MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 8 — Melayani dengan Segenap Hati INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 8 — Melayani dengan Segenap Hati |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.8.1 Menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan tokoh Alkitab
- TP 4.8.2 Mengidentifikasi contoh tindakan melayani dengan segenap hati di lingkungan sekolah dan gereja
- TP 4.8.3 Menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati
- TP 4.8.4 Menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus di lingkungan sekitar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa arti perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 20:28 bahwa Ia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani?
- Apa saja perbuatan melayani sesama yang dapat kita lakukan di lingkungan sekolah dan gereja dengan segenap hati?
- Pernahkah kamu membantu teman atau orang lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun?
- Bagaimana perasaan hatimu ketika bersedia melayani sesama yang sedang membutuhkan bantuan?
- Bagaimana kita membuktikan rasa syukur kepada Tuhan melalui pelayanan kita kepada sesama?
- Mengapa pelayanan yang sejati harus dilakukan dengan segenap hati dan tanpa keluhan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyebutkan Tugas Panggilan Gereja untuk Melayani dan Mengidentifikasi Contoh Tindakan Melayani di Sekolah dan Gereja — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.8.1 Menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan tokoh Alkitab
- TP 4.8.2 Mengidentifikasi contoh tindakan melayani dengan segenap hati di lingkungan sekolah dan gereja
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan menyanyikan lagu puji-pujian tentang melayani sesama (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui tanya-jawab lisan untuk memetakan pemahaman murid mengenai tugas panggilan gereja melayani dan teladan Yesus (acuan: tugas panggilan gereja untuk melayani disebut diakonia; teladan tokoh Alkitab adalah Tuhan Yesus yang datang untuk melayani bukan dilayani) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan tokoh Alkitab serta mengidentifikasi contoh tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah dan gereja (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan pembacaan teks Alkitab Matius 20:26-28 tentang keteladanan Tuhan Yesus yang melayani sesama serta arti tugas panggilan gereja untuk melayani (diakonia) (5 menit).
- Secara berpasangan, murid menyebutkan kembali tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan Tuhan Yesus dalam Matius 20:28 dengan panduan kartu intisari (acuan: tugas panggilan gereja adalah melayani/diakonia; tokoh teladan adalah Yesus Kristus yang merendahkan diri dan melayani sesama) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan kelompok 'Pilah Kartu Pelayanan': setiap kelompok menerima 6 kartu situasi tindakan konkret, lalu memilah mana tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah, tindakan melayani dengan segenap hati di gereja, dan tindakan yang bukan melayani/terpaksa (15 menit).
- Daftar 6 kartu situasi yang dipilah murid: Kartu 1 'Membantu guru merapikan buku dan alat tulis di kelas tanpa mengeluh' (acuan: melayani di sekolah); Kartu 2 'Mengedarkan kantong persembahan atau membagikan warta jemaat dengan senyum sukacita' (acuan: melayani di gereja); Kartu 3 'Menolong teman yang terjatuh di halaman sekolah dan mengantarnya ke UKS' (acuan: melayani di sekolah); Kartu 4 'Membantu merapikan bangku Sekolah Minggu setelah ibadah selesai' (acuan: melayani di gereja); Kartu 5 'Membantu membagikan lembar kerja hanya jika diberi upah jajan' (acuan: bukan melayani dengan segenap hati / pengalih); Kartu 6 'Menolak menolong teman gereja yang meminjam Alkitab karena malas' (acuan: bukan melayani dengan segenap hati / pengalih) (15 menit).
- Setiap kelompok menempelkan kartu yang telah dipilah ke dalam tabel klasifikasi di lembar aktivitas kelompok (sekolah, gereja, bukan melayani dengan segenap hati) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengelompokan kartu tindakan pelayanan, menyamakan pemahaman, dan mengonfirmasi ketepatan identifikasi tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah dan gereja (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran hari ini bahwa orang Kristen dipanggil untuk melayani sesama meneladani Tuhan Yesus yang melayani dengan segenap hati di lingkungan sekolah maupun gereja (10 menit).
- Guru memberikan penguatan, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (menceritakan pengalaman melayani dan bersikap sedia melayani), dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi dengan teks yang dilengkapi simbol visual/ikon pendukung bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membaca teks kartu situasi secara terarah, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan 2 kartu situasi tambahan untuk diidentifikasi lingkup dan ketulusannya.
- Produk: Murid mengelompokkan kartu tindakan pelayanan langsung pada tabel klasifikasi visual (kolom: Melayani di Sekolah, Melayani di Gereja, Bukan Melayani dengan Segenap Hati).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apa tugas panggilan gereja yang diajarkan Tuhan Yesus mengenai menolong orang lain, dan siapa tokoh Alkitab yang menjadi teladan utama dalam melayani sesama?' (Acuan jawaban benar: tugas panggilan gereja adalah melayani/diakonia; tokoh teladannya adalah Tuhan Yesus Kristus yang datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani sesuai Matius 20:28).
Proses:- Observasi keterlibatan kelompok dalam memilah 6 kartu situasi tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah dan gereja sesuai acuan kunci klasifikasi.
- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 tindakan melayani dengan segenap hati (2 di sekolah, 2 di gereja) serta pemisahan 2 kartu pengalih (bukan melayani dengan segenap hati) pada tabel klasifikasi kelompok.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individual tertulis (3 butir): (1) Sebutkan tugas panggilan gereja berdasarkan teladan Tuhan Yesus dalam Matius 20:28! (Acuan: tugas melayani / diakonia; Yesus datang bukan untuk dilayani melainkan melayani); (2) Tuliskan 1 contoh tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah! (Acuan: membantu guru merapikan kelas / menolong teman jatuh ke UKS / membagikan lembar tugas dengan sukarela tanpa pamrih); (3) Tuliskan 1 contoh tindakan melayani dengan segenap hati di gereja! (Acuan: mengedarkan kantong persembahan / membagikan warta jemaat / merapikan bangku Sekolah Minggu dengan tulus).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran mengenai tugas panggilan gereja untuk melayani dan teladan Tuhan Yesus
- Observasi unjuk kerja saat murid memilah 6 kartu situasi tindakan melayani di sekolah, gereja, dan kartu pengalih
- Cek pemahaman tertulis singkat di lembar kerja identifikasi tindakan melayani
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan tokoh Alkitab | Belum dapat menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani maupun tokoh Alkitab teladannya meskipun telah dibimbing guru. | Dapat menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani atau keteladanan tokoh Alkitab (Tuhan Yesus) dengan bantuan arahan dan bimbingan guru. | Dapat menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani (diakonia) dan keteladanan Tuhan Yesus (Matius 20:28) secara tepat. | Dapat menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani (diakonia) dan keteladanan Tuhan Yesus (Matius 20:28) secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan. | | Mengidentifikasi contoh tindakan melayani dengan segenap hati di lingkungan sekolah dan gereja | Mengidentifikasi kurang dari 2 dari 4 contoh tindakan melayani di sekolah dan gereja secara tepat serta masih memilih kartu pengalih. | Mengidentifikasi 2 dari 4 contoh tindakan melayani (1 di sekolah dan 1 di gereja) secara tepat, namun masih memasukkan 1 kartu pengalih. | Mengidentifikasi seluruh 4 contoh tindakan melayani (2 di sekolah dan 2 di gereja) secara tepat serta mampu memisahkan 2 kartu pengalih. | Mengidentifikasi seluruh 4 contoh tindakan melayani di sekolah dan gereja dengan tepat, memisahkan seluruh 2 kartu pengalih secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan memilah kartu pelayanan efektif membantu murid memahami perbedaan tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah dan gereja?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kerja sama kelompok saat mendiskusikan tugas panggilan gereja untuk melayani?
Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang teladan Tuhan Yesus dalam hal melayani sesama?
- Tindakan melayani apa yang paling ingin kamu lakukan di sekolah atau gereja minggu ini?
Pertemuan 2 — Menceritakan Pengalaman Melayani Sesama dan Menunjukkan Sikap Sedia Melayani di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.8.3 Menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati
- TP 4.8.4 Menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, menyanyikan lagu pujian yang bertema melayani sesama, serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan pengalaman melayani teman/orang di sekitar dan menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid mengangkat jempol ke atas jika pernah membantu orang lain secara sukarela dan jempol mendatar jika merasa masih ragu atau terpaksa saat diminta melayani, lalu menanyakan alasan singkat kepada 2 orang perwakilan murid (kriteria kesiapan: kesadaran bahwa melayani dilakukan tanpa pamrih) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mendengarkan ulasan singkat guru tentang keteladanan tokoh Alkitab (Tuhan Yesus dan Tabita/Dorkas dalam Kisah Para Rasul 9:36) yang menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus dan penuh kerelaan (10 menit).
- Murid secara berpasangan diajak bermain peran cepat 'Tebak Sikap Pelayan Tulus' di mana seorang murid memperagakan sikap tubuh sedia melayani (misal: sigap memungut buku teman yang jatuh dengan tersenyum) dan pasangannya menebak tindakan melayani tersebut (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengingat kembali dan mencatat poin-poin pengalaman pribadinya dalam melayani teman atau orang di sekitar (sekolah/rumah/lingkungan) pada lembar panduan cerita yang memuat: siapa yang dilayani, tindakan apa yang dilakukan, dan perasaan saat melayani dengan segenap hati (15 menit).
- Secara berpasangan, murid saling menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati secara bergantian (15 menit).
- Murid menunjukkan sikap sedia melayani melalui simulasi tindakan langsung di kelas: menyelesaikan tantangan memilih dan melakukan 1 tindakan pelayanan nyata di lingkungan kelas (seperti merapikan sudut baca, membantu membagikan buku doa, atau membersihkan papan tulis) secara sukarela dan tertib (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan apakah selama ini pelayanan yang diberikan kepada sesama sudah berlandaskan ketulusan hati atau masih mengharapkan pujian (5 menit).
- Dua orang perwakilan murid menceritakan secara singkat intisari pengalaman melayaninya dan menyatakan komitmen sikap sedia melayani sesama dengan tulus di lingkungan sekitar (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran bahwa melayani sesama harus dilakukan dengan segenap hati dan tulus tanpa mengharapkan balasan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kesediaan murid berbagi cerita pengalaman melayani, menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Asesmen Sumatif Bab 8), dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan bercerita dengan petunjuk visual sederhana bagi murid yang membutuhkan scaffolding dalam mengingat pengalaman melayani.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita, guru mendampingi dengan pertanyaan pancingan; bagi murid yang lancar, diarahkan menceritakan lebih mendalam mengenai ketulusan hatinya saat menghadapi kesulitan saat melayani.
- Produk: Bentuk cerita pengalaman dapat disampaikan secara lisan langsung kepada pasangan atau dituliskan dalam poin-poin ringkas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 1 pengalamanmu ketika menolong teman yang kesusahan minggu ini! Apakah kamu melakukannya dengan senang hati atau terpaksa?' (Kriteria penerimaan: Murid mampu menyebutkan minimal 1 tindakan nyata menolong teman dan menyatakan sikap/perasaan kerelaannya tanpa pamrih).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan isi saat menceritakan pengalaman melayani dengan segenap hati (Kriteria: memuat sasaran orang yang dilayani, bentuk tindakan pelayanan, serta motif kerelaan/tanpa pamrih).
- Pengamatan keterlibatan saat simulasi sikap sedia melayani di kelas berdasarkan lembar daftar cek: (1) bertindak tanpa disuruh berulang kali, (2) bersikap ramah dan tulus kepada sesama.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan komitmen lisan di akhir sesi: 'Tuliskan/sebutkan 1 tekad sikap melayani yang akan kamu lakukan hari ini di rumah atau sekolah dengan tulus!' (Kriteria penerimaan: memuat 1 rencana aksi melayani konkret seperti membantu orang tua merapikan piring atau meminjamkan alat tulis kepada teman tanpa pamrih).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan pengalaman melayani teman dan sesama
- Penilaian sikap sedia melayani sesama dengan tulus selama simulasi/tindakan nyata di kelas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati (TP 4.8.3) | Belum mampu menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar meskipun telah diberikan bimbingan guru. | Mampu menceritakan pengalaman melayani, namun hanya memuat tindakan tanpa menceritakan kerelaan/ketulusan hati saat melayani. | Mampu menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar secara runtut yang memuat tindakan nyata dan perasaan melayani dengan tulus. | Mampu menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar secara runtut, utuh (orang yang dilayani, tindakan, kerelaan hati), mandiri, dan penuh kesadaran tanpa ragu. | | Menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus di lingkungan sekitar (TP 4.8.4) | Belum menunjukkan sikap sedia melayani sesama di lingkungan sekitar (masih menolak atau enggan saat diajak melakukan tindakan melayani). | Menunjukkan sikap sedia melayani sesama di lingkungan sekitar hanya bila diminta berulang kali atau masih menunjukkan rasa terpaksa. | Menunjukkan sikap sedia melayani sesama di lingkungan sekitar secara sukarela dan ramah saat simulasi/tindakan nyata. | Menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus secara konsisten, berinisiatif sendiri tanpa disuruh, dan ramah terhadap sesama di lingkungan sekitar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain peran dan berbagi cerita berhasil mendorong murid untuk terbuka mengenai pengalamannya melayani sesama?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam menunjukkan sikap sedia melayani secara nyata di kelas?
Murid:- Apa pengalaman melayani yang paling berkesan bagiku hari ini?
- Bagaimana caraku menunjukkan sikap sedia melayani teman-temanku di sekolah setiap hari dengan tulus hati?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.8.1 Menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan tokoh Alkitab
- TP 4.8.2 Mengidentifikasi contoh tindakan melayani dengan segenap hati di lingkungan sekolah dan gereja
- TP 4.8.3 Menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati
- TP 4.8.4 Menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka sesi sumatif dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran 28 murid, serta menyampaikan tujuan pelaksanaan asesmen sumatif Bab 8 (5 menit).
- Guru membacakan petunjuk umum pengerjaan Tugas 1 (tes tertulis mandiri serentak selama 35 menit) dan alur unjuk kerja bercerita Tugas 2 bergiliran bagi murid nomor urut 15 sampai 28, serta mengingatkan tata tertib kelas (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan 4 butir soal lembar kerja Tugas 1 (TP 4.8.1 dan TP 4.8.2): Soal 1 menyebutkan istilah tugas panggilan gereja untuk melayani (kunci: diakonia); Soal 2 menyebutkan teladan melayani dari tokoh Alkitab Yesus, Tabita/Dorkas, dan Petrus (kunci: Yesus melayani dan memberikan nyawa-Nya/membasuh kaki murid; Tabita banyak berbuat baik dan membuat pakaian bagi janda miskin; Petrus melayani dan menyembuhkan Eneas serta membangkitkan Dorkas); Soal 3 mengidentifikasi 3 contoh tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah dari daftar pilihan; Soal 4 mengidentifikasi 3 contoh tindakan melayani dengan segenap hati di gereja dari daftar pilihan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid mengerjakan secara serentak dan mandiri lembar kerja tes penugasan tertulis Tugas 1 selama 35 menit dengan guru mengawasi ketertiban pengerjaan di kelas (35 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 (TP 4.8.3): Murid nomor urut 15 sampai 28 (14 murid) secara bergiliran maju menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati secara lisan (alokasi: 2 menit per murid x 14 murid = 28 menit, ditambah waktu transisi pemanggilan dan pencatatan nilai 7 menit; total 35 menit) (35 menit).
- Pelaksanaan Tugas 3 (TP 4.8.4): Guru mengamati dan mencatat observasi sikap sedia melayani sesama tanpa mengeluh bagi murid nomor urut 15 sampai 28 (14 murid) pada saat kegiatan di kelas dengan aspek kesediaan spontan membantu teman/guru dan sikap tulus tanpa keluhan (alokasi: 1 menit per murid x 14 murid = 14 menit, ditambah transisi pencatatan 1 menit; total 15 menit) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid merenungkan pengalaman menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif bab ini secara mandiri dan jujur di hadapan Tuhan (0 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis Tugas 1 dari 28 murid dan memastikan seluruh artefak terkumpul lengkap (0 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kesungguhan seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 8, lalu menutup sesi dengan doa penutup (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar soal dengan ukuran huruf yang lebih besar bagi murid yang membutuhkan bantuan penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
- Proses: Pemberian pendampingan pembacaan instruksi soal secara lisan bagi murid yang memiliki hambatan kelancaran membaca mandiri tanpa memberi petunjuk kunci jawaban.
- Produk: Standar bukti dan rubrik penilaian akhir tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif ATP.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi penugasan tertulis dan unjuk kerja bercerita bergiliran dengan observasi sikap berkelanjutan: Tugas 1 (TP 1, 2): 28 murid mengerjakan tes penugasan tertulis secara serentak mandiri selama 35 menit; guru mengawasi di kelas, artefak lembar kerja dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik penskoran tertulis.
Tugas 2 (TP 3): Unjuk kerja bercerita pengalaman melayani bergiliran, aspek: keruntutan alur cerita; ketulusan ekspresi melayani. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
Tugas 3 (TP 4): Observasi sikap sedia melayani sesama tanpa mengeluh di kelas, aspek: kesediaan spontan membantu teman/guru; sikap tulus tanpa keluhan. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan.
- penugasan tertulis: 28 murid mengerjakan tes penugasan tertulis secara serentak mandiri selama 35 menit; guru mengawasi di kelas, artefak lembar kerja dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik penskoran tertulis. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban lembar kerja)
- unjuk kerja bercerita: Unjuk kerja bercerita pengalaman melayani bergiliran, aspek: keruntutan alur cerita; ketulusan ekspresi melayani. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita: keruntutan alur cerita dan ketulusan ekspresi melayani)
- observasi: Observasi sikap sedia melayani sesama tanpa mengeluh di kelas, aspek: kesediaan spontan membantu teman/guru; sikap tulus tanpa keluhan. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan. (15 menit; individual; instrumen: lembar observasi catatan sikap: kesediaan spontan membantu teman/guru dan sikap tulus tanpa keluhan)
Sumatif:- kombinasi penugasan tertulis dan unjuk kerja bercerita bergiliran dengan observasi sikap berkelanjutan: Tugas 1 (TP 1, 2): 28 murid mengerjakan tes penugasan tertulis secara serentak mandiri selama 35 menit; guru mengawasi di kelas, artefak lembar kerja dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik penskoran tertulis.
Tugas 2 (TP 3): Unjuk kerja bercerita pengalaman melayani bergiliran, aspek: keruntutan alur cerita; ketulusan ekspresi melayani. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan.
Tugas 3 (TP 4): Observasi sikap sedia melayani sesama tanpa mengeluh di kelas, aspek: kesediaan spontan membantu teman/guru; sikap tulus tanpa keluhan. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan.
- penugasan tertulis: 28 murid mengerjakan tes penugasan tertulis secara serentak mandiri selama 35 menit; guru mengawasi di kelas, artefak lembar kerja dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik penskoran tertulis. (35 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban lembar kerja)
- unjuk kerja bercerita: Unjuk kerja bercerita pengalaman melayani bergiliran, aspek: keruntutan alur cerita; ketulusan ekspresi melayani. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 2 menit per murid + 7 menit transisi/pencatatan. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita: keruntutan alur cerita dan ketulusan ekspresi melayani)
- observasi: Observasi sikap sedia melayani sesama tanpa mengeluh di kelas, aspek: kesediaan spontan membantu teman/guru; sikap tulus tanpa keluhan. Jadwal: Pertemuan 2 murid 1-14: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan; Pertemuan 3 murid 15-28: 1 menit per murid + 1 menit transisi/pencatatan. (15 menit; individual; instrumen: lembar observasi catatan sikap: kesediaan spontan membantu teman/guru dan sikap tulus tanpa keluhan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan tugas panggilan gereja untuk melayani berdasarkan keteladanan tokoh Alkitab (TP 4.8.1) | Belum mampu menyebutkan istilah panggilan gereja untuk melayani dan tidak dapat menyebutkan keteladanan tokoh Alkitab (Yesus, Tabita, Petrus). | Menyebutkan istilah tugas panggilan melayani (diakonia) namun keliru menyebutkan keteladanan ketiga tokoh Alkitab, atau menyebutkan 1 keteladanan tokoh Alkitab dengan tepat tetapi istilah panggilan keliru. | Menyebutkan istilah tugas panggilan melayani (diakonia) dan menyebutkan 2 keteladanan tokoh Alkitab (dari Yesus, Tabita, atau Petrus) dengan tepat sesuai acuan materi Alkitab. | Menyebutkan istilah tugas panggilan melayani (diakonia) serta menyebutkan seluruh 3 keteladanan tokoh Alkitab (Yesus: melayani bukan dilayani/mengorbankan nyawa; Tabita: banyak berbuat baik dan menolong sesama; Petrus: melayani dan mendoakan sesama) dengan tepat dan lengkap. | | Mengidentifikasi contoh tindakan melayani dengan segenap hati di sekolah dan gereja (TP 4.8.2) | Memilih kurang dari 2 contoh tindakan melayani yang benar dan memilih 2 atau lebih opsi pengalih di lingkungan sekolah dan gereja. | Mengidentifikasi 2 sampai 3 contoh tindakan melayani yang benar di lingkungan sekolah dan gereja, namun masih memilih 1 opsi pengalih. | Mengidentifikasi 4 sampai 5 contoh tindakan melayani yang benar di sekolah dan gereja tanpa memilih opsi pengalih (Pilihan benar sekolah: membagikan buku/lembar kerja, mengantar teman sakit ke UKS, piket membersihkan kelas; gereja: membagikan warta/buku Sekolah Minggu, mengedarkan kantong kolekte, puji-pujian; Pengalih: mengejek teman, bermain gawai saat ibadah). | Mengidentifikasi seluruh 6 contoh tindakan melayani dengan segenap hati (3 di sekolah dan 3 di gereja) secara tepat serta bersih dari opsi pengalih. | | Menceritakan pengalaman melayani teman dan orang di sekitar dengan segenap hati (TP 4.8.3) | Belum mampu menceritakan pengalaman melayani, alur cerita terputus-putus dan tidak tampak ekspresi ketulusan melayani. | Menceritakan pengalaman melayani namun alur cerita melompat-lompat (belum runtut) serta ekspresi ketulusan belum terlihat jelas. | Menceritakan pengalaman melayani dengan alur yang cukup runtut (memuat pihak yang dilayani dan tindakan melayani) serta menunjukkan ekspresi ketulusan melayani sesama. | Menceritakan pengalaman melayani dengan alur yang sangat runtut (memuat situasi awal, tindakan nyata melayani, dan alasan melayani) serta menunjukkan ketulusan ekspresi melayani tanpa mengharapkan imbalan/pujian. | | Menunjukkan sikap sedia melayani sesama dengan tulus di lingkungan sekitar (TP 4.8.4) | Enggan membantu teman/guru di kelas dan menunjukkan sikap mengeluh ketika diminta menolong. | Bersedia membantu teman/guru hanya jika diminta berulang kali dan terkadang masih memperlihatkan keluhan. | Menunjukkan kesediaan membantu teman/guru dengan spontan dan bersikap tulus tanpa mengeluh selama kegiatan di kelas berlangsung. | Secara konsisten dan spontan berinisiatif menunjukkan sikap sedia membantu sesama di kelas dengan penuh sukacita dan tulus tanpa keluhan sedikit pun. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penugasan tertulis (35 menit), unjuk kerja bercerita bergiliran (35 menit), dan observasi sikap (15 menit) terlaksana secara tertib dan akurat sesuai jadwal?
- Bagaimana ketercapaian pemahaman dan penerapan murid terhadap makna melayani dengan segenap hati berdasarkan hasil penilaian sumatif ini?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling membuatku bersyukur atas kesempatan melayani sesama?
- Bagaimana tekadku untuk terus melayani teman dan guru di sekolah dengan segenap hati tanpa mengeluh?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Matius 20:20–28)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
- Set 6 kartu situasi tindakan melayani dan lembar tabel klasifikasi pelayanan
- Alkitab (Kisah Para Rasul 9:36-42 dan Matius 20:26-28)
- Lembar panduan cerita pengalaman melayani
- Alkitab: Injil Matius 20:20–28 dan Kisah Para Rasul 9:32–43
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 8 dan Lembar Observasi Sikap Guru
|