Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif: Setiap Manusia Berharga di Mata Allah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Setiap Manusia Berharga di Mata Allah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif: Setiap Manusia Berharga di Mata Allah

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Setiap Manusia Berharga di Mata Allah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Setiap Manusia Berharga di Mata Allah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang alasan dan bukti-bukti bahwa setiap manusia berharga di mata Allah berdasarkan Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; dan Yohanes 3:16 melalui asesmen tertulis.
  2. Murid dapat mempresentasikan karya puisi syukur atas pribadinya yang berharga di mata Allah sebagai bukti sikap menghargai diri sendiri dan orang lain sebagai sesama ciptaan Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Menurutmu, apa yang membuat seseorang menjadi berharga? Apakah karena kepandaian, kecantikan, atau ada alasan lain yang lebih dalam?
  2. Dari ayat-ayat Alkitab yang sudah kita pelajari, bukti apa saja yang menunjukkan bahwa Allah menganggap kamu sangat berharga bagi-Nya?
  3. Jika kamu bisa menuliskan sepucuk surat atau puisi kepada Allah sebagai ungkapan syukur karena kamu diciptakan berharga, kira-kira apa yang ingin kamu sampaikan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka, mengajak murid bersyukur atas hari yang baru dan kesempatan belajar bersama.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan mengingatkan bahwa pertemuan hari ini adalah hari istimewa — mereka akan membuktikan seberapa jauh mereka telah bertumbuh dalam memahami betapa berharganya diri mereka di mata Allah.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan secara singkat: 'Hari ini kalian akan mengerjakan asesmen tertulis dan mempresentasikan puisi syukur yang telah kalian buat.'
  • Asesmen Awal (Diagnostik Singkat): Guru mengajukan 1–2 pertanyaan lisan pemantik kepada 3–4 murid secara acak untuk mengukur kesiapan belajar, misalnya: 'Sebutkan satu ayat Alkitab yang membuktikan manusia berharga di mata Allah!' — guru mencatat respon murid sebagai gambaran kesiapan kelas.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan hari ini: (1) asesmen tertulis individu, (2) presentasi puisi, dan (3) refleksi bersama. Guru menekankan bahwa suasana hari ini adalah perayaan atas proses belajar yang telah dilalui bersama.
  • Guru memastikan semua murid sudah menyiapkan lembar jawaban asesmen tertulis dan karya puisi mereka di atas meja.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengingatkan kembali secara ringkas inti pembelajaran Bab 2 melalui tanya-jawab kelas selama 5 menit: 'Mengapa manusia disebut berharga di mata Allah? Sebutkan ayat pendukungnya!' — murid menjawab secara sukarela.
  • Guru menampilkan slide atau menuliskan di papan tulis keempat referensi Alkitab utama (Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; Yohanes 3:16) sebagai pengingat visual sebelum asesmen dimulai.
  • Guru memberi waktu 2 menit kepada murid untuk membaca ulang catatan atau buku mereka secara mandiri sebagai persiapan terakhir sebelum asesmen tertulis — ini bukan waktu belajar baru, melainkan momen murid memusatkan pikiran dan keyakinan diri (Berkesadaran).
  • Guru membagikan lembar soal asesmen tertulis. Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan dengan jelas: jumlah soal, waktu yang diberikan (20 menit), dan cara menjawab. Guru menekankan agar murid mengerjakan secara jujur dan mandiri sebagai bentuk integritas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan asesmen tertulis secara individu dan mandiri selama 20 menit. Soal asesmen mencakup: (a) Pilihan Ganda — memahami makna ayat-ayat Alkitab terkait; (b) Isian Singkat — mengidentifikasi bukti-bukti manusia berharga di mata Allah; (c) Uraian — menjelaskan dengan kata-kata sendiri mengapa setiap manusia, termasuk dirinya, berharga di mata Allah berdasarkan minimal dua ayat Alkitab.
  • Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan kondisi tertib dan kondusif, serta memberikan semangat non-verbal (senyum, anggukan) kepada murid yang tampak ragu.
  • Diferensiasi selama asesmen: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diperbolehkan menggunakan Alkitab untuk melihat teks ayat (tanpa membuka catatan rangkuman), sesuai kebijakan guru. Murid yang selesai lebih awal diminta menuliskan satu ayat Alkitab favorit tentang nilai diri manusia di bagian belakang lembar jawaban beserta alasannya.
  • Setelah 20 menit, guru mengumpulkan lembar jawaban asesmen tertulis.
  • Sesi presentasi puisi dimulai. Guru mengingatkan bahwa puisi yang akan dipresentasikan adalah karya yang telah disiapkan pada pertemuan sebelumnya. Guru menyampaikan bahwa presentasi ini adalah momen merayakan identitas mereka sebagai pribadi yang berharga (Menggembirakan).
  • Murid mempresentasikan puisi syukur mereka secara bergantian di depan kelas. Guru mengatur giliran presentasi (bisa dipilih sukarela atau urut presensi). Setiap murid diberi waktu 1–2 menit untuk membacakan puisinya dengan ekspresi dan penghayatan.
  • Setelah setiap presentasi, guru dan kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan hangat. Guru memberi komentar singkat yang membangun tentang konten puisi yang mencerminkan pemahaman tentang nilai diri di mata Allah.
  • Jika waktu terbatas, guru dapat mengatur presentasi secara bertahap: beberapa murid tampil hari ini, sisanya pada kesempatan berikutnya — namun seluruh puisi tetap dikumpulkan hari ini untuk dinilai.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setelah sesi presentasi selesai, guru mengajak seluruh murid duduk kembali dan melakukan refleksi bersama selama 5 menit.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada murid: 'Setelah mengerjakan asesmen dan mendengar puisi teman-teman, apa satu hal baru yang kamu rasakan atau sadari tentang dirimu sebagai ciptaan Allah yang berharga?'
  • Beberapa murid diminta berbagi jawaban refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan afirmasi yang mengaitkan jawaban murid dengan kebenaran Alkitab (misalnya: 'Betul sekali, Yohanes 3:16 membuktikan betapa Allah mengasihi kita.').
  • Murid mengisi lembar refleksi diri singkat (2–3 pertanyaan tertulis) secara mandiri sebagai asesmen diri (assessment as learning): (1) Seberapa yakin aku dapat menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah? (2) Apa yang masih ingin aku pelajari lebih dalam? (3) Bagaimana aku akan menghargai diriku dan orang lain mulai hari ini? (Berkesadaran)
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi diri murid sebagai bahan umpan balik untuk perencanaan pembelajaran berikutnya.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran Bab 2 secara keseluruhan: setiap manusia berharga di mata Allah karena diciptakan menurut gambar-Nya, dipelihara, dikasihi, dan diselamatkan oleh-Nya — dan ini menjadi dasar bagi kita untuk menghargai diri sendiri dan orang lain.
  • Guru memberikan umpan balik singkat atas jalannya asesmen dan sesi presentasi, serta mengapresiasi keberanian dan usaha setiap murid.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen tertulis dan penilaian puisi akan disampaikan pada pertemuan berikutnya.
  • Guru mengajak murid berdiri dan bersama-sama membacakan atau menyanyikan Yohanes 3:16 sebagai penutup yang bermakna dan menggembirakan.
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur, mengucap terima kasih atas proses belajar hari ini, dan memberi salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan dapat menggunakan Alkitab untuk melihat teks ayat saat mengerjakan soal uraian. Murid dengan kemampuan lebih tinggi diberikan tantangan tambahan: menuliskan refleksi pribadi yang menghubungkan minimal tiga ayat Alkitab sekaligus.
  • Proses: Murid yang menyelesaikan asesmen tertulis lebih awal diminta menuliskan satu ayat favorit tentang nilai diri manusia di bagian belakang lembar jawaban beserta alasan pribadinya. Murid yang membutuhkan waktu lebih panjang untuk presentasi puisi dapat menyerahkan rekaman audio/video sebagai alternatif presentasi langsung.
  • Produk: Puisi dapat disajikan dalam berbagai format: tulisan tangan dengan ilustrasi, puisi yang dibacakan dengan gestur, atau puisi yang dinyanyikan — guru menilai konten dan ekspresi syukur, bukan format estetika semata.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya-jawab lisan singkat kepada 3–4 murid secara acak di sesi pendahuluan: 'Sebutkan satu ayat Alkitab yang membuktikan manusia berharga di mata Allah!' dan 'Apa arti manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah bagimu?' — guru menggunakan respons murid untuk mengukur kesiapan kelas dan memastikan tidak ada miskonsepsi besar sebelum asesmen sumatif dimulai.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan asesmen tertulis: guru berkeliling memantau fokus, kemandirian, dan ekspresi murid — jika terlihat murid sangat kebingungan, guru dapat memberikan motivasi tanpa memberi jawaban.
  • Observasi presentasi puisi: guru menggunakan lembar observasi sederhana untuk mencatat apakah murid mampu menyampaikan isi puisi dengan penghayatan yang mencerminkan pemahaman bahwa dirinya berharga di mata Allah.
  • Umpan balik lisan sesaat (on-the-spot feedback) setelah setiap murid selesai presentasi puisi — guru memberikan satu kalimat apresiasi dan satu kalimat penguat yang bermakna.

Akhir:

  • Asesmen tertulis individu (20 menit): terdiri dari soal pilihan ganda (pemahaman makna ayat), isian singkat (identifikasi bukti), dan uraian (menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah dengan minimal dua ayat Alkitab) — selaras dengan TP 4.2.4.1.
  • Penilaian karya puisi syukur yang dipresentasikan dan dikumpulkan — dinilai berdasarkan rubrik empat aspek: keterkaitan konten dengan materi, ekspresi rasa syukur, pemilihan kata/diksi, dan keberanian presentasi — selaras dengan TP 4.2.4.2.
  • Lembar refleksi diri murid dikumpulkan sebagai data pendukung asesmen akhir untuk melihat kedalaman pemaknaan murid atas pengalaman belajarnya.

Formatif:

  • Tanya-jawab lisan di pendahuluan untuk mengukur kesiapan murid (diagnostik singkat sebelum asesmen).
  • Observasi guru selama pengerjaan asesmen tertulis: memantau keterlibatan, kemandirian, dan kepercayaan diri murid.
  • Observasi presentasi puisi: guru mencatat kemampuan murid mengungkapkan syukur dan menghubungkan isi puisi dengan pemahaman nilai diri di mata Allah.
  • Lembar refleksi diri murid sebagai asesmen sebagai pembelajaran (assessment as learning) yang mengukur kesadaran diri dan pemaknaan murid atas proses belajarnya.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis individu mencakup soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian berdasarkan TP 4.2.4.1 — mengukur pemahaman menyeluruh tentang alasan dan bukti-bukti manusia berharga di mata Allah berdasarkan empat referensi Alkitab.
  • Presentasi dan pengumpulan karya puisi syukur berdasarkan TP 4.2.4.2 — dinilai menggunakan rubrik yang mencakup aspek konten (keterkaitan dengan materi), ekspresi syukur, dan keberanian tampil.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Alasan dan Bukti Manusia Berharga di Mata Allah (TP 4.2.4.1 — Asesmen Tertulis)Murid belum dapat menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah. Jawaban tidak relevan atau tidak merujuk pada ayat Alkitab manapun.Murid dapat menyebutkan satu alasan mengapa manusia berharga di mata Allah dengan merujuk pada satu ayat Alkitab, meskipun penjelasannya masih sederhana dan kurang lengkap.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih alasan manusia berharga di mata Allah dengan merujuk pada dua ayat Alkitab secara tepat dan memberikan penjelasan yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan secara menyeluruh dan runtut alasan serta bukti-bukti bahwa manusia berharga di mata Allah dengan merujuk pada tiga atau lebih ayat Alkitab (Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; Yohanes 3:16) dengan penjelasan yang mendalam dan menggunakan bahasanya sendiri.
Keterkaitan Konten Puisi dengan Materi (TP 4.2.4.2)Puisi tidak berkaitan dengan tema manusia berharga di mata Allah dan tidak mencerminkan pemahaman materi yang telah dipelajari.Puisi sedikit mencerminkan tema manusia berharga di mata Allah, namun koneksi dengan materi masih lemah dan tidak disertai referensi atau nilai Kristiani yang jelas.Puisi mencerminkan pemahaman bahwa manusia berharga di mata Allah dan mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan materi, meskipun belum semua ide dikembangkan dengan baik.Puisi dengan jelas dan mendalam mencerminkan pemahaman bahwa manusia diciptakan berharga di mata Allah, memuat nilai-nilai Kristiani dari materi yang dipelajari, dan secara eksplisit atau implisit merujuk pada salah satu ayat Alkitab yang relevan.
Ekspresi Rasa Syukur dalam Puisi (TP 4.2.4.2)Puisi tidak mengandung ekspresi rasa syukur sama sekali, atau ekspresi yang ada tidak tulus dan tidak bermakna.Puisi mengandung sedikit ekspresi rasa syukur namun masih bersifat umum dan belum personal atau spesifik terhadap diri murid sebagai ciptaan Allah yang berharga.Puisi mengandung ekspresi rasa syukur yang cukup tulus dan personal, mencerminkan kesadaran murid akan nilai dirinya sebagai ciptaan Allah yang berharga.Puisi mengandung ekspresi rasa syukur yang kuat, tulus, dan sangat personal — mencerminkan kesadaran mendalam murid atas identitasnya sebagai ciptaan Allah yang berharga dan keinginan untuk menghargai diri sendiri serta orang lain.
Keberanian dan Penghayatan Saat Presentasi Puisi (TP 4.2.4.2)Murid tidak bersedia tampil mempresentasikan puisi, atau membacakan puisi dengan sangat tidak jelas (suara sangat pelan, tidak ada kontak mata, tidak menunjukkan penghayatan).Murid tampil mempresentasikan puisi meskipun masih sangat ragu, suara kurang jelas, dan penghayatan belum terlihat.Murid tampil mempresentasikan puisi dengan cukup percaya diri, suara cukup jelas, dan menunjukkan sedikit penghayatan dalam pembacaan.Murid tampil mempresentasikan puisi dengan penuh percaya diri, suara jelas, ekspresi wajah dan intonasi yang sesuai, serta menunjukkan penghayatan yang tulus sehingga pesan syukur tersampaikan dengan baik kepada pendengar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu mengerjakan asesmen tertulis secara mandiri? Bagian mana yang tampaknya paling sulit bagi sebagian besar murid?
  • Apakah kondisi dan suasana asesmen sudah kondusif dan memberikan rasa nyaman bagi murid untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka?
  • Apakah murid berhasil mengekspresikan rasa syukur dan pemahaman mereka melalui puisi dengan cara yang bermakna? Apa yang perlu ditingkatkan dalam membimbing murid membuat karya kreatif?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah efektif menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Berdasarkan hasil asesmen dan lembar refleksi murid, apakah tujuan pembelajaran Bab 2 secara keseluruhan sudah tercapai? Hal apa yang perlu diperkuat di pembelajaran berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Dari semua yang sudah kamu pelajari tentang 'Setiap Manusia Berharga di Mata Allah', hal apa yang paling berkesan atau paling kamu ingat? Mengapa?
  • Seberapa yakin kamu bisa menjelaskan kepada temanmu mengapa manusia berharga di mata Allah berdasarkan Alkitab? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Setelah membuat puisi syukur dan mendengar puisi teman-temanmu, apa satu hal yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk menunjukkan bahwa kamu menghargai dirimu sendiri dan orang lain sebagai ciptaan Allah yang berharga?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kejadian 1:26a, 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; Yohanes 3:16)
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-442-8)
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-444-2)
  4. Lembar soal asesmen tertulis (dibuat oleh guru, mencakup soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian)
  5. Lembar refleksi diri murid (dibuat oleh guru, berisi 3 pertanyaan refleksi singkat)
  6. Karya puisi syukur murid (yang telah disiapkan pada pertemuan sebelumnya)
  7. Papan tulis / slide presentasi (untuk menampilkan referensi ayat Alkitab sebagai pengingat visual)
  8. Lembar observasi presentasi puisi (digunakan guru untuk mencatat hasil observasi selama sesi presentasi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.