MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 3 — Allah Memelihara Hidupku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Allah Memelihara Hidupku |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.3.1 Mengidentifikasi bukti karya Allah memelihara seluruh umat manusia dalam berbagai keadaan hidup
- TP 5.3.2 Menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- TP 5.3.3 Menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari
- TP 5.3.4 Menyusun ungkapan syukur tertulis atas karya Allah memelihara seluruh umat manusia
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apakah Allah tetap memelihara hidup manusia ketika sedang berada dalam keadaan sakit atau susah?
- Apa saja bukti nyata pemeliharaan Allah yang dapat kita jumpai dalam berbagai peristiwa hidup sehari-hari?
- Bagaimana cara Allah memelihara teman atau sesama kita yang memiliki keterbatasan fisik atau berkebutuhan khusus?
- Apa pengalaman nyata dalam hidupmu ketika kamu sungguh merasakan pertolongan dan pemeliharaan Allah saat sedang sedih atau sakit?
- Bagaimana cara kita mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah yang tidak pernah berhenti menjaga hidup kita dan semua orang?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa Allah tetap memelihara hidup manusia saat berada dalam situasi yang sulit atau sakit?
- Mengapa kita perlu menyampaikan rasa syukur secara tertulis dan lisan atas pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Bukti Karya Allah Memelihara Seluruh Umat Manusia dalam Berbagai Keadaan Hidup — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Mengidentifikasi bukti karya Allah memelihara seluruh umat manusia dalam berbagai keadaan hidup
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama yang dipimpin salah satu murid, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai bukti Allah memelihara manusia saat keadaan sehat dan sakit (acuan jawaban: sehat = diberi nafas hidup/makanan/kekuatan tubuh; sakit = dirawat orang tua/dokter/diberi obat hingga pulih) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi bukti karya Allah memelihara seluruh umat manusia dalam berbagai keadaan hidup, menyampaikan garis besar kegiatan, serta mengajukan pertanyaan pemantik (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid membaca teks materi tentang pemeliharaan Allah dalam berbagai situasi (sehat, sakit, senang, susah) dan menyimak penjelasan guru bahwa Allah berkuasa dan tidak pernah meninggalkan manusia dalam keadaan apa pun (15 menit).
- Murid bersama guru berdialog mengidentifikasi bentuk-bentuk pemeliharaan Allah dalam 4 kondisi utama: sehat, sakit, senang, dan susah berdasarkan teks dan contoh kehidupan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain berpasangan dalam aktivitas 'Detektif Bukti Pemeliharaan': memasangkan 6 kartu keadaan hidup dengan 6 kartu bukti pemeliharaan Allah yang tepat, serta memisahkan 2 kartu distraktor/pengalih (Kunci pasangan: 1. Tubuh sehat -> Diberikan nafas kehidupan, makanan bergizi, dan tubuh bugar; 2. Tubuh sakit -> Disediakan dokter, obat-obatan, dan orang tua yang merawat; 3. Keadaan senang/berhasil -> Diberikan kepandaian, hikmat, dan kesempatan belajar; 4. Keadaan sedih/kehilangan -> Diberikan penghiburan melalui keluarga, sahabat, dan damai sejahtera; 5. Keadaan berkecukupan -> Diberikan kelimpahan rezeki untuk dinikmati dan dibagikan; 6. Keadaan bencana/musibah -> Diberikan perlindungan nyawa dan pertolongan melalui tim relawan sesama; Kartu pengalih yang harus dihindari: 'Mengandalkan jimat keberuntungan' dan 'Menjadi sombong atas kekuatan diri sendiri') (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja identifikasi berisi 6 butir skenario keadaan hidup dan menuliskan bukti karya Allah yang nyata pada setiap skenario sesuai kunci yang dipelajari (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak secara berkesadaran, menelaah kembali daftar identifikasi pemeliharaan Allah dalam hidup mereka sendiri, dan menyadari bahwa Allah selalu hadir baik dalam suka maupun duka (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan kembali bukti-bukti nyata karya Allah memelihara manusia dalam berbagai keadaan hidup (sehat, sakit, senang, susah) (5 menit).
- Murid menyelesaikan lembar cek pemahaman singkat akhir pembelajaran (asesmen akhir) untuk memeriksa penguasaan materi (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, menyampaikan sekilas topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu situasi yang dilengkapi gambar visual keadaan hidup; bagi murid yang lebih cepat diberikan kartu situasi yang memuat narasi studi kasus lebih rinci.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan diarahkan untuk mengidentifikasi 3 keadaan hidup utama (sehat, sakit, senang) terlebih dahulu dengan panduan guru; murid yang mahir mengidentifikasi seluruh 6 keadaan hidup secara mandiri.
- Produk: Murid menuangkan hasil identifikasi pada format lembar kerja isian berstruktur sesuai dengan tingkat kemandirian masing-masing tanpa mengubah kompetensi identifikasi yang diukur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan masing-masing 1 bukti bahwa Allah memelihara hidup manusia saat keadaan sehat dan saat keadaan sakit!' (Acuan jawaban benar: Keadaan sehat = Allah memberikan nafas hidup, makanan, pakaian, atau kekuatan tubuh; Keadaan sakit = Allah memberikan obat, dokter, perawat, atau orang tua yang merawat hingga sembuh).
Proses:- Lembar kerja identifikasi 6 skenario keadaan hidup: (1) Skenario anak sembuh dari demam -> Bukti: Allah memelihara lewat obat dan perawatan orang tua; (2) Skenario anak dapat makan setiap hari -> Bukti: Allah memelihara lewat rezeki makanan dan orang tua yang bekerja; (3) Skenario anak merasa sedih karena gagal lomba -> Bukti: Allah memelihara lewat penghiburan teman/guru dan penguatan hati; (4) Skenario anak menikmati udara segar di pagi hari -> Bukti: Allah memelihara lewat alam ciptaan dan nafas hidup; (5) Skenario keluarga selamat dari bencana banjir -> Bukti: Allah memelihara lewat perlindungan keselamatan dan bantuan relawan; (6) Skenario anak berhasil naik kelas -> Bukti: Allah memelihara lewat akal budi dan kemampuan belajar (Kunci jawaban: seluruh bukti sesuai pemeliharaan Allah yang relevan dengan skenario, bukan mengandalkan kekuatan magis atau kehebatan diri sendiri semata).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 3 butir pilihan klasifikasi pada akhir sesi: Murid memilih bukti pemeliharaan Allah yang tepat untuk 3 keadaan: (1) Saat tubuh sakit parah -> Kunci: Allah bekerja memelihara melalui dokter, tenaga medis, dan obat-obatan; (2) Saat mengalami kesedihan -> Kunci: Allah memelihara dengan memberi damai sejahtera dan kehadiran keluarga yang mendampingi; (3) Saat keadaan sehat bugar -> Kunci: Allah memelihara dengan menyediakan nafas hidup dan tubuh yang kuat untuk berkegiatan (Acuan: Murid minimal menjawab 2 dari 3 butir dengan tepat).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan di pendahuluan mengenai identifikasi bukti pemeliharaan Allah dalam kondisi sehat dan sakit.
- Observasi unjuk kerja permainan berpasangan 'Detektif Bukti Pemeliharaan' dalam memasangkan kartu keadaan dan bukti pemeliharaan.
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri identifikasi bukti pemeliharaan Allah pada 6 situasi hidup.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi bukti karya Allah memelihara seluruh umat manusia dalam berbagai keadaan hidup (sehat, sakit, senang, susah) | Belum mampu mengidentifikasi atau hanya tepat mengidentifikasi 1-2 bukti pemeliharaan Allah dalam keadaan hidup tertentu walaupun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu mengidentifikasi 3-4 bukti karya Allah memelihara manusia dalam berbagai keadaan hidup dengan tepat, namun masih membutuhkan arahan dan bimbingan guru. | Mampu mengidentifikasi 5-6 bukti karya Allah memelihara manusia dalam berbagai keadaan hidup secara tepat, mandiri, dan mampu membedakannya dari kartu pengalih. | Mampu mengidentifikasi seluruh 6 bukti karya Allah memelihara manusia dalam berbagai keadaan hidup secara tepat, konsisten, mandiri, tanpa kekeliruan, serta mampu menguraikan contoh wujud pemeliharaan konkret tambahan dari lingkungan sekitarnya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam mengidentifikasi bukti karya Allah melalui aktivitas berpasangan dan lembar kerja?
- Bagian mana dari langkah identifikasi pemeliharaan Allah dalam berbagai keadaan hidup yang masih sulit dipahami murid?
- Apakah alokasi waktu 105 menit cukup efektif untuk memfasilitasi murid memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan materi ini?
Murid:- Bukti pemeliharaan Allah dalam keadaan apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kenali hari ini?
- Apa yang kamu rasakan setelah menyadari bahwa Allah senantiasa memelihara hidupmu dalam keadaan senang maupun susah?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Wujud Pemeliharaan Allah terhadap Mereka yang Berkebutuhan Khusus Berdasarkan Kisah Alkitab, Menceritakan Pengalaman Pribadi, dan Menyusun Ungkapan Syukur Tertulis — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.2 Menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- TP 5.3.3 Menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari
- TP 5.3.4 Menyusun ungkapan syukur tertulis atas karya Allah memelihara seluruh umat manusia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam hangat, memimpin doa pembuka bersama murid, dan memeriksa presensi kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengajak murid melakukan ice-breaking penyemangat bernyanyi gerak lagu 'Burung Pipit yang Kecil Dikasihi Tuhan' dan menyampaikan tujuan kegiatan serta alur belajar yang akan dilakukan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Siapakah tokoh perwira dalam Alkitab yang menderita sakit kusta dan disembuhkan oleh Allah melalui petunjuk Nabi Elisa?' (Acuan jawaban: Panglima Naaman); (2) 'Sebutkan salah satu cara Allah memelihara sesama yang berkebutuhan khusus dalam kehidupan sehari-hari!' (Acuan jawaban: menghadirkan keluarga yang menyayangi, dokter/tenaga medis, guru pendamping, atau alat bantu mobilitas) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan membaca kutipan Alkitab 2 Raja-raja 5:1-19 tentang pemulihan Naaman serta teks Buku Siswa halaman 32 tentang pemeliharaan Allah bagi orang yang berkebutuhan khusus (10 menit).
- Dalam aktivitas interaktif berpasangan 'Jodoh Kisah Pemeliharaan', murid menerima 4 kartu kasus dan memasangkannya dengan kartu wujud pemeliharaan Allah yang tepat: Kartu 1: 'Panglima Naaman menderita sakit kusta (2 Raja-raja 5:1-19)' berpasangan dengan 'Allah memulihkan tubuhnya setelah ia taat membasuh diri 7 kali di Sungai Yordan sesuai petunjuk Nabi Elisa'; Kartu 2: 'Bartimeus yang buta di pinggir jalan Yerikho (Markus 10:46-52)' berpasangan dengan 'Yesus berbelaskasihan mencelikkan matanya sehingga dapat melihat kembali'; Kartu 3: 'Orang lumpuh yang dibawa 4 sahabatnya (Markus 2:1-12)' berpasangan dengan 'Yesus mengampuni dosanya dan memulihkan kakinya hingga dapat mengangkat tempat tidurnya dan berjalan'; Kartu 4: 'Sesama berkebutuhan khusus di masa kini' berpasangan dengan 'Allah memelihara dengan menghadirkan keluarga yang merawat, tenaga medis, guru pendamping, dan kesempatan bersekolah' (Opsi kartu pengalih yang tidak boleh dipilih: 'Dibiarkan menderita seorang diri tanpa belas kasihan', 'Dijauhi masyarakat karena dianggap terkutuk'). Setelah memasangkan, murid menjelaskan wujud pemeliharaan Allah tersebut secara lisan kepada pasangannya (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara berpasangan menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari, dengan kriteria penceritaan memuat 3 komponen: (1) peristiwa nyata yang dialami (misalnya saat sakit demam, sedih karena kehilangan barang, atau kesulitan belajar), (2) bentuk pertolongan pemeliharaan Allah (melalui jawaban doa, bantuan orang tua, pengobatan dokter, atau penghiburan teman), dan (3) perasaan syukur yang dialami setelah merasakan pemeliharaan tersebut (20 menit).
- Murid secara mandiri menyusun satu ungkapan syukur tertulis atas karya pemeliharaan Allah bagi seluruh umat manusia dalam bentuk doa tertulis atau puisi pendek syukur (minimal 4 baris) pada lembar karya 'Taman Syukur' yang telah dibagikan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengambil saat hening untuk merenungkan kebaikan pemeliharaan Allah dalam hidup mereka dan menyadari pentingnya sikap peduli terhadap sesama yang berkebutuhan khusus sebagai cerminan kasih Allah, lalu menuliskan satu kalimat komitmen kasih di buku jurnal pribadi (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid melakukan cek pemahaman singkat dengan menyimpulkan bersama bahwa Allah memelihara semua orang tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, serta memberikan umpan balik atas karya ungkapan syukur yang telah disusun (10 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (persiapan Asesmen Sumatif Bab 3) dan menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kisah Alkitab bergambar dan berhuruf besar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, serta teks narasi Alkitab lengkap bagi murid yang memiliki kecepatan membaca lebih tinggi.
- Proses: Memberikan panduan kalimat pemantik rumpang bagi murid yang membutuhkan scaffolding saat menceritakan pengalaman pribadi, serta memberikan keleluasaan menceritakan peristiwa lebih mendalam bagi murid yang mahir.
- Produk: Murid diberi pilihan media ungkapan syukur tertulis berupa bait puisi syukur atau teks doa tertulis dengan panjang minimal 4 baris.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan 1: 'Sebutkan tokoh Alkitab dalam 2 Raja-raja 5 yang sakit kusta dan disembuhkan Allah melalui perantaraan Nabi Elisa!' (Acuan jawaban: Naaman / Panglima Naaman).
- Pertanyaan diagnostik lisan 2: 'Sebutkan 1 bukti bahwa Allah memelihara orang yang mengalami sakit atau berkebutuhan khusus!' (Kriteria penerimaan acuan: menyebutkan kehadiran keluarga/orang tua yang merawat, dokter/perawat yang mengobati, guru pendamping, obat-obatan, atau alat bantu seperti kursi roda/kacamata).
Proses:- Lembar pengamatan ketepatan menjodohkan dan menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab (Kunci pasangan: Naaman dipulihkan di Sungai Yordan; Bartimeus buta dicelikkan Yesus; Orang lumpuh disembuhkan hingga dapat mengangkat tilam; Orang berkebutuhan khusus masa kini dihadirkan pendamping dan dokter; Pengalih yang dihindari: dibiarkan menderita, dijauhi masyarakat).
- Rubrik pengamatan penceritaan pengalaman pribadi murid tentang pemeliharaan Allah (Kriteria acuan: memuat peristiwa nyata saat susah/sakit/senang, wujud pemeliharaan Allah melalui sesama/doa, dan perasaan syukur yang dirasakan).
- Pemeriksaan draf produk ungkapan syukur tertulis atas karya Allah memelihara seluruh manusia (Kriteria acuan: berbentuk doa atau puisi minimal 4 baris, memuat pengakuan pemeliharaan Allah dan rasa terima kasih kepada Tuhan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat butir 1: 'Jelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap Naaman yang menderita sakit kusta berdasarkan kisah 2 Raja-raja 5!' (Acuan jawaban: Allah memulihkan penyakit kusta Naaman setelah Naaman taat membasuh diri tujuh kali di Sungai Yordan sesuai perkataan Nabi Elisa).
- Cek pemahaman tertulis singkat butir 2: 'Tuliskan 1 kalimat pokok dari ungkapan syukur tertulis yang telah kamu buat hari ini!' (Kriteria penerimaan acuan: kalimat menyatakan ucapan syukur dan terima kasih secara tulus atas perlindungan, kesehatan, keluarga, atau pemeliharaan Allah dalam hidup).
Formatif:- Penilaian lisan asesmen diagnostik awal di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja pemasangan kartu dan penjelasan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- Penilaian kinerja penceritaan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari
- Penilaian produk ungkapan syukur tertulis (doa atau puisi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab (TP 5.3.2) | Belum mampu menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab walaupun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru. | Mampu menjelaskan 1 wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab (misalnya kisah Naaman saja) dengan bantuan panduan kartu. | Mampu menjelaskan 2 sampai 3 wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab (kisah Naaman, Bartimeus, atau orang lumpuh) secara tepat dan mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh 4 wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab dan konteks kehidupan nyata secara lengkap, tepat, dan mandiri. | | Menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari (TP 5.3.3) | Belum mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari meskipun diberikan pertanyaan penuntun. | Mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah namun hanya mencakup 1 elemen cerita (misalnya hanya menyebutkan nama peristiwanya) dengan bimbingan guru. | Mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah secara runtut dengan memuat 2 sampai 3 elemen cerita (peristiwa nyata, cara Allah memelihara, dan perasaan syukur) secara mandiri. | Mampu menceritakan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah secara runtut, utuh mencakup seluruh 3 elemen cerita disertai penghayatan makna yang mendalam dan percaya diri. | | Menyusun ungkapan syukur tertulis atas karya Allah memelihara seluruh umat manusia (TP 5.3.4) | Belum mampu menyusun ungkapan syukur tertulis atas karya pemeliharaan Allah meskipun telah diberikan teks rumpang. | Mampu menyusun ungkapan syukur tertulis singkat (kurang dari 4 baris) dengan melengkapi teks rumpang panduan yang disediakan guru. | Mampu menyusun ungkapan syukur tertulis orisinal dalam bentuk doa atau puisi minimal 4 baris yang memuat pengakuan pemeliharaan Allah dan ucapan syukur secara mandiri. | Mampu menyusun ungkapan syukur tertulis orisinal minimal 4 baris dengan bahasa yang kaya, memuat pengakuan mendalam atas pemeliharaan Allah bagi seluruh manusia termasuk mereka yang berkebutuhan khusus secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan berpasangan menjodohkan kartu kisah Alkitab efektif membantu murid memahami wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus?
- Bagaimana keterlibatan murid saat menceritakan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah kepada temannya, apakah ada murid yang membutuhkan bimbingan khusus?
- Apakah alokasi waktu 105 menit terlaksana secara efektif di setiap tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara Allah memelihara orang-orang yang berkebutuhan khusus?
- Bagian mana dari pengalaman pribadi temanmu yang paling membuatmu kagum akan kebaikan Allah?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun doa atau puisi ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah hari ini?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.3.1 Mengidentifikasi bukti karya Allah memelihara seluruh umat manusia dalam berbagai keadaan hidup
- TP 5.3.2 Menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab
- TP 5.3.3 Menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari
- TP 5.3.4 Menyusun ungkapan syukur tertulis atas karya Allah memelihara seluruh umat manusia
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen dengan salam, menyapa murid dengan hangat, mengajak berdoa bersama untuk memohon ketenangan dan kejujuran, serta mengecek kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 3 tentang karya pemeliharaan Allah bagi seluruh manusia, membacakan tata tertib pengerjaan mandiri, serta menjelaskan skenario pembagian waktu antara pengerjaan lembar kerja tertulis dan giliran unjuk kerja lisan di meja guru (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak pembagian lembar kerja asesmen sumatif dan mendengarkan penjelasan guru mengenai petunjuk pengerjaan tiga bagian tertulis (identifikasi bukti pemeliharaan, penjelasan kisah Alkitab, penyusunan karya syukur) serta prosedur panggilan bergiliran untuk penuturan lisan ke meja guru (6 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri dan hening mengerjakan Tugas 1 Bagian I dan II pada lembar kerja: mengidentifikasi 4 bukti pemeliharaan Allah dalam berbagai kondisi hidup (sehat, sakit, senang, susah) dan menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap Naaman (2 Raja-raja 5:1-19) serta 3 bentuk pemeliharaan Allah bagi orang yang berkebutuhan khusus (35 menit).
- Murid melanjutkan pengerjaan Tugas 1 Bagian III untuk menyusun karya tulis doa atau puisi ungkapan syukur minimal 4 kalimat di mejanya, sementara secara bergiliran setiap murid maju ke meja guru untuk melaksanakan Tugas 2 yaitu menuturkan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari secara lisan selama 2 menit per murid (45 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban tertulis dan karya ungkapan syukur yang telah disusun, memastikan identitas diri terisi lengkap, lalu mengumpulkan lembar kerja ke meja guru secara tertib (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran selama pelaksanaan asesmen sumatif, serta menegaskan kembali rangkuman Bab 3 bahwa kasih pemeliharaan Allah nyata bagi semua orang tanpa terkecuali (4 menit).
- Sesi pembelajaran dan rangkaian Bab 3 ditutup dengan doa syukur bersama yang dipimpin oleh salah seorang murid atas penyertaan Allah sepanjang proses belajar (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar (large print) bagi murid yang memerlukan kejelasan visual tanpa mengubah substansi butir asesmen.
- Proses: Memberikan pembacaan ulang petunjuk pengerjaan secara perlahan di meja guru bagi murid yang membutuhkan penegasan instruksi tanpa memberikan arahan jawaban.
- Produk: Murid bebas memilih bentuk karya tulis ungkapan syukur pada Tugas 1 Bagian III berupa naskah doa syukur tertulis atau naskah puisi syukur tertulis dengan kriteria capaian yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen melalui konfirmasi pemahaman petunjuk teknis dan aturan kejujuran akademik sebelum lembar sumatif dikerjakan (acuan: seluruh murid memahami alur pengerjaan mandiri dan larangan membuka buku catatan).
Proses:- Pengamatan guru terhadap kemandirian, ketenangan, dan kepatuhan alur kerja murid saat mengerjakan lembar tertulis serentak di kelas serta kedisiplinan antrean penuturan lisan ke meja guru (acuan: murid fokus bekerja sendiri tanpa berdiskusi).
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis uraian dan unjuk kerja penuturan lisan bergantian: lembar kerja tertulis berisi identifikasi bukti pemeliharaan Allah, penjelasan kisah Alkitab tentang pemeliharaan bagi yang berkebutuhan khusus, serta teks doa/puisi syukur, disertai rekaman penilaian penuturan lisan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah
- tes tertulis dan penyusunan karya tulis serentak: lembar jawaban tertulis yang memuat identifikasi bukti pemeliharaan Allah dalam berbagai kondisi, uraian penjelasan wujud pemeliharaan Allah terhadap tokoh Alkitab yang berkebutuhan khusus/membutuhkan pemulihan, serta naskah tertulis doa atau puisi ungkapan syukur yang dikerjakan seluruh murid serentak di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian karya tulis doa/puisi)
- unjuk kerja lisan bergantian: penuturan lisan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari selama 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis uraian dan unjuk kerja penuturan lisan bergantian: lembar kerja tertulis berisi identifikasi bukti pemeliharaan Allah, penjelasan kisah Alkitab tentang pemeliharaan bagi yang berkebutuhan khusus, serta teks doa/puisi syukur, disertai rekaman penilaian penuturan lisan pengalaman pribadi pemeliharaan Allah
- tes tertulis dan penyusunan karya tulis serentak: lembar jawaban tertulis yang memuat identifikasi bukti pemeliharaan Allah dalam berbagai kondisi, uraian penjelasan wujud pemeliharaan Allah terhadap tokoh Alkitab yang berkebutuhan khusus/membutuhkan pemulihan, serta naskah tertulis doa atau puisi ungkapan syukur yang dikerjakan seluruh murid serentak di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik penilaian karya tulis doa/puisi)
- unjuk kerja lisan bergantian: penuturan lisan pengalaman pribadi tentang pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari selama 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain menyelesaikan lembar kerja tertulis (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja penuturan lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi bukti karya Allah memelihara seluruh umat manusia dalam berbagai keadaan hidup (TP 5.3.1) [Daftar acuan 4 kondisi: (1) Sehat: nafas hidup dan kekuatan tubuh beraktivitas; (2) Sakit: kehadiran dokter/obat, pendampingan keluarga, dan kesembuhan; (3) Senang: sukacita, pertemanan yang baik, dan keluarga harmonis; (4) Susah: penghiburan firman, damai batin, dan pertolongan sesama] | Belum mampu mengidentifikasi bukti pemeliharaan Allah atau hanya menyebutkan bukti pada 1 dari 4 kondisi acuan dengan tepat. | Mengidentifikasi bukti pemeliharaan Allah dengan tepat pada 2 dari 4 kondisi acuan. | Mengidentifikasi bukti pemeliharaan Allah dengan tepat pada 3 dari 4 kondisi acuan. | Mengidentifikasi bukti karya pemeliharaan Allah dengan tepat dan lengkap pada seluruh 4 kondisi acuan (sehat, sakit, senang, dan susah). | | Menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap mereka yang berkebutuhan khusus berdasarkan kisah Alkitab (TP 5.3.2) [Daftar acuan: (1) Kisah Naaman 2 Raja-raja 5:1-19: Allah memelihara dan menyembuhkan kusta Naaman lewat pelayan cilik, nabi Elisa, dan ketaatan mandi 7 kali di Sungai Yordan; (2) Tiga wujud pemeliharaan bagi yang berkebutuhan khusus: pendampingan keluarga/perawat, anugerah talenta/hikmat, dan sarana/alat bantu kehidupan] | Belum mampu menjelaskan wujud pemeliharaan Allah terhadap kisah Naaman maupun wujud pemeliharaan bagi yang berkebutuhan khusus sesuai acuan. | Menjelaskan pemeliharaan Allah pada kisah Naaman saja, tetapi belum menjelaskan wujud pemeliharaan bagi mereka yang berkebutuhan khusus dalam kehidupan nyata. | Menjelaskan pemeliharaan Allah pada kisah Naaman dan menyebutkan 1-2 wujud pemeliharaan bagi mereka yang berkebutuhan khusus secara tepat sesuai acuan. | Menjelaskan pemeliharaan Allah pada kisah Naaman secara runtut serta menguraikan seluruh 3 wujud pemeliharaan bagi mereka yang berkebutuhan khusus sesuai acuan. | | Menceritakan pengalaman pribadi tentang karya pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari (TP 5.3.3) [Kriteria acuan penuturan lisan: (1) Menyebutkan 1 peristiwa nyata yang dialami; (2) Menyebutkan wujud konkret pertolongan Allah yang dirasakan; (3) Menyampaikan pengakuan iman atas pemeliharaan Allah] | Belum mampu menceritakan pengalaman pribadi atau penuturan tidak memenuhi satu pun dari 3 kriteria acuan. | Menceritakan pengalaman pribadi yang hanya memenuhi 1 dari 3 kriteria acuan penuturan lisan. | Menceritakan pengalaman pribadi yang memenuhi 2 dari 3 kriteria acuan penuturan lisan dengan jelas. | Menceritakan pengalaman pribadi secara lancar dan mandiri yang memenuhi seluruh 3 kriteria acuan (peristiwa nyata, wujud pertolongan konkret, dan pengakuan iman pemeliharaan Allah). | | Menyusun ungkapan syukur tertulis atas karya Allah memelihara seluruh umat manusia (TP 5.3.4) [Kriteria acuan karya tulis doa/puisi minimal 4 kalimat: (1) Sapaan/pujian kepada Allah; (2) Pengakuan atas pemeliharaan Allah bagi seluruh umat termasuk yang berkebutuhan khusus; (3) Ucapan terima kasih; (4) Komitmen hidup setia/mengasihi sesama] | Karya tulis doa atau puisi syukur belum tersusun atau hanya memenuhi 1 dari 4 kriteria acuan. | Karya tulis doa atau puisi syukur tersusun dengan memenuhi 2 dari 4 kriteria acuan. | Karya tulis doa atau puisi syukur tersusun dengan memenuhi 3 dari 4 kriteria acuan. | Menyusun karya tulis doa atau puisi syukur secara utuh, runtut, dan bermakna yang memenuhi seluruh 4 kriteria acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu rotasi penuturan lisan individu selama 60 menit berjalan efektif dan tidak mengganggu konsentrasi murid yang menyelesaikan lembar kerja tertulis?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid secara keseluruhan dalam mengaitkan kisah pemeliharaan Allah dalam Alkitab dengan kepedulian terhadap sesama yang berkebutuhan khusus?
- Langkah tindak lanjut apa yang diperlukan bagi murid yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal pada asesmen sumatif bab ini?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (menulis uraian, menyusun doa/puisi, atau bercerita lisan) yang paling menantang bagiku?
- Apakah aku sudah mampu menceritakan pengalaman pemeliharaan Allah dalam hidupku secara jujur dan percaya diri?
- Bagaimana aku akan mewujudkan rasa syukur atas pemeliharaan Allah dalam tindakanku kepada sesama di sekolah dan di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021, Bab 3: Allah Memelihara Hidupku.
- Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021, Bab 3: Allah Memelihara Hidupku.
- Alkitab (Kisah pemeliharaan Allah).
- Set kartu situasi keadaan hidup dan kartu bukti pemeliharaan Allah.
- Alkitab: 2 Raja-raja 5:1-19 (Kisah Naaman); Markus 10:46-52 (Kisah Bartimeus); Markus 2:1-12 (Kisah Orang Lumpuh)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021, Penulis: Norita Yudiet Tompah (hlm. 75-85)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek 2021 (hlm. 32-35)
- Set kartu aktivitas berpasangan 'Jodoh Kisah Pemeliharaan' dan lembar kerja karya 'Taman Syukur'
- Alkitab (Kitab 2 Raja-raja 5:1-19 tentang penyembuhan Naaman)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 3 dan Lembar Penilaian Unjuk Kerja Lisan
|