Modul AjarBab 10Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 10: Aku Suka Menolong Sesama

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 10 "Aku Suka Menolong Sesama", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 10: Aku Suka Menolong Sesama

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 10 — Aku Suka Menolong Sesama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 10 — Aku Suka Menolong Sesama
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.10.1 Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 5.10.2 Mengidentifikasi contoh tindakan pelayanan terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang dalam kehidupan
  3. TP 5.10.3 Menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun dalam masyarakat majemuk
  4. TP 5.10.4 Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan terhadap sesama untuk memelihara hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus memiliki tanggung jawab untuk menolong dan melayani sesama?
  2. Bagaimana sikap kita saat melihat orang yang membutuhkan pertolongan tetapi memiliki latar belakang suku atau agama yang berbeda dengan kita?
  3. Bagaimana tindakan saling menolong dapat membuat masyarakat yang berbeda suku dan agama tetap hidup rukun dan damai?
  4. Apa saja hal penting yang perlu kita siapkan saat merencanakan kegiatan pelayanan untuk menolong orang lain yang berbeda latar belakang?
  5. Mengapa orang yang beriman kepada Tuhan Yesus bertanggung jawab untuk melayani dan menolong sesama tanpa membedakan suku, agama, dan latar belakang?
  6. Bagaimana sikap saling menolong dapat memelihara hidup rukun dan toleransi di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk?
  7. Pelayanan kasih nyata apa yang dapat kita rencanakan untuk meringankan beban sesama di lingkungan sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Makna dan Mengidentifikasi Contoh Tindakan Pelayanan terhadap Sesama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.1 Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 5.10.2 Mengidentifikasi contoh tindakan pelayanan terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang dalam kehidupan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak salah satu murid memimpin doa pembuka untuk mensyukuri kasih Tuhan (5 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu Kidung Jemaat No. 424 'Yesus Menginginkan Daku Bersinar' bait 1, lalu mengaitkan lirik lagu tentang menjadi terang bagi sesama dengan materi pembelajaran hari ini yaitu 'Aku Suka Menolong Sesama' (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Mengapa orang beriman wajib melayani sesamanya?' dan (2) 'Sebutkan 1 contoh menolong teman tanpa melihat perbedaan suku atau agama!' untuk mengetahui kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membaca dan mencermati kisah Alkitab dari Injil Lukas 10:25–37 tentang Orang Samaria yang Murah Hati, kemudian menyimak penjelasan guru tentang makna pelayanan terhadap sesama sebagai wujud tanggung jawab dan ketaatan orang beriman kepada Tuhan, bukan demi mencari pamrih atau pujian manusia (acuan makna: pelayanan adalah tindakan nyata mengasihi dan menolong sesama yang menderita/membutuhkan dengan tulus hati sebagai bentuk tanggung jawab orang beriman yang meneladani kasih Allah) (15 menit).
  • Murid bermain kuis kartu interaktif berpasangan 'Tanggung Jawab Beriman' untuk memilah alasan melayani sesama; pasangan murid memilah 3 kartu pernyataan: Kartu A 'Menolong teman agar mendapat pujian dan hadiah dari guru', Kartu B 'Melayani sesama sebagai ungkapan syukur atas kasih Allah dalam hidup', dan Kartu C 'Menolong orang lain sebagai tanggung jawab menaati perintah Tuhan Yesus untuk saling mengasihi' (acuan pemilahan tepat: Kartu B dan C adalah alasan tanggung jawab orang beriman; Kartu A adalah alasan keliru/pamrih) (20 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bergabung dalam kelompok (4-5 orang) untuk menjalankan misi tantangan detektif kebaikan 'Jejak Kasih Tanpa Batas', yaitu mengidentifikasi contoh tindakan pelayanan konkret terhadap 4 skenario situasi kehidupan nyata tanpa membeda-bedakan latar belakang (15 menit). Daftar 4 skenario dan tindakan yang diidentifikasi: Skenario 1: Teman sekelas dari suku berbeda terjatuh saat lari dan kakinya lecet (tindakan pelayanan: segera memapah dan mengantar ke ruang UKS serta mengobatinya tanpa menghiraukan asal sukunya); Skenario 2: Tetangga yang berbeda agama sedang kerepotan mempersiapkan acara hajatan/hari rayanya dan butuh bantuan memindahkan meja kursi (tindakan pelayanan: menawarkan bantuan tenaga secara sukarela untuk mengangkat meja dan kursi dengan sopan); Skenario 3: Teman murid baru yang memiliki dialek daerah berbeda tampak kebingungan mencari ruang perpustakaan (tindakan pelayanan: menyapa ramah dan menemani mengantarnya ke perpustakaan tanpa mengejek logatnya); Skenario 4: Seorang lansia pemulung yang kehujanan dan tampak kelaparan di pinggir jalan dekat sekolah (tindakan pelayanan: membagikan payung/makanan bekal yang dimiliki dengan rasa belas kasih).
  • Setiap kelompok menuliskan hasil identifikasi tindakan pelayanan dari keempat skenario tersebut ke dalam Lembar Kerja Murid (LKPD) serta menambahkan 2 contoh tindakan pelayanan di lingkungan sekolah dan 2 contoh di lingkungan tempat tinggal yang ditujukan kepada sesama tanpa membeda-bedakan suku, budaya, atau agama (15 menit). Acuan contoh tambahan: Di sekolah: (1) Meminjamkan pensil/buku kepada teman yang membutuhkan tanpa memandang latar belakangnya, (2) Membantu menjelaskan materi pelajaran kepada teman sekelas yang tertinggal; Di masyarakat: (1) Ikut gotong royong membersihkan lingkungan kampung bersama warga lintas latar belakang, (2) Membantu membawakan barang belanjaan tetangga lansia yang berbeda suku.

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran mengisi lembar refleksi pribadi dengan menjawab 2 pertanyaan perenungan: (1) 'Apa makna melayani sesama sebagai tanggung jawab orang beriman yang telah saya pahami hari ini?' dan (2) 'Tindakan pelayanan apa yang akan saya lakukan hari ini kepada teman atau tetangga yang berbeda latar belakang dengan saya?' lalu mengakhirinya dengan doa komitmen pribadi di hati masing-masing (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa melayani sesama adalah panggilan dan tanggung jawab setiap orang beriman kepada Tuhan yang wajib dilakukan kepada siapa saja tanpa membedakan latar belakang suku, budaya, maupun agama (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja murid, menyampaikan informasi materi pertemuan berikutnya (menghubungkan tolong-menolong dengan hidup rukun dan merancang aksi pelayanan), serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kisah Lukas 10:25-37 yang dilengkapi ilustrasi visual berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret, dan teks narasi mendalam bagi murid yang telah mahir membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terfokus dengan pertanyaan pemandu (scaffolding) bagi murid yang mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi tindakan pelayanan, serta memberikan skenario tambahan yang menantang analisis situasi majemuk bagi murid yang cepat memahami materi pada kompetensi yang sama.
  • Produk: Murid dapat menuangkan identifikasi tindakan pelayanan dalam bentuk tabel isian tertulis, peta pikiran skematis, atau penyampaian lisan terstruktur sesuai dengan profil kesiapan belajarnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik Lisan Kesiapan Belajar di Pendahuluan: Guru mengajukan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Mengapa orang beriman wajib melayani/menolong sesama?' (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat konsep bahwa menolong adalah perintah Tuhan / bukti ketaatan dan kasih kepada Allah / tanggung jawab iman; bukan semata-mata mencari pujian); (2) 'Sebutkan 1 contoh menolong orang lain tanpa membedakan suku atau agama!' (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan 1 tindakan pertolongan nyata kepada sesama yang berbeda latar belakang, misalnya meminjamkan alat tulis kepada teman beda agama).

Proses:

  • Formatif 1: Kuis Kartu Pemilahan Makna Pelayanan (TP 5.10.1). Murid memilah 3 kartu pernyataan: Kartu A 'Menolong teman agar mendapat pujian dan hadiah dari guru'; Kartu B 'Melayani sesama sebagai ungkapan syukur atas kasih Allah dalam hidup'; Kartu C 'Menolong orang lain sebagai tanggung jawab menaati perintah Tuhan Yesus untuk saling mengasihi'. Acuan kunci jawaban: Kartu B dan C = Alasan benar tanggung jawab orang beriman; Kartu A = Alasan keliru.
  • Formatif 2: LKPD Misi Detektif Kebaikan 4 Skenario (TP 5.10.2). Acuan kunci identifikasi: Skenario 1 (Teman beda suku terluka) = memapah/mengantar ke UKS dan mengobati lukanya tanpa membedakan suku; Skenario 2 (Tetangga beda agama angkat meja) = menawarkan bantuan tenaga sukarela memindahkan perabot; Skenario 3 (Teman pindahan beda dialek tersesat) = menyapa ramah dan menemani ke perpustakaan; Skenario 4 (Lansia pemulung kehujanan/kelaparan) = membagikan makanan/payung dengan belas kasih.

Akhir Pertemuan:

  • Cek Pemahaman Reflektif Akhir Sesi: Murid menuliskan jawaban singkat atas 2 pertanyaan: (1) 'Jelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman!' (Kriteria penerimaan: Menjelaskan bahwa pelayanan adalah tindakan menolong sesama yang membutuhkan dengan tulus hati yang didasari rasa syukur dan ketaatan atas kasih Tuhan, bukan mencari imbalan); (2) 'Sebutkan 2 contoh tindakan pelayanan terhadap sesama tanpa membedakan suku atau agama di lingkungan sekitarmu!' (Kriteria penerimaan: Menyebutkan 2 contoh tindakan konkret tanpa sekat diskriminasi suku/agama, seperti meminjamkan buku catatan kepada teman beda agama dan menolong tetangga beda suku yang kesusahan).

Formatif:

  • Kuis pemilahan kartu 'Tanggung Jawab Beriman' untuk mengukur pemahaman makna pelayanan sesama sebagai tanggung jawab orang beriman (TP 5.10.1)
  • Penilaian kinerja LKPD identifikasi tindakan pelayanan dalam skenario kehidupan nyata tanpa membeda-bedakan latar belakang (TP 5.10.2)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman (TP 5.10.1)Belum mampu menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman, hanya mengartikan tolong-menolong biasa untuk mencari pujian/imbalan.Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebatas tindakan tolong-menolong secara umum, namun belum mengaitkannya dengan tanggung jawab orang beriman kepada Tuhan.Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tindakan kasih yang didasari ketaatan dan tanggung jawab orang beriman kepada Tuhan secara tepat.Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman secara utuh, mendalam, dan mandiri, mencakup aspek ketulusan hati tanpa pamrih sebagai wujud nyata syukur atas kasih Allah.
Mengidentifikasi contoh tindakan pelayanan terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang (TP 5.10.2)Mengidentifikasi kurang dari 2 dari 4 skenario tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang secara tepat (skenario: teman beda suku terluka, tetangga beda agama angkat meja, teman pindahan beda dialek tersesat, lansia kehujanan/kelaparan).Mengidentifikasi 2 dari 4 skenario tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang secara tepat sesuai acuan skenario.Mengidentifikasi 3 dari 4 skenario tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang secara tepat sesuai acuan skenario.Mengidentifikasi seluruh 4 skenario tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang secara tepat dan lengkap sesuai acuan skenario.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran dengan kuis kartu dan misi detektif skenario efektif memfasilitasi murid memahami makna pelayanan dan contohnya tanpa membedakan latar belakang?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengeksplorasi nilai Kristiani tentang melayani sesama, dan pendekatan scaffolding apa yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apa makna terpenting yang saya pahami hari ini tentang alasan orang beriman harus melayani sesama manusia?
  • Bagian mana dari kegiatan belajar hari ini yang paling membantu saya memahami cara menolong orang lain tanpa membeda-bedakan suku atau agamanya?

Pertemuan 2 — Menghubungkan Sikap Menolong dan Merumuskan Rancangan Kegiatan Pelayanan untuk Hidup Rukun dalam Masyarakat Majemuk — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.3 Menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun dalam masyarakat majemuk
  • TP 5.10.4 Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan terhadap sesama untuk memelihara hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama yang dipimpin salah satu murid, dan mengecek kehadiran serta kesiapan belajar murid secara hangat dan berkesadaran (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai hubungan sikap menolong dengan kerukunan: (1) 'Apa dampak negatif jika warga yang berbeda suku menolak saling menolong saat tertimpa musibah?' (acuan jawaban: timbul perpecahan, ketegangan sosial, prasangka buruk, hilangnya kerukunan); (2) 'Apa manfaat langsung tolong-menolong bagi persaudaraan antarumat beragama di sekitar kita?' (acuan jawaban: mempererat persaudaraan, menciptakan suasana rukun, menumbuhkan toleransi dan damai sejahtera) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghubungkan sikap menolong dengan terwujudnya hidup rukun serta merumuskan rancangan kegiatan pelayanan nyata untuk memelihara toleransi dalam masyarakat majemuk (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Jembatan Rukun' dengan memasangkan 3 kartu tindakan menolong dengan 3 kartu dampak kerukunan. Tiga kartu tindakan: Kartu A ('Membantu membersihkan rumah tetangga yang terkena banjir tanpa memandang suku atau agamanya'), Kartu B ('Meminjamkan buku catatan kepada teman sekelas dari daerah lain yang baru pindah dan tertinggal pelajaran'), Kartu C ('Ikut serta bersama pemuda lintas agama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan sekitar tempat ibadah'). Tiga kartu dampak kerukunan: Kartu 1 ('Menumbuhkan rasa aman, saling menghormati, dan toleransi antarumat beragama'), Kartu 2 ('Menghilangkan sekat prasangka suku dan mempererat persahabatan di sekolah'), Kartu 3 ('Membangun rasa persaudaraan dan solidaritas warga sehingga tidak mudah terpecah belah'). Pasangan benar: Kartu A dengan Kartu 3, Kartu B dengan Kartu 2, Kartu C dengan Kartu 1 (15 menit).
  • Murid mendiskusikan hasil pemasangan kartu dan menguraikan keterkaitan logis bahwa sikap menolong yang tulus melintasi perbedaan suku, budaya, dan agama merupakan kunci utama terciptanya hidup rukun dan toleransi di masyarakat majemuk (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bekerja dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk merumuskan lembar 'Rancangan Pelayanan Kasih' yang memuat 4 unsur wajib: (1) Nama kegiatan pelayanan, (2) Sasaran penerima bantuan dengan latar belakang yang majemuk/berbeda, (3) Bentuk tindakan pelayanan yang akan dilakukan, dan (4) Cara pelaksanaan yang menjaga kerukunan dan sikap saling menghargai (25 menit).
  • Setiap kelompok saling bertukar lembar draf rancangan dengan kelompok lain untuk melakukan penelaahan sejawat berpedoman pada 4 unsur rancangan, sementara guru berkeliling memberikan umpan balik formatif agar rancangan benar-benar realistis dan berorientasi toleransi (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran merenungkan pertanyaan reflektif pribadi: 'Bagaimana perasaanku ketika merencanakan bantuan bagi sesama yang berbeda latar belakang, dan mengapa sikap rela menolong merupakan panggilan iman untuk mendatangkan damai?' lalu menuliskan satu komitmen singkat di lembar refleksi masing-masing (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa melayani sesama tanpa batas adalah jalan nyata merawat kerukunan dalam keberagaman, dilanjutkan cek pemahaman singkat lisan (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk membawa draf rancangan ke pertemuan berikutnya (asesmen sumatif bab), memberikan apresiasi atas kerja sama seluruh murid, dan menutup pembelajaran dengan doa syukur (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan lembar kerja dengan panduan petunjuk terstruktur (scaffolding) 4 unsur rancangan bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap, serta lembar kerja terbuka bagi kelompok yang sudah mandiri.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang masih kesulitan mengidentifikasi sasaran lintas latar belakang, sedangkan kelompok yang cepat diarahkan merinci teknis pembagian tugas pelaksanaan kegiatan pelayanan.
  • Produk: Format penyusunan rancangan pelayanan dapat disajikan dalam bentuk matriks tabel atau bagan alur kegiatan pelayanan sederhana, selama memenuhi 4 unsur yang ditentukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang keterkaitan menolong dan hidup rukun: Butir 1: 'Apa dampak jika kita menolak menolong orang yang berbeda latar belakang?' (Kriteria/Acuan: Menyebutkan dampak kerenggangan relasi, konflik, prasangka, atau ketidakharmonisan); Butir 2: 'Mengapa tolong-menolong dapat mempererat kerukunan masyarakat majemuk?' (Kriteria/Acuan: Menyebutkan bahwa tolong-menolong memupuk rasa saling membutuhkan, toleransi, empati, dan persaudaraan tanpa memandang suku/agama).

Proses:

  • Observasi formatif saat permainan mencocokkan kartu hubungan sebab-akibat (Kartu A-3, B-2, C-1) untuk menilai ketercapaian TP 5.10.3.
  • Pemeriksaan draf lembar kerja rancangan pelayanan kelompok untuk memverifikasi keterpenuhan 4 unsur rancangan (Nama kegiatan, Sasaran penerima majemuk, Bentuk pelayanan, Cara pelaksanaan yang menjaga kerukunan) untuk menilai ketercapaian TP 5.10.4.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Butir 1: 'Sebutkan 1 alasan mengapa tindakan menolong sesama yang berbeda agama dapat menciptakan kerukunan hidup!' (Acuan jawaban: Menolong menunjukkan kepedulian yang tulus dan menghapus prasangka perbedaan sehingga melahirkan kedamaian dan rasa saling menghargai); Butir 2: 'Sebutkan 4 unsur yang wajib ada dalam rancangan pelayanan yang baru kalian rumuskan!' (Acuan jawaban: Nama kegiatan, sasaran warga yang majemuk/berbeda, bentuk pelayanan, dan cara pelaksanaan yang toleran).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada permainan 'Jembatan Rukun' dalam menghubungkan kartu tindakan menolong dan dampak kerukunan
  • Penilaian produk rancangan kegiatan pelayanan kelompok berdasarkan kelengkapan 4 unsur rancangan untuk hidup rukun dan toleransi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun dalam masyarakat majemuk (TP 5.10.3)Belum mampu menghubungkan tindakan menolong dengan dampaknya bagi kerukunan hidup bermasyarakat majemuk (0 pasangan kartu tepat).Menghubungkan 1 dari 3 pasangan kartu tindakan menolong dengan dampak kerukunan dalam masyarakat majemuk secara tepat sesuai acuan (Kartu A-3, B-2, atau C-1).Menghubungkan 2 dari 3 pasangan kartu tindakan menolong dengan dampak kerukunan dalam masyarakat majemuk secara tepat sesuai acuan.Menghubungkan seluruh 3 pasangan kartu tindakan menolong dengan dampak kerukunan dalam masyarakat majemuk secara tepat sesuai acuan secara mandiri (Kartu A-3, B-2, dan C-1).
Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan terhadap sesama untuk memelihara hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk (TP 5.10.4)Belum mampu merumuskan unsur rancangan kegiatan pelayanan, atau hanya memuat 1 unsur secara tidak lengkap.Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan yang memuat 2 dari 4 unsur (pilihan unsur: nama kegiatan, sasaran majemuk, bentuk pelayanan, cara pelaksanaan toleran) secara tepat.Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan yang memuat 3 dari 4 unsur dengan tepat dan berorientasi pada terpeliharanya kerukunan hidup.Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan secara lengkap memuat seluruh 4 unsur (nama kegiatan, sasaran majemuk, bentuk pelayanan, dan cara pelaksanaan toleran) secara tepat, rinci, dan jelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu sebab-akibat 'Jembatan Rukun' efektif memfasilitasi murid dalam menghubungkan nilai tolong-menolong dengan kerukunan hidup majemuk?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam kelompok saat merumuskan rancangan kegiatan pelayanan yang berorientasi pada toleransi?
  • Apakah diferensiasi scaffolding proses yang diberikan sudah memadai bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan lebih intensif?

Murid:

  • Apa hal baru yang saya pahami tentang pentingnya menolong teman atau tetangga yang berbeda latar belakang dengan saya?
  • Bagian mana dari perumusan rancangan kegiatan pelayanan bersama kelompok yang paling menarik atau menantang bagi saya?
  • Tindakan menolong konkret apa yang ingin segera saya lakukan di sekolah atau rumah demi menjaga kerukunan?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.10.1 Menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sebagai tanggung jawab orang beriman dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 5.10.2 Mengidentifikasi contoh tindakan pelayanan terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang dalam kehidupan
  • TP 5.10.3 Menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun dalam masyarakat majemuk
  • TP 5.10.4 Merumuskan rancangan kegiatan pelayanan terhadap sesama untuk memelihara hidup rukun dan toleransi dalam masyarakat majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, doa pembuka, memeriksa kehadiran 28 murid, dan menciptakan suasana kelas yang hening serta kondusif untuk evaluasi mandiri (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, menegaskan tata tertib pengerjaan individual yang jujur dan tertib, serta melakukan pengecekan kesiapan prasyarat melalui satu pertanyaan pemantik tentang keteladanan orang Samaria yang murah hati (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Tes Tertulis (Tugas 1: butir 1-5) dan Lembar Kerja Dokumen Rancangan Rencana Aksi (Tugas 2: format rancangan aksi kasih), lalu membacakan petunjuk teknis pengerjaan kedua instrumen secara terperinci sementara murid menyimak secara berkesadaran tanpa berdiskusi (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • 28 murid masing-masing mengerjakan Tugas 1 (Tes Tertulis Sumatif TP 5.10.1, TP 5.10.2, TP 5.10.3) secara mandiri dan serentak pada lembar kerja: Butir 1 (menjelaskan makna pelayanan sesama orang beriman berdasar Lukas 10:25-37; acuan: tindakan kasih rela berkorban meringankan beban sesama tanpa pamrih sebagai wujud syukur atas kasih Allah), Butir 2 (menjelaskan dasar Galatia 6:2; acuan: saling menanggung beban adalah bentuk ketaatan memenuhi hukum Kristus melalui perbuatan nyata), Butir 3 (mengidentifikasi 3 contoh pelayanan di sekolah; acuan: membantu teman kesulitan belajar tanpa membedakan suku/agama, meminjamkan alat tulis kepada teman yang membutuhkan, menolong teman sakit/terjatuh di sekolah), Butir 4 (mengidentifikasi 3 contoh pelayanan di masyarakat majemuk; acuan: kerja bakti membersihkan lingkungan bersama warga lintas suku/agama, membagikan makanan/bantuan sembako bagi tetangga tertimpa musibah tanpa memandang agamanya, menjenguk tetangga sakit di lingkungan RT/RW tanpa membedakan latar belakang), dan Butir 5 (menjelaskan hubungan tolong-menolong dengan kerukunan hidup majemuk; acuan: meruntuhkan sekat prasangka antarwarga dan menumbuhkan persaudaraan serta toleransi hidup harmonis) (45 menit).
  • 28 murid masing-masing menyusun Tugas 2 (Dokumen Rancangan Rencana Aksi Pelayanan TP 5.10.4) secara mandiri dan serentak pada lembar format yang disediakan guru dengan merumuskan 5 komponen rancangan: (1) Sasaran penerima lintas latar belakang suku/agama/budaya di sekolah atau lingkungan tempat tinggal, (2) Tujuan pelayanan untuk memelihara hidup rukun dan toleransi, (3) Bentuk kegiatan pelayanan nyata yang realistis (seperti pengumpulan donasi alat tulis, pendampingan belajar teman sebaya, kerja bakti ramah tetangga, atau bingkisan kasih), (4) Tiga tahapan pelaksanaan runtut (tahap persiapan, tahap pelaksanaan aksi, dan tahap refleksi/evaluasi), serta (5) Nilai Kristiani yang mendasari tindakan (kasih tulus tanpa pamrih dan berbela rasa) (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran memeriksa kembali kelengkapan identitas serta memastikan seluruh jawaban pada Lembar Tes Tertulis (Tugas 1) dan seluruh komponen pada Lembar Dokumen Rencana Aksi (Tugas 2) telah terisi lengkap dan mandiri sebelum diserahkan (2 menit).

Penutup:

  • Murid mengumpulkan seluruh artefak lembar kerja tes tertulis dan dokumen rancangan rencana aksi secara serentak dan tertib di meja guru sesuai aba-aba (2 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif Bab 10, lalu memimpin doa syukur dan menutup pembelajaran bab ini (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses berupa lembar tes tertulis dan lembar rancangan rencana aksi yang dicetak dengan ukuran huruf lebih besar (large print) serta tata letak kolom yang lega bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
  • Proses: Akomodasi akses berupa penegasan pembacaan petunjuk instrumen secara individual dan penataan posisi tempat duduk yang minim distraksi bagi murid yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi tanpa memberikan perpanjangan durasi waktu pengerjaan maupun bantuan jawaban.
  • Produk: Standar pembuktian produk dokumen rancangan rencana aksi dan lembar tes tertulis tetap seragam untuk seluruh murid; murid dapat menuangkan rincian tahapan pada dokumen rancangan aksi dalam bentuk poin-poin terstruktur atau paragraf naratif sepanjang kelima komponen acuan terpenuhi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan belajar dan pemahaman prasyarat bab sebelum asesmen melalui 1 pertanyaan lisan pembuka: 'Siapakah sesama kita yang patut kita tolong menurut teladan Yesus dalam kisah orang Samaria yang murah hati?' (acuan jawaban: semua orang yang membutuhkan pertolongan tanpa memandang perbedaan suku, agama, budaya, atau latar belakang lainnya).

Proses:

  • Pemantauan keterlibatan dan kemandirian murid selama pengerjaan Tugas 1 (tes tertulis) dan Tugas 2 (penyusunan dokumen rencana aksi) untuk memastikan seluruh murid mematuhi tata tertib, bekerja mandiri tanpa bekerja sama, serta memanfaatkan alokasi waktu secara optimal.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis dan penilaian produk dokumen rencana aksi: Tugas 1 (TP 1, 2, 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis pemahaman dan penalaran secara mandiri selama 50 menit secara serentak; artefak lembar kerja diperiksa guru setelah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penilaian analitik. Tugas 2 (TP 4): 28 murid masing-masing menyusun dokumen rancangan kegiatan pelayanan tolong-menolong sesama dalam masyarakat majemuk secara mandiri selama 55 menit secara serentak; produk dokumen rencana aksi diperiksa dan dinilai guru setelah kegiatan menggunakan rubrik penilaian produk.
  • tes tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis pemahaman dan penalaran secara mandiri selama 50 menit secara serentak; artefak lembar kerja diperiksa guru setelah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penilaian analitik. (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik analitik pemahaman konsep pelayanan dan kerukunan)
  • penilaian produk dokumen rencana aksi: 28 murid masing-masing menyusun dokumen rancangan kegiatan pelayanan tolong-menolong sesama dalam masyarakat majemuk secara mandiri selama 55 menit secara serentak; produk dokumen rencana aksi diperiksa dan dinilai guru setelah kegiatan menggunakan rubrik penilaian produk. (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan rencana aksi pelayanan kasih)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis dan penilaian produk dokumen rencana aksi: Tugas 1 (TP 1, 2, 3): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis pemahaman dan penalaran secara mandiri selama 50 menit secara serentak; artefak lembar kerja diperiksa guru setelah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penilaian analitik. Tugas 2 (TP 4): 28 murid masing-masing menyusun dokumen rancangan kegiatan pelayanan tolong-menolong sesama dalam masyarakat majemuk secara mandiri selama 55 menit secara serentak; produk dokumen rencana aksi diperiksa dan dinilai guru setelah kegiatan menggunakan rubrik penilaian produk.
  • tes tertulis serentak: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar tes tertulis pemahaman dan penalaran secara mandiri selama 50 menit secara serentak; artefak lembar kerja diperiksa guru setelah kegiatan menggunakan kunci jawaban dan rubrik penilaian analitik. (50 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik analitik pemahaman konsep pelayanan dan kerukunan)
  • penilaian produk dokumen rencana aksi: 28 murid masing-masing menyusun dokumen rancangan kegiatan pelayanan tolong-menolong sesama dalam masyarakat majemuk secara mandiri selama 55 menit secara serentak; produk dokumen rencana aksi diperiksa dan dinilai guru setelah kegiatan menggunakan rubrik penilaian produk. (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk rancangan rencana aksi pelayanan kasih)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Makna Pelayanan terhadap Sesama (TP 5.10.1)Belum mampu menjelaskan makna pelayanan terhadap sesama sesuai kedua acuan yang ditentukan.Menjelaskan makna pelayanan secara umum (hanya menyebut perbuatan tolong-menolong) tanpa memuat kedua acuan makna (tindakan kasih rela berkorban dan ketaatan memenuhi hukum Kristus sesuai Galatia 6:2).Menjelaskan secara tepat 1 dari 2 acuan makna pelayanan terhadap sesama secara mandiri: (1) tindakan kasih rela berkorban tanpa pamrih sebagai wujud syukur kepada Allah, ATAU (2) ketaatan memenuhi hukum Kristus sesuai Galatia 6:2.Menjelaskan secara lengkap dan tepat kedua acuan makna pelayanan terhadap sesama secara mandiri: (1) tindakan kasih nyata yang rela berkorban meringankan beban sesama tanpa pamrih sebagai ucapan syukur atas kasih Allah, dan (2) wujud ketaatan orang beriman dalam memenuhi hukum Kristus sesuai Galatia 6:2.
Identifikasi Contoh Tindakan Pelayanan Lintas Latar Belakang (TP 5.10.2)Belum mampu mengidentifikasi contoh tindakan pelayanan yang relevan tanpa membedakan latar belakang dari daftar acuan yang ditentukan.Mengidentifikasi secara tepat 1 hingga 3 contoh tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang dari total 6 contoh pada daftar acuan.Mengidentifikasi secara tepat 4 hingga 5 contoh tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang dari total 6 contoh pada daftar acuan (memuat contoh di sekolah dan masyarakat).Mengidentifikasi secara tepat seluruh 6 contoh tindakan pelayanan tanpa membedakan latar belakang sesuai daftar acuan: di sekolah ([1] membantu teman kesulitan belajar tanpa membedakan suku/agama, [2] meminjamkan alat tulis kepada teman yang membutuhkan, [3] menolong teman sakit/terjatuh di sekolah) dan di masyarakat ([4] kerja bakti lingkungan bersama warga lintas suku/agama, [5] memberi bantuan sembako kepada tetangga tertimpa musibah tanpa memandang agamanya, [6] menjenguk tetangga sakit di lingkungan RT/RW tanpa membedakan latar belakang).
Penalaran Hubungan Saling Menolong dengan Hidup Rukun (TP 5.10.3)Belum mampu menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun dalam masyarakat majemuk.Menghubungkan sikap saling menolong dengan kerukunan secara dangkal/terbatas tanpa menguraikan alasan konseptual sesuai daftar acuan.Menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun mencakup 1 dari 2 acuan penalaran: (1) meruntuhkan sekat prasangka antarwarga yang berbeda latar belakang, ATAU (2) menumbuhkan persaudaraan, toleransi, dan rasa saling menghargai.Menghubungkan sikap saling menolong dengan terwujudnya hidup rukun secara utuh mencakup kedua acuan penalaran: (1) meruntuhkan sekat prasangka antarwarga yang berbeda suku, budaya, atau agama, dan (2) menumbuhkan persaudaraan sejati, toleransi, serta rasa saling menghargai demi memelihara kerukunan hidup bersama.
Perumusan Dokumen Rancangan Rencana Aksi Pelayanan (TP 5.10.4)Belum mampu merumuskan dokumen rancangan kegiatan pelayanan yang memenuhi komponen acuan.Merumuskan dokumen rancangan kegiatan pelayanan yang hanya memuat 1 hingga 2 komponen dari total 5 komponen acuan dokumen.Merumuskan dokumen rancangan kegiatan pelayanan yang memuat 3 hingga 4 komponen dari total 5 komponen acuan dokumen.Merumuskan dokumen rancangan kegiatan pelayanan secara mandiri, lengkap, dan terstruktur mencakup seluruh 5 komponen acuan dokumen: (1) sasaran penerima lintas latar belakang suku/agama/budaya, (2) tujuan pemeliharaan hidup rukun dan toleransi, (3) bentuk pelayanan nyata yang realistis, (4) tiga tahapan pelaksanaan runtut (persiapan, pelaksanaan, dan refleksi), serta (5) nilai Kristiani yang mendasari (kasih tulus tanpa pamrih dan berbela rasa).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instrumen lembar tes tertulis dan lembar dokumen rencana aksi berhasil mengukur ketercapaian TP 5.10.1 sampai TP 5.10.4 secara valid, objektif, dan adil bagi seluruh murid?
  • Apakah alokasi waktu pengerjaan 45 menit untuk tes tertulis dan 45 menit untuk penyusunan dokumen rencana aksi memadai bagi murid kelas 5 untuk menunjukkan kompetensi optimalnya secara mandiri?
  • Aspek kompetensi mana di antara pemahaman konsep, identifikasi contoh, penalaran kerukunan, atau perancangan aksi yang masih memerlukan penguatan lebih lanjut bagi murid yang belum mencapai kriteria ketercapaian?

Murid:

  • Apakah aku sudah mampu menjelaskan makna pelayanan sesama orang beriman dan mengidentifikasi contoh-contoh tindakan menolong tanpa membeda-bedakan latar belakang suku, agama, dan budaya?
  • Apakah aku memahami dengan sungguh-sungguh bagaimana tindakan saling menolong yang kulakukan dapat menciptakan kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat majemuk?
  • Bagian mana dari dokumen rencana aksi pelayanan yang telah kurancang yang paling siap dan ingin segera kulaksanakan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Injil Lukas 10:25–37)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021, Penulis: Norita Yudiet Tompah)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021, Penulis: Norita Yudiet Tompah)
  4. Buku Nyanyian Jemaat / Kidung Jemaat No. 424 'Yesus Menginginkan Daku Bersinar'
  5. Set Kartu Pernyataan 'Tanggung Jawab Beriman' dan Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Jejak Kasih Tanpa Batas'
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  8. Alkitab (Injil Lukas 10: 25-37)
  9. Set kartu berpasangan sebab-akibat 'Jembatan Rukun'
  10. Lembar Kerja Murid (LKPD) Format Rancangan Pelayanan Kasih
  11. Alkitab: Injil Lukas 10:25–37 (Kisah Orang Samaria yang Murah Hati) dan Surat Galatia 6:2 (Nasihat Bertolong-tolongan Menanggung Beban).
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbangbuk, Kemendikbudristek, 2021 (Bab 10: Aku Suka Menolong Sesama).
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbangbuk, Kemendikbudristek, 2021 (Bab 10: Aku Suka Menolong Sesama).
  14. Lembar Asesmen Sumatif Bab 10: Lembar Soal Tes Tertulis Pemahaman-Penalaran dan Format Lembar Kerja Dokumen Rancangan Rencana Aksi Kasih Pelayanan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.