Modul AjarPertemuan 4Bab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Mempraktikkan Kasih kepada Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mempraktikkan Kasih kepada Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Mempraktikkan Kasih kepada Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 5 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mempraktikkan Kasih kepada Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMempraktikkan Kasih kepada Sesama dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan kreatif, murid dapat membuat karya (poster, puisi, atau surat tekad) yang mengungkapkan komitmen untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan perbuatan nyata di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar.
  2. Melalui refleksi dan presentasi, murid dapat mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam kepada sesama sebagai bentuk mengasihi sesama seperti diri sendiri sesuai 1 Yohanes 3:18.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu memaafkan seseorang yang menyakitimu? Bagaimana perasaanmu setelah melakukannya?
  2. Menurutmu, apa bedanya mengasihi seseorang hanya dengan kata-kata dan mengasihi dengan perbuatan nyata?
  3. Kalau kamu ingin orang lain memperlakukanmu dengan baik, apa yang perlu kamu lakukan terlebih dahulu kepada mereka?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama. Salah satu murid diminta memimpin doa singkat agar suasana kelas kondusif dan penuh syukur.
  • Guru melakukan absensi kehadiran dan memastikan semua murid siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan selembar kartu kecil kepada setiap murid. Murid diminta menuliskan satu kata atau satu kalimat singkat untuk menjawab pertanyaan: 'Menurutmu, apa artinya mengasihi sesama?' Kartu dikumpulkan dan guru membaca beberapa jawaban secara acak untuk memetakan pemahaman awal kelas.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan kepada kelas dan memberikan ruang bagi 2–3 murid untuk berbagi pendapat secara sukarela.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang sederhana: 'Hari ini kita akan belajar cara mengasihi sesama bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan perbuatan nyata. Kita juga akan membuat karya untuk menunjukkan tekad kita.'
  • Guru mengingatkan murid pada pelajaran sebelumnya tentang arti mengasihi sesama dan mengaitkannya dengan fokus hari ini, yaitu mempraktikkan kasih tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan ayat 1 Yohanes 3:18 dengan lantang: 'Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.' Murid diminta mendengarkan dengan tenang dan menyimak maknanya.
  • Guru mengajukan pertanyaan terbuka: 'Apa pesan utama ayat ini untuk kita?' dan memberikan waktu 2 menit untuk murid berpikir secara mandiri sebelum berbagi dengan teman di sebelahnya (strategi Think-Pair).
  • Beberapa pasang murid dipilih secara sukarela untuk menyampaikan pemahaman mereka kepada kelas. Guru merangkum poin-poin kunci di papan tulis: (1) Kasih harus diwujudkan dalam perbuatan, (2) Mengampuni dan memaafkan adalah bentuk kasih nyata, (3) Tidak menaruh dendam menunjukkan kasih yang tulus.
  • Guru memberikan contoh konkret situasi sehari-hari: seorang teman tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju kita — bagaimana respons yang mencerminkan kasih? Murid diajak mendiskusikan perbedaan antara respons yang penuh kasih dan respons yang tidak.
  • Guru menegaskan bahwa mengasihi sesama berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali, sesuai semangat Matius 22:34–40, dan bahwa tindakan kasih harus lahir dari hati yang tulus, bukan untuk dipuji orang lain.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menjelaskan tugas membuat karya kreatif. Setiap murid memilih SATU bentuk karya: (A) Poster bergambar dengan slogan kasih, (B) Puisi pendek minimal 4 baris tentang kasih kepada sesama, atau (C) Surat tekad pribadi yang berisi janji nyata untuk mengasihi sesama di rumah, di sekolah, dan di lingkungan sekitar.
  • Guru menampilkan contoh sederhana dari masing-masing pilihan di papan tulis atau kertas karton agar murid memiliki gambaran yang jelas sebelum mulai berkarya.
  • Murid diberikan waktu 15–18 menit untuk membuat karya secara mandiri. Guru menyediakan kertas HVS, kertas warna, spidol warna, dan alat tulis. Selama proses ini, guru berkeliling mendampingi, memberikan semangat, dan memberikan umpan balik singkat.
  • Murid yang sudah selesai lebih awal diminta menambahkan satu kalimat refleksi di bagian bawah karyanya: 'Satu tindakan kasih nyata yang akan aku lakukan minggu ini adalah...'
  • Setelah selesai, murid dipasangkan dengan teman sebangku untuk saling membaca karya masing-masing dan memberikan satu kalimat apresiasi positif kepada temannya (asesmen sejawat informal).
  • Perwakilan 3–4 murid (sukarela atau dipilih guru) diminta mempresentasikan karyanya di depan kelas secara singkat (1–2 menit per orang) sambil menyebutkan satu contoh tindakan mengampuni atau memaafkan yang pernah atau akan mereka lakukan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh kelas untuk berhenti sejenak dan menarik napas dalam-dalam bersama sebagai momen hening singkat sebelum refleksi dimulai.
  • Guru membagikan lembar refleksi sederhana (atau murid menulisnya di buku tulis) yang berisi tiga pertanyaan: (1) Satu tindakan kasih yang sudah aku lakukan minggu ini, (2) Satu hal yang masih sulit aku lakukan dalam mengasihi sesama, dan (3) Apa yang akan aku ubah atau coba lakukan berbeda mulai hari ini?
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri selama 5 menit. Guru menekankan bahwa tidak ada jawaban benar atau salah — yang penting jujur dengan diri sendiri.
  • Guru mengajak 2–3 murid berbagi refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan hangat dan afirmatif tanpa menghakimi jawaban apa pun.
  • Guru menutup sesi inti dengan menegaskan pesan utama: mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam bukan selalu mudah, tetapi 1 Yohanes 3:18 mengingatkan kita bahwa itulah wujud kasih yang sesungguhnya — kasih dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama secara lisan: 'Apa yang sudah kita pelajari hari ini?' Guru menampung 2–3 jawaban dari murid sebelum menyampaikan rangkuman akhir.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir singkat: murid diminta mengisi 'Exit Ticket' di selembar kertas kecil dengan menjawab satu pertanyaan: 'Tuliskan satu contoh tindakan nyata mengampuni atau memaafkan yang bisa kamu lakukan di rumah, di sekolah, atau di lingkungan sekitarmu!' Kertas dikumpulkan oleh guru.
  • Guru memajang atau mengumpulkan karya murid untuk diapresiasi. Guru menyampaikan pujian atas usaha dan keberanian murid dalam berkarya dan berbagi.
  • Guru memberikan penguatan nilai: 'Ingat, mengasihi sesama bukan hanya di dalam kelas atau di hari Minggu saja, tetapi setiap hari — di rumah, di sekolah, dan di mana pun kalian berada.'
  • Guru menginformasikan kegiatan pembelajaran berikutnya secara singkat.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh guru atau salah satu murid, mengucap syukur atas pembelajaran hari ini dan memohon kekuatan untuk mempraktikkan kasih kepada sesama.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan dukungan tambahan, guru menyediakan kalimat pembuka atau kerangka karya yang sudah disiapkan (misalnya: 'Aku berjanji untuk mengasihi sesamaku dengan cara...'). Bagi murid yang sudah sangat memahami materi, guru menyediakan pertanyaan pengayaan: 'Menurutmu, mengapa memaafkan seseorang yang menyakiti kita itu justru menjadi tindakan kasih yang kuat?'
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diperbolehkan menyelesaikan karya dalam bentuk yang lebih sederhana (misalnya hanya 2–3 kalimat surat tekad). Murid yang lebih cepat dapat membantu mendampingi teman sebangkunya atau membuat karya kedua dengan format berbeda.
  • Produk: Murid bebas memilih bentuk karya sesuai kekuatan dan minat mereka: poster (visual-spasial), puisi (linguistik), atau surat tekad (intrapersonal). Ini memungkinkan setiap murid mengekspresikan komitmennya dengan cara yang paling autentik bagi mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Guru membagikan kartu kecil kepada setiap murid di awal pembelajaran.
  • Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat: 'Menurutmu, apa artinya mengasihi sesama?'
  • Guru membaca beberapa jawaban secara acak dan menggunakannya untuk memetakan pemahaman awal serta menyesuaikan penekanan dalam kegiatan inti.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengamati partisipasi murid dalam diskusi Think-Pair dan mencatat siapa yang sudah dapat menghubungkan ayat 1 Yohanes 3:18 dengan contoh kehidupan nyata.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru berkeliling dan mengamati proses pembuatan karya — apakah murid dapat menuangkan komitmen kasih secara konkret dan sesuai dengan situasi nyata di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Asesmen sejawat saat saling membaca karya: guru mengamati kualitas apresiasi yang diberikan murid kepada temannya sebagai indikator pemahaman nilai kasih.
  • Selama presentasi: guru mencatat kemampuan murid mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam dalam bahasa yang sesuai usia.

Akhir:

  • Exit Ticket: murid menuliskan satu contoh tindakan nyata mengampuni atau memaafkan yang akan mereka lakukan — guru menilai apakah contoh tersebut konkret, realistis, dan mencerminkan pemahaman 1 Yohanes 3:18.
  • Karya kreatif yang telah selesai dikumpulkan dan dinilai guru menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: (1) kesesuaian karya dengan tema kasih kepada sesama, (2) komitmen perbuatan nyata yang dituangkan, dan (3) kemampuan mencontohkan tindakan mengampuni/memaafkan.

Formatif:

  • Kartu asesmen awal (kata/kalimat singkat tentang arti mengasihi sesama) untuk memetakan pemahaman awal murid.
  • Observasi guru selama proses membuat karya kreatif: guru mencatat keterlibatan, kreativitas, dan kemampuan murid menuangkan komitmen kasih dalam karya.
  • Asesmen sejawat informal: murid saling membaca karya teman dan memberikan satu kalimat apresiasi, melatih kemampuan komunikasi dan kolaborasi.
  • Observasi presentasi: guru mencatat kemampuan murid mencontohkan tindakan mengampuni dan memaafkan saat mempresentasikan karyanya.

Sumatif:

  • Exit Ticket: murid menuliskan satu contoh tindakan nyata mengampuni atau memaafkan yang dapat dilakukan di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar — dinilai berdasarkan kesesuaian dengan nilai kasih dalam 1 Yohanes 3:18.
  • Karya kreatif (poster, puisi, atau surat tekad) yang mencerminkan komitmen untuk mengasihi sesama dengan perbuatan nyata — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian karya dengan tema kasih kepada sesama (TP 4.5.4.1)Karya tidak berkaitan dengan tema kasih kepada sesama atau tidak dapat dipahami.Karya menyebutkan kata 'kasih' atau 'sesama' tetapi belum menjelaskan makna atau bentuk perbuatannya secara jelas.Karya menggambarkan arti mengasihi sesama dengan cukup jelas dan menyebutkan setidaknya satu konteks (rumah, sekolah, atau lingkungan).Karya menggambarkan arti mengasihi sesama secara jelas dan inspiratif, serta menyebutkan contoh perbuatan nyata di minimal dua konteks (rumah, sekolah, dan/atau lingkungan sekitar).
Komitmen perbuatan nyata dalam karya (TP 4.5.4.1)Karya tidak memuat pernyataan atau komitmen tindakan kasih yang nyata.Karya memuat pernyataan umum seperti 'aku akan baik kepada semua orang' tanpa menjelaskan tindakan spesifik.Karya memuat satu tindakan kasih yang spesifik dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.Karya memuat dua atau lebih tindakan kasih yang spesifik, realistis, dan mencerminkan pemahaman bahwa kasih harus lahir dari hati yang tulus (bukan untuk dipuji).
Kemampuan mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam (TP 4.5.4.2)Murid belum dapat menyebutkan contoh tindakan mengampuni atau memaafkan, baik dalam karya maupun presentasi/refleksi.Murid dapat menyebutkan kata 'memaafkan' atau 'mengampuni' tetapi belum dapat menjelaskan situasi konkretnya.Murid dapat mencontohkan satu situasi nyata di mana tindakan mengampuni atau memaafkan merupakan bentuk kasih kepada sesama.Murid dapat mencontohkan tindakan mengampuni, memaafkan, dan tidak menaruh dendam secara rinci, mengaitkannya dengan pesan 1 Yohanes 3:18, dan menunjukkan kesadaran bahwa tindakan tersebut harus datang dari ketulusan hati.
Keberanian dan kejelasan dalam presentasi/berbagi (TP 4.5.4.2)Murid tidak bersedia atau tidak mampu menyampaikan karyanya meskipun sudah didampingi guru.Murid menyampaikan karyanya dengan suara pelan dan ragu, hanya membaca teks tanpa penjelasan tambahan.Murid menyampaikan karyanya dengan cukup jelas dan percaya diri, serta dapat menjawab satu pertanyaan sederhana dari guru.Murid menyampaikan karyanya dengan lantang, jelas, dan percaya diri; mampu menjelaskan alasan pilihannya serta menghubungkan karya dengan pengalaman atau komitmen pribadinya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya ajukan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan aktif murid?
  • Apakah semua murid — termasuk yang cenderung pendiam atau yang memerlukan dukungan tambahan — berhasil terlibat dalam kegiatan membuat karya kreatif?
  • Seberapa efektif pilihan diferensiasi produk (poster/puisi/surat tekad) dalam mengakomodasi keberagaman kemampuan dan gaya belajar murid?
  • Apakah murid berhasil menghubungkan nilai kasih dalam 1 Yohanes 3:18 dengan tindakan nyata yang relevan dalam kehidupan mereka sehari-hari?
  • Apa yang perlu saya perbaiki atau perkuat dalam pertemuan atau pembelajaran berikutnya berdasarkan hasil Exit Ticket dan observasi hari ini?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang mengasihi sesama adalah ...
  • Tindakan nyata mengasihi yang paling ingin aku lakukan mulai besok adalah ...
  • Hal yang masih terasa sulit bagiku dalam mengasihi sesama adalah ... dan aku akan mencoba mengatasinya dengan ...
  • Bagaimana perasaanku setelah membuat karya dan berbagi tentang kasih hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab: 1 Yohanes 3:18; Matius 22:34–40; Matius 7:12
  2. Buku Teks Murid: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Penulis: Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek, 2021) — Pelajaran 5
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Penulis: Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek, 2021) — Pelajaran 5
  4. Kertas HVS dan kertas warna untuk membuat karya kreatif
  5. Spidol warna, krayon, atau pensil warna
  6. Papan tulis dan spidol whiteboard untuk guru menampilkan poin kunci
  7. Kartu kecil untuk asesmen awal dan Exit Ticket
  8. Lembar refleksi sederhana (dapat ditulis di buku tulis murid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.