Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Kasih Allah sebagai Bukti Tertinggi Nilai Manusia dan Cara Bersyukur atas Diri yang Berharga (Yohanes 3:16)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Kasih Allah sebagai Bukti Tertinggi Nilai Manusia dan Cara Bersyukur atas Diri yang Berharga (Yohanes 3:16)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Kasih Allah sebagai Bukti Tertinggi Nilai Manusia dan Cara Bersyukur atas Diri yang Berharga (Yohanes 3:16)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Kasih Allah sebagai Bukti Tertinggi Nilai Manusia dan Cara Bersyukur atas Diri yang Berharga (Yohanes 3:16)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikKasih Allah sebagai Bukti Tertinggi Nilai Manusia dan Cara Bersyukur atas Diri yang Berharga (Yohanes 3:16)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus Kristus dalam Yohanes 3:16 merupakan bukti tertinggi bahwa Allah mengasihi dan menganggap setiap manusia sangat berharga di mata-Nya.
  2. Murid dapat menuliskan minimal dua cara bersyukur atas dirinya yang berharga di mata Allah, termasuk saat memperingati hari ulang tahun dan mensyukuri pertumbuhan yang Allah berikan, lalu menuangkannya dalam bentuk puisi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa tidak percaya diri atau berpikir bahwa dirimu tidak berharga? Mengapa bisa muncul perasaan seperti itu?
  2. Menurutmu, apa bukti terbesar yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar mengasihi dan menganggap setiap manusia itu sangat berharga?
  3. Bagaimana cara kamu mengucapkan terima kasih kepada Allah atas dirimu yang berharga ini — khususnya saat kamu berulang tahun atau melihat dirimu bertumbuh?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama mengawali pembelajaran. Salah satu murid diminta memimpin doa.
  • Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan murid agar siap belajar.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua kartu pernyataan di papan tulis — (1) 'Aku tahu bahwa Allah sangat mengasihi aku' dan (2) 'Aku sudah punya cara untuk bersyukur atas diriku' — murid mengangkat tangan atau memberi tanda jempol ke atas/ke bawah untuk menunjukkan seberapa yakin mereka. Guru mencatat respons sebagai acuan diferensiasi.
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan pertemuan sebelumnya: 'Kita sudah belajar bahwa Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang istimewa. Hari ini kita akan menemukan bukti terbesar kasih Allah itu — dan merayakannya!'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan gambaran kegiatan hari ini secara singkat dan antusias.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik satu per satu untuk membangun rasa ingin tahu murid, memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum menjawab secara lisan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab atau buku siswa dan membaca bersama-sama Yohanes 3:16 dengan lantang dan penuh penghayatan.
  • Guru menampilkan teks Yohanes 3:16 di papan tulis atau karton besar, kemudian memfasilitasi 'bedah ayat' secara interaktif: guru menggarisbawahi frasa kunci ('begitu besar kasih Allah', 'mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal', 'tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal') dan bertanya kepada murid apa arti tiap frasa menurut mereka.
  • Guru menjelaskan secara naratif dan sederhana bahwa pengorbanan Yesus Kristus adalah bukti tertinggi kasih Allah: Allah rela memberikan yang paling berharga bagi-Nya — Anak-Nya sendiri — karena manusia sangat berharga di mata-Nya.
  • Guru menggunakan analogi yang dekat dengan murid kelas 4: 'Bayangkan jika orang tuamu memberikan barang yang paling berharga milik mereka untuk menolongmu — itu membuktikan betapa mereka mencintaimu. Allah melakukan hal yang jauh lebih besar dari itu.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman: 'Mengapa pengorbanan Yesus disebut bukti TERTINGGI kasih Allah? Apa yang membuatnya lebih besar dari bukti-bukti lain yang sudah kita pelajari sebelumnya?' Murid dipersilakan menjawab secara berpasangan selama 2 menit, lalu beberapa pasangan berbagi jawaban.
  • Guru merangkum pemahaman murid dan menegaskan: setiap manusia — tanpa terkecuali, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus — dianggap berharga oleh Allah karena Yesus mati bagi semua.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Murid (LKM) yang berisi dua bagian: (A) kolom 'Cara Bersyukur atas Diriku yang Berharga' dan (B) panduan menulis puisi syukur.
  • Murid mengerjakan Bagian A secara mandiri: menuliskan minimal dua cara bersyukur atas dirinya yang berharga di mata Allah. Guru memberi contoh pemantik tertulis di LKM: 'Saat ulang tahun, aku bisa...'; 'Saat aku melihat aku sudah tumbuh (fisik/kemampuan), aku bisa...'
  • Setelah Bagian A selesai (sekitar 5 menit), guru memandu transisi ke Bagian B dengan energi ceria: 'Sekarang kita akan menuangkan rasa syukur itu dalam puisi! Puisi adalah cara indah untuk berbicara dari hati.'
  • Guru menampilkan satu contoh puisi syukur sederhana (4–6 baris) di papan tulis sebagai model, kemudian menjelaskan ciri puisi anak: menggunakan kata-kata yang menyentuh hati, boleh bersajak atau tidak, boleh menggunakan kata ganti 'aku'.
  • Murid menulis puisi syukur mereka sendiri di Bagian B LKM. Tema wajib: rasa syukur sebagai manusia yang berharga di mata Allah. Murid bebas memilih sudut pandang (ulang tahun, pertumbuhan fisik, bakat, dsb.).
  • Guru berkeliling, mengamati, dan memberikan dorongan serta umpan balik lisan singkat ('Kalimat ini sangat indah!'; 'Coba tambahkan perasaanmu saat kamu merayakan ulang tahunmu.') — ini sekaligus asesmen proses.
  • Beberapa murid (2–3 orang secara sukarela) diminta membacakan puisinya di depan kelas dengan suara jelas. Kelas merespons dengan tepuk tangan hangat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiri dan melakukan 'momen hening 30 detik': menutup mata, meletakkan tangan di dada, dan dalam hati mengucapkan terima kasih kepada Allah atas diri mereka yang berharga.
  • Guru membagikan lembar refleksi mini (bisa berupa sticky note atau bagian bawah LKM) dengan tiga pertanyaan refleksi: (1) 'Apa satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang kasih Allah?'; (2) 'Bagaimana perasaanku setelah mengetahui betapa berharganya aku di mata Allah?'; (3) 'Satu cara bersyukur yang akan aku lakukan minggu ini adalah...'
  • Murid mengisi lembar refleksi secara mandiri selama 3–4 menit.
  • Guru memfasilitasi berbagi singkat: 2–3 murid sukarela membacakan jawaban poin ketiga mereka. Guru merespons dengan hangat dan menghubungkan kembali ke Yohanes 3:16.
  • Guru menegaskan pesan inti: 'Yohanes 3:16 adalah surat cinta Allah untuk kita. Kita berharga bukan karena prestasi kita, tetapi karena Allah mengasihi kita begitu dalam.'

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran dengan teknik 'call and respond': guru menyebut frasa kunci, murid melengkapi ('Bukti tertinggi kasih Allah adalah... [pengorbanan Yesus Kristus]'; 'Yohanes 3:16 mengajarkan bahwa Allah... [begitu mengasihi dunia]').
  • Guru menyampaikan asesmen akhir singkat: murid mengumpulkan LKM (Bagian A dan puisi) sebagai bukti capaian TP 4.2.3.1 dan 4.2.3.2.
  • Guru memberi apresiasi tulus atas partisipasi dan karya murid hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup yang memotivasi: 'Bawa pulang puisimu dan bacakan kepada keluargamu. Ceritakan bahwa kamu berharga di mata Allah!'
  • Pembelajaran ditutup dengan doa syukur bersama yang dipimpin guru atau murid yang ditunjuk.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum memahami Yohanes 3:16, guru menyediakan kartu teks bergambar yang mengilustrasikan makna ayat tersebut secara visual (gambar hati, salib, dan anak yang dirangkul). Bagi murid yang sudah memahami, guru menambahkan tantangan membandingkan Yohanes 3:16 dengan Yeremia 29:11 untuk memperkaya pemahaman tentang rencana Allah bagi manusia.
  • Proses: Bagi murid yang kesulitan menulis puisi, guru menyediakan 'kerangka puisi' (puisi rumpang dengan beberapa kata kunci yang tinggal dilengkapi). Bagi murid yang cepat selesai, guru menantang mereka untuk menulis bait tambahan atau menghias puisi mereka dengan ilustrasi.
  • Produk: Murid yang lebih percaya diri secara verbal dapat menyampaikan rasa syukurnya dalam bentuk ucapan lisan (monolog pendek) sebagai alternatif puisi tertulis. Murid yang memiliki bakat seni boleh mempresentasikan puisinya disertai gambar ilustrasi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menggunakan teknik 'jempol atas/bawah' atau 'angkat tangan' untuk dua pernyataan diagnostik: (1) 'Aku tahu bahwa Allah sangat mengasihi aku' dan (2) 'Aku sudah punya cara untuk bersyukur atas diriku'. Respons ini digunakan guru untuk mengidentifikasi murid yang memerlukan pendampingan lebih dalam memahami kasih Allah dan murid yang sudah siap diajak berpikir lebih dalam.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi berpasangan pada tahap Memahami — guru mencatat kualitas jawaban murid tentang makna frasa kunci Yohanes 3:16.
  • Pengamatan dan umpan balik lisan saat murid mengisi LKM Bagian A (cara bersyukur) — guru memastikan murid mencantumkan konteks ulang tahun dan pertumbuhan.
  • Pengamatan saat penulisan puisi — guru menilai apakah murid mengekspresikan pemahaman bahwa dirinya berharga di mata Allah.

Akhir:

  • Pengumpulan LKM lengkap (Bagian A: minimal 2 cara bersyukur; Bagian B: puisi syukur) sebagai produk capaian TP 4.2.3.1 dan 4.2.3.2.
  • Penilaian puisi menggunakan rubrik 4 level yang mencakup aspek: (1) pemahaman makna Yohanes 3:16 dalam puisi, dan (2) ekspresi cara bersyukur yang konkret dan personal.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama bedah ayat Yohanes 3:16 dan diskusi berpasangan (guru mencatat murid yang aktif memberikan tanggapan bermakna).
  • Umpan balik lisan guru saat murid mengerjakan LKM Bagian A (daftar cara bersyukur) dan Bagian B (penulisan puisi).
  • Penilaian diri melalui lembar refleksi mini di akhir kegiatan inti.

Sumatif:

  • Pengumpulan LKM: Bagian A dinilai berdasarkan kelengkapan (minimal 2 cara bersyukur yang relevan dan kontekstual) sebagai bukti capaian TP 4.2.3.2.
  • Puisi syukur dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan kesesuaian tema, ekspresi rasa syukur, dan penggunaan diksi yang menunjukkan pemahaman bahwa dirinya berharga di mata Allah (TP 4.2.3.1 dan 4.2.3.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Yohanes 3:16 sebagai Bukti Tertinggi Kasih Allah (TP 4.2.3.1)Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara Yohanes 3:16 dengan nilai manusia di mata Allah, atau penjelasannya tidak relevan dengan isi ayat.Murid dapat menyebutkan bahwa Yesus dikorbankan Allah, tetapi belum menghubungkannya secara jelas dengan konsep manusia yang berharga di mata Allah.Murid dapat menjelaskan bahwa pengorbanan Yesus Kristus dalam Yohanes 3:16 adalah bukti Allah mengasihi manusia dan menganggap manusia berharga, dengan kalimat yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan dengan lengkap dan jelas bahwa pengorbanan Yesus Kristus adalah bukti TERTINGGI kasih Allah bagi setiap manusia tanpa terkecuali, disertai penjelasan mengapa hal itu menjadi yang tertinggi (misalnya: Allah memberikan yang paling berharga bagi-Nya).
Kelengkapan Cara Bersyukur (Bagian A LKM) (TP 4.2.3.2)Murid menuliskan kurang dari dua cara bersyukur, atau cara yang dituliskan tidak berkaitan dengan topik (diri yang berharga di mata Allah, hari ulang tahun, atau pertumbuhan).Murid menuliskan tepat dua cara bersyukur, namun salah satunya kurang relevan atau terlalu umum (misalnya hanya: 'berdoa').Murid menuliskan minimal dua cara bersyukur yang relevan, mencakup konteks hari ulang tahun atau pertumbuhan yang Allah berikan.Murid menuliskan tiga cara bersyukur atau lebih yang spesifik, personal, dan mencakup konteks hari ulang tahun DAN pertumbuhan yang Allah berikan dengan penjelasan yang konkret.
Kualitas Puisi Syukur (Bagian B LKM) (TP 4.2.3.2)Puisi tidak menunjukkan tema rasa syukur sebagai manusia berharga di mata Allah, atau hanya terdiri dari 1–2 kata tanpa ekspresi yang bermakna.Puisi bertema syukur, tetapi ekspresinya masih sangat sederhana dan belum menunjukkan pemahaman bahwa dirinya berharga karena kasih Allah (Yohanes 3:16).Puisi mengekspresikan rasa syukur sebagai manusia yang berharga di mata Allah dengan pilihan kata yang cukup menyentuh, terdiri dari minimal 4 baris, dan mencerminkan salah satu konteks (ulang tahun atau pertumbuhan).Puisi mengekspresikan rasa syukur yang dalam sebagai manusia berharga di mata Allah dengan pilihan kata yang kuat dan personal, terdiri dari minimal 6 baris, mencerminkan pemahaman Yohanes 3:16, dan menyentuh konteks ulang tahun dan/atau pertumbuhan secara bermakna.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah penjelasan saya tentang Yohanes 3:16 sudah cukup kontekstual dan mudah dipahami murid kelas 4? Bagian mana yang perlu disederhanakan atau diperdalam?
  • Apakah semua murid — termasuk yang pemalu atau lambat — mendapat kesempatan yang cukup untuk terlibat aktif dalam diskusi dan penulisan puisi?
  • Sejauh mana diferensiasi yang saya terapkan (kerangka puisi, kartu bergambar) benar-benar membantu murid yang membutuhkan?
  • Apakah murid menunjukkan respons emosional yang otentik terhadap pesan bahwa mereka berharga di mata Allah? Apa yang mendorong atau menghambat respons tersebut?
  • Apa yang perlu saya siapkan lebih baik untuk pertemuan berikutnya berdasarkan hasil LKM dan puisi yang dikumpulkan murid hari ini?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang betapa berharganya kamu di mata Allah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Allah memberikan Yesus Kristus karena Ia begitu mengasihi kamu?
  • Satu cara bersyukur atas dirimu yang berharga yang ingin kamu lakukan minggu ini adalah...?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Yohanes 3:16; Kejadian 1:26a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11)
  2. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-442-8)
  3. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-444-2)
  4. Karton atau slide presentasi berisi teks Yohanes 3:16 dengan frasa kunci yang digarisbawahi/diwarnai
  5. Kartu teks bergambar (ilustrasi makna Yohanes 3:16) untuk diferensiasi konten
  6. Lembar Kerja Murid (LKM) berisi Bagian A (tabel cara bersyukur) dan Bagian B (panduan dan ruang penulisan puisi)
  7. Contoh puisi syukur sederhana (4–6 baris) yang disiapkan guru sebagai model
  8. Lembar refleksi mini atau sticky note untuk refleksi akhir
  9. Spidol warna-warni untuk menghias puisi (opsional)
  10. Panduan Pembelajaran dan Asesmen (PPA) versi Deep Learning 2025

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.