Modul AjarPertemuan 3Bab 10Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Merancang Proyek Menolong Sesama sebagai Wujud Iman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Merancang Proyek Menolong Sesama sebagai Wujud Iman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Merancang Proyek Menolong Sesama sebagai Wujud Iman

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 10 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Merancang Proyek Menolong Sesama sebagai Wujud Iman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMerancang Proyek Menolong Sesama sebagai Wujud Iman
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat rancangan kegiatan atau proyek menolong sesama yang nyata di lingkungan sekolah atau masyarakat tanpa memandang perbedaan latar belakang
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa tindakan menolong sesama merupakan cara manusia sebagai makhluk sosial merespons pemeliharaan Allah terhadap seluruh umat manusia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa di sekitarmu yang pernah kamu lihat membutuhkan pertolongan?
  2. Bagaimana perasaanmu ketika kamu bisa menolong orang yang berbeda agama atau suku denganmu?
  3. Apa hubungan antara kasih Allah yang memelihara semua orang dengan tindakan kita menolong sesama?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan menyapa murid dengan penuh kehangatan
  • Guru menyampaikan topik pembelajaran: Merancang Proyek Menolong Sesama sebagai Wujud Iman
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang pernah menolong teman yang berbeda agama atau suku? Ceritakan pengalamanmu!
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Mengapa Allah menghendaki kita menolong semua orang tanpa memandang perbedaan?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan: memahami makna menolong sesama, merancang proyek nyata, dan merefleksikan kaitan tindakan menolong dengan pemeliharaan Allah

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membuka kembali teks Alkitab Lukas 10:25-37 tentang orang Samaria yang baik (telah dipelajari di pertemuan sebelumnya) dan meminta 2-3 murid menceritakan kembali inti kisah tersebut
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok kecil (3-4 orang): Apa yang membuat orang Samaria berbeda dengan imam dan orang Lewi? Mengapa Yesus menjadikan orang Samaria sebagai teladan?
  • Guru menjelaskan secara singkat bahwa menolong sesama adalah respons kita terhadap kasih Allah yang memelihara seluruh umat manusia, tanpa terkecuali
  • Murid menuliskan pemahaman sendiri tentang arti tolong-menolong dan mengapa Allah menghendaki kita menolong semua orang
  • Guru memberikan penguatan: Tindakan menolong adalah cara kita sebagai makhluk sosial mewujudkan iman kepada Allah Pemelihara

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok 4-5 orang dengan latar belakang yang beragam (jika memungkinkan)
  • Setiap kelompok diminta mengidentifikasi minimal 3 situasi nyata di sekolah atau lingkungan sekitar di mana ada orang yang membutuhkan pertolongan (misalnya: teman yang kesulitan belajar, tetangga lansia, anak jalanan, penjaga sekolah yang bekerja keras, dll.)
  • Kelompok merancang satu proyek konkret menolong sesama yang meliputi: (1) Untuk siapa proyek ini ditujukan, (2) Bentuk kegiatan yang akan dilakukan, (3) Cara melaksanakannya (kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang dibutuhkan)
  • Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memastikan rancangan proyek nyata, dapat dilaksanakan, dan tidak membeda-bedakan latar belakang orang yang ditolong
  • Kelompok menuliskan rancangan proyek mereka di kertas plano atau lembar kerja yang disediakan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan rancangan proyek mereka di depan kelas (2-3 menit per kelompok)
  • Kelompok lain memberikan apresiasi dan masukan konstruktif
  • Guru memfasilitasi diskusi reflektif dengan pertanyaan: Bagaimana perasaanmu ketika merancang kegiatan menolong ini? Apa tantangan yang mungkin kalian hadapi? Bagaimana rancangan ini menunjukkan respons kita terhadap kasih Allah?
  • Murid secara individu menuliskan refleksi pribadi: Apa yang aku pelajari hari ini tentang menolong sesama? Bagaimana aku akan mewujudkan proyek ini?
  • Guru memberikan penguatan: Menolong sesama bukan sekadar kewajiban, tetapi ungkapan syukur atas pemeliharaan Allah yang kita rasakan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menyampaikan kesimpulan: Mengapa menolong sesama penting bagi orang beriman?
  • Guru memberikan apresiasi atas semua rancangan proyek yang telah dibuat dan mendorong murid untuk benar-benar melaksanakannya
  • Guru memberikan penugasan: Lanjutkan merancang proyek menolong sesama secara lebih detail di rumah dan siapkan untuk dilaksanakan minggu depan
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama, memohon agar Allah memberikan kekuatan untuk mewujudkan kasih melalui tindakan menolong sesama
  • Guru memberikan pesan: Setiap tindakan kecil menolong sesama adalah wujud nyata imanmu kepada Allah

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat diminta merancang proyek menolong yang lebih kompleks dan berkelanjutan, sementara murid yang lambat dapat fokus pada satu kegiatan sederhana namun konkret
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat bimbingan intensif dari guru saat merancang proyek, sementara murid yang mandiri diberi kebebasan lebih besar untuk berkreasi
  • Produk: Murid dapat mempresentasikan rancangan proyek dalam bentuk tulisan, gambar, diagram, atau kombinasi sesuai kekuatan mereka

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: Siapa yang pernah menolong teman yang berbeda agama atau suku? Ceritakan pengalamanmu!
  • Guru mengamati pemahaman awal murid tentang kaitan menolong sesama dengan iman melalui respons mereka terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok saat membahas kisah orang Samaria yang baik
  • Pemantauan proses kelompok saat mengidentifikasi situasi yang membutuhkan pertolongan di lingkungan sekitar
  • Bimbingan dan umpan balik langsung saat murid merancang proyek menolong sesama
  • Pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman: Mengapa kita perlu menolong semua orang tanpa membeda-bedakan?

Akhir:

  • Penilaian rancangan proyek kelompok menggunakan rubrik (kelengkapan, kepraktisan, inklusivitas)
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian dan kemampuan menjelaskan kaitan proyek dengan iman
  • Penilaian refleksi tertulis individu: pemahaman tentang menolong sebagai respons terhadap pemeliharaan Allah
  • Pertanyaan lisan di akhir pembelajaran: Mengapa menolong sesama penting bagi orang beriman?

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Pertanyaan lisan selama proses merancang proyek
  • Pemeriksaan rancangan proyek kelompok

Sumatif:

  • Penilaian rancangan proyek menolong sesama (rubrik)
  • Penilaian presentasi dan penjelasan kelompok
  • Refleksi tertulis individu

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Rancangan Proyek Menolong SesamaRancangan tidak lengkap, tidak jelas untuk siapa, bentuk kegiatan tidak konkret, dan cara pelaksanaan tidak dijelaskanRancangan menyebutkan untuk siapa dan bentuk kegiatan, tetapi cara pelaksanaan masih sangat umum dan belum operasionalRancangan lengkap mencakup untuk siapa, bentuk kegiatan, dan cara pelaksanaan yang cukup jelas dan dapat dilakukanRancangan sangat lengkap, konkret, operasional, inklusif (tidak membeda-bedakan latar belakang), dan menunjukkan kreativitas serta kepedulian mendalam
Pemahaman Menolong sebagai Respons terhadap Pemeliharaan AllahMurid belum dapat menjelaskan kaitan antara tindakan menolong dengan pemeliharaan AllahMurid dapat menyebutkan bahwa menolong itu baik, tetapi belum menghubungkannya dengan pemeliharaan Allah terhadap semua orangMurid dapat menjelaskan bahwa menolong sesama adalah cara merespons kasih Allah yang memelihara semua orangMurid dapat menjelaskan secara mendalam bahwa menolong sesama tanpa membeda-bedakan adalah wujud nyata iman sebagai makhluk sosial yang merespons pemeliharaan Allah terhadap seluruh umat manusia
Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak berkontribusi dalam kerja kelompok, pasif, dan tidak terlibat dalam diskusiMurid sesekali berkontribusi tetapi belum konsisten dalam bekerja sama dengan anggota kelompokMurid aktif berkontribusi, mendengarkan pendapat teman, dan bekerja sama dengan baikMurid sangat aktif berkontribusi ide, menghargai perbedaan pendapat, membantu teman yang kesulitan, dan menunjukkan kepemimpinan dalam kelompok
Kreativitas dan Kepraktisan ProyekIde proyek sangat umum, tidak orisinal, dan sulit dilaksanakanIde proyek cukup umum tetapi dapat dilaksanakan dengan bantuanIde proyek menunjukkan kreativitas, praktis, dan dapat dilaksanakan dengan sumber daya yang adaIde proyek sangat kreatif, inovatif, praktis, inklusif, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi orang yang ditolong

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam merancang proyek menolong sesama?
  • Bagaimana saya memfasilitasi murid untuk memahami kaitan antara menolong sesama dengan pemeliharaan Allah?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu saya perbaiki agar murid lebih termotivasi untuk mewujudkan proyek menolong sesama?
  • Apakah alokasi waktu sudah cukup untuk setiap tahap pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan buatku hari ini tentang menolong sesama?
  • Bagaimana aku akan mewujudkan proyek menolong yang sudah ku rancang?
  • Apa tantangan yang mungkin aku hadapi dan bagaimana aku akan mengatasinya?
  • Bagaimana perasaanku ketika merancang kegiatan untuk menolong orang yang berbeda latar belakang denganku?
  • Apa yang aku pelajari tentang kasih Allah dari kegiatan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab, khususnya Lukas 10:25-37 (Orang Samaria yang Baik)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  3. Buku Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5
  4. Kertas plano atau lembar kerja untuk merancang proyek
  5. Spidol warna
  6. Lembar refleksi individu
  7. Kisah-kisah inspiratif tentang tokoh yang menolong sesama (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.