Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengungkapkan Syukur atas Kehadiran Allah dalam Kehidupan Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mengungkapkan Syukur atas Kehadiran Allah dalam Kehidupan Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengungkapkan Syukur atas Kehadiran Allah dalam Kehidupan Sekolah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengungkapkan Syukur atas Kehadiran Allah dalam Kehidupan Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengungkapkan Syukur atas Kehadiran Allah dalam Kehidupan Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat karya kreatif berupa doa tertulis yang memuat ungkapan syukur dan terima kasih atas kehadiran Allah Pencipta dalam kehidupan sekolah dengan isi yang jelas dan sesuai tema.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap syukur atas sekolah sebagai tempat belajar nilai-nilai Kristiani melalui refleksi dan presentasi hasil karya doa di depan kelas.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja orang-orang yang kamu jumpai setiap hari di sekolah, dan bagaimana kehadiran mereka membuat sekolahmu menjadi tempat yang menyenangkan?
  2. Menurutmu, mengapa Allah memberikan sekolah sebagai tempat belajar bagimu?
  3. Jika kamu ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah atas sekolahmu, hal apa saja yang paling ingin kamu sampaikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan sapaan hangat, lalu mengajak murid berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada beberapa murid — 'Sebutkan satu hal di sekolah yang paling kamu syukuri!' — untuk mengukur pemahaman awal tentang konsep syukur dalam konteks sekolah.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan membuat doa tertulis sebagai ungkapan syukur atas kehadiran Allah dalam kehidupan sekolah, kemudian mempresentasikannya.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik pertama untuk memancing rasa ingin tahu murid dan membuka diskusi awal singkat (3–4 menit).
  • Guru memperkenalkan alur kegiatan secara singkat agar murid mengetahui apa yang akan mereka lakukan selama pembelajaran.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan teks Amsal 1:1–7 dengan lantang, kemudian meminta satu murid sukarela membacanya ulang agar murid menyimak dengan penuh perhatian.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik kedua dan ketiga untuk mendorong murid menghubungkan isi Alkitab dengan pengalaman nyata mereka di sekolah.
  • Guru menjelaskan secara singkat (5 menit) bahwa Allah Pencipta hadir dalam kehidupan sekolah melalui kehadiran guru, teman, pegawai, dan seluruh warga sekolah — setiap kehadiran mereka adalah wujud karya Allah.
  • Murid diajak menyebutkan secara bergantian (round-robin lisan, 2–3 menit): 'Sebutkan satu orang atau hal di sekolah yang menurutmu merupakan bukti kehadiran Allah.' Guru menulis jawaban murid di papan tulis.
  • Guru menegaskan kesimpulan bersama: sekolah adalah pemberian Allah, dan rasa syukur dapat diwujudkan melalui doa, sikap, dan tindakan nyata.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja 'Doaku untuk Sekolahku' kepada setiap murid. Lembar berisi panduan singkat: (a) pembuka doa — menyapa Allah, (b) isi syukur — sebutkan minimal 3 hal di sekolah yang disyukuri beserta alasannya, (c) permohonan — hal yang ingin diminta untuk kehidupan sekolah ke depan, (d) penutup doa.
  • Guru mencontohkan satu kalimat doa secara lisan sebagai pemodelan, misalnya: 'Tuhan, aku bersyukur atas guru-guruku yang sabar mengajarku setiap hari...' agar murid mendapat gambaran konkret.
  • Murid menulis doa mereka secara mandiri di lembar kerja selama ±12 menit. Guru berkeliling memantau, memberi motivasi, dan membantu murid yang kesulitan menemukan kata-kata.
  • Asesmen Proses: Saat berkeliling, guru mengamati proses penulisan murid menggunakan catatan observasi singkat — apakah doa memuat ungkapan syukur yang jelas, menyebut kehadiran Allah, dan sesuai tema.
  • Setelah selesai menulis, murid berlatih membaca doanya dalam hati selama 1–2 menit sebelum presentasi.
  • Guru meminta 4–5 murid maju ke depan secara sukarela untuk mempresentasikan doa mereka kepada kelas. Murid lain menyimak dengan khidmat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah presentasi selesai, guru mengajak seluruh kelas melakukan refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Apa yang kamu rasakan setelah menulis dan membacakan doamu tadi?'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi singkat di bagian bawah lembar kerja mereka (2–3 kalimat): 'Satu hal baru yang aku sadari hari ini tentang sekolahku adalah...' dan 'Cara aku menunjukkan syukur kepada Allah di sekolah mulai besok adalah...'
  • Beberapa murid diberi kesempatan berbagi jawaban refleksi mereka secara lisan. Guru merespons dengan afirmasi positif tanpa menghakimi.
  • Guru merangkum pembelajaran dengan menegaskan: sikap syukur bukan hanya diucapkan dalam doa, tetapi diwujudkan dalam semangat belajar, menghormati guru, dan menghargai teman di sekolah setiap hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: Allah hadir dalam kehidupan sekolah melalui guru, teman, dan seluruh warga sekolah; rasa syukur dapat dinyatakan melalui doa dan tindakan nyata.
  • Asesmen Akhir (Sumatif): Guru mengumpulkan lembar kerja doa tertulis murid untuk dinilai menggunakan rubrik yang telah disiapkan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian mempresentasikan doa dan keaktifan selama pembelajaran.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Bawa pulang rasa syukur ini dan tunjukkan dalam tindakanmu di sekolah setiap hari.'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu murid (sukarela) menggunakan kata-kata sendiri.
  • Guru menyampaikan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memahami konsep doa atau syukur: guru menyediakan kartu panduan berisi contoh kalimat syukur sederhana ('Tuhan, aku syukuri... karena...') yang dapat dijadikan referensi saat menulis. Bagi murid yang sudah sangat memahami: guru menantang mereka untuk menulis doa yang lebih kaya dengan menyertakan ayat Alkitab favorit atau menghubungkan syukur dengan nilai-nilai Kristiani yang mereka pelajari.
  • Proses: Bagi murid yang membutuhkan lebih banyak waktu menulis: guru memperbolehkan mereka menyelesaikan tulisan selama sesi refleksi berlangsung, sementara teman lain berdiskusi. Bagi murid yang lebih cepat selesai: guru meminta mereka menghias lembar doanya dengan gambar atau ilustrasi yang mencerminkan isi syukur mereka, sehingga karya menjadi lebih kreatif.
  • Produk: Murid yang lebih ekspresif secara verbal dapat menyampaikan doanya secara lisan di depan kelas dengan gaya yang lebih bebas. Murid yang lebih nyaman secara tertulis cukup mengumpulkan lembar doa tanpa diwajibkan presentasi di depan kelas, namun tetap diberi kesempatan jika ingin berbagi.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan singkat di awal pendahuluan: 'Sebutkan satu hal di sekolah yang paling kamu syukuri!' — diajukan kepada 3–5 murid secara acak untuk mengidentifikasi pemahaman awal tentang syukur dan kaitannya dengan sekolah.
  • Guru mencatat jawaban murid di papan tulis sebagai bahan pijakan untuk menghubungkan dengan materi inti pembelajaran.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid menulis doa secara mandiri: guru menggunakan lembar catatan ceklis untuk mencatat apakah murid menulis dengan antusias, apakah isi doa menyebut kehadiran Allah, dan apakah ada murid yang membutuhkan bantuan tambahan.
  • Umpan balik lisan segera saat beberapa murid mempresentasikan doa — guru memberikan komentar singkat yang mendorong dan mengarahkan, bukan menilai benar-salah.

Akhir:

  • Pengumpulan lembar kerja doa tertulis untuk dinilai dengan rubrik 4 level pada 3 aspek utama: (1) kelengkapan unsur doa dan kesesuaian tema, (2) kedalaman ungkapan syukur atas kehadiran Allah, (3) ekspresi pribadi dan orisinalitas.
  • Lembar refleksi tertulis murid dinilai secara deskriptif untuk melihat sejauh mana murid menghubungkan syukur dengan tindakan nyata di kehidupan sekolah.

Formatif:

  • Observasi lisan saat murid menyebutkan bukti kehadiran Allah di sekolah (tahap Memahami) — guru mencatat kedalaman jawaban.
  • Pemantauan proses penulisan doa menggunakan catatan observasi singkat: apakah murid menulis secara mandiri, apakah isi doa sesuai tema, dan apakah memuat unsur syukur atas kehadiran Allah.
  • Penilaian presentasi lisan: keberanian tampil, kejelasan penyampaian, dan kesesuaian isi doa dengan tema.

Sumatif:

  • Penilaian karya tertulis berupa doa menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: kelengkapan unsur doa, kejelasan ungkapan syukur, kesesuaian tema kehadiran Allah, dan ekspresi pribadi.
  • Penilaian sikap syukur melalui lembar refleksi tertulis murid yang dikumpulkan di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Unsur Doa dan Kesesuaian TemaDoa tidak memuat unsur pembuka, isi syukur, atau penutup; isi tidak berkaitan dengan tema kehadiran Allah di sekolah.Doa memuat 1–2 unsur dasar (misalnya hanya pembuka dan penutup) tetapi isi syukur belum jelas atau tidak terhubung langsung dengan tema sekolah.Doa memuat unsur pembuka, isi syukur yang menyebut kehadiran Allah di sekolah, dan penutup dengan cukup jelas.Doa lengkap dengan pembuka, isi syukur yang menyebut minimal 3 hal konkret terkait kehadiran Allah di sekolah beserta alasannya, permohonan, dan penutup yang runtut dan jelas.
Kedalaman Ungkapan Syukur atas Kehadiran AllahTidak ada ungkapan syukur yang spesifik; doa bersifat sangat umum atau hanya menyalin contoh tanpa modifikasi.Ungkapan syukur ada tetapi bersifat sangat umum ('terima kasih atas sekolah') tanpa menyebutkan kehadiran Allah melalui orang-orang atau hal-hal di sekolah.Murid menyebutkan kehadiran Allah melalui 1–2 contoh nyata di sekolah (misalnya guru atau teman) disertai ungkapan syukur yang tulus.Murid menyebutkan kehadiran Allah melalui berbagai wujud konkret di sekolah (guru, teman, pegawai, kesempatan belajar) dengan ungkapan syukur yang tulus, personal, dan menunjukkan pemahaman bahwa semua itu adalah karya Allah Pencipta.
Sikap Syukur dalam Refleksi dan PresentasiMurid tidak mengisi lembar refleksi dan tidak mau mempresentasikan hasil karyanya, atau menunjukkan sikap tidak antusias.Murid mengisi refleksi dengan jawaban sangat singkat dan ikut presentasi hanya jika diminta; sikap syukur belum terlihat dalam tindakan nyata yang disebutkan.Murid mengisi refleksi dengan cukup baik, menyebutkan satu tindakan nyata sebagai wujud syukur, dan bersedia mempresentasikan doa meski masih malu-malu.Murid mengisi refleksi dengan penuh kesadaran, menyebutkan tindakan konkret yang akan dilakukan sebagai wujud syukur, dan mempresentasikan doa dengan percaya diri serta sikap yang khidmat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan doa tertulis sesuai tema dalam waktu yang dialokasikan? Jika tidak, apa yang perlu disesuaikan?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang diajukan cukup efektif membuka pemahaman murid tentang kehadiran Allah di sekolah?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah membantu murid dengan kebutuhan yang berbeda-beda?
  • Murid mana saja yang menunjukkan perkembangan signifikan hari ini, dan murid mana yang perlu mendapat pendampingan lebih lanjut?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku sadari hari ini tentang kehadiran Allah di sekolahku adalah...
  • Apa yang aku rasakan ketika menulis dan membacakan doa syukurku tadi?
  • Cara nyata yang akan aku lakukan untuk menunjukkan rasa syukurku atas sekolah mulai besok adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Amsal 1:1–7
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Norita Yudiet Tompah, Kemdikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-668-4), Pelajaran 2 hal. 14–22
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemdikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-664-4), Pelajaran 2 hal. 63–69
  4. Lembar kerja 'Doaku untuk Sekolahku' (disiapkan oleh guru, berisi panduan struktur doa: pembuka, isi syukur, permohonan, penutup)
  5. Kartu panduan kalimat syukur sederhana (untuk diferensiasi murid yang membutuhkan scaffold)
  6. Papan tulis atau media tayang sederhana untuk mencatat jawaban murid saat curah pendapat

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.