Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Manusia Diciptakan Berharga di Mata Allah (Kejadian 1:26a, 31a)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Manusia Diciptakan Berharga di Mata Allah (Kejadian 1:26a, 31a)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Manusia Diciptakan Berharga di Mata Allah (Kejadian 1:26a, 31a)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Manusia Diciptakan Berharga di Mata Allah (Kejadian 1:26a, 31a)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikManusia Diciptakan Berharga di Mata Allah (Kejadian 1:26a, 31a)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah berdasarkan Kejadian 1:26a dan 31a, bahwa manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah dan Allah melihat ciptaan-Nya sungguh amat baik.
  2. Murid dapat mendaftarkan minimal tiga hal yang menunjukkan bahwa setiap pribadi manusia — tanpa memandang kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakang — adalah berharga di mata Allah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa tidak percaya diri karena melihat dirimu berbeda dari teman-temanmu? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  2. Menurutmu, apa yang membuat seseorang menjadi berharga — apakah karena wajahnya, kepandaiannya, atau ada alasan lain yang lebih dalam?
  3. Jika Allah sendiri yang menciptakan kamu, kira-kira apa yang ingin Allah katakan tentang dirimu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (3 menit).
  • Asesmen Awal — Guru membagikan selembar kertas kecil (sticky note atau kertas lipat). Murid diminta menuliskan satu kata yang menggambarkan diri mereka sendiri. Guru mengumpulkan dan membaca beberapa secara anonim untuk melihat gambaran awal konsep diri murid (5 menit).
  • Guru memperlihatkan sebuah cermin kecil (atau gambar cermin) dan bertanya kepada murid: 'Ketika kamu bercermin, siapa yang kamu lihat? Apakah bayangan itu berharga?' Guru mengaitkan dengan konsep 'gambar dan rupa Allah' sebagai cerminan sifat baik-Nya (3 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi ruang murid untuk merespons secara singkat. Guru tidak langsung memberikan jawaban, melainkan menyimpan rasa penasaran murid untuk dijawab melalui kegiatan inti (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini secara singkat dan ramah: 'Hari ini kita akan belajar bersama mengapa Allah menganggap kamu sangat berharga, dan kita akan menemukan jawabannya langsung dari Firman Tuhan.' (2 menit).
  • Guru memasang kata kunci di papan tulis: MANUSIA — BERHARGA — GAMBAR ALLAH (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Alkitab dan membaca bersama-sama dengan suara keras Kejadian 1:26a ('Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita...') dan Kejadian 1:31a ('Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik...'). Guru memandu pembacaan dengan intonasi ekspresif (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran]
  • Guru menjelaskan makna 'gambar dan rupa Allah' menggunakan analogi cermin: manusia bukan berarti wajahnya sama dengan Allah, melainkan manusia mencerminkan sifat-sifat baik Allah — kasih, keadilan, kebijaksanaan, dan kemampuan mencintai. Guru menggunakan gambar ilustrasi di papan tulis (cermin → bayangan sifat Allah) (5 menit). [Prinsip: Bermakna]
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan secara klasikal untuk mengecek pemahaman: 'Apa artinya manusia diciptakan menurut gambar Allah?' dan 'Apa yang Allah katakan tentang ciptaan-Nya dalam Kejadian 1:31a?' Murid menjawab secara bergantian (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran]
  • Guru menegaskan bahwa ungkapan 'sungguh amat baik' dalam Kejadian 1:31a adalah pernyataan Allah sendiri atas nilai manusia — termasuk setiap murid yang ada di kelas, apa pun kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakangnya (2 menit). [Prinsip: Bermakna]

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 'Aku Berharga di Mata Allah'. Lembar ini berisi: (a) kolom untuk menuliskan alasan manusia berharga berdasarkan Kejadian 1:26a dan 31a, dan (b) tabel tiga kolom untuk mendaftarkan minimal tiga hal yang menunjukkan bahwa setiap manusia berharga — tanpa memandang kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakang (2 menit). [Prinsip: Bermakna]
  • Murid mengerjakan bagian (a) secara mandiri: menuliskan dengan kata-kata mereka sendiri alasan manusia berharga di mata Allah berdasarkan kedua ayat tersebut (5 menit). [Prinsip: Kemandirian — Berkesadaran]
  • Untuk bagian (b), guru memandu murid berpikir dengan pertanyaan scaffolding: 'Apakah orang yang cacat fisik berharga? Mengapa? Apakah anak perempuan dan anak laki-laki sama berharganya? Mengapa? Apakah anak dari keluarga miskin berharga? Mengapa?' Murid mendiskusikan sebentar dengan teman sebangku lalu menuliskan minimal tiga hal di tabel mereka (6 menit). [Prinsip: Menggembirakan — Bermakna]
  • Beberapa murid (3–4 orang) diminta berbagi hasil pekerjaannya ke depan kelas atau menyebutkan secara lisan. Guru menanggapi dengan positif dan menambahkan poin-poin penting yang belum disebutkan (4 menit). [Prinsip: Komunikasi — Menggembirakan]

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru meminta murid berhenti sejenak, memejamkan mata sebentar, dan mendengarkan pertanyaan refleksi yang dibacakan pelan oleh guru: 'Bayangkan Allah melihat kamu saat ini dan berkata: Kamu sungguh amat baik. Apa yang kamu rasakan?' Guru memberikan waktu hening selama 30 detik (2 menit). [Prinsip: Berkesadaran]
  • Murid membuka mata. Guru mengajak murid menuliskan di bagian bawah Lembar Kerja (kolom refleksi): 'Satu hal yang membuat aku yakin bahwa aku berharga di mata Allah adalah...' (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran — Bermakna]
  • Guru mempersilakan 2–3 murid yang bersedia untuk membacakan kalimat refleksi mereka. Guru merespons dengan hangat dan menghubungkannya kembali pada firman Tuhan di Kejadian 1:26a dan 31a (3 menit). [Prinsip: Komunikasi — Menggembirakan]
  • Guru menyimpulkan kegiatan inti dengan menyatakan: 'Tidak ada satu pun dari kalian yang kurang berharga. Allah yang menciptakan kalian, dan Allah sendiri berkata: sungguh amat baik. Itu berlaku untuk setiap orang di ruangan ini.' (2 menit). [Prinsip: Bermakna]

Penutup:

  • Asesmen Akhir — Guru memberikan kuis lisan atau tertulis singkat (exit ticket): murid menjawab dua pertanyaan di kertas kecil: (1) 'Tuliskan satu alasan mengapa manusia berharga di mata Allah menurut Kejadian 1:26a dan 31a.' (2) 'Sebutkan dua hal yang menunjukkan bahwa setiap manusia berharga tanpa memandang perbedaan.' Murid mengumpulkan kertas sebelum keluar kelas (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: manusia berharga karena diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, dan Allah sendiri menyatakan ciptaan-Nya sungguh amat baik — ini berlaku untuk semua manusia tanpa terkecuali (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan rohani singkat: mengajak murid untuk mulai hari ini berbicara kepada diri sendiri di depan cermin dengan kalimat: 'Aku berharga di mata Allah.' (1 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran topik pertemuan berikutnya sebagai jembatan: 'Minggu depan kita akan belajar lebih dalam tentang bagaimana kita mensyukuri nilai diri kita yang berharga ini.' (1 menit).
  • Guru memimpin doa penutup, mengucap syukur atas pelajaran hari ini, dan menutup kelas dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan Lembar Kerja dengan petunjuk lebih terstruktur — ayat Alkitab sudah tercetak dan kolom pendaftaran sudah diberi contoh pertama untuk dipandu. Murid yang sudah cepat memahami dapat diberikan tantangan tambahan: mencari satu ayat lain di Alkitab (misalnya Mazmur 139:14) yang juga menegaskan keistimewaan manusia, lalu menuliskan hubungannya dengan Kejadian 1:26a.
  • Proses: Selama kegiatan Mengaplikasi, murid yang memerlukan scaffolding lebih dapat bekerja berpasangan dengan teman yang lebih kuat. Murid yang sudah mandiri mengerjakan secara individual dan didorong untuk menulis lebih dari tiga poin. Guru berkeliling dan memberikan pertanyaan probing yang berbeda sesuai kemampuan murid.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menyebutkan alasan secara lisan kepada guru. Murid yang sudah berkembang mengumpulkan Lembar Kerja tertulis. Murid yang sangat berkembang dapat diminta membuat tiga kalimat penegasan (afirmasi) diri yang berbasis firman Tuhan sebagai produk tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik di awal pendahuluan: murid menuliskan satu kata yang menggambarkan diri mereka. Guru menganalisis apakah murid sudah memiliki konsep diri positif atau belum, sebagai titik tolak pembelajaran.
  • Pertanyaan pemantik lisan: guru mendengarkan respons murid untuk mengukur pengetahuan awal mereka tentang konsep 'berharga' dan hubungannya dengan Allah.

Proses:

  • Tanya jawab lisan selama tahap Memahami — guru mencatat murid yang bisa menjawab dengan tepat dan yang masih kesulitan untuk intervensi segera.
  • Pemantauan Lembar Kerja bagian (a) dan (b) selama tahap Mengaplikasi — guru memberikan umpan balik lisan langsung dan mencatat perkembangan tiap murid.
  • Presentasi lisan singkat beberapa murid di akhir tahap Mengaplikasi — guru menilai kemampuan komunikasi dan ketepatan konten.

Akhir:

  • Exit ticket dua pertanyaan tertulis yang dikumpulkan sebelum murid keluar kelas, dinilai berdasarkan ketepatan penjelasan alasan manusia berharga dan kelengkapan daftar (minimal tiga hal).
  • Hasil Lembar Kerja lengkap (bagian alasan, daftar, dan refleksi) dinilai menggunakan rubrik aspek penjelasan dan pendaftaran.

Formatif:

  • Pengamatan guru selama tanya jawab lisan di tahap Memahami untuk mengidentifikasi pemahaman murid terhadap makna 'gambar dan rupa Allah'.
  • Pemantauan lembar kerja selama tahap Mengaplikasi — guru berkeliling dan memberi umpan balik lisan langsung kepada murid.
  • Observasi partisipasi dan kedalaman refleksi murid pada tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Exit ticket di akhir pembelajaran: dua pertanyaan tertulis tentang alasan manusia berharga (berdasarkan Kejadian 1:26a dan 31a) dan daftar hal-hal yang menunjukkan manusia berharga tanpa memandang perbedaan.
  • Penilaian Lembar Kerja yang dikumpulkan, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan alasan manusia berharga di mata Allah (TP 4.2.1.1)Murid tidak dapat menyebutkan alasan manusia berharga di mata Allah, atau jawabannya tidak berhubungan dengan Kejadian 1:26a maupun 31a.Murid menyebutkan satu alasan secara sangat umum (misalnya 'karena Allah menciptakan manusia') tanpa mengaitkan secara spesifik dengan Kejadian 1:26a (gambar dan rupa Allah) atau 31a (sungguh amat baik).Murid menjelaskan alasan manusia berharga dengan mengacu pada salah satu dari dua ayat — Kejadian 1:26a (manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah) atau 31a (Allah melihat sungguh amat baik) — dengan kalimat yang cukup jelas.Murid menjelaskan alasan manusia berharga dengan mengintegrasikan kedua ayat (Kejadian 1:26a dan 31a) secara runtut dan jelas, mampu memaknai bahwa 'gambar dan rupa Allah' berarti manusia mencerminkan sifat baik Allah, bukan kemiripan fisik.
Mendaftarkan hal-hal yang menunjukkan setiap manusia berharga tanpa memandang perbedaan (TP 4.2.1.2)Murid tidak dapat mendaftarkan satu pun hal yang menunjukkan bahwa manusia berharga, atau daftar yang dibuat tidak relevan dengan topik.Murid mendaftarkan satu atau dua hal, namun belum menunjukkan pemahaman bahwa keberhargaan manusia bersifat universal — masih terbatas pada satu kondisi saja (misalnya hanya menyebut kondisi fisik).Murid mendaftarkan minimal tiga hal yang relevan dan menunjukkan bahwa manusia berharga tanpa memandang kondisi fisik, jenis kelamin, atau latar belakang, meskipun penjelasannya masih singkat.Murid mendaftarkan tiga hal atau lebih secara lengkap dan beragam, mencakup aspek kondisi fisik, jenis kelamin, dan latar belakang sosial/ekonomi, disertai penjelasan singkat mengapa masing-masing hal tersebut tetap menunjukkan keberhargaan manusia di mata Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami makna 'gambar dan rupa Allah' dalam Kejadian 1:26a? Murid mana yang masih memerlukan penjelasan lanjutan?
  • Apakah analogi cermin yang saya gunakan cukup membantu murid memahami konsep abstrak ini? Adakah analogi lain yang lebih dekat dengan pengalaman murid di kelas ini?
  • Apakah semua murid — termasuk yang pemalu atau yang memiliki konsep diri rendah — mendapat ruang untuk berpartisipasi dan merasa diterima selama pembelajaran?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan? Apakah murid yang lebih lambat mendapat cukup dukungan, dan murid yang lebih cepat mendapat tantangan yang memadai?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang diriku di mata Allah adalah...
  • Setelah belajar hari ini, bagaimana perasaanku tentang diriku sendiri? Apakah ada yang berubah?
  • Adakah teman atau seseorang yang selama ini aku anggap kurang berharga? Apa yang ingin aku lakukan setelah belajar bahwa semua manusia berharga di mata Allah?

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Kejadian 1:26a dan 31a) — wajib tersedia untuk setiap murid
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-442-8) — halaman Pelajaran 2
  3. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-444-2) — halaman Pelajaran 2
  4. Lembar Kerja 'Aku Berharga di Mata Allah' — disiapkan guru (berisi kolom alasan, tabel pendaftaran, dan kolom refleksi)
  5. Cermin kecil atau gambar/ilustrasi cermin untuk alat peraga analogi 'gambar dan rupa Allah'
  6. Sticky note atau kertas lipat kecil untuk asesmen awal diagnostik
  7. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan kata kunci dan sketsa ilustrasi
  8. Exit ticket (kertas kecil atau lembar terpisah) untuk asesmen akhir

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.