Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Allah Memelihara dan Merancang Masa Depan Manusia yang Berharga (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Allah Memelihara dan Merancang Masa Depan Manusia yang Berharga (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Allah Memelihara dan Merancang Masa Depan Manusia yang Berharga (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Allah Memelihara dan Merancang Masa Depan Manusia yang Berharga (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAllah Memelihara dan Merancang Masa Depan Manusia yang Berharga (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan cara Allah memelihara kehidupan manusia sejak dalam kandungan hingga saat ini berdasarkan Mazmur 139:13–16, sebagai bukti bahwa manusia berharga di mata Allah.
  2. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah merancang masa depan yang penuh damai sejahtera bagi setiap manusia berdasarkan Yeremia 29:11, termasuk bagi mereka yang berkebutuhan khusus.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bertanya-tanya: siapa yang menjaga kamu ketika kamu masih di dalam perut ibu dan belum bisa melakukan apa-apa?
  2. Menurutmu, apakah Allah punya rencana khusus untuk hidupmu? Mengapa kamu berpikir begitu?
  3. Bagaimana perasaanmu kalau tahu ada seseorang yang sudah merancang masa depanmu dengan penuh kebaikan, bahkan sebelum kamu lahir?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa pembuka: 'Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah memelihara kami sejak kami masih dalam kandungan ibu. Tolong buka pikiran dan hati kami untuk memahami firman-Mu hari ini. Amin.'
  • Guru melakukan presensi dan memastikan kesiapan belajar murid (meja rapi, buku tersedia).
  • Asesmen awal — guru mengajukan pertanyaan lisan diagnostik: 'Siapa yang tahu, apa yang terjadi pada tubuhmu ketika kamu masih berada di dalam perut ibu? Siapa yang menjagamu saat itu?' Guru mencatat respons murid untuk memetakan pemahaman awal.
  • Guru menampilkan atau menggambar sederhana di papan tulis gambar bayi dalam kandungan dan seorang anak yang sedang berlari, lalu bertanya pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangun rasa ingin tahu.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang ramah: 'Hari ini kita akan belajar tentang bagaimana Allah sudah menjaga kalian sejak masih di dalam perut ibu, dan bagaimana Allah punya rencana indah untuk masa depan setiap kalian — termasuk teman-teman yang punya kebutuhan khusus.'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membuka Alkitab dan membaca bersama-sama Mazmur 139:13–16 secara lantang (bergantian per ayat atau bersama-sama). Sebelum membaca, guru meminta murid duduk tenang, menarik napas pelan, dan mempersiapkan hati untuk mendengar firman Allah. (Berkesadaran)
  • Guru menjelaskan isi Mazmur 139:13–16 dengan bahasa sederhana: Allah yang membentuk setiap bagian tubuh kita saat kita masih dalam kandungan, Allah yang melihat dan mengenal kita bahkan sebelum kita lahir, dan kejadian setiap manusia yang 'dahsyat dan ajaib' di mata-Nya.
  • Guru memberikan contoh konkret yang relevan dengan kehidupan murid: perbedaan fisik antarmurid (mata sipit/belo, rambut keriting/lurus, tubuh tinggi/pendek, kondisi berkebutuhan khusus) semuanya adalah karya Allah yang ajaib dan tidak ada yang salah. (Bermakna)
  • Murid diberikan waktu 3 menit untuk menuliskan di buku catatan mereka: 'Satu hal ajaib tentang tubuhku yang menunjukkan Allah memeliharaku.'
  • Guru membacakan Yeremia 29:11 bersama murid, lalu menjelaskan konteks ayat: Allah berfirman kepada umat-Nya bahwa Ia punya rancangan damai sejahtera — bukan rancangan kecelakaan — termasuk untuk setiap murid di kelas ini, apa pun kondisi fisiknya. (Bermakna)
  • Guru memberi penekanan: Allah tidak melihat kondisi fisik sebagai ukuran nilai seseorang. Yang utama bagi Allah adalah nilai rohani, sifat, dan kepribadian yang baik.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3–4 orang per kelompok) secara acak dengan cara menyebutkan warna favorit mereka dan mengelompokkan yang sama.
  • Setiap kelompok mendapatkan selembar kertas HVS (atau kertas warna) dan spidol/krayon. Tugas kelompok: membuat 'Kartu Berharga' — sebuah kartu yang berisi (a) gambar sederhana wajah/tubuh manusia, (b) satu kalimat dari Mazmur 139:13–16 yang paling bermakna bagi mereka, dan (c) satu kalimat pengakuan: 'Aku berharga di mata Allah karena…'. (Menggembirakan)
  • Sambil mengerjakan, guru berkeliling dan memfasilitasi diskusi kecil di tiap kelompok: 'Bagian mana dari Mazmur 139 yang paling membuat kalian kagum? Kenapa?' Guru mencatat observasi untuk asesmen proses. (Bermakna)
  • Setelah Kartu Berharga selesai, satu perwakilan tiap kelompok mempresentasikan kartu mereka secara singkat (1–2 kalimat) ke depan kelas. Kelas memberikan tepuk tangan untuk setiap kelompok. (Menggembirakan)
  • Guru mengaitkan hasil presentasi dengan Yeremia 29:11: 'Kalau Allah sudah membentuk kalian dengan begitu ajaib dan memiliki rencana damai untuk kalian, artinya setiap kalian sungguh berharga di mata-Nya — termasuk teman-teman kita yang punya kebutuhan khusus.'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali duduk tenang secara individual. Guru membacakan ulang Yeremia 29:11 dengan suara pelan dan penuh penghayatan sebagai pengantar refleksi. (Berkesadaran)
  • Setiap murid diminta mengisi lembar refleksi singkat (guru bisa menuliskan pertanyaan di papan tulis): (1) 'Apa yang baru kamu ketahui hari ini tentang cara Allah memeliharamu?' (2) 'Apa yang terasa di hatimu ketika tahu Allah sudah merancang masa depanmu penuh damai sejahtera?' (3) 'Apa satu tindakan nyata yang ingin kamu lakukan sebagai ucapan syukur kepada Allah?'
  • Murid yang bersedia diminta membagikan jawaban refleksi mereka secara sukarela. Guru merespons dengan hangat tanpa menghakimi jawaban apa pun.
  • Guru menyimpulkan poin utama pembelajaran: Allah adalah Allah Pemelihara (Mazmur 139:13–16) dan Allah Pembaru yang merancang masa depan penuh harapan bagi setiap manusia (Yeremia 29:11), tanpa kecuali.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir lisan singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan penutup: (1) 'Siapa bisa ceritakan satu cara Allah memelihara kamu sejak dalam kandungan menurut Mazmur 139?' dan (2) 'Apa janji Allah tentang masa depanmu menurut Yeremia 29:11?' Guru memilih 2–3 murid secara acak untuk menjawab.
  • Guru memberikan tugas pengayaan bagi yang sudah tuntas: hafalkan Yeremia 29:11 dan tuliskan dalam buku catatan dengan hiasan tangan.
  • Guru memberikan tindak lanjut bagi murid yang masih memerlukan pendampingan: ceritakan kepada orang tua di rumah tentang satu hal yang dipelajari hari ini mengenai cara Allah memeliharamu.
  • Guru memimpin doa penutup bersama: 'Allah Mahabaik, terima kasih karena Engkau sudah memelihara kami sejak kami masih dalam kandungan ibu dan Engkau punya rancangan damai sejahtera untuk masa depan kami. Tolong bantu kami untuk selalu bersyukur dan percaya kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.'
  • Guru menutup kelas dengan salam dan pengingat materi pertemuan berikutnya.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang belum lancar membaca Alkitab, guru menyediakan teks Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11 yang sudah dicetak dengan huruf lebih besar atau disorot bagian kuncinya. Bagi murid berkebutuhan khusus, guru dapat membacakan teks dengan pelan dan meminta murid mendengarkan serta menunjuk gambar yang sesuai.
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung membuat Kartu Berharga secara mandiri dan menambahkan ilustrasi lebih detail. Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat mengerjakan Kartu Berharga berpasangan dengan teman sebangku, dengan panduan pertanyaan scaffolding dari guru: 'Tuliskan satu kata yang menggambarkan perasaanmu saat tahu Allah membentukmu sejak dalam kandungan.'
  • Produk: Murid yang sudah berkembang pesat dapat membuat puisi pendek atau doa syukur pribadi berdasarkan Mazmur 139 dan Yeremia 29:11 sebagai produk tambahan. Murid yang masih dalam tahap awal cukup menyelesaikan satu kalimat di Kartu Berharga dan mengisi lembar refleksi dengan gambar atau satu kata kunci.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang tahu, siapa yang menjaga kamu ketika kamu masih di dalam perut ibu?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang pemeliharaan Allah.
  • Guru meminta murid mengacungkan tangan: 'Siapa yang pernah membaca atau mendengar Mazmur 139 atau Yeremia 29:11?' untuk mengidentifikasi murid yang sudah familiar dengan teks Alkitab yang akan dipelajari.

Proses:

  • Observasi aktif guru saat murid membaca Mazmur 139:13–16: apakah murid membaca dengan penuh perhatian dan memahami kata-kata kunci (dibentuk, ditenun, dahsyat dan ajaib).
  • Cek pemahaman cepat saat transisi ke Yeremia 29:11: guru bertanya 'Apa satu kata yang menggambarkan perasaanmu setelah membaca Mazmur 139?' dan murid menjawab secara serempak atau bergantian.
  • Observasi proses kerja kelompok saat membuat Kartu Berharga: apakah murid mampu memilih kalimat dari Mazmur 139 yang relevan dan menuliskan pengakuan diri sebagai pribadi berharga di mata Allah.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan kepada 2–3 murid terpilih secara acak: 'Ceritakan satu cara Allah memelihara kamu sejak dalam kandungan berdasarkan Mazmur 139:13–16.'
  • Pertanyaan lisan: 'Apa yang dijanjikan Allah tentang masa depanmu menurut Yeremia 29:11? Apakah janji ini berlaku juga untuk teman yang berkebutuhan khusus?'
  • Lembar refleksi individu dikumpulkan sebagai bukti belajar tertulis dan diperiksa guru setelah kelas.

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: apakah murid mampu menghubungkan isi Mazmur 139:13–16 dengan pengalaman diri mereka sendiri.
  • Pertanyaan lisan saat guru berkeliling ke kelompok: 'Bagian mana dari Mazmur 139 yang paling bermakna bagimu dan mengapa?'
  • Lembar refleksi individu yang diisi murid pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan penutup: murid menjelaskan satu cara Allah memelihara manusia menurut Mazmur 139:13–16.
  • Pertanyaan lisan penutup: murid menyebutkan isi janji Allah dalam Yeremia 29:11 tentang masa depan manusia.
  • Kartu Berharga yang dibuat kelompok sebagai produk tertulis yang mencerminkan pemahaman terhadap kedua tujuan pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pemeliharaan Allah berdasarkan Mazmur 139:13–16 (TP 4.2.2.1)Murid tidak dapat menyebutkan cara Allah memelihara manusia sejak dalam kandungan, atau jawaban tidak berkaitan dengan Mazmur 139:13–16.Murid dapat menyebutkan satu cara Allah memelihara manusia sejak dalam kandungan (misalnya 'Allah membentuk tubuh kita') namun belum mengaitkannya dengan teks Mazmur 139 secara spesifik.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih cara Allah memelihara manusia sejak dalam kandungan berdasarkan Mazmur 139:13–16 dengan bahasa sendiri, dan mengaitkannya dengan bukti bahwa manusia berharga di mata Allah.Murid dapat menjelaskan secara rinci cara Allah memelihara manusia sejak dalam kandungan berdasarkan Mazmur 139:13–16, mengaitkannya dengan pengalaman pribadi atau kehidupan nyata, serta menyimpulkan bahwa semua manusia — termasuk yang berbeda secara fisik — berharga di mata Allah.
Menjelaskan rancangan Allah berdasarkan Yeremia 29:11 (TP 4.2.2.2)Murid tidak dapat menyebutkan isi Yeremia 29:11 atau tidak memahami bahwa Allah memiliki rancangan untuk masa depan manusia.Murid dapat menyebutkan bahwa Allah punya rencana baik untuk manusia, namun belum dapat menjelaskan makna 'damai sejahtera' atau belum mengaitkannya dengan murid berkebutuhan khusus.Murid dapat menjelaskan bahwa Allah merancang masa depan penuh damai sejahtera berdasarkan Yeremia 29:11, dan menyebutkan bahwa rancangan ini berlaku juga untuk mereka yang berkebutuhan khusus.Murid dapat menjelaskan isi Yeremia 29:11 secara mendalam, mengaitkan rancangan Allah dengan kehidupan nyata murid yang berkebutuhan khusus secara empatik, dan menyimpulkan bahwa nilai manusia di mata Allah tidak ditentukan oleh kondisi fisik melainkan oleh nilai rohani dan kepribadian.
Partisipasi aktif dan kolaborasi dalam kerja kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi dalam pembuatan Kartu Berharga.Murid mengikuti kegiatan kelompok namun kontribusinya terbatas; lebih banyak mengamati daripada terlibat aktif.Murid aktif berdiskusi dan memberikan ide dalam kelompok, serta turut mengerjakan Kartu Berharga dengan kontribusi yang jelas.Murid memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memastikan semua anggota terlibat, dan menghasilkan Kartu Berharga yang kreatif dengan isi yang kuat secara teologis dan personal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami makna Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11 sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
  • Apakah penjelasan tentang murid berkebutuhan khusus disampaikan dengan cara yang inklusif, menghargai, dan tidak melukai perasaan murid mana pun?
  • Apakah tiga tahap kegiatan inti (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) berjalan dengan alokasi waktu yang proporsional dalam 70 menit?
  • Murid mana yang memerlukan perhatian lebih lanjut atau pendekatan berbeda pada pertemuan berikutnya berdasarkan asesmen proses hari ini?
  • Apakah suasana kelas mencerminkan prinsip pembelajaran yang menggembirakan dan saling memuliakan?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang cara Allah memeliharamu sejak dalam kandungan?
  • Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui bahwa Allah sudah merancang masa depanmu yang penuh damai sejahtera bahkan sebelum kamu lahir?
  • Apa yang ingin kamu lakukan minggu ini sebagai tanda syukur karena Allah memelihara dan merancang masa depanmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Mazmur 139:13–16 dan Yeremia 29:11) — tersedia di kelas atau dibawa murid
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbud 2021), Bab 2 hlm. 14–22
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbud 2021), Bab 2 hlm. 48–50
  4. Kertas HVS atau kertas warna untuk Kartu Berharga (1 lembar per kelompok)
  5. Spidol warna atau krayon untuk menghias Kartu Berharga
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk mencatat poin-poin penting dari diskusi kelas
  7. Lembar refleksi individu (disiapkan guru, berisi 3 pertanyaan refleksi tertulis)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.