Modul AjarPertemuan 2Bab 6Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Hidup Rukun di Rumah dan di Sekolah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Hidup Rukun di Rumah dan di Sekolah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Hidup Rukun di Rumah dan di Sekolah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 6 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Hidup Rukun di Rumah dan di Sekolah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikHidup Rukun di Rumah dan di Sekolah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendaftarkan minimal 3 contoh perilaku hidup rukun di rumah bersama keluarga dan minimal 3 contoh di sekolah bersama teman.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap yang mencerminkan hidup rukun dalam hubungannya dengan teman, saudara, dan orang tua melalui contoh nyata sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bertengkar dengan saudara atau teman? Bagaimana perasaanmu sesudahnya?
  2. Menurut kamu, apa yang akan terjadi di rumah atau di sekolah kalau semua orang tidak mau hidup rukun?
  3. Apa yang bisa kamu lakukan hari ini untuk membuat suasana di rumah atau di kelas menjadi lebih damai?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama, memohon hikmat Tuhan agar dapat belajar dengan baik dan hati yang damai.
  • Guru melakukan presensi dan menanyakan kabar murid secara singkat.
  • Guru melakukan asesmen awal: murid diminta mengangkat tangan bila pernah merasakan suasana damai di rumah atau di kelas, lalu guru mengajukan 1–2 pertanyaan singkat kepada 2–3 murid (misalnya: 'Ceritakan satu hal yang membuat kamu merasa damai di rumahmu').
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid untuk menjawab secara lisan.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mendaftarkan contoh hidup rukun di rumah dan di sekolah, serta berlatih menunjukkan sikap rukun melalui peran nyata.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan Mazmur 133:1 ('Sungguh alangkah baiknya dan indahnya apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun') dan meminta murid menutup mata selama 30 detik untuk meresapi makna ayat tersebut.
  • Guru menjelaskan makna kata 'rukun' (baik dan damai, tidak bertengkar) secara singkat menggunakan bahasa sederhana.
  • Guru menampilkan dua gambar: satu gambar keluarga yang sedang bermain bersama dengan wajah ceria, dan satu gambar murid yang saling membantu di kelas. Murid diminta mengamati dan menyebutkan apa yang mereka lihat.
  • Guru memandu diskusi kelas: murid diminta menyebutkan contoh-contoh perilaku hidup rukun di rumah (misalnya: tidak bertengkar dengan kakak/adik, membantu orang tua, berbagi mainan) dan di sekolah (misalnya: tidak menghina teman, melerai yang bertengkar, bekerja sama saat piket).
  • Guru mencatat jawaban murid di papan tulis dalam dua kolom: 'Di Rumah' dan 'Di Sekolah', sehingga semua murid dapat melihat daftar bersama.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi pasangan (berdua). Setiap pasangan menerima lembar kerja sederhana berisi tabel dua kolom: 'Hidup Rukun di Rumah' dan 'Hidup Rukun di Sekolah'.
  • Setiap pasangan mendiskusikan dan menuliskan minimal 3 contoh nyata perilaku rukun di rumah dan 3 contoh di sekolah berdasarkan pengalaman mereka sendiri.
  • Setelah selesai, masing-masing pasangan berbagi salah satu contoh terbaik mereka kepada kelas secara lisan (guru memfasilitasi giliran berbagi).
  • Guru memberikan umpan balik positif dan melengkapi bila ada contoh penting yang belum disebutkan, mengaitkannya dengan nilai kasih Kristiani.
  • Murid secara individu diminta memilih satu sikap rukun yang ingin mereka terapkan hari ini — di rumah atau di sekolah — dan menuliskannya di sticky note atau sudut lembar kerja mereka.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid untuk diam sejenak (30 detik) dan memikirkan: 'Sudahkah aku hidup rukun dengan keluarga dan teman-temanku minggu ini?'
  • Murid mengisi baris refleksi diri di lembar kerja: (a) Satu hal yang sudah aku lakukan untuk hidup rukun. (b) Satu hal yang perlu aku perbaiki. (c) Satu janji yang akan aku lakukan mulai besok.
  • Guru mengajak 2–3 murid sukarela untuk membagikan janji mereka kepada kelas sebagai bentuk komitmen bersama.
  • Guru menutup tahap ini dengan mengingatkan murid bahwa hidup rukun adalah cara nyata untuk mengasihi Tuhan dan sesama, sesuai Mazmur 133.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran bersama: 'Apa saja contoh hidup rukun yang sudah kita pelajari hari ini?' (murid menjawab lisan secara acak).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan cepat: guru menyebutkan satu situasi (misalnya: 'Kakakmu mengambil pensil warnamu tanpa izin'), murid diminta menyebutkan satu tindakan rukun yang bisa dilakukan.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas partisipasi mereka.
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid diminta mengamati dan mencatat satu contoh hidup rukun yang mereka lakukan di rumah sebelum pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama, dipimpin salah satu murid secara sukarela.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat diberikan kartu bergambar berisi ilustrasi situasi sehari-hari (misalnya gambar dua anak berbagi mainan atau gambar keluarga makan bersama) sebagai bantuan visual untuk mengidentifikasi contoh hidup rukun.
  • Proses: Murid yang lebih cepat diminta menuliskan lebih banyak contoh (minimal 5 per konteks) dan menjelaskan alasan mengapa tindakan tersebut disebut rukun. Murid yang memerlukan lebih banyak waktu dapat bekerja bersama guru atau teman sebaya dalam pasangan yang dipilihkan guru.
  • Produk: Murid yang lebih cepat dapat membuat 'Janji Rukunku' dalam bentuk kalimat deklarasi pendek yang ditempelkan di buku mereka. Murid yang memerlukan dukungan cukup melengkapi tabel dengan 2–3 contoh dan menyebutkan satu janji secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan singkat kepada 2–3 murid: 'Ceritakan satu hal yang membuat kamu merasa damai di rumah atau di kelasmu.' Jawaban murid digunakan guru untuk mengetahui pemahaman awal dan pengalaman hidup rukun yang sudah dimiliki murid.

Proses:

  • Observasi saat diskusi kelas pada tahap Memahami: guru memperhatikan apakah murid dapat mengenali dan menyebutkan contoh perilaku rukun dengan benar.
  • Pengecekan lembar kerja pasangan pada tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan membaca daftar yang dituliskan setiap pasangan, memberi umpan balik langsung bila ada yang kurang tepat atau perlu dilengkapi.
  • Penilaian diri murid pada tahap Merefleksi: guru membaca isian refleksi secara sepintas untuk memastikan murid mampu mengidentifikasi sikap rukun yang perlu ditingkatkan.

Akhir:

  • Kuis lisan cepat: guru menyebutkan 1–2 situasi konflik ringan (misalnya: 'Temanmu tidak mau meminjamkan penghapus padahal kamu membutuhkannya'), murid menyebutkan tindakan rukun yang bisa dilakukan.
  • Lembar kerja dikumpulkan: guru menilai kelengkapan daftar contoh (minimal 3 per konteks) dan kedalaman refleksi diri menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelas: apakah murid aktif menyebutkan contoh perilaku rukun yang relevan.
  • Pengecekan lembar kerja pasangan: apakah setiap pasangan berhasil mendaftarkan minimal 3 contoh di tiap konteks.
  • Umpan balik lisan saat murid berbagi contoh di depan kelas.

Sumatif:

  • Kuis lisan cepat di penutup: murid merespons situasi yang diberikan guru dengan menyebutkan tindakan rukun yang tepat.
  • Lembar kerja individu: daftar contoh hidup rukun di rumah dan di sekolah serta refleksi diri (satu hal yang sudah dilakukan, satu yang perlu diperbaiki, satu janji).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mendaftarkan contoh perilaku hidup rukun di rumah dan di sekolah (TP 4.6.2.1)Murid belum mampu menyebutkan contoh perilaku rukun yang relevan, atau contoh yang disebutkan tidak berkaitan dengan hidup rukun di rumah maupun di sekolah.Murid dapat menyebutkan 1–2 contoh perilaku rukun, namun hanya di satu konteks (rumah saja atau sekolah saja) dan masih memerlukan banyak bantuan guru.Murid dapat mendaftarkan 3 contoh perilaku rukun di rumah dan 3 contoh di sekolah dengan cukup tepat, dengan sedikit bantuan atau panduan.Murid dapat mendaftarkan lebih dari 3 contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah secara mandiri, disertai penjelasan singkat mengapa tindakan tersebut mencerminkan hidup rukun.
Menunjukkan sikap yang mencerminkan hidup rukun (TP 4.6.2.2)Murid belum dapat mengidentifikasi tindakan rukun yang tepat saat diberikan situasi konflik, atau responsnya tidak relevan dengan nilai kerukunan.Murid dapat menyebutkan satu tindakan rukun saat diberikan situasi konflik dengan bantuan pertanyaan pengarah dari guru.Murid dapat menyebutkan tindakan rukun yang tepat saat diberikan situasi konflik secara mandiri dan menuliskan satu janji nyata yang ingin dilakukan.Murid dapat menyebutkan tindakan rukun yang tepat, menjelaskan alasannya secara Kristiani (mengacu pada kasih kepada Tuhan dan sesama), dan menuliskan komitmen konkret yang realistis untuk diterapkan sehari-hari.
Refleksi diri tentang hidup rukunMurid tidak mengisi bagian refleksi atau isian tidak berkaitan dengan topik hidup rukun.Murid mengisi satu bagian refleksi (misalnya hanya menyebutkan hal yang sudah dilakukan) dengan jawaban yang sangat singkat.Murid mengisi ketiga bagian refleksi (hal yang sudah dilakukan, yang perlu diperbaiki, dan janji) dengan jawaban yang cukup jelas dan berkaitan dengan pengalaman nyata.Murid mengisi ketiga bagian refleksi secara lengkap dan mendalam, dengan jawaban yang spesifik, jujur, dan menunjukkan kesadaran bahwa hidup rukun adalah wujud kasih kepada Tuhan dan sesama.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil mendaftarkan contoh perilaku rukun di rumah dan di sekolah sesuai target yang ditetapkan?
  • Strategi mana yang paling efektif dalam mendorong murid untuk terlibat aktif — diskusi berpasangan, berbagi lisan, atau pengisian lembar kerja?
  • Apakah murid yang memerlukan dukungan lebih mendapatkan bantuan yang cukup melalui diferensiasi yang disiapkan?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing keterlibatan dan rasa ingin tahu murid? Jika tidak, bagaimana pertanyaan tersebut bisa diperbaiki?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang hidup rukun di rumah atau di sekolah?
  • Apakah kamu sudah hidup rukun dengan keluarga dan teman-temanmu minggu ini? Ceritakan satu contohnya.
  • Apa satu hal yang ingin kamu lakukan besok untuk menunjukkan hidup rukun kepada orang-orang di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: Mazmur 133:1 dan Kejadian 26:12–35
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemdikbudristek, 2021) — Pelajaran 6: Aku Mau Hidup Rukun
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemdikbudristek, 2021)
  4. Gambar ilustrasi situasi hidup rukun (disiapkan guru: dua gambar yang menampilkan suasana damai di keluarga dan di kelas)
  5. Lembar kerja murid (disiapkan guru): tabel dua kolom 'Hidup Rukun di Rumah' dan 'Hidup Rukun di Sekolah' beserta bagian refleksi diri
  6. Papan tulis dan spidol (untuk mencatat jawaban murid dalam dua kolom)
  7. Sticky note atau kertas kecil (untuk menulis janji rukun secara individu)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.