Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Sekolah sebagai Pemberian Allah yang Patut Disyukuri

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Sekolah sebagai Pemberian Allah yang Patut Disyukuri". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Sekolah sebagai Pemberian Allah yang Patut Disyukuri

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Sekolah sebagai Pemberian Allah yang Patut Disyukuri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikSekolah sebagai Pemberian Allah yang Patut Disyukuri
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah sebagai pemberian Allah Pencipta berdasarkan Amsal 1:1-7 dengan menggunakan kalimat sendiri.
  2. Murid dapat mengidentifikasi cara Allah Pencipta hadir dan berkarya dalam kehidupan sekolah sehari-hari melalui kegiatan tanya jawab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membayangkan bagaimana hidupmu jika tidak ada sekolah? Apa yang akan kamu rasakan?
  2. Siapa saja orang-orang di sekolahmu yang menurutmu adalah 'hadiah' dari Tuhan untukmu? Mengapa?
  3. Apa hal paling menyenangkan yang pernah kamu alami di sekolah, dan dari siapa menurutmu semua itu berasal?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka singkat, mengajak murid bersyukur untuk hari dan kesempatan belajar yang diberikan Tuhan.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid diminta menyebutkan satu kata yang muncul di benak mereka ketika mendengar kata 'sekolah' (lisan/tulisan di sticky note atau papan tulis). Guru mencatat respons untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi murid 1–2 menit untuk memikirkan jawabannya sebelum berbagi singkat bersama kelas.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: bahwa hari ini kita akan belajar mengapa sekolah adalah pemberian Allah yang patut disyukuri, berdasarkan Amsal 1:1–7, dan menemukan cara Allah hadir di sekolah kita.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membuka Alkitab di Amsal 1:1–7. Murid membaca teks bersama-sama satu kali secara lantang (membaca bergiliran per ayat).
  • Guru meminta murid duduk tenang sejenak (1 menit hening/berkesadaran) sambil merenungkan: 'Apa pesan utama dari ayat-ayat ini?'
  • Guru menjelaskan konteks Amsal 1:1–7 secara singkat: siapa Salomo, apa tujuan kitab Amsal, dan makna 'takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan' dalam hubungannya dengan belajar di sekolah.
  • Guru mengajukan pertanyaan terbimbing untuk membangun pemahaman: (1) Mengapa pengetahuan dan hikmat penting? (2) Dari mana datangnya hikmat menurut Salomo? (3) Apa kaitan ini dengan sekolah kita?
  • Murid mendengarkan penjelasan guru tentang bagaimana Allah Pencipta hadir dalam kehidupan sekolah melalui guru, teman, pegawai, satpam, dan penjual kantin — semua adalah sarana kehadiran Allah.
  • Guru menegaskan bahwa tidak semua anak memiliki kesempatan bersekolah, sehingga kesempatan ini adalah anugerah nyata dari Allah yang patut disyukuri.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang). Tiap kelompok mendapat lembar kerja 'Jejak Allah di Sekolahku' berisi dua kolom: (A) Siapa/apa di sekolahku? dan (B) Bagaimana ini menunjukkan Allah berkarya?
  • Murid berdiskusi dalam kelompok untuk mengisi lembar kerja: mendaftarkan minimal 5 orang/hal di sekolah dan menjelaskan bagaimana masing-masing menjadi tanda kehadiran Allah Pencipta.
  • Tiap kelompok mempresentasikan 2–3 temuan mereka kepada kelas. Kelompok lain boleh merespons atau menambahkan.
  • Guru memfasilitasi tanya jawab kelas: 'Adakah kehadiran Allah di sekolah yang belum disebutkan?' untuk memperluas pemahaman murid secara bersama-sama.
  • Guru memberikan penguatan bermakna: menghubungkan hasil diskusi murid kembali ke Amsal 1:1–7, bahwa semua yang ada di sekolah adalah bagian dari karya Allah Pencipta yang memberi hikmat dan pengetahuan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan di selembar kertas: 'Satu alasan terbesar saya bersyukur atas sekolah adalah… karena Allah Pencipta…' (menggunakan kalimat sendiri, minimal 2–3 kalimat).
  • Guru memberikan waktu 3–5 menit untuk murid menulis dengan tenang dan sungguh-sungguh.
  • Beberapa murid (sukarela) diundang untuk membacakan tulisannya di depan kelas. Guru memberikan apresiasi hangat atas setiap sharing.
  • Guru menutup tahap inti dengan mengajak murid berdoa syukur singkat bersama-sama, menggunakan kata-kata mereka sendiri atau doa yang dipimpin guru.

Penutup:

  • Guru mengajak murid merangkum pelajaran hari ini bersama: 'Apa tiga hal penting yang kita pelajari hari ini?' (lisan, 2–3 murid menjawab).
  • Guru melakukan asesmen akhir: murid mengisi lembar exit ticket dengan menjawab dua pertanyaan singkat — (1) Tuliskan satu alasan mengapa sekolah adalah pemberian Allah berdasarkan Amsal 1:1–7. (2) Sebutkan dua cara Allah Pencipta hadir dalam kehidupan sekolahmu sehari-hari.
  • Guru mengumpulkan exit ticket dan lembar kerja individu sebagai bukti belajar.
  • Guru memberikan pesan penutup: mengingatkan murid untuk mempraktikkan rasa syukur di sekolah keesokan harinya — misalnya dengan mengucapkan terima kasih kepada guru, teman, atau petugas sekolah.
  • Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat menggunakan kartu bergambar berisi contoh-contoh kehadiran Allah di sekolah (guru, teman, buku, dsb.) sebagai panduan mengisi lembar kerja, sehingga tidak harus memulai dari halaman kosong.
  • Proses: Murid yang sudah cepat memahami diberi tantangan tambahan: menjelaskan kaitan Amsal 1:7 ('takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan') dengan cara mereka belajar di sekolah setiap hari, dalam bentuk tulisan atau diskusi berpasangan. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diperbolehkan melengkapi lembar kerjanya secara lisan bersama guru atau teman sebaya.
  • Produk: Murid yang cepat dapat mengekspresikan rasa syukur dalam bentuk doa tertulis pendek atau paragraf refleksi yang lebih panjang. Murid yang membutuhkan pendampingan cukup menuliskan 1–2 kalimat sederhana menggunakan kata-kata sendiri.

ASESMEN

Awal:

  • Murid diminta menyebutkan satu kata pertama yang terlintas ketika mendengar kata 'sekolah'. Guru mencatat dan menggunakan respons ini untuk memetakan persepsi awal murid — apakah sudah ada kesadaran bahwa sekolah adalah anugerah Allah, atau baru sebatas tempat belajar biasa.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok: apakah murid aktif menyumbang ide dan mampu menghubungkan kehadiran orang-orang di sekolah dengan karya Allah Pencipta.
  • Pemeriksaan lembar kerja 'Jejak Allah di Sekolahku' saat kelompok bekerja: guru berkeliling dan memberi umpan balik langsung jika ada kelompok yang kesulitan.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid menyampaikan alasan dengan logis dan menggunakan bahasa sendiri.

Akhir:

  • Exit ticket individual: (1) Tuliskan satu alasan mengapa kamu bersyukur atas sekolah sebagai pemberian Allah, berdasarkan Amsal 1:1–7. (2) Sebutkan dua cara Allah Pencipta hadir dalam kehidupan sekolahmu sehari-hari. Guru menilai ketepatan, kelengkapan, dan kemampuan murid menggunakan kalimat sendiri sesuai rubrik.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: apakah murid mampu mengidentifikasi cara Allah hadir di sekolah dengan tepat.
  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami dan Mengaplikasi untuk memeriksa pemahaman murid terhadap Amsal 1:1–7.
  • Lembar kerja kelompok 'Jejak Allah di Sekolahku' sebagai bukti proses diskusi dan kemampuan mengaplikasi konsep.

Sumatif:

  • Exit ticket individu di akhir pertemuan: murid menjelaskan satu alasan bersyukur atas sekolah berdasarkan Amsal 1:1–7 dan menyebutkan dua cara Allah Pencipta hadir dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah berdasarkan Amsal 1:1–7 (TP 5.2.1.1)Murid belum dapat menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah, atau jawaban tidak berkaitan dengan Amsal 1:1–7.Murid dapat menyebutkan alasan bersyukur atas sekolah, tetapi masih mengulang kata-kata guru/teks tanpa penjelasan menggunakan kalimat sendiri.Murid dapat menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah menggunakan kalimat sendiri dan mengaitkannya dengan isi Amsal 1:1–7 dengan cukup tepat.Murid dapat menjelaskan alasan bersyukur atas sekolah secara runtut, menggunakan kalimat sendiri, mengaitkan secara tepat dengan Amsal 1:1–7, dan memberikan contoh konkret dari pengalaman pribadinya.
Mengidentifikasi cara Allah Pencipta hadir dalam kehidupan sekolah sehari-hari (TP 5.2.1.2)Murid belum dapat mengidentifikasi cara Allah hadir di sekolah, atau hanya menjawab tidak relevan.Murid dapat menyebutkan satu cara Allah hadir di sekolah (misalnya hanya menyebut 'guru'), tanpa penjelasan lebih lanjut.Murid dapat menyebutkan dua atau lebih cara Allah hadir di sekolah (misalnya melalui guru, teman, pegawai) disertai penjelasan singkat yang relevan.Murid dapat mengidentifikasi tiga atau lebih cara Allah Pencipta hadir di sekolah dengan penjelasan yang bermakna, mengaitkan masing-masing dengan konsep Allah berkarya melalui orang-orang dan kesempatan di sekitarnya.
Partisipasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusi.Murid hadir dalam diskusi tetapi hanya sesekali merespons, belum menginisiasi ide.Murid aktif berdiskusi, menyumbangkan ide, dan mendengarkan pendapat teman dengan baik.Murid aktif memimpin atau mengarahkan diskusi, mendorong teman lain untuk berkontribusi, dan merespons ide teman dengan argumen yang membangun.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan murid sejak awal?
  • Apakah seluruh murid (termasuk yang pemalu atau yang membutuhkan dukungan) mendapat kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam diskusi dan sharing?
  • Apakah penjelasan Amsal 1:1–7 yang saya sampaikan terasa relevan dan bermakna bagi kehidupan nyata murid, atau masih terlalu abstrak?
  • Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang paling efektif? Apa yang perlu saya perbaiki pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Setelah pelajaran hari ini, apa satu hal baru yang kamu sadari tentang sekolahmu yang sebelumnya belum pernah kamu pikirkan?
  • Dari semua orang yang ada di sekolahmu, siapa yang paling ingin kamu ucapkan terima kasih hari ini, dan mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat menyadari bahwa kesempatan bersekolah adalah pemberian Allah? Apa yang ingin kamu lakukan setelah menyadari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab — Amsal 1:1–7
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Penulis: Norita Yudiet Tompah, Kemdikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-668-4)
  3. Buku Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemdikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-664-4)
  4. Lembar kerja 'Jejak Allah di Sekolahku' (dibuat guru)
  5. Lembar exit ticket individu (dibuat guru)
  6. Papan tulis / whiteboard untuk mencatat kata-kata kunci dari murid saat asesmen awal
  7. Sticky note (opsional, untuk asesmen awal kata satu kata)
  8. Kartu bergambar pendukung diferensiasi (opsional, dibuat guru untuk murid yang membutuhkan scaffolding)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.