Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Allah Memeliharaku Saat Sakit dan Sehat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Allah Memeliharaku Saat Sakit dan Sehat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Allah Memeliharaku Saat Sakit dan Sehat

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Allah Memeliharaku Saat Sakit dan Sehat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikAllah Memeliharaku Saat Sakit dan Sehat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui lagu dan tanya jawab, murid dapat menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah dalam kondisi sakit maupun sehat berdasarkan kisah Naaman (2 Raja-raja 5:1-19) dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelompok, murid dapat mendaftarkan minimal tiga contoh nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari saat sakit maupun sehat.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu atau orang yang kamu cintai mengalami sakit keras? Siapa yang menolongmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa bedanya ditolong oleh manusia dengan ditolong oleh Allah? Mengapa Allah mau menolong kita?
  3. Jika kamu adalah Naaman — seorang panglima perang yang tiba-tiba terkena penyakit yang tidak bisa disembuhkan siapa pun — apa yang akan kamu lakukan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai pembuka pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan menciptakan suasana yang hangat dan menyambut.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan dua pertanyaan singkat secara lisan — (1) 'Siapa di antara kalian yang pernah sakit cukup parah?' dan (2) 'Apa yang kamu rasakan saat sakit itu?' — untuk mengidentifikasi pemahaman awal dan pengalaman murid tentang kondisi sakit.
  • Guru mencatat respons murid secara singkat di papan tulis sebagai jembatan menuju materi.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami arti pemeliharaan Allah melalui kisah Naaman dan menemukan contoh nyata pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menyajikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu atau orang yang kamu cintai mengalami sakit keras? Siapa yang menolongmu saat itu?' dan memberi waktu singkat bagi 2-3 murid untuk berbagi jawaban.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu pembuka bertema pemeliharaan Allah (misalnya: 'Allah Itu Baik' atau lagu sejenis yang familiar di kelas) sebagai pengantar yang menggembirakan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab atau Buku Siswa pada 2 Raja-raja 5:1-19 dan membaca bersama-sama secara bergiliran (pembacaan nyaring).
  • Guru menampilkan atau menggambar garis waktu sederhana di papan tulis yang memuat urutan peristiwa kisah Naaman: (1) Naaman sakit kusta, (2) nasihat budak perempuan dari Israel, (3) Naaman menemui raja Israel, (4) Nabi Elisa memberi perintah, (5) Naaman mandi di sungai Yordan 7 kali, (6) Naaman sembuh dan beriman.
  • Guru mengajukan pertanyaan berkesadaran secara lisan: 'Siapa Naaman itu? Apa masalahnya? Apa yang dilakukan Allah untuknya?' — murid menjawab secara bergantian.
  • Guru menjelaskan secara singkat makna pemeliharaan Allah: bahwa Allah tidak hanya menyembuhkan fisik Naaman, tetapi juga menyelamatkan dan menunjukkan kasih-Nya kepada semua manusia tanpa terkecuali, termasuk mereka yang bukan bangsa Israel.
  • Guru menekankan poin bermakna: 'Pemeliharaan Allah berarti Allah hadir, peduli, dan bertindak dalam hidup kita — baik saat kita sehat maupun saat kita sakit.' Murid diminta mengulangi kalimat kunci ini secara serempak.
  • Guru memberikan kesempatan bertanya atau mengklarifikasi hal-hal yang belum dipahami dari kisah Naaman.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (3-4 orang per kelompok) dan membagikan lembar kerja diskusi.
  • Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan berikut yang tertera di lembar kerja: (1) Apa pelajaran yang kalian peroleh dari kisah Naaman tentang pemeliharaan Allah? (2) Tuliskan minimal tiga contoh nyata pemeliharaan Allah yang pernah kalian alami atau lihat, baik saat sakit maupun saat sehat!
  • Selama diskusi berlangsung (±10 menit), guru berkeliling mengamati, memberikan pertanyaan pendorong kepada kelompok yang kesulitan, dan mencatat kelompok yang sudah mampu mendaftarkan contoh dengan baik.
  • Setelah diskusi, setiap kelompok mempresentasikan minimal tiga contoh pemeliharaan Allah yang mereka temukan. Kelompok lain boleh menanggapi atau menambahkan.
  • Guru merangkum hasil diskusi di papan tulis dengan mengelompokkan contoh-contoh pemeliharaan Allah ke dalam dua kolom: 'Saat Sakit' dan 'Saat Sehat', sehingga murid melihat gambaran utuh bahwa pemeliharaan Allah hadir di kedua kondisi.
  • Guru mengaitkan temuan murid dengan kisah Naaman: 'Sama seperti Naaman yang dipelihara Allah saat ia sakit, kalian juga dipelihara Allah dalam setiap situasi hidup kalian.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup buku dan duduk tenang selama 1 menit (jeda hening/mindful pause). Guru membimbing: 'Pejamkan mata sejenak, pikirkan satu momen dalam hidupmu — saat sakit atau sehat — di mana kamu merasakan pertolongan Allah.'
  • Setelah jeda hening, guru mengajukan pertanyaan refleksi personal secara lisan: 'Apa yang kamu rasakan setelah mengetahui bahwa Allah memeliharamu setiap saat? Apakah cara pandangmu terhadap sakit atau kesulitan berubah setelah belajar dari Naaman?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi pribadi di bagian bawah lembar kerja atau di buku tulis masing-masing dalam 3-5 kalimat: 'Satu hal yang aku pelajari hari ini tentang pemeliharaan Allah adalah... Dan aku akan merespons pemeliharaan-Nya dengan cara...'
  • 2-3 murid sukarela diminta membacakan refleksi mereka di depan kelas.
  • Guru menutup tahap inti dengan pernyataan peneguhan: 'Allah memelihara Naaman, dan Allah juga memelihara setiap satu dari kalian. Baik saat sehat maupun saat sakit, kalian tidak pernah sendirian.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pelajaran: meminta 1-2 murid menyebutkan kembali pengertian pemeliharaan Allah dan satu contoh nyata yang mereka ingat.
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan kuis lisan singkat (exit ticket verbal) dengan 2 pertanyaan: (1) 'Dalam kisah Naaman, bagaimana Allah memeliharanya?' dan (2) 'Sebutkan dua contoh pemeliharaan Allah dalam hidupmu!' — guru mencatat siapa yang sudah mencapai tujuan dan siapa yang masih perlu pendampingan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh kelas atas partisipasi aktif hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penguatan nilai: 'Karena Allah memelihara kita, kita pun dipanggil untuk bersyukur dan peduli kepada orang lain yang sedang sakit atau dalam kesulitan.'
  • Guru mengajak murid menyanyikan kembali lagu pembuka atau lagu syukur singkat sebagai penutup yang menggembirakan.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur, dipimpin oleh salah satu murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca Alkitab, guru menyediakan ringkasan kisah Naaman dalam bahasa sederhana (versi cerita bergambar atau rangkuman 5 kalimat) sebagai alternatif teks. Bagi murid yang sudah fasih, guru mendorong mereka membaca langsung dari Alkitab 2 Raja-raja 5:1-19.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan lebih banyak bimbingan (lambat): guru mendampingi kelompoknya secara lebih intensif dan memberikan kartu bantuan berisi contoh pertanyaan panduan diskusi ('Ingat kapan terakhir kamu sakit? Siapa yang merawatmu? Mengapa kamu bisa sembuh?'). Bagi murid yang cepat memahami: guru memberikan pertanyaan pengayaan tambahan seperti 'Apakah pemeliharaan Allah hanya terlihat saat kita sembuh? Jelaskan!' atau meminta mereka membuat daftar lebih dari tiga contoh dengan penjelasan singkat tiap contoh.
  • Produk: Murid yang mampu lebih tinggi boleh menuliskan refleksi mereka dalam bentuk paragraf pendek atau puisi sederhana. Murid yang masih berkembang cukup mengisi kolom isian singkat di lembar kerja yang sudah disediakan.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di pendahuluan: 'Pernahkah kamu sakit cukup parah? Apa yang kamu rasakan dan siapa yang menolongmu?' — untuk mengidentifikasi pengalaman awal dan pemahaman murid tentang pertolongan dan pemeliharaan.
  • Guru mencatat respons di papan tulis untuk melihat sejauh mana murid sudah mengaitkan pengalaman sakit/sehat dengan peran Allah.

Proses:

  • Observasi aktif guru selama pembacaan Alkitab dan tanya jawab (tahap Memahami): apakah murid dapat menjawab pertanyaan tentang tokoh, masalah, dan tindakan Allah dalam kisah Naaman.
  • Pemantauan diskusi kelompok (tahap Mengaplikasi): guru menggunakan catatan anekdotal singkat untuk mencatat kelompok yang mampu mendaftarkan ≥3 contoh relevan dan kelompok yang masih membutuhkan bimbingan.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kemampuan komunikasi lisan dan ketepatan contoh yang disebutkan.

Akhir:

  • Kuis lisan exit ticket: setiap murid menjawab dua pertanyaan — (1) menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah dari kisah Naaman, dan (2) menyebutkan dua contoh pemeliharaan Allah dalam hidupnya.
  • Tulisan refleksi pribadi di lembar kerja: dinilai berdasarkan rubrik 4 level untuk dua aspek — pemahaman konsep dan kemampuan menghubungkan dengan kehidupan nyata.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama tanya jawab dan pembacaan kisah Naaman.
  • Pengamatan diskusi kelompok: apakah murid mampu mendaftarkan minimal tiga contoh pemeliharaan Allah dengan relevan.
  • Lembar kerja diskusi kelompok: diperiksa guru selama dan setelah kegiatan inti.
  • Pertanyaan lisan berkala yang diajukan guru selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman konsep.

Sumatif:

  • Kuis lisan exit ticket di akhir pembelajaran: murid diminta menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah berdasarkan kisah Naaman dan menyebutkan dua contoh nyata dari kehidupan mereka.
  • Hasil tulisan refleksi pribadi di lembar kerja: dinilai berdasarkan kemampuan menghubungkan konsep pemeliharaan Allah dengan pengalaman nyata murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah berdasarkan kisah Naaman (TP 5.3.1.1)Murid tidak dapat menjelaskan pengertian pemeliharaan Allah, atau jawabannya tidak berkaitan dengan kisah Naaman sama sekali.Murid dapat menyebutkan bahwa Allah menolong Naaman, tetapi belum dapat menjelaskan makna pemeliharaan Allah secara utuh atau hanya menyebutkan satu aspek (misal: hanya menyebut 'Naaman sembuh').Murid dapat menjelaskan bahwa Allah memelihara Naaman dengan menyembuhkannya melalui Nabi Elisa, dan mengaitkannya dengan kondisi sakit maupun sehat secara umum.Murid dapat menjelaskan dengan tepat dan lengkap bahwa pemeliharaan Allah dalam kisah Naaman mencakup penyembuhan fisik sekaligus keselamatan jiwa, berlaku untuk semua manusia tanpa terkecuali, dan mengaitkannya dengan kondisi sakit maupun sehat dalam kehidupan nyata secara spesifik.
Mendaftarkan contoh nyata pemeliharaan Allah saat sakit maupun sehat (TP 5.3.1.2)Murid tidak dapat mendaftarkan contoh pemeliharaan Allah, atau contoh yang disebutkan tidak relevan dengan tema pemeliharaan Allah.Murid dapat mendaftarkan 1-2 contoh pemeliharaan Allah, namun contoh masih sangat umum dan tidak dikaitkan secara jelas dengan kondisi sakit maupun sehat.Murid dapat mendaftarkan minimal 3 contoh pemeliharaan Allah yang relevan, mencakup setidaknya satu contoh saat sakit dan satu saat sehat, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid dapat mendaftarkan lebih dari 3 contoh pemeliharaan Allah yang relevan dan spesifik, mencakup kondisi sakit dan sehat, disertai penjelasan singkat mengapa setiap contoh tersebut merupakan wujud pemeliharaan Allah.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok atau diam sepanjang kegiatan berlangsung.Murid terlibat sesekali dalam diskusi, tetapi kontribusi masih sangat minimal atau perlu dorongan terus-menerus dari guru atau teman kelompok.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan teman dengan baik, meski belum selalu memberikan gagasan orisinal.Murid sangat aktif dalam diskusi: menyampaikan gagasan, merespons pendapat teman, membantu teman yang kesulitan, dan turut mendorong kelompok mencapai hasil diskusi yang lengkap.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami kisah Naaman dengan baik? Bagian mana yang terlihat paling sulit dipahami dan perlu pendekatan berbeda di pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif? Apakah semua kelompok berhasil mendaftarkan minimal tiga contoh pemeliharaan Allah?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional murid?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Bagian mana yang perlu diperpendek atau diperpanjang?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang pemeliharaan Allah?
  • Dari kisah Naaman, apa satu sikap yang ingin kamu tiru dalam hidupmu sendiri?
  • Kapan kamu pernah merasakan Allah memelihara hidupmu? Ceritakan secara singkat.
  • Apakah sekarang kamu merasa lebih tenang ketika menghadapi sakit atau kesulitan? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: 2 Raja-raja 5:1-19
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas V (Penulis: Norita Yudiet Tompah, ISBN 978-602-244-668-4)
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Penulis: Norita Yudiet Tompah, ISBN 978-602-244-664-4)
  4. Lagu rohani anak bertema pemeliharaan Allah (misalnya: 'Allah Itu Baik' atau lagu sejenis yang dikenal murid)
  5. Papan tulis dan spidol untuk mencatat respons dan ringkasan diskusi
  6. Lembar kerja diskusi kelompok (disiapkan guru, berisi tabel dua kolom: 'Pemeliharaan Allah Saat Sakit' dan 'Pemeliharaan Allah Saat Sehat', serta kolom refleksi pribadi)
  7. Kartu bantuan diskusi untuk murid yang membutuhkan bimbingan lebih (berisi pertanyaan panduan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.