MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 11 — Kehadiran Allah dalam Fenomena Alam INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 11 — Kehadiran Allah dalam Fenomena Alam |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.11.1 Mengidentifikasi kehadiran Allah melalui peristiwa alam ciptaan berdasarkan kesaksian Alkitab
- TP 5.11.2 Menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari
- TP 5.11.3 Menyusun doa syukur atas kemahakuasaan Allah yang hadir melalui fenomena alam ciptaan
- TP 5.11.4 Menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama saat terjadi bencana fenomena alam sebagai wujud tanggung jawab memelihara lingkungan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimanakah kisah Alkitab memperlihatkan kekuasaan dan kehadiran Allah atas angin ribut dan ombak di danau?
- Melalui fenomena alam apa sajakah dalam kehidupan kita sehari-hari Allah hadir menyatakan kebaikan dan pemeliharaan-Nya?
- Bagaimana kita mengungkapkan rasa terima kasih kepada Allah yang berkuasa mengatur fenomena alam?
- Ketika terjadi bencana akibat fenomena alam, wujud kepedulian apa yang dapat kita lakukan bagi sesama dan lingkungan?
- Bagaimana peristiwa alam dalam Alkitab dan kehidupan sehari-hari membuktikan kemahakuasaan dan pemeliharaan Allah bagi manusia?
- Mengapa rasa syukur kepada Allah atas alam ciptaan harus diwujudkan melalui doa dan tindakan nyata membantu sesama yang terkena bencana?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi dan Menjelaskan Kehadiran Allah melalui Peristiwa dan Fenomena Alam Ciptaan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.11.1 Mengidentifikasi kehadiran Allah melalui peristiwa alam ciptaan berdasarkan kesaksian Alkitab
- TP 5.11.2 Menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak seorang murid memimpin doa pembuka (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Peristiwa alam apa yang terjadi dalam kisah Matius 8:23-27? (Acuan jawaban: angin ribut hebat dan ombak besar di danau); (2) Siapakah yang berkuasa meredakan angin dan danau tersebut? (Acuan jawaban: Tuhan Yesus/Allah). Guru mencatat kesiapan murid berdasarkan jawaban yang diberikan (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi kehadiran Allah melalui peristiwa alam berdasarkan kesaksian Alkitab serta menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid membaca bersama teks Alkitab Matius 8:23-27 tentang angin ribut diredakan oleh Tuhan Yesus (10 menit).
- Guru membimbing murid menelaah teks untuk menemukan bukti kehadiran dan kuasa Allah. Murid mengidentifikasi 3 unsur peristiwa alam dalam teks: (1) peristiwa alam yang terjadi: angin ribut yang mengangkat ombak menutupi perahu; (2) respons murid-murid: takut dan berseru minta tolong; (3) tindakan Yesus membuktikan kehadiran kuasa Allah: menghardik angin dan danau sehingga menjadi teduh sekali (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan kuis berpasangan ceria 'Kartu Fenomena Alam' (prinsip menggembirakan). Tersedia 4 kartu fenomena alam yang dibagikan ke tiap pasangan: Kartu 1: Terbitnya sinar matahari pagi; Kartu 2: Turunnya hujan yang menyirami bumi; Kartu 3: Angin sejuk yang berhembus; Kartu 4: Pergantian siang dan malam (10 menit).
- Setiap murid secara berpasangan berdiskusi untuk menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam tersebut bagi kehidupan sehari-hari berdasarkan 4 kartu: Kartu 1: Allah hadir memberi kehangatan dan kesehatan tubuh; Kartu 2: Allah hadir menyediakan air bagi tanaman dan sumber minum makhluk hidup; Kartu 3: Allah hadir memberikan udara segar untuk bernapas; Kartu 4: Allah hadir mengatur waktu kerja dan waktu istirahat manusia (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan penjelasan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan pada Lembar Kerja Aktivitas berisi 3 butir soal: (1) Mengidentifikasi peristiwa alam dalam Matius 8:23-27 dan bukti kuasa Allah di dalamnya; (2) Menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena hujan bagi petani dan tanaman; (3) Menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena sinar matahari bagi kehidupan sehari-hari (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara hening merenungkan bahwa fenomena alam sehari-hari yang dialami (sinar mentari, udara, hujan) bukan sekadar peristiwa biasa, melainkan cara Allah hadir memelihara hidup manusia (10 menit).
- Dua orang perwakilan murid membacakan refleksi singkat mengenai kesadaran akan pemeliharaan Allah dalam salah satu fenomena alam yang dialami hari ini (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: bahwa Alkitab mencatat kuasa Allah nyata atas alam (Matius 8:23-27) dan dalam keseharian Allah terus hadir memelihara hidup melalui fenomena alam ciptaan-Nya (5 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai menyusun doa syukur dan wujud kepedulian sesama saat terjadi bencana, kemudian menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru menyediakan teks Alkitab dengan kata-kata kunci peristiwa yang digarisbawahi. Bagi murid yang cepat, disediakan kartu telaah fenomena alam tambahan (misalnya siklus pergantian musim).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dibimbing guru dalam menyusun kalimat penjelasan cara Allah hadir, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis dan menjelaskan secara mandiri di lembar kerja.
- Produk: Format penjelasan dapat berupa poin-poin terstruktur sederhana atau uraian paragraf utuh yang menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Sebutkan peristiwa alam apa yang terjadi dalam kisah Matius 8:23-27? (Acuan jawaban: angin ribut hebat dan ombak besar yang menerpa perahu di danau); (2) Bagaimanakah cara Tuhan Yesus menunjukkan kehadiran kuasa Allah meredakan alam tersebut? (Acuan jawaban: Tuhan Yesus bangun, menghardik angin dan danau itu sehingga menjadi teduh sekali).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam menjelaskan pasangan Kartu Fenomena Alam pada langkah Mengaplikasi (acuan kriteria: ketepatan menghubungkan kartu fenomena dengan bentuk pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Aktivitas mandiri dengan acuan kunci: Butir 1 (Identifikasi: peristiwa angin ribut dan ombak di danau Matius 8:23-27, bukti kehadiran kuasa Allah: Yesus menghardik angin dan danau hingga teduh); Butir 2 (Penjelasan cara Allah hadir lewat hujan: menyediakan air bagi tanaman agar tumbuh subur dan menjadi sumber air makhluk hidup); Butir 3 (Penjelasan cara Allah hadir lewat sinar matahari: memberi kehangatan bumi, menerangi bumi, serta membantu kesehatan manusia dan fotosintesis tumbuhan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (exit ticket) berisi 2 pertanyaan: (1) Berdasarkan Matius 8:23-27, apa yang membuktikan bahwa Allah hadir dan berkuasa atas fenomena alam? (Acuan: Yesus meredakan angin ribut dan ombak besar hingga danau menjadi teduh sekali); (2) Jelaskan 1 cara Allah hadir memelihara hidupmu melalui fenomena alam yang kamu rasakan hari ini! (Acuan: menyebutkan fenomena alam nyata seperti matahari/udara/hujan dan menjelaskan cara Allah hadir memelihara kehidupan melalui fenomena tersebut).
Formatif:- Tes lisan diagnostik awal mengenai teks Matius 8:23-27
- Observasi unjuk kerja permainan Kartu Fenomena Alam
- Penilaian Lembar Kerja Aktivitas tertulis mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi kehadiran Allah melalui peristiwa alam berdasarkan kesaksian Alkitab (Matius 8:23-27) | Belum mampu mengidentifikasi peristiwa alam dan bukti kehadiran kuasa Allah dalam teks Matius 8:23-27 meski dibimbing guru. | Mampu mengidentifikasi peristiwa alam (angin ribut/ombak) namun belum tepat mengidentifikasi bukti kehadiran kuasa Allah di dalamnya. | Mampu mengidentifikasi peristiwa alam (angin ribut dan ombak) serta bukti kehadiran kuasa Allah (Yesus menghardik dan meredakannya) secara tepat sesuai kesaksian Alkitab. | Mampu mengidentifikasi peristiwa alam dan bukti kehadiran kuasa Allah secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa bantuan. | | Menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari | Belum mampu menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari. | Mampu menyebutkan fenomena alam ciptaan tetapi belum mampu menjelaskan cara Allah hadir memelihara manusia melaluinya. | Mampu menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan (matahari, hujan, atau angin) bagi kehidupan sehari-hari secara tepat. | Mampu menjelaskan cara Allah hadir melalui lebih dari dua fenomena alam ciptaan secara rinci, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat mengidentifikasi bukti kehadiran Allah dalam teks Matius 8:23-27?
- Bagaimanakah keterlibatan murid dalam menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam saat aktivitas kartu berlangsung?
- Langkah pembelajaran mana yang paling efektif menanamkan pemahaman akan kemahakuasaan Allah?
Murid:- Peristiwa alam apa dalam Alkitab yang membuktikan bahwa Allah berkuasa atas alam semesta?
- Bagaimanakah kamu merasakan kehadiran dan kebaikan Allah melalui fenomena alam yang terjadi hari ini?
Pertemuan 2 — Menyusun Doa Syukur dan Menguraikan Wujud Kepedulian terhadap Sesama saat Terjadi Bencana Fenomena Alam — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.11.3 Menyusun doa syukur atas kemahakuasaan Allah yang hadir melalui fenomena alam ciptaan
- TP 5.11.4 Menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama saat terjadi bencana fenomena alam sebagai wujud tanggung jawab memelihara lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, mengajak murid bernyanyi lagu syukur, dan memimpin doa pembuka (5 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang unsur doa syukur (sapaan, ungkapan syukur atas fenomena alam, permohonan) dan contoh tindakan menolong sesama saat bencana (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang struktur penyusunan doa syukur atas kemahakuasaan Allah dalam fenomena alam (pembukaan/sapaan kepada Allah, isi syukur atas fenomena alam ciptaan seperti matahari/hujan/angin, dan penutup/dalam nama Yesus) serta menyimak bacaan Galatia 6:2 tentang tolong-menolong menanggung beban sesama saat bencana (10 menit).
- Guru mengadakan permainan kelompok menggembirakan 'Kartu Aksi Peduli': setiap kelompok memilih kartu situasi bencana fenomena alam dan menguraikan wujud kepedulian nyata yang sesuai (pilihan kartu: Kartu 1 Gempa Bumi -> wujud peduli: mengumpulkan bantuan pakaian/makanan; Kartu 2 Banjir -> wujud peduli: membantu evakuasi dan membersihkan sampah saluran air; Kartu 3 Letusan Gunung Api -> wujud peduli: membagikan masker dan mendonasikan makanan) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Secara mandiri, murid menyusun teks doa syukur tertulis atas kemahakuasaan Allah yang hadir melalui fenomena alam ciptaan dengan memuat 3 bagian terpadu: (1) sapaan hormat kepada Tuhan, (2) ucapan syukur spesifik atas fenomena alam ciptaan, dan (3) penutup doa dalam nama Tuhan Yesus (25 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Aktivitas untuk menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama saat bencana fenomena alam dengan mengisi 3 butir uraian wujud kepedulian konkret (butir 1: wujud bantuan logistik/makanan; butir 2: wujud dukungan moral/doa; butir 3: wujud pemulihan kebersihan lingkungan sekitar) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan kelengkapan unsur doa syukur dan saling memeriksa rincian 3 uraian wujud kepedulian yang telah ditulis (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran tentang pentingnya berdoa syukur dan berbelarasa menolong sesama yang tertimpa bencana fenomena alam (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap doa syukur dan uraian wujud peduli yang disusun murid, mengingatkan rencana pertemuan berikutnya (asesmen sumatif bab), lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kalimat pemandu doa (template rumpang) bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung bagi murid yang kesulitan menyusun kalimat doa, serta memberikan tantangan menyusun uraian wujud peduli yang lebih mendalam pada situasi bencana kompleks bagi murid yang cepat.
- Produk: Murid dapat menghias lembar teks doa syukur dengan bingkai bertema alam ciptaan sesuai kreativitasnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 bagian penting dalam menyusun doa!' (Kriteria penerimaan/acuan: menyebutkan sapaan/pembuka kepada Allah, isi pokok doa/syukur, dan penutup doa dalam nama Yesus).
- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 contoh tindakan nyata yang dapat kita lakukan jika melihat saudara kita tertimpa bencana banjir!' (Kriteria penerimaan/acuan: tindakan relevan seperti menyumbang pakaian layak/makanan atau membantu membersihkan lingkungan).
Proses:- Observasi kinerja murid saat menyusun doa syukur tertulis: memastikan doa memuat sapaan hormat kepada Allah, ungkapan syukur atas fenomena alam ciptaan (seperti hujan, matahari, atau pergantian musim), dan penutup doa.
- Pemeriksaan lembar kerja uraian wujud kepedulian terhadap sesama saat bencana fenomena alam: memeriksa kejelasan 3 butir uraian tindakan (bantuan bahan kebutuhan pokok/logistik, doa/penghiburan, dan tindakan memelihara/membersihkan lingkungan terdampak).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi: Murid menuliskan kembali 1 kalimat doa syukur pribadi atas berkah fenomena alam hari ini serta menyebutkan 1 wujud kepedulian nyata yang siap dilakukan jika ada sesama yang tertimpa musibah alam (Kriteria penerimaan: kalimat doa memuat rasa syukur atas fenomena alam spesifik dan tindakan kepedulian logis/dapat diterapkan murid kelas 5).
Formatif:- Penilaian proses penyusunan doa syukur atas fenomena alam berdasarkan kelengkapan 3 unsur struktur doa
- Penilaian lembar kerja uraian wujud kepedulian terhadap sesama saat bencana fenomena alam berdasarkan 3 bentuk tindakan nyata
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyusun doa syukur atas fenomena alam ciptaan (TP 5.11.3) | Menyusun doa yang belum memuat ungkapan syukur atas fenomena alam dan belum memiliki struktur doa yang jelas. | Menyusun doa yang memuat ungkapan syukur atas fenomena alam ciptaan, namun hanya memenuhi 1 dari 3 unsur struktur doa (sapaan, isi syukur fenomena alam, penutup dalam nama Yesus). | Menyusun doa syukur atas kemahakuasaan Allah melalui fenomena alam ciptaan secara runtut dengan memenuhi 2 dari 3 unsur struktur doa. | Menyusun doa syukur atas kemahakuasaan Allah melalui fenomena alam ciptaan secara mandiri dan lengkap memenuhi ketiga unsur struktur doa (sapaan, isi syukur fenomena alam, dan penutup doa dalam nama Yesus). | | Menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama saat bencana fenomena alam (TP 5.11.4) | Belum mampu menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama saat bencana fenomena alam ciptaan. | Menguraikan hanya 1 wujud kepedulian nyata terhadap sesama saat bencana fenomena alam sebagai tanggung jawab memelihara lingkungan. | Menguraikan 2 wujud kepedulian nyata terhadap sesama saat bencana fenomena alam secara tepat dan jelas. | Menguraikan 3 wujud kepedulian nyata terhadap sesama saat bencana fenomena alam secara lengkap, jelas, dan realistis sebagai wujud tanggung jawab memelihara lingkungan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu menyusun doa syukur atas fenomena alam secara mandiri dan bermakna?
- Apakah aktivitas permainan kartu situasi bencana berhasil membantu murid menguraikan wujud kepedulian secara konkret?
Murid:- Apa hal baru yang kamu rasakan saat menyusun doa syukur atas fenomena alam ciptaan Tuhan?
- Wujud kepedulian apa yang paling ingin kamu lakukan ketika mendengar ada sesama tertimpa musibah bencana alam?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.11.1 Mengidentifikasi kehadiran Allah melalui peristiwa alam ciptaan berdasarkan kesaksian Alkitab
- TP 5.11.2 Menjelaskan cara Allah hadir melalui fenomena alam ciptaan dalam kehidupan sehari-hari
- TP 5.11.3 Menyusun doa syukur atas kemahakuasaan Allah yang hadir melalui fenomena alam ciptaan
- TP 5.11.4 Menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama saat terjadi bencana fenomena alam sebagai wujud tanggung jawab memelihara lingkungan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak seorang murid memimpin doa pembuka, memeriksa kehadiran 28 murid, serta menata ruang kelas agar kondusif untuk pelaksanaan asesmen sumatif individual yang hening dan tertib (5 menit).
- Guru menjelaskan tujuan sesi asesmen sumatif Bab 11, prosedur pelaksanaan yang menggabungkan tes lisan bergiliran (Tugas 1 untuk TP 1) dan pengerjaan lembar karya tertulis serentak (Tugas 2 untuk TP 2, 3, 4), serta membacakan rambu-rambu kejujuran dan kemandirian dalam bekerja (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Karya Tertulis Asesmen Sumatif Bab 11 kepada seluruh 28 murid dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 3 bagian tugas tertulis: Bagian A (Menjelaskan cara Allah hadir dalam fenomena alam sehari-hari), Bagian B (Menyusun doa syukur atas kemahakuasaan Allah), dan Bagian C (Menguraikan wujud kepedulian pascabencana alam), serta memastikan seluruh murid memahami alur pemanggilan tes lisan yang berjalan paralel tanpa mengganggu konsentrasi pengerjaan tertulis (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid mulai mengerjakan Lembar Karya Tertulis secara mandiri dan serentak di meja masing-masing, sementara guru secara paralel memanggil murid nomor presensi 1 sampai 28 secara bergantian ke meja guru untuk melaksanakan tes lisan individual Tugas 1 selama 1 menit per murid, ditambah jeda transisi pencatatan guru total 7 menit (perhitungan: 28 murid × 1 menit + 7 menit pencatatan = 35 menit). Dalam tes lisan ini, guru mengajukan 1 pertanyaan: 'Sebutkan 1 peristiwa alam ciptaan berdasarkan kesaksian Alkitab dan jelaskan bukti kehadiran Allah dalam peristiwa tersebut!'. Acuan jawaban lisan: Peristiwa yang diterima adalah Yesus meredakan angin ribut di Danau Galilea (Matius 8:23-27), atau peristiwa tiang awan dan tiang api memimpin bangsa Israel (Keluaran 13:21-22), atau Allah berfirman meredakan badai dan menciptakan langit serta bumi (Kejadian 1); dengan identifikasi kehadiran Allah: Allah hadir menyatakan kuasa-Nya mengendalikan alam, memelihara keselamatan, atau melindungi umat-Nya dari bahaya (35 menit).
- Setelah pelaksanaan tes lisan bergiliran selesai pada menit ke-35 tugas mandiri, seluruh 28 murid melanjutkan fokus menyelesaikan Lembar Karya Tertulis Tugas 2 secara penuh dan mandiri selama sisa waktu 35 menit pengerjaan tertulis (total durasi pengerjaan tertulis serentak adalah 70 menit: 35 menit berjalan paralel dengan tes lisan + 35 menit sesi lanjutan penuh tertulis). Lembar karya memuat: (1) Bagian A (TP 2): Menjelaskan cara Allah hadir melalui minimal 2 fenomena alam sehari-hari (Acuan: [a] Sinar matahari pagi yang menghangatkan bumi, memberi vitamin D bagi kesehatan, dan membantu fotosintesis tumbuhan; [b] Hujan yang membasahi tanah, mengairi tanaman pangan, dan menyediakan air bersih untuk kehidupan); (2) Bagian B (TP 3): Menyusun teks doa syukur individual atas kemahakuasaan Allah dalam fenomena alam ciptaan (Kriteria: memuat sapaan/pembuka kepada Allah, ungkapan terima kasih atas ciptaan seperti matahari/hujan/angin, pengakuan kemahakuasaan Allah, permohonan bimbingan untuk taat, dan penutup 'Dalam nama Yesus. Amin'); (3) Bagian C (TP 4): Menguraikan minimal 2 wujud tindakan kepedulian nyata terhadap sesama korban bencana alam sebagai wujud tanggung jawab memelihara lingkungan (Acuan: menyumbangkan pakaian layak pakai/makanan/alat tulis, mendoakan pemulihan para korban, membantu membersihkan lingkungan pascabencana, atau mengumpulkan dana sukarela) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru menginstruksikan murid berhenti menulis, memeriksa kelengkapan identitas nama dan nomor presensi pada lembar kerja, lalu mengumpulkan seluruh lembar karya tertulis ke meja guru secara tertib (5 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi berkesadaran sejenak dengan meminta murid memeriksa pengalaman diri selama asesmen: sejauh mana mereka telah mengerjakannya secara mandiri, jujur, serta bagaimana penghayatan iman mereka terhadap kehadiran Allah dalam keteraturan fenomena alam ciptaan dan kepedulian pada korban bencana (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kesungguhan seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif bab (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran Bab 11 bahwa Allah sungguh mahakuasa mengendalikan alam dan memelihara hidup manusia, lalu menutup pertemuan dengan doa syukur bersama yang dipimpin oleh guru (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk pada lembar asesmen tertulis dicetak dengan huruf yang jelas dan terbaca bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah kompetensi, butir tugas, ataupun kriteria penilaian sumatif.
- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang memerlukan waktu lebih dalam membaca petunjuk tertulis, guru membacakan ulang instruksi soal secara perlahan di meja guru saat tes lisan tanpa memberikan petunjuk jawaban; waktu pengerjaan tetap mengacu jadwal standar sumatif 70 menit.
- Produk: Standar bukti artefak dan batas kriteria rubrik tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan ATP tanpa penurunan capaian kompetensi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan fisik dan psikologis murid sebelum asesmen dimulai melalui pengecekan alat tulis mandiri dan pemahaman aturan ketertiban asesmen sumatif.
Proses:- Observasi langsung menggunakan lembar pencatatan unjuk kerja tes lisan bergiliran untuk mencatat ketepatan peristiwa dan kejelasan kehadiran Allah yang diungkapkan murid.
Sumatif Bab:- kombinasi tes lisan bergiliran dan penugasan lembar karya tertulis: Tugas 1 (TP 1): Catatan individual unjuk kerja tes lisan secara bergiliran (TP 1), aspek: ketepatan penyebutan peristiwa alam Alkitab; kejelasan identifikasi kehadiran Allah. Jadwal: Pertemuan 3 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Hitungan: (28 murid × 1 menit) + 7 menit = 35 menit <= 35 menit durasi tugas. Murid lain mengerjakan tugas tertulis secara mandiri.
Tugas 2 (TP 2, 3, 4): Lembar karya tertulis individual dikerjakan serentak oleh 28 murid selama 70 menit, memuat penjelasan kehadiran Allah dalam fenomena alam sehari-hari (TP 2), teks doa syukur atas kemahakuasaan Allah (TP 3), dan uraian rencana tindakan kepedulian pascabencana alam (TP 4). Artefak lembar karya bernama dinilai guru sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian.
- tes lisan bergiliran: Catatan individual unjuk kerja tes lisan secara bergiliran (TP 1), aspek: ketepatan penyebutan peristiwa alam Alkitab; kejelasan identifikasi kehadiran Allah. Jadwal: Pertemuan 3 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Hitungan: (28 murid × 1 menit) + 7 menit = 35 menit <= 35 menit durasi tugas. Murid lain mengerjakan tugas tertulis secara mandiri. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian aspek ketepatan penyebutan peristiwa alam Alkitab dan kejelasan identifikasi kehadiran Allah)
- penugasan lembar karya tertulis: Lembar karya tertulis individual dikerjakan serentak oleh 28 murid selama 70 menit, memuat penjelasan kehadiran Allah dalam fenomena alam sehari-hari (TP 2), teks doa syukur atas kemahakuasaan Allah (TP 3), dan uraian rencana tindakan kepedulian pascabencana alam (TP 4). Artefak lembar karya bernama dinilai guru sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian. (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tertulis)
Sumatif:- kombinasi tes lisan bergiliran dan penugasan lembar karya tertulis: Tugas 1 (TP 1): Catatan individual unjuk kerja tes lisan secara bergiliran (TP 1), aspek: ketepatan penyebutan peristiwa alam Alkitab; kejelasan identifikasi kehadiran Allah. Jadwal: Pertemuan 3 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Hitungan: (28 murid × 1 menit) + 7 menit = 35 menit <= 35 menit durasi tugas. Murid lain mengerjakan tugas tertulis secara mandiri.
Tugas 2 (TP 2, 3, 4): Lembar karya tertulis individual dikerjakan serentak oleh 28 murid selama 70 menit, memuat penjelasan kehadiran Allah dalam fenomena alam sehari-hari (TP 2), teks doa syukur atas kemahakuasaan Allah (TP 3), dan uraian rencana tindakan kepedulian pascabencana alam (TP 4). Artefak lembar karya bernama dinilai guru sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian.
- tes lisan bergiliran: Catatan individual unjuk kerja tes lisan secara bergiliran (TP 1), aspek: ketepatan penyebutan peristiwa alam Alkitab; kejelasan identifikasi kehadiran Allah. Jadwal: Pertemuan 3 murid 1-28: 1 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. Hitungan: (28 murid × 1 menit) + 7 menit = 35 menit <= 35 menit durasi tugas. Murid lain mengerjakan tugas tertulis secara mandiri. (35 menit; individual; instrumen: lembar observasi ketercapaian aspek ketepatan penyebutan peristiwa alam Alkitab dan kejelasan identifikasi kehadiran Allah)
- penugasan lembar karya tertulis: Lembar karya tertulis individual dikerjakan serentak oleh 28 murid selama 70 menit, memuat penjelasan kehadiran Allah dalam fenomena alam sehari-hari (TP 2), teks doa syukur atas kemahakuasaan Allah (TP 3), dan uraian rencana tindakan kepedulian pascabencana alam (TP 4). Artefak lembar karya bernama dinilai guru sesudah kegiatan dengan rubrik penilaian. (70 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk tertulis)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi kehadiran Allah melalui peristiwa alam Alkitab (TP 1 — Tes Lisan) | Belum mampu menyebutkan peristiwa alam ciptaan Alkitab dan belum mampu mengidentifikasi kehadiran Allah di dalamnya. | Menyebutkan peristiwa alam Alkitab dengan tepat (misal: Yesus meredakan angin ribut dalam Matius 8:23-27), namun identifikasi kehadiran Allah masih keliru atau belum jelas. | Menyebutkan peristiwa alam Alkitab dengan tepat (Yesus meredakan angin ribut dalam Matius 8:23-27 atau tiang awan/tiang api dalam Keluaran 13:21-22) dan mengidentifikasi kehadiran Allah (Allah hadir menyatakan kuasa-Nya mengendalikan badai/melindungi umat-Nya) dengan tepat tetapi membutuhkan pancingan pertanyaan arahan dari guru. | Menyebutkan peristiwa alam Alkitab dengan tepat (Yesus meredakan angin ribut dalam Matius 8:23-27 atau tiang awan/tiang api dalam Keluaran 13:21-22) dan menjelaskan bukti kehadiran Allah yang berkuasa memelihara serta menyelamatkan manusia secara jelas, runtut, dan mandiri tanpa pancingan guru. | | Penjelasan cara Allah hadir melalui fenomena alam sehari-hari (TP 2 — Tertulis Bagian A) | Belum mampu menjelaskan fenomena alam sehari-hari atau penjelasan yang ditulis tidak menunjukkan cara kehadiran Allah. | Menjelaskan hanya 1 fenomena alam sehari-hari dengan tepat sesuai acuan (misal: sinar matahari pagi yang menghangatkan dan memberi vitamin D, ATAU hujan yang membasahi tanah dan menyediakan air minum), namun fenomena kedua belum diuraikan atau keliru. | Menjelaskan tepat 2 fenomena alam sehari-hari beserta cara kehadiran dan manfaat pemeliharaan Allah bagi manusia sesuai daftar acuan: (1) Sinar matahari pagi (menghangatkan bumi/kesehatan/fotosintesis) dan (2) Hujan (menyiram tanaman/sumber air minum/kesuburan tanah). | Menjelaskan lebih dari 2 fenomena alam sehari-hari (sinar matahari pagi, hujan, dan angin sejuk pegunungan) beserta cara kehadiran dan pemeliharaan Allah bagi kehidupan manusia secara rinci, tepat, dan mendalam. | | Penyusunan teks doa syukur atas kemahakuasaan Allah (TP 3 — Tertulis Bagian B) | Teks doa belum memuat ungkapan syukur atas fenomena alam ciptaan dan struktur doa belum terbentuk. | Menyusun doa yang memuat ungkapan syukur atas alam, tetapi hanya memenuhi 1-2 unsur dari 4 kriteria struktur doa (sapaan kepada Allah, pengakuan kemahakuasaan Allah dalam fenomena alam, ungkapan syukur/terima kasih, penutup doa dalam nama Tuhan Yesus). | Menyusun doa syukur yang memenuhi lengkap seluruh 4 kriteria struktur doa: memuat sapaan kepada Allah, pengakuan kemahakuasaan Allah atas fenomena alam (matahari/hujan), ungkapan terima kasih atas berkat ciptaan, dan ditutup dalam nama Tuhan Yesus Kristus. | Menyusun doa syukur yang memenuhi lengkap seluruh 4 kriteria struktur doa dengan pilihan kalimat ungkapan syukur yang mendalam, menghayati kebesaran kuasa Allah dalam memelihara alam semesta, serta memuat komitmen pribadi memelihara alam ciptaan. | | Uraian wujud kepedulian terhadap sesama saat bencana alam (TP 4 — Tertulis Bagian C) | Belum mampu menguraikan wujud kepedulian terhadap sesama yang terkena bencana fenomena alam. | Menguraikan hanya 1 wujud tindakan kepedulian nyata pascabencana sesuai acuan (misal: menyumbang pakaian pantas pakai atau mendoakan korban), sedangkan wujud tindakan lainnya belum tertulis. | Menguraikan tepat 2 wujud tindakan kepedulian nyata terhadap sesama korban bencana alam sesuai daftar acuan tindakan: (1) memberikan bantuan logistik/pakaian layak pakai/makanan/dana, dan (2) mendoakan penguatan bagi para korban bencana serta terlibat membersihkan lingkungan pascabencana. | Menguraikan 3 atau lebih wujud tindakan kepedulian nyata terhadap sesama saat terjadi bencana alam (memberikan bantuan materi, mendoakan penghiburan bagi korban, aksi relawan membersihkan lingkungan tercemar bencana) sebagai tanggung jawab iman memelihara sesama dan lingkungan secara konkret dan aplikatif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes lisan bergiliran (35 menit untuk 28 murid) dan pengerjaan tugas tertulis serentak (70 menit) terlaksana secara efektif dan tertib?
- Apakah instrumen rubrik penilaian sumatif mampu memotret capaian kompetensi TP 1 sampai TP 4 setiap murid secara objektif?
- Bagian kompetensi mana dari Bab 11 yang paling dikuasai murid dan materi mana yang masih memerlukan remedial?
Murid:- Apakah aku sudah mengerjakan seluruh tugas asesmen sumatif ini dengan jujur, teliti, dan mandiri?
- Hal terpenting apa yang aku pelajari tentang kehadiran Allah dalam fenomena alam ciptaan?
- Tindakan nyata apa yang akan aku lakukan mulai hari ini untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah dan kepedulian kepada sesama korban bencana alam?
SUMBER BELAJAR- Alkitab: Injil Matius 8:23-27
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021, Penulis: Norita Yudiet Tompah)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Set Kartu Fenomena Alam (Sinar Matahari, Hujan, Angin Sejuk, Pergantian Siang Malam)
- Lembar Kerja Aktivitas Murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021)
- Alkitab: Galatia 6:2 dan Matius 8:23-27
- Kartu Aksi Peduli situasi bencana alam dan lembar aktivitas murid
- Alkitab: Kitab Matius 8:23-27 (Yesus meredakan angin ribut), Keluaran 13:21-22 (Tiang awan dan tiang api), dan Galatia 6:2
- Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Bab 11 'Kehadiran Allah dalam Fenomena Alam', Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Bab 11, Kemendikbudristek 2021
- Lembar Karya Tertulis Asesmen Sumatif Bab 11 dan Lembar Observasi Penilaian Tes Lisan Guru
|