hidupku di mana aku merasakan Allah memeliharaku; (3) Sikap apa yang ingin aku terapkan agar aku bisa seperti Naaman yang bergantung kepada Allah (± 5 menit). [Berkesadaran, Bermakna]
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan refleksinya. Guru merespons dengan hangat dan tidak menghakimi jawaban apapun, menciptakan ruang yang aman untuk berbagi. [Menggembirakan]

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: Allah memelihara seluruh umat manusia tanpa terkecuali, baik saat susah maupun senang, dan Naaman adalah bukti nyata pemeliharaan Allah bagi orang yang datang kepada-Nya dengan rendah hati (± 3 menit).
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: setiap murid menjawab satu pertanyaan singkat secara tertulis di kartu keluar (exit card): 'Tuliskan satu bentuk pemeliharaan Allah yang pernah kamu alami, baik saat susah maupun senang.' (± 4 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar kerja kelompok dan kartu keluar sebagai bahan asesmen.
  • Guru memberikan pesan penutup yang menguatkan dan mengajak murid untuk terus bersyukur dan bergantung kepada Allah dalam segala keadaan.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid (± 2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan ringkasan cerita 2 Raja-raja 5:1-19 dalam versi yang lebih sederhana dan bergambar. Bagi murid yang sudah sangat memahami, guru menyediakan teks Alkitab lengkap dan mendorong mereka menganalisis ayat-ayat tambahan (mis. ayat 15-19) tentang respons iman Naaman setelah disembuhkan.
  • Proses: Bagi murid yang cepat memahami, guru memberikan pertanyaan tambahan yang lebih mendalam: 'Mengapa Naaman awalnya menolak petunjuk Nabi Elisa? Apa yang berubah dalam dirinya?' Bagi murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru mendampingi langsung saat diskusi kelompok dan memberikan pertanyaan pancingan yang lebih konkret berdasarkan pengalaman sehari-hari mereka.
  • Produk: Murid yang sudah berkembang dapat menuliskan refleksi dalam bentuk paragraf atau membuat doa pribadi singkat sebagai ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah. Murid yang masih dalam tahap berkembang cukup mengisi tabel refleksi dengan kata-kata kunci atau kalimat pendek.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pendahuluan: 'Siapa yang pernah mendengar cerita Naaman? Apa yang kalian tahu tentang dia?' — untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang tokoh Naaman dan konsep pemeliharaan Allah.
  • Pertanyaan pemantik sebagai jembatan dari pengalaman pribadi ke materi: 'Pernahkah kalian mengalami situasi yang sangat menyedihkan atau menyenangkan? Apa yang kalian rasakan?' — untuk mengaktifkan skema pengetahuan dan pengalaman hidup murid.

Proses:

  • Observasi dan catatan guru selama diskusi kelompok mengisi tabel 'Menggali Karakter Tokoh': apakah murid mampu mengidentifikasi karakter Naaman sebagai manusia terbatas yang bergantung pada Allah.
  • Pemantauan presentasi kelompok: guru mencatat murid yang mampu menganalisis karakter tokoh secara tepat dan yang masih perlu bimbingan.
  • Observasi saat kelompok berbagi pengalaman nyata: apakah murid mampu menghubungkan situasi susah/senang dalam hidupnya dengan bentuk pemeliharaan Allah secara konkret dan relevan.

Akhir:

  • Kartu keluar (exit card): murid menulis secara mandiri satu bentuk pemeliharaan Allah yang pernah mereka alami dalam situasi susah atau senang. Dinilai berdasarkan kespesifikan, relevansi, dan kemampuan menghubungkan dengan konsep pemeliharaan Allah.
  • Lembar kerja kelompok dikumpulkan dan diperiksa guru sebagai dokumen asesmen untuk melihat tingkat pencapaian TP 5.3.2.1 dan 5.3.2.2.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keaktifan, kemampuan menganalisis karakter tokoh, dan kemampuan menghubungkan teks dengan pengalaman nyata selama kegiatan inti.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kelengkapan dan ketepatan analisis karakter tokoh Naaman serta kemampuan murid menghubungkan pemeliharaan Allah dengan kehidupan nyata.
  • Pertanyaan lisan selama pembelajaran: guru memantau pemahaman murid melalui respons lisan terhadap pertanyaan pemandu.

Sumatif:

  • Kartu keluar (exit card): murid menuliskan satu bentuk pemeliharaan Allah yang pernah mereka alami (susah atau senang) sebagai bukti pemahaman akhir pertemuan.
  • Lembar kerja 'Menghubungkan Pemeliharaan Allah dengan Hidupku': dinilai berdasarkan kemampuan murid memberikan contoh konkret dan relevan dari kehidupan nyata mereka.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menganalisis karakter Naaman sebagai manusia terbatas yang bergantung pada pemeliharaan Allah (TP 5.3.2.1)Murid tidak dapat menyebutkan karakter Naaman atau hanya menyebutkan fakta cerita tanpa mengaitkan dengan konsep keterbatasan manusia dan pemeliharaan Allah.Murid dapat menyebutkan satu karakter Naaman (misalnya: sombong atau sakit kusta) namun belum mampu menghubungkannya dengan konsep keterbatasan manusia dan pemeliharaan Allah.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih karakter Naaman dan menjelaskan bahwa Naaman adalah manusia terbatas yang akhirnya bergantung kepada Allah, meskipun penjelasannya masih sederhana.Murid dapat menganalisis perubahan karakter Naaman (dari sombong menjadi rendah hati dan taat) secara runtut, menjelaskan dengan jelas bahwa keterbatasan manusia mendorong ketergantungan kepada Allah, dan mengaitkannya dengan nilai iman Kristen.
Menghubungkan bentuk pemeliharaan Allah dengan pengalaman hidup sehari-hari (TP 5.3.2.2)Murid tidak dapat memberikan contoh konkret pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari mereka, atau contoh yang diberikan tidak relevan dengan topik.Murid dapat menyebutkan satu contoh situasi (susah atau senang) namun belum mampu menjelaskan dengan jelas bagaimana Allah memelihara mereka dalam situasi tersebut.Murid dapat memberikan contoh konkret dari situasi susah dan/atau senang dalam hidupnya dan menjelaskan bentuk pemeliharaan Allah dalam situasi tersebut, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid dapat menghubungkan dua atau lebih pengalaman nyata (mencakup situasi susah dan senang) dengan bentuk pemeliharaan Allah secara spesifik, rinci, dan bermakna, serta menunjukkan pemahaman bahwa Allah hadir dalam setiap keadaan hidup mereka.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dalam diskusi, tidak memberikan kontribusi ide, dan tidak merespons pendapat teman.Murid hadir dalam diskusi namun kontribusinya sangat terbatas; baru menjawab jika ditanya secara langsung.Murid aktif memberikan pendapat dalam diskusi kelompok dan merespons pendapat teman dengan sopan.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memberikan ide-ide yang memperkaya diskusi, mendengarkan dengan seksama, dan merespons pendapat teman dengan pendapat yang konstruktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok? Jika ada yang pasif, apa penyebabnya dan apa langkah yang perlu saya ambil pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu dan menghubungkan pengalaman murid dengan materi?
  • Apakah murid mampu menganalisis karakter Naaman dan menghubungkannya dengan konsep keterbatasan manusia? Di bagian mana mereka paling kesulitan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu penyesuaian?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan semua murid, termasuk yang membutuhkan dukungan tambahan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu pelajaran paling penting yang kamu pelajari hari ini dari kisah Naaman tentang pemeliharaan Allah?
  • Ceritakan satu pengalaman hidupmu (susah atau senang) di mana kamu merasakan Allah sungguh-sungguh memeliharamu.
  • Sikap apa dari Naaman yang ingin kamu terapkan dalam hidupmu ketika kamu menghadapi kesulitan?
  • Seberapa yakin kamu sekarang bahwa Allah selalu memeliharamu, baik saat susah maupun senang? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: 2 Raja-raja 5:1-19 (teks utama pembelajaran)
  2. Buku Teks Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemdikbudristek, 2021) — Pelajaran 3 'Allah Memelihara Hidupku', halaman 33
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Penulis Norita Yudiet Tompah (Kemdikbudristek, 2021, ISBN 978-602-244-664-4) — Pelajaran 3, halaman 75-76
  4. Lembar Kerja Murid (LKPD): 'Menggali Karakter Tokoh 2 Raja-raja 5:1-19' (dibuat guru)
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD): 'Menghubungkan Pemeliharaan Allah dengan Hidupku' (dibuat guru)
  6. Kartu Keluar (Exit Card): lembar refleksi individual akhir pertemuan (dibuat guru)
  7. Papan tulis dan spidol untuk mencatat poin-poin diskusi kelas
  8. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning, Kemdikbudristek 2025

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.