Modul AjarBab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 5: Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 untuk Bab 5 "Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4 Bab 5: Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Bab 5 — Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBab 5 — Aku Mengasihi Sesamaku Seperti Diriku Sendiri
Alokasi Waktu9 JP (9 x 35 menit = 315 menit)
Jumlah Pertemuan3
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 4.5.1 Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama seperti diri sendiri
  2. TP 4.5.2 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih kepada sesama
  3. TP 4.5.3 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara yang mencerminkan kasih seperti kepada diri sendiri
  4. TP 4.5.4 Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua melalui perbuatan kasih sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa kita tidak dapat hidup sendirian dan selalu membutuhkan pertolongan orang lain di sekitar kita?
  2. Bagaimana cara kita memperlakukan dan bekerja sama dengan teman di sekolah agar mencerminkan kasih seperti kepada diri sendiri?
  3. Mengapa Tuhan menciptakan manusia tidak sendirian melainkan membutuhkan teman, saudara, dan orang tua?
  4. Bagaimana caramu menunjukkan kasih kepada saudaramu di rumah saat kalian sedang bermain atau belajar bersama?
  5. Pengalaman kerja sama apa yang paling berkesan saat kamu membantu ayah atau ibu di rumah?
  6. Mengapa Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan dan dipanggil mengasihi sesama seperti diri sendiri?
  7. Bagaimana perbuatan kita saat bekerja sama dengan teman, saudara, dan orang tua dapat menunjukkan wujud nyata kasih dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama dan menunjukkan contoh bergaul serta bekerja sama dengan teman (pengambilan bukti lisan giliran 1: 9 murid) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama seperti diri sendiri
  • TP 4.5.2 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih kepada sesama

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dengan salam penuh kehangatan, mengajak seorang murid memimpin doa pembuka, dan memeriksa kehadiran seluruh murid di kelas (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan melalui tanya jawab terbimbing mengenai konsep makhluk sosial dan pergaulan teman: (1) 'Mengapa manusia tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain?' (acuan jawaban: manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan bantuan orang lain); (2) 'Sebutkan 1 contoh perbuatan baik yang pernah kalian lakukan kepada teman di sekolah!' (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan nyata menolong atau menyayangi teman seperti berbagi pensil, menolong teman terjatuh, atau mengajak bermain bersama) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks Alkitab Injil Matius 22:37-39 serta Matius 7:12 untuk mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang diciptakan Allah tidak untuk hidup sendiri, melainkan saling melengkapi dan mengasihi sesama manusia seperti mengasihi diri sendiri (15 menit).
  • Murid mencermati 4 kartu situasi kehidupan bermasyarakat untuk mengidentifikasi ciri manusia sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan: (1) Seseorang yang sedang sakit membutuhkan dokter dan tetangga yang merawat; (2) Murid yang belajar di sekolah membutuhkan guru yang mengajar dan teman untuk berdiskusi; (3) Petani menanam padi yang kemudian dibeli masyarakat untuk makanan sehari-hari; (4) Anak yang bermain sepak bola membutuhkan teman agar permainan dapat berjalan (acuan identifikasi: keempat situasi membuktikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling bergantung dan tidak dapat hidup terpisah dari sesamanya) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara berkelompok (4-5 murid) melakukan permainan interaktif 'Tantangan Estafet Kasih' dengan memasangkan 4 kartu tindakan ke papan kategori 'Pergaulan Kasih' atau 'Kerja Sama Kasih': Kartu A: 'Meminjamkan pensil cadangan kepada teman yang pensilnya patah saat menggambar'; Kartu B: 'Membagi tugas regu piket membersihkan papan tulis dan menyapu kelas bersama teman'; Kartu C: 'Menghibur teman sekelas yang sedang sedih karena kehilangan tempat pensil'; Kartu D: 'Mendengarkan pendapat teman dan bekerja bersama merapikan buku pelajaran di sudut baca' (kunci acuan: Kartu A = Pergaulan Kasih; Kartu B = Kerja Sama Kasih; Kartu C = Pergaulan Kasih; Kartu D = Kerja Sama Kasih) (20 menit).
  • Guru melaksanakan unjuk kerja lisan giliran 1 untuk 9 murid terpilih guna mengambil bukti belajar TP 4.5.1 dan TP 4.5.2 secara bergantian di meja guru (tiap murid menjawab arti diri sebagai makhluk sosial serta menunjukkan 1 contoh perbuatan bergaul dan 1 contoh bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih), sementara murid lainnya secara mandiri menuliskan 1 contoh bergaul dan 1 contoh bekerja sama dengan teman pada lembar kerja (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan hening sejenak untuk merenungkan sikap diri terhadap teman di sekolah selama ini (apakah sudah bergaul dengan ramah dan mau bekerja sama tanpa membeda-bedakan), lalu menuliskan satu tekad perbuatan kasih yang akan dilakukan kepada teman pada buku refleksi masing-masing (kriteria penerimaan: tekad memuat tindakan nyata seperti tidak mengejek, mau berbagi tugas piket, atau menolong teman yang kesulitan) (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama merumuskan simpulan kegiatan pembelajaran mengenai hakikat diri sebagai makhluk sosial yang diciptakan Allah untuk saling membutuhkan serta kewajiban mengasihi teman melalui tindakan bergaul dan bekerja sama yang rukun (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik apresiatif atas pengambilan bukti unjuk kerja lisan 9 murid giliran 1, mengingatkan giliran unjuk kerja untuk kelompok murid berikutnya pada pertemuan ke-2, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar ilustrasi bagi murid yang memerlukan dukungan visual konkret, serta kartu situasi naratif tertulis bagi murid yang telah membaca mandiri dengan lancar.
  • Proses: Memberikan pertanyaan pemandu bertahap bagi murid yang masih ragu mengidentifikasi arti makhluk sosial, serta memberikan tantangan bagi murid yang cepat untuk menyebutkan contoh kerja sama teman dalam situasi yang lebih luas di lingkungan sekolah.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menunjukkan contoh bergaul dan bekerja sama dengan bantuan kartu pilihan visual, sedangkan murid yang mandiri menunjukkan contoh secara lisan terstruktur beserta penjelasannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan pada pendahuluan pembelajaran dengan 2 pertanyaan: (1) 'Mengapa manusia tidak bisa hidup sendiri di dunia ini?' (acuan: manusia diciptakan Allah sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan pertolongan sesamanya); (2) 'Sebutkan 1 contoh perbuatan baik yang pernah kamu tunjukkan kepada teman di kelas!' (kriteria penerimaan: menyebutkan tindakan konkret mengasihi teman seperti meminjamkan alat tulis, menghibur teman, atau mengajak bermain bersama).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan pengelompokan 4 kartu tindakan pergaulan dan kerja sama teman dalam aktivitas 'Tantangan Estafet Kasih' (kunci acuan: Kartu A meminjamkan pensil = Pergaulan Kasih; Kartu B membagi tugas piket = Kerja Sama Kasih; Kartu C menghibur teman sedih = Pergaulan Kasih; Kartu D mendengarkan pendapat merapikan buku = Kerja Sama Kasih).
  • Unjuk kerja lisan giliran 1 untuk 9 murid dengan 2 butir pertanyaan terstruktur: (1) 'Identifikasilah arti dirimu sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama seperti diri sendiri!' (acuan: manusia tidak dapat hidup sendiri, saling membutuhkan sesama, dan dipanggil mengasihi sesama manusia seperti mengasihi dirinya sendiri sesuai kehendak Allah); (2) 'Tunjukkan 1 contoh perbuatan bergaul dan 1 contoh perbuatan bekerja sama dengan teman di sekolah yang dilandasi kasih!' (kriteria acuan: contoh bergaul menunjukkan sikap ramah, berbagi alat tulis, atau tidak membeda-bedakan teman; contoh bekerja sama menunjukkan kesediaan bergotong royong dalam piket kelas atau tugas belajar bersama secara adil dan rukun).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi pembelajaran melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) 'Apa arti dirimu diciptakan sebagai makhluk sosial?' (acuan: manusia tidak dapat hidup seorang diri dan senantiasa membutuhkan sesama untuk saling menolong dan melengkapi); (2) 'Tuliskan 1 contoh nyata bekerja sama dengan teman di kelas yang mencerminkan kasih!' (kriteria acuan: tindakan nyata kerja sama tanpa pertengkaran seperti membersihkan kelas bersama regu piket, berbagi peran dalam kerja kelompok, atau bersama-sama menata meja kursi).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk memetakan kesiapan pemahaman konsep makhluk sosial dan pergaulan teman
  • Observasi ketepatan pengelompokan 4 kartu tindakan pada aktivitas 'Tantangan Estafet Kasih'
  • Pengambilan bukti unjuk kerja lisan giliran 1 untuk 9 murid mencakup identifikasi arti makhluk sosial dan contoh bergaul serta bekerja sama dengan teman
  • Pemeriksaan cek pemahaman akhir sesi pada lembar catatan refleksi murid

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama seperti diri sendiri (TP 4.5.1)Belum dapat mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan sesama meskipun telah diberikan bimbingan langsung oleh guru.Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial (manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain) dengan bantuan pertanyaan penuntun dari guru.Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial (manusia tidak dapat hidup sendiri dan saling membutuhkan sesama untuk saling menolong) secara tepat dan mandiri sesuai acuan.Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial secara tepat, lengkap, dan mandiri dengan mengaitkan keterpanggilan mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri sesuai amanat firman Tuhan.
Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih kepada sesama (TP 4.5.2)Belum dapat menunjukkan contoh perbuatan bergaul maupun contoh perbuatan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih meskipun dibimbing guru.Menunjukkan 1 contoh perbuatan bergaul atau 1 contoh perbuatan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih dengan bantuan arahan guru.Menunjukkan masing-masing 1 contoh perbuatan bergaul dan 1 contoh perbuatan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih secara tepat dan mandiri sesuai acuan.Menunjukkan lebih dari 1 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih secara tepat, beragam, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan 'Tantangan Estafet Kasih' berjalan efektif dan menyenangkan dalam memfasilitasi pemahaman murid tentang bergaul dan bekerja sama dengan teman?
  • Bagaimana ketercapaian bukti belajar lisan pada 9 murid giliran 1, dan apakah manajemen waktu unjuk kerja lisan sudah berjalan sesuai rencana?
  • Penyesuaian apa yang perlu disiapkan untuk memfasilitasi pengambilan bukti unjuk kerja lisan giliran 2 pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Hal penting apa yang aku pahami hari ini tentang mengapa aku tidak bisa hidup sendirian tanpa teman?
  • Apakah aku sudah memperlakukan dan mengasihi teman-temanku di kelas seperti aku mengasihi diriku sendiri?
  • Perbuatan kasih konkret apa yang ingin aku lakukan kepada temanku saat bermain dan belajar di sekolah besok?

Pertemuan 2 — Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman serta saudara yang dilandasi kasih, dilanjutkan menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua (pengambilan bukti lisan giliran 2: 9 murid TP 1-2 dan 14 murid TP 4) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama seperti diri sendiri
  • TP 4.5.2 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih kepada sesama
  • TP 4.5.3 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara yang mencerminkan kasih seperti kepada diri sendiri
  • TP 4.5.4 Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua melalui perbuatan kasih sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa pembuka syukur, mengecek presensi murid, dan menyanyikan bersama lagu pujian 'Kasih Pasti Lemah Lembut' (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab terarah untuk memetakan kesiapan murid mengenai konsep makhluk sosial dan contoh perbuatan kasih kepada teman serta saudara: (1) Mengapa manusia disebut makhluk sosial? (acuan: manusia tidak dapat hidup sendiri dan diciptakan untuk saling membutuhkan serta saling menolong); (2) Sebutkan 1 contoh bergaul dengan rukun bersama teman dan 1 contoh bersama saudara di rumah! (acuan contoh teman: meminjamkan pensil/bermain bersama tanpa bertengkar; acuan contoh saudara: meminjamkan mainan/membantu adik) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (menunjukkan contoh kasih pada teman dan saudara serta menceritakan pengalaman kerja sama dengan orang tua), mengaitkan pertanyaan pemantik, serta mengumumkan teknis pengambilan bukti unjuk lisan giliran ke-2 untuk 9 murid (TP 1-2) dan 14 murid (TP 4) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membaca bersama nas Alkitab Matius 22:37–40 dan Matius 7:12, kemudian mendengarkan penjelasan guru mengenai makna diri sebagai makhluk sosial yang dipanggil memperlakukan sesama (teman dan saudara) sebagaimana diri sendiri ingin dikasihi dan dihargai (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mengikuti kuis interaktif 'Aksi Kasih Ceria' dengan mengelompokkan 4 kartu skenario ke dalam kategori 'Kasih kepada Teman' atau 'Kasih kepada Saudara': Kartu 1 'Membantu teman piket membersihkan papan tulis' -> Kasih Teman; Kartu 2 'Bergantian menggunakan meja belajar dan menemani adik membaca' -> Kasih Saudara; Kartu 3 'Mengajak teman yang menyendiri di kelas untuk bermain bersama' -> Kasih Teman; Kartu 4 'Merapikan tempat tidur bersama kakak di rumah' -> Kasih Saudara (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengisi Lembar Aksi Kasih dengan menuliskan masing-masing 2 contoh konkret tindakan bergaul dan bekerja sama yang dilandasi kasih dengan teman di sekolah dan dengan saudara di rumah (acuan teman: berbagi bekal, menolong saat jatuh, bekerja kelompok secara adil; acuan saudara: berbagi makanan ringan, mengalah saat menonton tv, menolong adik merapikan mainan) (15 menit).
  • Guru memanggil secara bergiliran 9 murid untuk unjuk lisan mengidentifikasi arti makhluk sosial dan contoh kerja sama teman (TP 1-2) serta 14 murid untuk unjuk lisan menceritakan pengalaman nyata bekerja sama dengan orang tua di rumah (TP 4) menggunakan panduan: apa bentuk kerja samanya, peran orang tua, dan perasaannya; sementara itu murid lainnya secara mandiri memverifikasi dan melengkapi contoh perbuatan kasih kepada saudara (TP 3) pada lembar kerjanya (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mendiskusikan kendala yang sering mereka hadapi saat harus bekerja sama dengan saudara di rumah (misalnya berebut barang atau berselisih) dan merumuskan cara mengatasinya berlandaskan ajaran kasih Kristus (misal: mau memaafkan dan berbicara jujur) (10 menit).
  • Murid secara hening menuliskan satu kalimat refleksi pribadi di buku catatan: perbuatan kasih apa yang akan langsung dipraktikkan kepada saudara atau orang tua setibanya di rumah hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pelajaran hari ini bahwa mengasihi sesama dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu teman bergaul di sekolah, saudara kandung/sepupu, dan orang tua di rumah melalui tindakan nyata saling menolong dan bekerja sama (7 menit).
  • Guru melaksanakan cek pemahaman akhir secara lisan, mengingatkan murid untuk mengisi jurnal refleksi harian bersama saudara sebagai persiapan bahan pertemuan berikutnya, serta menutup pertemuan dengan doa syukur bersama (8 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar ilustrasi konkret hubungan keluarga/pertemanan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan teks nas Alkitab rujukan tambahan (Lukas 10:25-37) bagi murid yang memiliki kesiapan belajar lebih tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan terstruktur dan pertanyaan penuntun (scaffolding) saat murid bercerita mengenai orang tua, sementara murid mandiri diberi kesempatan menceritakan pengalamannya secara runtut tanpa panduan pertanyaan bertahap.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan contoh perbuatan kasih dalam bentuk daftar ceklis kalimat deskriptif atau bagan asosiasi hubungan sosial sederhana sesuai kemampuan komunikasinya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal pelajaran: (1) Guru menanyakan 'Mengapa manusia disebut makhluk sosial dan membutuhkan orang lain?' (Acuan jawaban: karena manusia tidak bisa hidup sendiri dan Tuhan menciptakan manusia untuk saling melengkapi dan menolong); (2) Guru meminta murid menyebutkan 1 contoh bergaul rukun dengan teman dan 1 contoh dengan saudara di rumah (Acuan jawaban: teman = meminjamkan alat tulis/bermain bersama; saudara = meminjamkan mainan/membantu adik belajar).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan pada permainan kartu 'Aksi Kasih Ceria' (memasangkan 4 kartu skenario ke kategori teman dan saudara sesuai kunci).
  • Pemeriksaan Lembar Aksi Kasih (TP 4.5.3): Memeriksa ketepatan murid menuliskan minimal 2 contoh perbuatan kasih kepada saudara (acuan contoh: meminjamkan mainan, membantu adik merapikan buku, belajar bersama kakak, saling memaafkan).
  • Rubrik penilaian unjuk kerja lisan pengambilan bukti giliran 2: 9 murid untuk pemahaman makhluk sosial (TP 4.5.1) dan kerja sama teman (TP 4.5.2), serta 14 murid untuk cerita pengalaman bersama orang tua (TP 4.5.4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan kepada murid secara acak 'Apa yang dimaksud dengan Matius 7:12 dalam kehidupan bersama saudaramu di rumah?' (Kriteria penerimaan: jika kita ingin diperlakukan baik, disayangi, dan dihargai oleh saudara kita, maka kita harus terlebih dahulu memperlakukan baik, menyayangi, dan menolong saudara kita).

Formatif:

  • Penilaian Kinerja Lisan (Unjuk Kerja): Identifikasi diri sebagai makhluk sosial dan pemberian contoh kerja sama teman (giliran 9 murid untuk TP 4.5.1 & TP 4.5.2)
  • Penilaian Kinerja Lisan (Bercerita): Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua (giliran 14 murid untuk TP 4.5.4)
  • Penilaian Penugasan Tertulis: Lembar Aksi Kasih mengenai contoh konkret perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara yang mencerminkan kasih (TP 4.5.3)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama (TP 4.5.1)Belum mampu menyebutkan arti diri sebagai makhluk sosial walaupun telah dipandu guru.Menyebutkan arti diri sebagai makhluk sosial sebatas manusia tidak bisa sendiri, namun belum mengaitkannya dengan panggilan mengasihi dan saling menolong.Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial secara tepat bahwa manusia membutuhkan orang lain dan dipanggil mengasihi sesama seperti diri sendiri.Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial secara mendalam dan mandiri serta menghubungkannya secara runtut dengan ajaran Alkitab (Matius 22:39).
Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih (TP 4.5.2)Belum dapat menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman.Menunjukkan 1 contoh perbuatan bergaul atau bekerja sama dengan teman dengan bantuan pertanyaan pemantik guru.Menunjukkan minimal 2 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih secara tepat dan mandiri (sesuai acuan: berbagi, menolong, belajar rukun).Menunjukkan lebih dari 2 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman secara variatif baik di kelas maupun saat bermain tanpa keraguan.
Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara yang mencerminkan kasih (TP 4.5.3)Belum mampu menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara di rumah.Menunjukkan 1 contoh perbuatan bergaul atau bekerja sama dengan saudara di rumah dengan bimbingan guru.Menunjukkan minimal 2 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara di rumah yang mencerminkan kasih secara tepat pada Lembar Aksi Kasih.Menunjukkan 3 contoh atau lebih perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara di rumah secara mandiri dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua melalui perbuatan kasih (TP 4.5.4)Belum mampu menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua walaupun dibimbing pertanyaan penuntun.Menceritakan pengalaman bersama orang tua namun hanya menyebutkan peristiwanya secara singkat tanpa memuat bentuk kerja sama konkret.Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua secara runtut mencakup bentuk kerja sama nyata di rumah (seperti membantu membersihkan rumah/memasak) dan perasaan kasih yang dialami.Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua secara lengkap, runtut, mendalam, dan mengungkapkan makna kasih serta rasa syukur dengan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja lisan giliran ke-2 (9 murid TP 1-2 dan 14 murid TP 4) berjalan efektif dan tertib tanpa mengabaikan murid yang mengerjakan tugas mandiri?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam permainan kartu 'Aksi Kasih Ceria', apakah berhasil memperjelas perbedaan konteks perbuatan kasih kepada teman dan saudara?
  • Apakah metode diferensiasi proses yang diterapkan efektif membantu murid yang mengalami kendala saat menceritakan pengalaman bersama orang tua?

Murid:

  • Perbuatan kasih apa yang paling mudah dan yang paling sulit kamu lakukan kepada saudaramu di rumah?
  • Bagaimana perasaanmu saat bisa bekerja sama membantu ayah atau ibu di rumah?
  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang arti mengasihi sesama seperti dirimu sendiri?

Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 4.5.1 Mengidentifikasi arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama seperti diri sendiri
  • TP 4.5.2 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih kepada sesama
  • TP 4.5.3 Menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara yang mencerminkan kasih seperti kepada diri sendiri
  • TP 4.5.4 Menceritakan pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua melalui perbuatan kasih sehari-hari

Pendahuluan:

  • Pendidik membuka pembelajaran dengan doa pembuka, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan alur pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5 secara tenang dan tertib mencakup pengumpulan jurnal refleksi rumah serta unjuk kerja lisan bergiliran (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Pendidik memberikan pengarahan petunjuk teknis pelaksanaan asesmen sumatif, lalu memfasilitasi pengumpulan berkas jurnal refleksi perilaku bergaul, menolong, dan bekerja sama dengan saudara di rumah (TP 4.5.3) dari seluruh 28 murid yang telah diverifikasi dengan paraf/catatan orang tua untuk diperiksa guru sesudah pembelajaran (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pendidik melaksanakan asesmen unjuk kerja lisan individual untuk TP 4.5.1 dan TP 4.5.2 kepada sisa 10 murid secara bergiliran (10 murid x 2 menit = 20 menit, ditambah 5 menit transisi dan pencatatan rubrik, serta 10 menit alokasi pendampingan rubrik terstruktur, total 35 menit), di mana setiap murid menjawab 2 pertanyaan terstruktur: (1) Mengidentifikasi arti manusia sebagai makhluk sosial (acuan: manusia tidak dapat hidup sendiri/membutuhkan orang lain dan diciptakan Allah untuk saling mengasihi serta peduli kepada sesama seperti diri sendiri); (2) Menunjukkan 2 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman berlandaskan kasih (acuan: belajar kelompok tanpa membeda-bedakan, berbagi alat tulis/bekal atau menolong teman kesulitan, gotong royong piket kelas dengan rukun), sementara 18 murid lainnya membaca senyap materi firman Matius 7:12 secara mandiri (35 menit).
  • Pendidik melaksanakan asesmen unjuk kerja bercerita pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua (TP 4.5.4) kepada sisa 14 murid secara bergiliran (14 murid x 3 menit = 42 menit ditambah 3 menit pencatatan skor guru, total 45 menit), di mana setiap murid menuturkan pengalaman nyata dengan memenuhi 3 kriteria acuan: (a) jenis aktivitas kerja sama konkret bersama orang tua di rumah, (b) tindakan kasih yang dilakukan dengan sukacita tanpa mengeluh, dan (c) makna atau dampak kerja sama bagi keharmonisan keluarga; sementara murid yang tidak sedang maju menyimak hening dan mencatat poin-poin inspiratif secara mandiri (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Pendidik memfasilitasi murid melakukan refleksi pribadi mengenai pengalaman melaksanakan rangkaian tugas asesmen sumatif serta mengevaluasi kejujuran dan kesungguhan hati dalam mempraktikkan kasih kepada teman, saudara, dan orang tua (5 menit).

Penutup:

  • Pendidik merangkum ketuntasan pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 5, mengapresiasi kemandirian dan kejujuran seluruh murid, menginformasikan bahwa umpan balik hasil asesmen akan dibagikan pada pertemuan evaluasi berikutnya, lalu menutup kegiatan dengan doa syukur bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Penyediaan teks lembar bacaan firman Matius 7:12 dengan ukuran huruf lebih besar bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual saat membaca senyap mandiri tanpa mengubah isi bacaan.
  • Proses: Pemberian jeda waktu berpikir sejenak sebelum merespons pertanyaan lisan bagi murid yang membutuhkan waktu pemrosesan informasi lebih lama, tanpa menurunkan bobot pertanyaan atau kriteria penilaian rubrik.
  • Produk: Murid diperbolehkan membawa lembar catatan kata kunci mandiri dari rumah sebagai alat bantu mengingat urutan peristiwa ketika menceritakan pengalaman bersama orang tua, tanpa mengubah 3 unsur acuan cerita.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif melalui verifikasi kelengkapan fisik lembar jurnal refleksi rumah (TP 4.5.3) serta konfirmasi kesiapan daftar giliran unjuk kerja lisan (TP 4.5.1, TP 4.5.2, TP 4.5.4).

Proses:

  • Observasi ketertiban, kemandirian, dan kepatuhan murid selama kegiatan membaca senyap dan menyimak hening saat asesmen lisan individual berlangsung di meja guru.

Sumatif Bab:

  • penilaian gabungan portofolio refleksi rumah dan unjuk kerja lisan di sekolah: koleksi catatan refleksi perilaku mengasihi saudara dan orang tua di rumah serta performa lisan individual yang memaparkan arti makhluk sosial, contoh kerja sama dengan teman, dan penuturan pengalaman bersama orang tua
  • penilaian artefak jurnal refleksi rumah: 28 murid masing-masing mengumpulkan lembar jurnal refleksi perilaku menolong dan berdamai dengan saudara di rumah yang telah diisi selama masa pembelajaran bab disertai paraf/catatan orang tua. Guru memeriksa seluruh 28 artefak menggunakan rubrik penilaian sesudah jam pembelajaran, tanpa memakan waktu observasi lisan bergiliran di kelas. (15 menit; individual; instrumen: lembar jurnal refleksi terstruktur dengan konfirmasi orang tua dan rubrik penilaian artefak)
  • unjuk kerja lisan individual secara bergiliran: Penilaian lisan 2 TP (arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama dan contoh kerja sama dengan teman). Dari 28 murid, 18 murid telah diobservasi pada sesi pembelajaran TP terkait melalui giliran terencana (2 sesi latihan TP × 9 murid × 2 menit). Sisa 10 murid dinilai pada slot sumatif akhir: 10 murid × 2 menit = 20 menit + 5 menit transisi dan pencatatan nilai = 25 menit <= 35 menit. Murid lain yang tidak sedang maju membaca senyap materi pengayaan secara mandiri. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan pemahaman makhluk sosial dan contoh kerja sama teman)
  • unjuk kerja bercerita secara bergiliran: Penilaian lisan 1 TP (menceritakan pengalaman nyata bergaul dan bekerja sama membantu orang tua di rumah). Dari 28 murid, 14 murid telah dinilai pada sesi pembelajaran TP 4 yang terjadwal. Sisa 14 murid dinilai pada slot sumatif akhir: 14 murid × 3 menit = 42 menit + 8 menit transisi dan pencatatan nilai guru = 50 menit <= 55 menit. Murid lain melakukan kegiatan menyimak hening dan mencatat poin inspiratif secara mandiri. (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian berbicara pengalaman kerja sama bersama orang tua)

Sumatif:

  • penilaian gabungan portofolio refleksi rumah dan unjuk kerja lisan di sekolah: koleksi catatan refleksi perilaku mengasihi saudara dan orang tua di rumah serta performa lisan individual yang memaparkan arti makhluk sosial, contoh kerja sama dengan teman, dan penuturan pengalaman bersama orang tua
  • penilaian artefak jurnal refleksi rumah: 28 murid masing-masing mengumpulkan lembar jurnal refleksi perilaku menolong dan berdamai dengan saudara di rumah yang telah diisi selama masa pembelajaran bab disertai paraf/catatan orang tua. Guru memeriksa seluruh 28 artefak menggunakan rubrik penilaian sesudah jam pembelajaran, tanpa memakan waktu observasi lisan bergiliran di kelas. (15 menit; individual; instrumen: lembar jurnal refleksi terstruktur dengan konfirmasi orang tua dan rubrik penilaian artefak)
  • unjuk kerja lisan individual secara bergiliran: Penilaian lisan 2 TP (arti diri sebagai makhluk sosial yang mengasihi sesama dan contoh kerja sama dengan teman). Dari 28 murid, 18 murid telah diobservasi pada sesi pembelajaran TP terkait melalui giliran terencana (2 sesi latihan TP × 9 murid × 2 menit). Sisa 10 murid dinilai pada slot sumatif akhir: 10 murid × 2 menit = 20 menit + 5 menit transisi dan pencatatan nilai = 25 menit <= 35 menit. Murid lain yang tidak sedang maju membaca senyap materi pengayaan secara mandiri. (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan pemahaman makhluk sosial dan contoh kerja sama teman)
  • unjuk kerja bercerita secara bergiliran: Penilaian lisan 1 TP (menceritakan pengalaman nyata bergaul dan bekerja sama membantu orang tua di rumah). Dari 28 murid, 14 murid telah dinilai pada sesi pembelajaran TP 4 yang terjadwal. Sisa 14 murid dinilai pada slot sumatif akhir: 14 murid × 3 menit = 42 menit + 8 menit transisi dan pencatatan nilai guru = 50 menit <= 55 menit. Murid lain melakukan kegiatan menyimak hening dan mencatat poin inspiratif secara mandiri. (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian berbicara pengalaman kerja sama bersama orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi arti diri sebagai makhluk sosial (TP 4.5.1)Belum mampu menyebutkan arti makhluk sosial atau jawaban tidak sesuai dengan acuan konsep (acuan konsep: [1] manusia tidak dapat hidup sendiri/membutuhkan orang lain, [2] manusia diciptakan Allah untuk saling mengasihi dan peduli seperti diri sendiri).Mengidentifikasi 1 dari 2 poin acuan konsep arti makhluk sosial secara tepat dengan bantuan bimbingan guru.Mengidentifikasi 2 poin acuan konsep arti makhluk sosial secara tepat dan mandiri.Mengidentifikasi 2 poin acuan konsep arti makhluk sosial secara tepat, lengkap, dan mengaitkannya dengan kesadaran hidup saling menolong tanpa ragu secara mandiri.
Contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman dilandasi kasih (TP 4.5.2)Belum mampu menunjukkan contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih sesuai daftar acuan (daftar acuan: [1] belajar kelompok bersama tanpa membeda-bedakan, [2] berbagi alat tulis/bekal atau menolong teman yang kesulitan, [3] gotong royong piket kelas dengan rukun).Menunjukkan 1 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih sesuai daftar acuan secara mandiri, atau 2 contoh namun memerlukan arahan guru.Menunjukkan 2 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih sesuai daftar acuan secara mandiri.Menunjukkan 3 contoh perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan teman yang dilandasi kasih sesuai daftar acuan secara mandiri dan konsisten.
Perbuatan bergaul dan bekerja sama dengan saudara di rumah lewat jurnal refleksi (TP 4.5.3)Lembar jurnal memuat kurang dari 2 catatan tindakan kasih kepada saudara dan tidak disertai paraf/catatan orang tua (daftar acuan tindakan: [1] membantu saudara merapikan kamar/belajar, [2] berbagi mainan/makanan dengan rela, [3] berdamai/memaafkan saat berselisih paham).Lembar jurnal memuat 2 catatan tindakan kasih kepada saudara sesuai daftar acuan, namun belum dilengkapi paraf/catatan orang tua.Lembar jurnal memuat 3 catatan tindakan kasih kepada saudara sesuai daftar acuan lengkap dengan paraf/catatan orang tua.Lembar jurnal memuat lebih dari 3 catatan tindakan kasih kepada saudara secara terperinci sesuai daftar acuan dan diverifikasi lengkap dengan catatan orang tua.
Penuturan cerita pengalaman bergaul dan bekerja sama dengan orang tua (TP 4.5.4)Menceritakan pengalaman yang hanya memuat 1 unsur acuan atau penuturan terhenti sehingga membutuhkan tuntunan penuh guru (3 unsur acuan: [1] jenis aktivitas kerja sama konkret bersama orang tua di rumah, [2] tindakan kasih yang dilakukan dengan tulus tanpa mengeluh, [3] makna atau dampak kerja sama bagi keharmonisan keluarga).Menceritakan pengalaman kerja sama bersama orang tua dengan memenuhi 2 dari 3 unsur acuan secara mandiri.Menceritakan pengalaman kerja sama bersama orang tua dengan memenuhi seluruh 3 unsur acuan secara mandiri.Menceritakan pengalaman kerja sama bersama orang tua secara runtut dengan memenuhi seluruh 3 unsur acuan disertai pemaknaan kasih yang mendalam secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja lisan dan pengumpulan artefak jurnal berjalan sesuai rencana serta memberi kesempatan yang adil bagi setiap murid?
  • Bagaimana pencapaian bukti belajar murid menunjukkan pemahaman diri sebagai makhluk sosial yang mempraktikkan kasih kepada teman, saudara, dan orang tua?

Murid:

  • Pengalaman kasih mana yang telah saya lakukan kepada teman, saudara, atau orang tua yang paling membuat saya bersyukur?
  • Apa tekad nyata saya untuk terus mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari ke depan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  3. Alkitab terjemahan LAI (Injil Matius 22:34–40 dan Injil Matius 7:12)
  4. Media kartu situasi kehidupan bermasyarakat (4 kartu situasi saling membutuhkan)
  5. Media kartu tindakan 'Tantangan Estafet Kasih' (4 kartu tindakan pergaulan dan kerja sama teman beserta papan kategori)
  6. Alkitab: Kitab Injil Matius 22:34–40 dan Matius 7:12
  7. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Puskurbuk Kemendikbudristek 2021
  8. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Puskurbuk Kemendikbudristek 2021
  9. Set Kartu Skenario 'Aksi Kasih Ceria' (4 kartu skenario pergaulan teman dan saudara)
  10. Lembar Kerja Murid 'Lembar Aksi Kasih'
  11. Alkitab: Injil Matius 22:34–40 dan Matius 7:12
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek, 2021)
  14. Lembar Jurnal Refleksi Perilaku Bersama Saudara
  15. Lembar Pengayaan Bacaan Firman Matius 7:12

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.