Modul AjarPertemuan 3Bab 9Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Merancang Kegiatan Melayani Teman dan Guru di Gereja

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Merancang Kegiatan Melayani Teman dan Guru di Gereja". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Merancang Kegiatan Melayani Teman dan Guru di Gereja

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 9 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Merancang Kegiatan Melayani Teman dan Guru di Gereja

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMerancang Kegiatan Melayani Teman dan Guru di Gereja
Alokasi Waktu1x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang sebuah kegiatan melayani teman-teman dan guru-guru di gereja secara konkret, meliputi waktu, jenis kegiatan, orang yang dilibatkan, dan perlengkapan yang dibutuhkan.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap saling menghargai dan bekerja sama dengan teman dalam merancang kegiatan pelayanan di gereja.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu membantu seseorang di gereja? Apa yang kamu lakukan dan bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Jika kamu bisa memilih satu cara untuk melayani teman atau gurumu di gereja minggu ini, kira-kira kegiatan apa yang ingin kamu lakukan?
  3. Menurutmu, mengapa Yesus berkata bahwa Ia datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani? Apa artinya bagi kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa singkat, mengajak murid bersyukur atas kesempatan belajar bersama hari ini. (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang pernah melakukan sesuatu untuk membantu teman atau guru di gereja? Ceritakan satu contoh!' Guru mendengarkan beberapa jawaban singkat untuk mengetahui pengalaman awal murid. (3 menit)
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kalau kalian bisa merancang satu kegiatan pelayanan di gereja bersama teman, kegiatan apa yang ingin kalian buat?' Biarkan 2–3 murid menjawab spontan. (2 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan merancang proyek pelayanan nyata untuk teman-teman dan guru-guru di gereja, dan kita akan belajar bekerja sama dengan baik.' (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau membacakan ayat 1 Petrus 4:10–11 dengan suara lantang, lalu bertanya: 'Apa pesan utama dari ayat ini menurut kalian?' Minta 2–3 murid berbagi pendapat singkat. (Berkesadaran)
  • Guru mengingatkan kembali secara singkat materi pertemuan sebelumnya: pengertian melayani dan contoh tindakan melayani di gereja. Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis 4 komponen rancangan pelayanan: (1) Waktu pelaksanaan, (2) Jenis kegiatan, (3) Orang yang dilibatkan, (4) Perlengkapan yang dibutuhkan. (Bermakna)
  • Guru memberikan satu contoh rancangan kegiatan pelayanan yang sederhana dan nyata, misalnya: 'Membantu guru Sekolah Minggu menyiapkan kursi sebelum ibadah dimulai setiap Minggu pagi, dilakukan bersama 2 teman, cukup butuh tenaga dan semangat.' Guru menjelaskan bahwa kegiatan tidak perlu membutuhkan biaya — cukup sederhana dan bisa dilakukan. (Bermakna)

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi pasangan (2 orang per kelompok). Jika jumlah murid ganjil, satu kelompok boleh terdiri dari 3 orang. Setiap pasangan mendapat lembar kerja rancangan proyek pelayanan (atau buku tugas). (Menggembirakan)
  • Setiap pasangan berdiskusi dan mengisi lembar kerja berisi 4 komponen: (1) Waktu pelaksanaan — kapan kegiatan ini akan dilakukan? (2) Jenis kegiatan — apa yang akan kalian lakukan untuk melayani? (3) Orang yang dilibatkan — siapa saja yang ikut membantu? (4) Perlengkapan yang dibutuhkan — apa yang perlu disiapkan? Guru berkeliling memantau dan memberi dorongan kepada setiap pasangan. (Bermakna)
  • Guru mengingatkan: 'Saat berdiskusi, dengarkan ide temanmu dengan baik. Hargai pendapat temanmu meskipun berbeda denganmu.' Guru mengamati sikap kerja sama dan saling menghargai antar murid selama proses diskusi. (Berkesadaran)
  • Setelah selesai merancang, 2–3 pasangan diminta mempresentasikan rancangan mereka secara singkat di depan kelas. Murid lain boleh memberi tanggapan positif. (Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu refleksi singkat dengan pertanyaan lisan: 'Bagaimana rasanya merancang kegiatan pelayanan bersama temanmu? Apa yang paling berkesan?' Minta beberapa murid menjawab. (Berkesadaran)
  • Guru mengajak murid melihat kembali rancangan mereka dan bertanya: 'Apakah rancangan yang kalian buat sudah realistis dan bisa benar-benar dilakukan? Kalau ada yang perlu diperbaiki, silakan diperbaiki sekarang.' (Bermakna)
  • Guru memberikan penegasan: melayani bukan soal kegiatan yang besar atau mahal, tetapi soal hati yang mau memberi dan berbagi kasih seperti teladan Yesus. Guru membacakan Matius 20:26b–28 sebagai penutup tahap ini. (Berkesadaran)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyebutkan satu poin penting yang mereka pelajari hari ini secara bergiliran singkat (bisa dengan cara tunjuk jari). (2 menit)
  • Guru memberikan umpan balik umum atas rancangan yang sudah dibuat, memuji usaha setiap pasangan dan mengarahkan agar rancangan yang terpilih benar-benar bisa ditindaklanjuti. (2 menit)
  • Guru menyampaikan pesan motivasi: 'Tuhan memakai tangan dan hati kita yang kecil ini untuk melayani sesama. Jangan ragu untuk mulai melayani!' (1 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa syukur yang dipimpin oleh salah satu murid. (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan kegiatan pelayanan di gereja, guru menyediakan kartu bergambar contoh-contoh kegiatan pelayanan sederhana (menyiapkan kursi, membagikan buku nyanyian, menyambut jemaat, dsb.) sebagai referensi tambahan saat mengerjakan lembar kerja.
  • Proses: Murid yang bekerja lebih cepat diminta untuk memperluas rancangan mereka dengan menambahkan kolom 'Langkah-langkah pelaksanaan' atau membuat rancangan alternatif kedua untuk kegiatan pelayanan yang berbeda. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu dibimbing guru secara langsung dengan pertanyaan-pertanyaan pengarah yang sederhana.
  • Produk: Murid yang mampu dapat menyajikan rancangan mereka dalam bentuk poster sederhana atau diagram, sementara murid yang masih berkembang cukup mengisi lembar kerja berstruktur dengan 4 kolom yang sudah tersedia.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan di awal pembelajaran: 'Pernahkah kamu melakukan sesuatu untuk membantu teman atau guru di gereja? Apa yang kamu lakukan?' — untuk memetakan pengalaman dan pengetahuan awal murid tentang pelayanan di gereja.
  • Guru mencatat secara mental (atau pada buku catatan) murid mana yang sudah memiliki pengalaman konkret melayani dan murid yang belum, sebagai dasar menentukan pasangan diskusi dan intensitas pendampingan.

Proses:

  • Observasi berkelanjutan saat murid berdiskusi berpasangan: guru berkeliling mencatat apakah setiap pasangan mengisi ke-4 komponen rancangan, apakah ide yang muncul realistis, dan apakah murid menunjukkan sikap menghargai pendapat teman.
  • Guru mengajukan pertanyaan pendalaman kepada pasangan yang tampak kesulitan, misalnya: 'Kegiatan apa yang paling mudah kalian lakukan di gereja?' atau 'Perlengkapan apa yang sudah ada di gereja dan bisa kalian pakai?'
  • Guru memberi umpan balik lisan segera ('baik, tambahkan juga siapa yang akan membantu kalian') agar murid dapat memperbaiki rancangan sebelum presentasi.

Akhir:

  • Guru mengumpulkan lembar kerja rancangan proyek pelayanan setiap pasangan dan menilainya menggunakan rubrik 4 aspek: kelengkapan komponen, kejelasan dan ketepatan rancangan, realisme rancangan, serta sikap kerja sama.
  • Guru menyeleksi rancangan-rancangan yang paling realistis dan layak ditindaklanjuti, untuk kemudian dikomunikasikan kepada murid dan orang tua sebagai tindak lanjut nyata.

Formatif:

  • Observasi lisan saat asesmen awal (tanya jawab di pendahuluan) untuk mengetahui pengalaman dan pengetahuan awal murid tentang pelayanan.
  • Observasi sikap selama diskusi berpasangan: apakah murid mendengarkan, menghargai, dan bekerja sama dengan temannya.
  • Pemantauan lembar kerja rancangan proyek selama kegiatan inti untuk melihat kelengkapan dan ketepatan 4 komponen rancangan.

Sumatif:

  • Penilaian hasil lembar kerja rancangan proyek pelayanan yang memuat 4 komponen (waktu, jenis kegiatan, orang yang dilibatkan, perlengkapan) menggunakan rubrik 4 level.
  • Penilaian sikap kerja sama dan saling menghargai saat berdiskusi berpasangan menggunakan lembar observasi guru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Komponen Rancangan (waktu, jenis kegiatan, orang yang dilibatkan, perlengkapan)Hanya mengisi 1 komponen atau tidak mengisi sama sekali.Mengisi 2 dari 4 komponen rancangan.Mengisi 3 dari 4 komponen rancangan dengan cukup jelas.Mengisi semua 4 komponen rancangan secara lengkap dan jelas.
Kejelasan dan Ketepatan RancanganRancangan tidak jelas, tidak spesifik, atau tidak berkaitan dengan pelayanan di gereja.Rancangan ada tetapi masih sangat umum dan kurang spesifik (misalnya hanya menulis 'membantu' tanpa penjelasan lebih lanjut).Rancangan cukup jelas dan berkaitan dengan pelayanan kepada teman atau guru di gereja.Rancangan sangat jelas, spesifik, berkaitan langsung dengan pelayanan kepada teman dan guru di gereja, dan menunjukkan pemahaman tentang makna melayani.
Realisme Rancangan (dapat benar-benar dilakukan, tidak membutuhkan biaya besar)Rancangan tidak realistis atau membutuhkan sumber daya yang jauh di luar jangkauan murid.Rancangan sebagian bisa dilakukan tetapi ada elemen yang tidak realistis untuk usia dan kemampuan murid.Rancangan realistis dan dapat dilakukan oleh murid kelas 4 dengan perlengkapan sederhana.Rancangan sangat realistis, sederhana, tidak membutuhkan biaya, dan langsung bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
Sikap Kerja Sama dan Saling Menghargai saat BerdiskusiMurid mendominasi diskusi atau menolak mendengarkan pendapat pasangannya.Murid sesekali mendengarkan tetapi lebih banyak mengutamakan pendapatnya sendiri tanpa mempertimbangkan ide pasangan.Murid mendengarkan pendapat pasangan dan bersedia menyesuaikan rancangan bersama.Murid secara aktif mendengarkan, menghargai, dan mengintegrasikan ide pasangan sehingga rancangan benar-benar merupakan hasil kerja sama berdua.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mengisi ke-4 komponen rancangan proyek pelayanan? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah alokasi waktu 35 menit cukup untuk seluruh rangkaian kegiatan? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah suasana diskusi berpasangan berlangsung dengan saling menghargai? Adakah konflik atau hambatan yang perlu ditangani?
  • Apakah rancangan yang dihasilkan murid realistis dan layak untuk benar-benar ditindaklanjuti sebagai proyek pelayanan nyata?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang melayani di gereja?
  • Bagaimana perasaanmu saat merancang kegiatan pelayanan bersama temanmu? Apakah kamu merasa dihargai dan bisa menghargai temanmu?
  • Apakah rancangan yang kamu buat bersama temanmu sudah bisa benar-benar kamu lakukan? Apa langkah pertama yang akan kamu ambil?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021) — Pelajaran 9, Kegiatan 6 halaman 97
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021) — Pelajaran 9 bagian B dan C
  3. Alkitab: 1 Petrus 4:7–11 dan Matius 20:26–28
  4. Lembar kerja rancangan proyek pelayanan (4 kolom: waktu, jenis kegiatan, orang yang dilibatkan, perlengkapan) — disiapkan oleh guru
  5. Papan tulis atau media presentasi sederhana untuk menampilkan 4 komponen rancangan
  6. Kartu bergambar contoh kegiatan pelayanan di gereja (opsional, untuk diferensiasi murid yang membutuhkan referensi visual)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.