MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 6 — Aku Mau Hidup Rukun INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Aku Mau Hidup Rukun |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.6.1 Mengidentifikasi contoh tindakan bergaul dengan teman yang mencerminkan hidup rukun
- TP 4.6.2 Menyebutkan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga hidup rukun
- TP 4.6.3 Menunjukkan sikap dapat bergaul dengan teman di sekolah tanpa membeda-bedakan
- TP 4.6.4 Menghubungkan sikap bekerja sama dengan orang tua terhadap terwujudnya kerukunan keluarga
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kamu rasakan ketika bermain bersama semua teman di sekolah dengan rukun tanpa ada pertengkaran?
- Bagaimana sikapmu jika ada teman baru yang berbeda suku, bahasa, atau penampilan mengajakmu bermain?
- Pernahkah kamu dan saudaramu di rumah bekerja sama merapikan mainan atau membersihkan kamar bersama, dan bagaimana suasana di rumah setelah itu?
- Apa yang biasanya terjadi jika seorang anak menolak membantu ayah atau ibu di rumah?
- Bagaimana sikap saling membantu antara orang tua dan anak dapat membuat keluarga hidup rukun dan penuh damai?
- Mengapa Tuhan menghendaki kita hidup rukun bersama teman, saudara, dan orang tua?
- Bagaimana tindakan nyata kita sehari-hari membuktikan bahwa kita adalah pembawa damai di sekolah dan di rumah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Contoh Tindakan Bergaul yang Mencerminkan Hidup Rukun dan Menunjukkan Sikap Bergaul dengan Teman di Sekolah Tanpa Membeda-bedakan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.6.1 Mengidentifikasi contoh tindakan bergaul dengan teman yang mencerminkan hidup rukun
- TP 4.6.3 Menunjukkan sikap dapat bergaul dengan teman di sekolah tanpa membeda-bedakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak salah satu murid memimpin doa pembuka pembelajaran (5 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran dengan pesan firman Tuhan mengenai indahnya hidup rukun (Mazmur 133:1) dan menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu mengidentifikasi tindakan bergaul yang rukun serta menunjukkan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan teman di sekolah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan membacakan 2 situasi pergaulan untuk memeriksa pemahaman awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak ulasan singkat dan gambar situasi pergaulan di sekolah yang menampilkan kisah teladan hidup damai (seperti teladan Ishak yang mengalah demi perdamaian dalam Kejadian 26) dan mengamati perilaku yang mendukung serta merusak kerukunan (10 menit).
- Murid berdiskusi interaktif bersama guru untuk membedakan dan mengidentifikasi ciri-ciri tindakan bergaul yang mencerminkan hidup rukun (seperti meminjamkan alat tulis, melerai teman bertengkar, meminta maaf) dan tindakan yang merusak kerukunan (seperti mengejek, berebut mainan, memilih teman berdasarkan suku atau fisik) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas klasifikasi 'Tantangan Kartu Rukun' secara menggembirakan: setiap pasangan menerima 6 kartu situasi untuk dikelompokkan ke kolom 'Tindakan Rukun' atau 'Bukan Tindakan Rukun'. Kartu situasi terdiri atas: (1) 'Meminjamkan pensil kepada teman yang tidak membawa' -> Kunci: Rukun; (2) 'Hanya mau bermain dengan teman yang satu suku saja' -> Kunci: Bukan Rukun; (3) 'Meminta maaf setelah tidak sengaja menabrak teman' -> Kunci: Rukun; (4) 'Mengejek teman yang mendapat nilai rendah' -> Kunci: Bukan Rukun; (5) 'Melerai dua teman yang berebut giliran bermain ayunan' -> Kunci: Rukun; (6) 'Menolak satu kelompok dengan teman yang berbeda agama' -> Kunci: Bukan Rukun (15 menit).
- Murid melakukan simulasi langsung praktik bergaul inklusif di dalam kelas: guru memasangkan murid secara acak lintas latar belakang (gender/suku/kemampuan), kemudian murid menunjukkan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan melalui kegiatan saling menyapa dengan ramah, menanyakan kabar, dan bertukar informasi tentang kegiatan favorit di sekolah tanpa mengejek atau menolak pasangan belajarnya (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid duduk tenang dan merenungkan pengalaman bergaul selama ini di sekolah, lalu menuliskan pada selembar kertas kecil satu komitmen tindakan nyata untuk bergaul rukun dengan teman yang berbeda di sekolah hari ini (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru merumuskan kesimpulan pembelajaran bahwa mengasihi sesama diwujudkan melalui tindakan bergaul yang rukun dan menerima semua teman tanpa membeda-bedakan (7 menit).
- Guru memberikan apresiasi dan umpan balik penguatan atas sikap inklusif yang ditunjukkan murid selama kegiatan berpasangan, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama memohon pertolongan Tuhan agar mampu menjadi pembawa damai di sekolah (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dan kartu teks deskriptif bagi murid yang sudah lancar membaca.
- Proses: Untuk murid yang masih ragu bergaul, guru mendampingi dan memfasilitasi percakapan awal; untuk murid yang cepat, diberikan tantangan tambahan mengidentifikasi 2 contoh situasi rukun lain yang pernah mereka alami sendiri di lingkungan sekolah.
- Produk: Pilihan penyampaian hasil identifikasi melalui penempelan kartu klasifikasi atau penyampaian lisan langsung saat pendampingan guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan 2 pertanyaan diagnostik lisan kepada murid: (1) 'Ketika temanmu terjatuh saat bermain, tindakan mana yang mencerminkan hidup rukun: menertawakannya atau menolongnya berdiri?' (Acuan jawaban benar: menolongnya berdiri); (2) 'Ada teman baru di kelas yang memiliki logat bicara berbeda dari kita. Sikap apa yang mencerminkan hidup rukun: menjauhinya karena berbeda atau mengajaknya berkenalan dan bermain bersama?' (Acuan jawaban benar: mengajaknya berkenalan dan bermain bersama tanpa membeda-bedakan).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan klasifikasi 6 kartu situasi pada aktivitas 'Tantangan Kartu Rukun' (Acuan kartu rukun: nomor 1, 3, 5; acuan bukan rukun: nomor 2, 4, 6).
- Observasi keterlibatan murid dalam simulasi berpasangan menggunakan rubrik pengamatan sikap bergaul tanpa membeda-bedakan (kriteria: bersedia berpasangan dengan siapa saja, bertutur kata ramah, tidak mengejek perbedaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi: Murid menjawab 1 pertanyaan lisan penutup dari guru: 'Sebutkan 2 contoh tindakan nyata yang akan kamu lakukan di jam istirahat untuk bergaul dengan rukun tanpa memilih-milih teman!' (Kriteria penerimaan: menyebutkan minimal 2 tindakan konkret yang mencerminkan kerukunan dan inklusivitas, misalnya menyapa teman dari kelas lain, mengajak teman yang sedang duduk sendiri untuk bermain bersama, atau meminjamkan bola kepada teman tanpa memandang perbedaan).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan pada tahap pendahuluan
- Pengamatan kinerja klasifikasi 'Tantangan Kartu Rukun' pada tahap Mengaplikasi
- Lembar observasi unjuk sikap bergaul tanpa membeda-bedakan saat simulasi berpasangan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi contoh tindakan bergaul yang mencerminkan hidup rukun (Klasifikasi 6 Kartu Situasi) | Tepat mengklasifikasikan 1-2 dari 6 kartu situasi tindakan rukun dan bukan rukun. | Tepat mengklasifikasikan 3-4 dari 6 kartu situasi tindakan rukun dan bukan rukun. | Tepat mengklasifikasikan 5 dari 6 kartu situasi tindakan rukun dan bukan rukun secara tepat sesuai kunci acuan. | Tepat mengklasifikasikan seluruh 6 kartu situasi (nomor 1, 3, 5 sebagai tindakan rukun; nomor 2, 4, 6 sebagai bukan rukun) secara mandiri tanpa kekeliruan. | | Menunjukkan sikap dapat bergaul dengan teman di sekolah tanpa membeda-bedakan (Simulasi Berpasangan) | Menolak berpasangan dengan teman yang ditentukan guru atau menunjukkan keengganan berinteraksi karena perbedaan teman. | Bersedia berpasangan namun masih pasif, membutuhkan dorongan guru untuk menyapa dan berbicara dengan temannya. | Bersedia berpasangan dengan teman tanpa menolak, menyapa dengan ramah, dan berinteraksi tanpa mengejek perbedaan. | Secara mandiri dan antusias bergaul dengan teman yang ditentukan, menunjukkan keramahan penuh, menghargai keberagaman teman tanpa membeda-bedakan suku, fisik, maupun latar belakang. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid menunjukkan keterbukaan untuk dipasangkan dengan teman yang berbeda latar belakang tanpa menunjukkan penolakan?
- Apakah aktivitas klasifikasi kartu situasi efektif memfasilitasi pemahaman murid mengenai tindakan bergaul yang mencerminkan hidup rukun?
Murid:- Bagaimana perasaanmu ketika dapat bermain dan belajar bersama teman baru tanpa membeda-bedakan?
- Tindakan rukun apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu lakukan di sekolah setiap hari?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Bentuk Kerja Sama dengan Saudara di Rumah (Pengambilan Bukti Lisan 16 Murid) dan Menghubungkan Sikap Bekerja Sama dengan Orang Tua terhadap Kerukunan Keluarga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.6.2 Menyebutkan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga hidup rukun
- TP 4.6.4 Menghubungkan sikap bekerja sama dengan orang tua terhadap terwujudnya kerukunan keluarga
Pendahuluan:- Guru menyapa murid dengan salam penuh kasih, memimpin doa pembuka bersama, menyanyikan lagu rohani 'Alangkah Bahagianya Hidup Rukun', serta memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab singkat mengenai pengalaman kerja sama di rumah untuk memetakan kesiapan murid dengan 2 butir pertanyaan: (1) Sebutkan 1 contoh kegiatan yang kamu lakukan bersama saudaramu di rumah; (2) Apa yang terjadi bila kamu menolak saat ayah atau ibu meminta bantuan? (acuan respons benar: (1) merapikan mainan bersama, menyapu kamar bersama kakak/adik, membantu adik belajar; (2) suasana rumah menjadi tegang, orang tua lelah/kecewa, timbul pertengkaran) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati gambar situasi kehidupan keluarga rukun berlandaskan Mazmur 133, lalu guru menguraikan 4 contoh bentuk kerja sama konkret dengan saudara di rumah: (1) bersama kakak merapikan tempat tidur, (2) bersama adik membereskan mainan ke dalam wadah, (3) berbagi tugas menyiram tanaman di halaman rumah, dan (4) membantu saudara mencari perlengkapan sekolah yang terselip; murid mengidentifikasi bahwa tindakan-tindakan tersebut secara langsung mencegah pertengkaran antar-saudara (15 menit).
- Murid dibimbing memahami hubungan sebab-akibat antara sikap bekerja sama dengan orang tua dan terwujudnya kerukunan keluarga melalui penelaahan 2 contoh situasi: (A) Jika anak berinisiatif membantu ibu merapikan belanjaan, maka ibu tidak kelelahan dan tercipta suasana gembira di dapur; (B) Jika anak segera mematuhi ayah untuk merapikan meja belajar, maka tidak terjadi omelan dan rumah tetap tenang penuh kedamaian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan 'Tantangan Sambung Kartu Kerukunan' di mana setiap pasangan menerima 4 kartu sikap bekerja sama dengan orang tua dan harus memasangkannya secara tepat dengan 4 kartu dampak kerukunan: Kartu 1 'Membantu ibu menyiapkan meja makan' dipasangkan dengan Kartu Dampak 1 'Makan bersama berlangsung tepat waktu dan menyenangkan'; Kartu 2 'Membantu ayah mencuci sepeda motor' dipasangkan dengan Kartu Dampak 2 'Ayah merasa terbantu dan hubungan keluarga semakin akrab'; Kartu 3 'Segera mematikan TV saat disuruh orang tua tidur' dipasangkan dengan Kartu Dampak 3 'Tidak ada teguran keras dan rumah tetap tenang'; Kartu 4 'Menjaga adik ketika ibu memasak di dapur' dipasangkan dengan Kartu Dampak 4 'Ibu memasak dengan tenang tanpa cemas adik celaka' (15 menit).
- Guru melaksanakan pengambilan bukti lisan secara bergiliran untuk 16 murid mengenai TP 4.6.2 (menyebutkan minimal 2 bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga kerukunan; acuan: berbagi tugas merapikan mainan, membantu adik belajar, menyapu kamar bersama), sementara murid lainnya secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Hubungan Sebab-Akibat Sikap Bekerja Sama dengan Orang Tua terhadap Kerukunan Keluarga (TP 4.6.4) yang memuat 4 butir pernyataan penjodohan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan perenungan berkesadaran dalam suasana tenang melalui pertanyaan refleksi: 'Apakah aku sudah menjadi pembawa damai di rumah lewat sikap mau bekerja sama dengan saudaraku dan membantu orang tuaku?'; murid menuliskan satu niat nyata yang akan dipraktikkan di rumah hari ini (acuan niat: 'Hari ini saya mau membantu ibu mencuci piring setelah makan' atau 'Hari ini saya mau merapikan mainan bersama adik tanpa bertengkar') (10 menit).
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat kepada 4 murid acak: 2 murid menyebutkan 1 bentuk kerja sama dengan saudara di rumah, dan 2 murid menghubungkan 1 sikap membantu orang tua dengan kerukunan keluarga (acuan: kerja sama dengan saudara membuat rumah tidak ribut; membantu orang tua membuat orang tua senang dan rumah damai) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan atas partisipasi murid, mengingatkan murid untuk menjalankan komitmen membantu keluarga di rumah, menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu asesmen sumatif bab, lalu menutup sesi dengan doa penutup yang dipimpin salah seorang murid (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar situasi konkret kerja sama di rumah bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual, serta kartu skenario teks tertulis bagi murid yang sudah lancar membaca mandiri.
- Proses: Memberikan pertanyaan panduan bertahap bagi murid yang membutuhkan bimbingan saat tes lisan, serta menantang murid cepat untuk menyebutkan lebih dari 2 bentuk kerja sama nyata beserta alasannya menjaga kerukunan.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup memasangkan garis hubungan sikap dan dampak pada lembar kerja, sedangkan murid yang mahir melengkapi penjelasan kalimat sebab-akibat sederhana secara mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran dengan 2 butir pemantik kesiapan: (1) 'Sebutkan 1 contoh kegiatan bersama yang pernah kamu lakukan dengan saudara di rumah!' (Acuan jawaban benar: merapikan mainan bersama, menyapu kamar bersama kakak/adik, membantu adik belajar); (2) 'Apa yang terjadi di rumah jika kamu membantah saat ayah atau ibu meminta bantuan?' (Acuan jawaban benar: suasana rumah tidak nyaman/tegang, orang tua lelah atau sedih, terjadi teguran atau pertengkaran).
Proses:- Tes Lisan 16 Murid (TP 4.6.2): Guru menanyakan secara langsung kepada masing-masing murid giliran: 'Sebutkan 2 bentuk kerja sama dengan saudaramu di rumah yang dapat menjaga hidup rukun!' (Daftar acuan jawaban yang diterima: [1] Berbagi tugas membereskan mainan setelah bermain bersama; [2] Bersama kakak/adik merapikan tempat tidur di pagi hari; [3] Berbagi tugas menyiram tanaman di halaman; [4] Membantu adik mengerjakan PR atau belajar membaca; [5] Bersama kakak membersihkan dan mengelap sepeda; Kriteria: murid dapat menyebutkan minimal 2 bentuk kerja sama dengan benar).
- Lembar Kerja Menghubungkan Sikap dan Kerukunan (TP 4.6.4): Murid menghubungkan 4 butir situasi sikap bekerja sama dengan orang tua menuju dampak kerukunan yang tepat: Butir 1: Membantu ibu menyiapkan meja makan -> Dampak: Makan bersama berlangsung teratur dan menyenangkan; Butir 2: Membantu ayah mencuci sepeda motor -> Dampak: Ayah merasa terbantu dan hubungan keluarga semakin akrab; Butir 3: Segera mematikan TV saat disuruh orang tua tidur -> Dampak: Tidak ada omelan dan rumah tetap tenang; Butir 4: Menjaga adik ketika ibu memasak di dapur -> Dampak: Ibu memasak dengan tenang tanpa cemas adik celaka (Kunci jawaban: pasangan tepat 1-1, 2-2, 3-3, 4-4; Kriteria ketuntasan: tepat menghubungkan minimal 3 dari 4 butir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir pembelajaran kepada 4 murid acak: (1) Sebutkan 1 bentuk kerja sama dengan saudara di rumah yang menjaga kerukunan (acuan: membereskan kamar bersama, bergantian memakai mainan); (2) Bagaimana membantu orang tua dapat mewujudkan kerukunan di rumah? (acuan: pekerjaan rumah cepat selesai, orang tua tidak marah atau stres, tercipta suasana saling menyayangi dan damai).
Formatif:- Pengambilan bukti lisan terstruktur bergiliran untuk 16 murid (TP 4.6.2): menyebutkan minimal 2 bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga hidup rukun.
- Penilaian penugasan lembar kerja mandiri menghubungkan sebab-akibat (TP 4.6.4): menghubungkan 4 butir sikap bekerja sama dengan orang tua terhadap terwujudnya kerukunan keluarga.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga hidup rukun (TP 4.6.2) | Belum dapat menyebutkan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah sesuai daftar acuan meskipun telah diberikan bimbingan. | Menyebutkan 1 bentuk kerja sama dengan saudara di rumah sesuai daftar acuan dengan bantuan pertanyaan pancingan guru. | Menyebutkan 2 bentuk kerja sama dengan saudara di rumah sesuai daftar acuan secara tepat dan mandiri. | Menyebutkan 3 atau lebih bentuk kerja sama dengan saudara di rumah sesuai daftar acuan secara tepat, runtut, dan mandiri. | | Menghubungkan sikap bekerja sama dengan orang tua terhadap terwujudnya kerukunan keluarga (TP 4.6.4) | Menghubungkan 0 sampai 1 dari 4 butir pasangan sikap bekerja sama dengan orang tua dan dampak kerukunan keluarga sesuai kunci acuan. | Menghubungkan 2 dari 4 butir pasangan sikap bekerja sama dengan orang tua dan dampak kerukunan keluarga secara tepat sesuai kunci acuan. | Menghubungkan 3 dari 4 butir pasangan sikap bekerja sama dengan orang tua dan dampak kerukunan keluarga secara tepat sesuai kunci acuan. | Menghubungkan seluruh 4 butir pasangan sikap bekerja sama dengan orang tua dan dampak kerukunan keluarga secara tepat sesuai kunci acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu selama pengambilan bukti lisan untuk 16 murid berjalan efisien tanpa mengganggu ketertiban pengerjaan tugas mandiri murid lainnya?
- Apakah penggunaan media kartu situasi dan dampak membantu murid menghubungkan sikap kerja sama dengan terwujudnya kerukunan keluarga secara mendalam?
- Bagaimana respons murid yang memerlukan bimbingan khusus dalam mengidentifikasi bentuk kerja sama di rumah mereka?
Murid:- Bentuk kerja sama apa yang paling sering kulakukan bersama saudaraku di rumah agar kami tidak bertengkar?
- Apa hal konkret yang akan kulakukan hari ini untuk membantu ayah atau ibu agar suasana di rumah menjadi rukun dan damai?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.6.1 Mengidentifikasi contoh tindakan bergaul dengan teman yang mencerminkan hidup rukun
- TP 4.6.2 Menyebutkan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga hidup rukun
- TP 4.6.3 Menunjukkan sikap dapat bergaul dengan teman di sekolah tanpa membeda-bedakan
- TP 4.6.4 Menghubungkan sikap bekerja sama dengan orang tua terhadap terwujudnya kerukunan keluarga
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama untuk memohon bimbingan Roh Kudus, mengecek kehadiran 28 murid, menyiapkan ruang kelas agar kondusif untuk evaluasi mandiri, serta menyampaikan tujuan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 6 'Aku Mau Hidup Rukun' secara tertib dan jujur (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar asesmen tertulis dan menjelaskan petunjuk teknis pengerjaan 3 rangkaian asesmen sumatif: (1) pengerjaan tes tertulis mandiri selama 40 menit, (2) tes lisan bergiliran di meja guru bagi 12 murid sisa (2 menit per murid) sementara murid lain membaca senyap teks refleksi Mazmur 133, dan (3) pengisian lembar penilaian antarteman mengenai sikap bergaul tanpa membeda-bedakan (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar Tes Tertulis selama 40 menit yang memuat: (A) Mengidentifikasi 3 contoh tindakan bergaul yang mencerminkan hidup rukun dari 5 skenario yang tersedia (Skenario 1: Meminjamkan pensil kepada teman sebangku yang lupa membawa alat tulis; Skenario 2: Membagi bekal makanan secara adil kepada teman saat istirahat; Skenario 3 [pengalih]: Menertawakan teman yang jatuh saat berolahraga dan menolak menolong; Skenario 4: Melerai dan mendamaikan dua teman yang berselisih pendapat saat kerja kelompok; Skenario 5 [pengalih]: Memilih-milih teman hanya yang satu suku dan menjauhi yang lain; Kunci Jawaban: Skenario 1, 2, dan 4 benar; 3 dan 5 salah/pengalih), serta (B) Analisis kasus singkat keluarga pada hari Sabtu (kasus: Ibu lelah memasak di dapur dan Ayah mencuci motor di halaman sementara mainan berserakan di ruang tengah) dengan menuliskan 2 bentuk kerja sama membantu orang tua (kunci: merapikan mainan dan membawa piring kotor ke dapur) serta menghubungkan sikap kerja sama tersebut terhadap kerukunan keluarga (kunci: membantu orang tua meringankan beban kerja, mencegah kemarahan/kekesalan, serta menciptakan suasana rumah yang damai, gembira, dan penuh kasih) (40 menit).
- Guru memanggil secara bergantian 12 murid yang belum diambil data lisannya pada pertemuan sebelumnya untuk maju ke meja guru secara individual (durasi 2 menit per murid, total 24 menit ditambah 1 menit transisi), di mana guru menanyakan: 'Sebutkan 2 bentuk kerja sama konkret dengan saudaramu di rumah untuk menjaga hidup rukun dan mencegah pertengkaran!' (daftar acuan jawaban yang diterima: (1) bergantian giliran memakai barang/mainan/gawai dengan adil, (2) bekerja sama membersihkan atau membereskan kamar tidur bersama saudara, (3) membantu saudara yang kesulitan belajar atau menyelesaikan tugas sekolah, (4) saling berbagi makanan ringan tanpa berebut), sementara 16 murid lainnya melaksanakan kegiatan membaca senyap lembar teks refleksi Mazmur 133 secara hening dan tertib di meja masing-masing (25 menit).
- Seluruh 28 murid secara serentak selama 10 menit mengisi lembar penilaian antarteman (peer-assessment) untuk menilai praktik bergaul inklusif satu teman sebangku/kelas berdasarkan 3 indikator: (1) mau belajar kelompok dan duduk berdampingan tanpa memandang perbedaan latar belakang, (2) bertutur kata ramah dan tidak memakai nama ejekan, (3) terbuka mengajak dan menerima teman bermain bersama saat jam istirahat; dilanjutkan selama 10 menit berikutnya guru melakukan konfirmasi dan pengesahan hasil melalui pengamatan catatan anekdot interaksi sosial murid di kelas (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid diajak duduk hening sejenak untuk merefleksikan nilai kejujuran dan kemandirian yang telah ditunjukkan selama pengerjaan asesmen, serta merenungkan sejauh mana tekad diri untuk terus mewujudkan kerukunan nyata dalam kehidupan sehari-hari bersama teman, saudara, dan orang tua (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis dan lembar penilaian antarteman secara tertib, memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan integritas seluruh murid selama asesmen berlangsung, merangkum makna bab bahwa hidup rukun mendatangkan berkat Tuhan, lalu mengakhiri sesi dengan doa syukur penutup dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Konten asesmen sumatif bersifat terstandar untuk seluruh murid; bagi murid yang memiliki kendala penglihatan disediakan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar dan tata letak berjarak renggang tanpa mengubah isi butir soal.
- Proses: Seluruh murid mengerjakan secara mandiri; bagi murid yang memerlukan penyesuaian waktu membaca diberikan pendampingan netral pembacaan teks petunjuk soal tanpa memberikan petunjuk kunci jawaban.
- Produk: Format artefak jawaban tertulis, tanggapan lisan 12 murid, dan lembar penilaian antarteman seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif bab.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan belajar dan pemahaman instruksi teknis asesmen: guru menanyakan pemahaman murid terhadap tata cara pengerjaan tes tertulis, giliran tes lisan, dan pengisian lembar antarteman secara jujur dan tertib sebelum asesmen dimulai (acuan: murid menunjukkan kesiapan alat tulis dan memahami larangan mencontek atau bekerja sama).
Proses:- Observasi keterlaksanaan asesmen: guru memantau ketertiban, kemandirian, dan kejujuran pengerjaan tes tertulis oleh 28 murid, serta memantau ketenangan kelas saat 12 murid menjalani tes lisan bergiliran (acuan: tidak terjadi komunikasi antar-murid saat tes berlangsung dan murid yang menunggu giliran membaca senyap dengan tenang).
Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi tes tertulis serentak (pemahaman konsep rukun dan hubungan kerja sama keluarga), penyampaian lisan bergiliran (kerja sama dengan saudara), dan observasi perilaku bergaul nyata antarteman di kelas: Lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi tindakan rukun dan bagan hubungan kerja sama dengan orang tua, rekaman amatan lisan penyebutan kerja sama konkret dengan saudara, serta lembar pengamatan sosiometri/antarteman mengenai perilaku inklusif bergaul tanpa membeda-bedakan
- tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan lembar asesmen tertulis secara serentak selama 45 menit. Soal mencakup: (1) identifikasi 3 contoh tindakan bergaul yang mencerminkan hidup rukun sesuai makna Mazmur 133 dan kehidupan sehari-hari (TP 1), serta (2) menghubungkan sikap kerja sama membantu orang tua terhadap terwujudnya kedamaian/kerukunan keluarga melalui analisis kasus singkat (TP 4). Artefak lembar jawaban dikumpulkan dan diperiksa guru sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran objektif. (45 menit; individual; instrumen: lembar tes tertulis dan rubrik penskoran analitis)
- tes lisan bergiliran terencana: Penyampaian lisan terencana mengenai contoh nyata bentuk kerja sama dengan saudara di rumah guna mencegah pertengkaran. Pelaksanaan pengumpulan bukti dibagi: pada Sesi Pembelajaran 2 (saat materi kerja sama keluarga dilatihkan), guru telah mengobservasi 16 murid secara bergantian saat aktivitas lisan mandiri (16 murid × 1,5 menit = 24 menit). Sisanya, sebanyak 12 murid, dinilai pada slot sumatif akhir ini: 12 murid × 2 menit per murid = 24 menit + 6 menit transisi/pencatatan skor = 30 menit (<= 30 menit). Murid lain yang tidak sedang maju membaca senyap teks refleksi kerukunan. (30 menit; individual; instrumen: daftar centang (checklist) lisan dan catatan anekdot)
- penilaian antarteman dan observasi perilaku bergaul: Penilaian sikap bergaul tanpa membeda-bedakan di kelas. Sebanyak 28 murid mengisi lembar penilaian antarteman (peer-assessment) secara serentak selama 15 menit tentang praktik bergaul saling menghargai dan tidak memilih-milih teman saat belajar kelompok/bermain. Guru memvalidasi hasil melalui lembar amatan interaksi sosial di kelas selama 15 menit penutupan sesi. Total waktu 30 menit. (30 menit; individual; instrumen: lembar penilaian antarteman dan rubrik konfirmasi observasi guru)
Sumatif:- Asesmen kombinasi tes tertulis serentak (pemahaman konsep rukun dan hubungan kerja sama keluarga), penyampaian lisan bergiliran (kerja sama dengan saudara), dan observasi perilaku bergaul nyata antarteman di kelas: Lembar jawaban tertulis murid yang memuat identifikasi tindakan rukun dan bagan hubungan kerja sama dengan orang tua, rekaman amatan lisan penyebutan kerja sama konkret dengan saudara, serta lembar pengamatan sosiometri/antarteman mengenai perilaku inklusif bergaul tanpa membeda-bedakan
- tes tertulis serentak: 28 murid mengerjakan lembar asesmen tertulis secara serentak selama 45 menit. Soal mencakup: (1) identifikasi 3 contoh tindakan bergaul yang mencerminkan hidup rukun sesuai makna Mazmur 133 dan kehidupan sehari-hari (TP 1), serta (2) menghubungkan sikap kerja sama membantu orang tua terhadap terwujudnya kedamaian/kerukunan keluarga melalui analisis kasus singkat (TP 4). Artefak lembar jawaban dikumpulkan dan diperiksa guru sesudah kegiatan dengan pedoman penskoran objektif. (45 menit; individual; instrumen: lembar tes tertulis dan rubrik penskoran analitis)
- tes lisan bergiliran terencana: Penyampaian lisan terencana mengenai contoh nyata bentuk kerja sama dengan saudara di rumah guna mencegah pertengkaran. Pelaksanaan pengumpulan bukti dibagi: pada Sesi Pembelajaran 2 (saat materi kerja sama keluarga dilatihkan), guru telah mengobservasi 16 murid secara bergantian saat aktivitas lisan mandiri (16 murid × 1,5 menit = 24 menit). Sisanya, sebanyak 12 murid, dinilai pada slot sumatif akhir ini: 12 murid × 2 menit per murid = 24 menit + 6 menit transisi/pencatatan skor = 30 menit (<= 30 menit). Murid lain yang tidak sedang maju membaca senyap teks refleksi kerukunan. (30 menit; individual; instrumen: daftar centang (checklist) lisan dan catatan anekdot)
- penilaian antarteman dan observasi perilaku bergaul: Penilaian sikap bergaul tanpa membeda-bedakan di kelas. Sebanyak 28 murid mengisi lembar penilaian antarteman (peer-assessment) secara serentak selama 15 menit tentang praktik bergaul saling menghargai dan tidak memilih-milih teman saat belajar kelompok/bermain. Guru memvalidasi hasil melalui lembar amatan interaksi sosial di kelas selama 15 menit penutupan sesi. Total waktu 30 menit. (30 menit; individual; instrumen: lembar penilaian antarteman dan rubrik konfirmasi observasi guru)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi contoh tindakan bergaul dengan teman yang mencerminkan hidup rukun (TP 4.6.1) | Belum mampu mengidentifikasi contoh tindakan bergaul yang rukun dengan benar atau memilih seluruh skenario pengalih (skenario 3 dan 5). | Tepat mengidentifikasi 1 dari 3 contoh tindakan rukun, namun masih memilih minimal 1 skenario pengalih (skenario 3 atau 5) sebagai tindakan rukun. | Tepat mengidentifikasi 2 dari 3 contoh tindakan rukun (skenario 1, 2, atau 4) dan tidak memilih skenario pengalih (skenario 3 dan 5). | Tepat mengidentifikasi seluruh 3 contoh tindakan rukun (skenario 1, 2, dan 4) secara lengkap serta tepat menolak seluruh skenario pengalih (skenario 3 dan 5) secara mandiri. | | Menyebutkan bentuk kerja sama dengan saudara di rumah untuk menjaga hidup rukun (TP 4.6.2) | Belum mampu menyebutkan bentuk kerja sama konkret dengan saudara di rumah meskipun telah diberikan pertanyaan pancingan oleh guru. | Menyebutkan 1 bentuk kerja sama konkret dengan saudara sesuai daftar acuan (bergantian barang, beres-beres bersama, bantu tugas, atau berbagi makanan) dengan bantuan arahan guru. | Menyebutkan 2 bentuk kerja sama konkret dengan saudara di rumah secara tepat sesuai daftar acuan untuk mencegah pertengkaran secara mandiri. | Menyebutkan 3 atau lebih bentuk kerja sama konkret dengan saudara di rumah secara tepat sesuai daftar acuan serta lancar mengaitkannya dengan pencegahan pertengkaran secara mandiri. | | Menunjukkan sikap dapat bergaul dengan teman di sekolah tanpa membeda-bedakan (TP 4.6.3) | Belum memenuhi ketiga indikator perilaku bergaul inklusif (masih tampak membeda-bedakan teman berdasarkan suku/agama/kemampuan atau menolak teman saat bermain). | Memenuhi 1 dari 3 indikator perilaku bergaul inklusif berdasarkan konfirmasi lembar penilaian antarteman dan amatan guru. | Memenuhi 2 dari 3 indikator perilaku bergaul inklusif (menerima teman belajar, bertutur ramah tanpa ejekan, atau mengajak bermain) berdasarkan penilaian antarteman dan amatan guru. | Memenuhi seluruh 3 indikator perilaku bergaul inklusif secara konsisten dan terbukti nyata dalam keseharian di kelas berdasarkan validasi antarteman dan amatan guru. | | Menghubungkan sikap bekerja sama dengan orang tua terhadap terwujudnya kerukunan keluarga (TP 4.6.4) | Belum mampu menuliskan bentuk kerja sama membantu orang tua maupun menghubungkannya dengan kerukunan keluarga. | Menuliskan 1 bentuk kerja sama membantu orang tua dalam analisis kasus, namun belum mampu menjelaskan hubungannya dengan kerukunan keluarga. | Menuliskan 2 bentuk kerja sama membantu orang tua dan mampu menghubungkan secara sederhana bahwa kerja sama tersebut membuat suasana keluarga tenang atau tidak terjadi pertengkaran. | Menuliskan 2 bentuk kerja sama membantu orang tua secara tepat serta menghubungkan secara logis dan utuh bahwa meringankan beban kerja orang tua mencegah kejenuhan/kemarahan dan menumbuhkan damai sejahtera dalam keluarga. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes tertulis, 25 menit untuk tes lisan 12 murid, dan 20 menit untuk penilaian antarteman terlaksana secara efektif dan tepat sasaran?
- Bagaimana tingkat kemandirian dan kejujuran murid saat menyelesaikan lembar asesmen tertulis dan pengisian penilaian antarteman?
- Apakah instrumen dan rubrik penilaian mampu memetakan ketercapaian seluruh 4 TP pada Bab 6 secara adil dan terukur bagi seluruh murid?
Murid:- Apakah aku telah mengerjakan tes tertulis dengan jujur, mandiri, dan teliti tanpa melihat pekerjaan teman?
- Tindakan kerja sama apa yang paling ingin segera aku lakukan di rumah bersama saudaraku dan orang tuaku agar rumah kami semakin rukun?
- Bagaimana perasaanku ketika aku berhasil bergaul dengan semua teman di kelas tanpa membeda-bedakan mereka?
SUMBER BELAJAR- Alkitab: Mazmur 133 dan Kejadian 26:12–33
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Set Kartu Situasi 'Tantangan Kartu Rukun' (6 kartu teks dan gambar situasi pergaulan)
- Papan/Lembar Tempel Pengelompokan 'Tindakan Rukun' dan 'Bukan Tindakan Rukun'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021.
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 6 'Aku Mau Hidup Rukun'.
- Alkitab: Mazmur 133:1-3.
- Set Kartu Situasi dan Dampak Kerukunan 'Tantangan Sambung Kartu Kerukunan'.
- Lembar Kerja Murid: Menghubungkan Sikap Bekerja Sama dengan Orang Tua dan Kerukunan Keluarga.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021 (Pelajaran 6: Aku Mau Hidup Rukun)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021 (Pelajaran 6: Aku Mau Hidup Rukun)
- Alkitab: Kitab Mazmur 133
- Lembar Soal Asesmen Tertulis Sumatif Bab 6
- Lembar Instrumen Tes Lisan dan Catatan Anekdot Guru
- Lembar Format Penilaian Antarteman (Peer-Assessment) Sikap Inklusif
|