Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Hal-hal Menyenangkan yang Dapat Dipelajari di Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Hal-hal Menyenangkan yang Dapat Dipelajari di Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Hal-hal Menyenangkan yang Dapat Dipelajari di Sekolah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Hal-hal Menyenangkan yang Dapat Dipelajari di Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikHal-hal Menyenangkan yang Dapat Dipelajari di Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan minimal lima hal menyenangkan yang dapat dipelajari di sekolah, termasuk nilai-nilai Kristiani seperti kejujuran, disiplin, dan toleransi, melalui kegiatan diskusi kelompok.
  2. Murid dapat menghubungkan pengalaman belajar menyenangkan di sekolah dengan kehadiran Allah Pencipta yang berkarya dalam kehidupan sekolah berdasarkan Amsal 1:5.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal paling menyenangkan yang pernah kamu pelajari di sekolah, dan mengapa itu terasa menyenangkan bagimu?
  2. Menurutmu, siapa yang memberimu kesempatan untuk bisa belajar di sekolah dan memiliki teman-teman serta guru?
  3. Jika kamu harus berterima kasih atas sekolahmu, kepada siapa kamu akan mengucapkan terima kasih dan apa yang akan kamu katakan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka, mengajak murid bersyukur atas kesempatan belajar hari ini.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka tentang sekolah (bisa lisan atau menuliskan di secarik kertas).
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang bagi 2–3 murid untuk merespons secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mendaftarkan hal-hal menyenangkan di sekolah dan menghubungkannya dengan karya Allah berdasarkan Amsal 1:5.
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu pendek bertema syukur atas sekolah sebagai ice-breaker (bisa lagu 'Terima Kasih Tuhan' atau lagu yang sudah dikenal murid).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta seorang murid membacakan Amsal 1:5 dengan lantang, kemudian guru membacakannya sekali lagi dengan perlahan.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman teks: 'Apa yang dimaksud dengan orang bijak menambah ilmu dalam ayat ini? Di mana kita bisa menambah ilmu?'
  • Guru menjelaskan secara singkat (± 5 menit) bahwa sekolah adalah tempat Allah Pencipta berkarya: melalui guru, teman, pelajaran, dan nilai-nilai yang diajarkan, Allah hadir dan membimbing murid menjadi pribadi yang bijak.
  • Guru menggunakan contoh konkret: 'Ketika gurumu mengajarkan kejujuran saat ulangan, itu adalah cara Allah mengajarkan nilai baik kepadamu.'
  • Murid diminta mencermati rangkuman di buku teks tentang sekolah sebagai tempat belajar nilai-nilai moral, pengetahuan, dan keterampilan.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang per kelompok).
  • Setiap kelompok mendapat lembar kerja 'Daftar Hal Menyenangkan di Sekolah': murid berdiskusi dan menuliskan minimal 5 hal menyenangkan yang dapat dipelajari di sekolah, termasuk setidaknya satu nilai Kristiani (contoh: kejujuran, disiplin, toleransi).
  • Panduan diskusi: guru mengingatkan murid untuk memikirkan bukan hanya pelajaran akademik, tetapi juga pengalaman sosial, nilai-nilai, dan ketrampilan hidup.
  • Setiap kelompok juga menuliskan satu kalimat singkat yang menghubungkan salah satu hal menyenangkan tersebut dengan kehadiran Allah, mengacu pada Amsal 1:5. Contoh: 'Belajar disiplin di sekolah adalah cara Allah membentukku menjadi pribadi yang lebih baik.'
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan daftar dan kalimat mereka di depan kelas (masing-masing ± 2 menit).
  • Murid dari kelompok lain diberi kesempatan untuk menanggapi atau menambahkan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi kelas: 'Dari semua hal menyenangkan yang sudah kita daftarkan tadi, manakah yang paling membuatmu sadar bahwa Allah hadir di sekolahmu?'
  • Murid secara mandiri menuliskan satu doa atau kalimat syukur pendek di buku tulis mereka yang menyatakan terima kasih kepada Allah atas satu hal menyenangkan yang mereka pelajari di sekolah.
  • Beberapa murid (sukarela) membacakan doa/kalimat syukur mereka kepada kelas.
  • Guru memberikan penguatan: 'Setiap hal baik yang kamu pelajari di sekolah adalah bukti bahwa Allah Pencipta hadir dan berkarya dalam hidupmu.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman bersama: apa saja hal menyenangkan yang bisa dipelajari di sekolah dan bagaimana itu terhubung dengan karya Allah.
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengisi 'tiket keluar' — menuliskan (1) satu nilai Kristiani yang mereka pelajari di sekolah dan (2) satu kalimat yang menghubungkannya dengan Amsal 1:5.
  • Guru memberikan apresiasi atas partisipasi semua murid dalam diskusi kelompok.
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang pertemuan berikutnya.
  • Kelas ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh salah satu murid.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca Alkitab dapat menggunakan terjemahan yang lebih sederhana (mis. Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari). Guru menyiapkan kartu bergambar yang menggambarkan situasi di sekolah (belajar bersama, bermain, berdoa) sebagai bantuan visual bagi murid yang membutuhkan.
  • Proses: Murid yang lebih cepat selesai dapat mengelompokkan daftar mereka ke dalam kategori (nilai Kristiani, pengetahuan akademik, keterampilan sosial) dan mencari satu ayat Alkitab lain yang mendukung salah satu poin mereka.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan cukup menghasilkan daftar 5 hal dan satu kalimat syukur sederhana. Murid yang sudah mahir dapat membuat daftar lebih dari 5 hal lengkap dengan penjelasan dan menghubungkan setiap poin dengan nilai Kristiani yang relevan.

ASESMEN

Awal:

  • Di awal pendahuluan, murid diminta menyebutkan satu kata yang menggambarkan perasaan mereka tentang sekolah. Guru mencatat respons untuk mengetahui persepsi awal murid terhadap sekolah dan menyesuaikan pendekatan jika diperlukan.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Sebutkan satu hal yang kamu sukai dari sekolahmu!' untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid.

Proses:

  • Selama diskusi kelompok (tahap Mengaplikasi), guru berkeliling dan mengobservasi apakah setiap kelompok mampu mendaftarkan minimal 5 hal dan menyertakan nilai Kristiani. Guru mencatat kelompok yang perlu bimbingan tambahan.
  • Saat presentasi kelompok, guru menilai apakah kalimat penghubung yang dibuat kelompok mencerminkan pemahaman tentang kehadiran Allah berdasarkan Amsal 1:5.
  • Selama refleksi individu (tahap Merefleksi), guru mengamati proses murid menulis doa/kalimat syukur sebagai indikator kemampuan menginternalisasi materi.

Akhir:

  • Tiket keluar: sebelum menutup pelajaran, setiap murid menuliskan (1) satu hal menyenangkan yang dipelajari di sekolah beserta nilai Kristiani yang terkandung di dalamnya, dan (2) satu kalimat yang menghubungkannya dengan kehadiran Allah berdasarkan Amsal 1:5. Tiket ini dikumpulkan kepada guru sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok: guru mengamati keaktifan, kemampuan mendaftarkan hal menyenangkan, dan kemampuan menghubungkan dengan nilai Kristiani.
  • Presentasi kelompok: guru menilai kejelasan penyampaian dan kesesuaian kalimat penghubung dengan Amsal 1:5.
  • Tiket keluar: murid menuliskan satu nilai Kristiani dan satu kalimat penghubung dengan Amsal 1:5.

Sumatif:

  • Lembar kerja kelompok 'Daftar Hal Menyenangkan di Sekolah': dinilai berdasarkan kelengkapan (minimal 5 hal), ketepatan memasukkan nilai Kristiani, dan kualitas kalimat penghubung dengan kehadiran Allah.
  • Kalimat syukur/doa pribadi: dinilai berdasarkan kemampuan murid menghubungkan pengalaman belajar di sekolah dengan karya Allah Pencipta.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendaftarkan hal-hal menyenangkan di sekolah (TP 5.2.2.1)Murid menyebutkan kurang dari 3 hal menyenangkan dan tidak menyertakan nilai Kristiani apa pun.Murid menyebutkan 3–4 hal menyenangkan tetapi belum menyertakan nilai Kristiani, atau menyebutkan nilai Kristiani tanpa penjelasan.Murid mendaftarkan minimal 5 hal menyenangkan dan menyertakan setidaknya satu nilai Kristiani dengan penjelasan singkat yang tepat.Murid mendaftarkan lebih dari 5 hal menyenangkan, menyertakan minimal dua nilai Kristiani (mis. kejujuran, disiplin, toleransi) dengan penjelasan yang jelas dan relevan dengan kehidupan sekolah sehari-hari.
Menghubungkan pengalaman belajar dengan kehadiran Allah berdasarkan Amsal 1:5 (TP 5.2.2.2)Murid tidak dapat membuat kalimat yang menghubungkan pengalaman belajar di sekolah dengan kehadiran Allah, atau kalimat yang dibuat tidak relevan dengan Amsal 1:5.Murid membuat kalimat penghubung tetapi masih sangat umum dan belum menunjukkan pemahaman tentang karya Allah Pencipta dalam konteks sekolah.Murid membuat kalimat yang jelas menghubungkan minimal satu pengalaman belajar di sekolah dengan karya Allah Pencipta berdasarkan Amsal 1:5, dengan pemahaman yang tepat.Murid membuat kalimat penghubung yang spesifik, mendalam, dan menunjukkan pemahaman bahwa Allah Pencipta hadir dan berkarya melalui berbagai aspek kehidupan sekolah (guru, teman, pelajaran, nilai-nilai), dengan mengacu Amsal 1:5 secara eksplisit.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi apa pun.Murid hadir dalam diskusi tetapi kontribusinya minimal; hanya merespons jika ditanya langsung.Murid aktif berpartisipasi dalam diskusi, menyampaikan pendapat, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid memimpin atau mendorong jalannya diskusi, menghargai pendapat berbeda, dan membantu teman yang kesulitan untuk ikut berkontribusi.
Kemampuan menyampaikan hasil diskusi (presentasi/tiket keluar)Murid tidak dapat menyampaikan hasil diskusi atau tidak mengumpulkan tiket keluar.Murid menyampaikan hasil diskusi dengan kalimat yang tidak lengkap atau tidak jelas, atau tiket keluar hanya diisi sebagian.Murid menyampaikan hasil diskusi dengan kalimat yang jelas dan lengkap; tiket keluar diisi dengan jawaban yang relevan dan menunjukkan pemahaman.Murid menyampaikan hasil diskusi dengan percaya diri, jelas, dan runtut; tiket keluar diisi dengan jawaban yang lengkap, kritis, dan menunjukkan kemampuan menghubungkan pengalaman pribadi dengan materi pelajaran.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok? Jika tidak, apa yang perlu saya ubah pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid terhadap topik?
  • Seberapa efektif penggunaan Amsal 1:5 sebagai jembatan untuk membantu murid memahami kehadiran Allah dalam kehidupan sekolah?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah cukup membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dari manajemen waktu pertemuan ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal menyenangkan yang kamu pelajari di sekolah yang belum pernah kamu sadari sebelumnya sebagai pemberian Allah?
  • Setelah pelajaran hari ini, bagaimana perasaanmu tentang sekolahmu? Apakah ada yang berubah dari cara pandangmu?
  • Amsal 1:5 berkata orang bijak akan menambah ilmu. Apa satu hal yang ingin kamu pelajari lebih dalam di sekolah sebagai bentuk rasa syukurmu kepada Allah?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Amsal 1:1–7, khususnya ayat 5) — tersedia dalam versi cetak atau aplikasi Alkitab digital
  2. Buku Teks Murid: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Norita Yudiet Tompah, Kemendikbudristek, 2021, ISBN 978-602-244-668-4)
  3. Buku Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021, ISBN 978-602-244-664-4)
  4. Lembar kerja kelompok 'Daftar Hal Menyenangkan di Sekolah' (dibuat guru, dicetak atau ditulis di papan tulis)
  5. Tiket keluar (secarik kertas kecil yang disiapkan guru)
  6. Kartu bergambar situasi sekolah (opsional, untuk diferensiasi murid yang membutuhkan bantuan visual)
  7. Papan tulis/flipchart untuk mencatat hasil diskusi kelas

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.