MODUL AJAR Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B) Topik: Bab 2 — Setiap Manusia Berharga di Mata Allah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Setiap Manusia Berharga di Mata Allah |
|---|
| Alokasi Waktu | 9 JP (9 x 35 menit = 315 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 3 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 4.2.1 Mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah sebagai wujud Allah Penyelamat
- TP 4.2.2 Menunjukkan karya Allah Penyelamat yang mengasihi dan memandang berharga setiap manusia tanpa membeda-bedakan
- TP 4.2.3 Menyebutkan bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia sehingga bermakna dan berharga
- TP 4.2.4 Menceritakan penghayatan atas karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya sebagai pribadi yang berharga
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa setiap manusia, termasuk kita, sangat berharga di hadapan Allah?
- Bagaimana cara Allah Penyelamat membuktikan bahwa Ia mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan?
- Bagaimana cara Allah mengubah sikap buruk kita menjadi sikap yang baik dan berkenan kepada-Nya?
- Perubahan baik apa saja yang kamu rasakan dalam dirimu sejak kelas satu hingga sekarang sebagai anak yang berharga di mata Allah?
- Mengapa Allah memandang setiap orang berharga dan menyelamatkan semua orang tanpa membeda-bedakan?
- Bagaimanakah karya Allah Pembaru tampak nyata dalam pertumbuhan hidupmu dari waktu ke waktu?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Alasan Manusia Berharga dan Menunjukkan Karya Allah Penyelamat bagi Setiap Manusia Tanpa Membeda-bedakan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah sebagai wujud Allah Penyelamat
- TP 4.2.2 Menunjukkan karya Allah Penyelamat yang mengasihi dan memandang berharga setiap manusia tanpa membeda-bedakan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan menyanyikan lagu puji-pujian singkat yang bertema kasih Allah (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah dan menunjukkan karya Allah Penyelamat bagi semua manusia tanpa membeda-bedakan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk memetakan pemahaman murid: (1) 'Menurut Kejadian 1:26, manusia diciptakan menurut apa?' (acuan: menurut gambar dan rupa Allah); (2) 'Siapakah yang dikaruniakan Allah untuk menyelamatkan manusia dalam Yohanes 3:16?' (acuan: Anak-Nya yang tunggal / Tuhan Yesus Kristus) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkesadaran membaca dan mencermati teks Alkitab Kejadian 1:26a & 31a serta Yohanes 3:16 dengan bimbingan guru (15 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati ringkasan materi bahwa alasan manusia berharga adalah karena diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, dirancang amat baik, serta dikasihi Allah melalui karya penyelamatan Yesus Kristus (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kartu cepat 'Pencari Bukti Kasih' secara berpasangan dengan gembira, yaitu memilah 4 kartu pernyataan yang benar tentang alasan manusia berharga dan karya Allah Penyelamat dari 2 kartu pengecoh (15 menit). Daftar kartu: (1) 'Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah' [Benar - Alasan berharga]; (2) 'Allah mengaruniakan Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia' [Benar - Karya Penyelamat]; (3) 'Allah memandang semua manusia berharga tanpa membedakan suku, rupa, atau kondisi' [Benar - Karya Penyelamat]; (4) 'Manusia berharga karena dikasihi Allah sejak semula' [Benar - Alasan berharga]; (5) 'Manusia berharga hanya jika memiliki wajah rupawan dan kaya raya' [Pengecoh]; (6) 'Keselamatan dari Allah hanya diberikan kepada bangsa tertentu saja' [Pengecoh].
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja identifikasi untuk menandai 3 alasan manusia berharga di hadapan Allah dan 3 wujud karya Allah Penyelamat bagi semua orang (15 menit). Butir lembar kerja: (A) Beri tanda centang pada alasan manusia berharga di hadapan Allah: [v] Diciptakan menurut rupa dan gambar Allah; [v] Diciptakan dengan keadaan amat baik; [v] Ditebus dan dikasihi oleh Allah; (B) Beri tanda centang pada wujud karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan: [v] Yesus berkorban bagi semua orang yang percaya; [v] Menolong dan mengasihi orang yang berkebutuhan khusus dan lemah; [v] Menawarkan hidup kekal bagi siapa saja tanpa memandang rupa atau kekayaan.
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mendiskusikan kembali hasil pemilahan kartu dan lembar kerja untuk memastikan ketepatan pemahaman mengenai karya Allah Penyelamat yang tidak membeda-bedakan (10 menit).
- Murid membuat satu kalimat penegasan diri secara hening dan berkesadaran: 'Aku berharga di hadapan Allah karena Allah menciptakanku dan mengasihiku melalui karya Penyelamat-Nya' (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran: manusia berharga karena diciptakan menurut gambar Allah dan diselamatkan oleh Yesus Kristus tanpa membeda-bedakan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas keterlibatan murid, mengingatkan bahwa topik minggu depan adalah bukti karya Allah Pembaru, lalu menutup kelas dengan doa syukur (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan teks bacaan Alkitab berhuruf besar disertai ilustrasi visual bagi murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan membaca teks rujukan, serta memberikan tantangan mandiri menuliskan teks Yohanes 3:16 bagi murid yang lebih cepat.
- Produk: Murid dapat menunjukkan alasan berharga dan karya penyelamatan melalui tanda centang pada lembar kerja bergambar atau menuliskan poin-poinnya secara langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Menurut Kejadian 1:26, manusia diciptakan menurut apa?' (Acuan: menurut gambar dan rupa Allah); (2) 'Siapakah yang dikaruniakan Allah untuk menyelamatkan manusia dalam Yohanes 3:16?' (Acuan: Anak-Nya yang tunggal / Tuhan Yesus Kristus).
Proses:- Formatif pemilahan kartu 'Pencari Bukti Kasih': memeriksa ketepatan murid memilih 4 kartu benar dan menolak 2 kartu pengecoh (Acuan: kartu 1, 2, 3, 4 benar; kartu 5 dan 6 pengecoh).
- Formatif lembar kerja tertulis: memeriksa ketepatan murid mencentang 3 alasan berharga (gambar/rupa Allah, amat baik, dikasihi/ditebus) dan 3 wujud karya Penyelamat tanpa membeda-bedakan (Yesus berkorban bagi semua orang, mengasihi yang lemah/berkebutuhan khusus, menawarkan hidup kekal tanpa memandang rupa/harta).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat lisan di akhir sesi: Menyebutkan 1 alasan manusia berharga di hadapan Allah (Acuan: diciptakan menurut gambar dan rupa Allah / dikasihi Allah) dan 1 contoh karya Allah Penyelamat yang tidak membeda-bedakan (Acuan: Yesus datang menyelamatkan semua orang / mengasihi semua bangsa tanpa memandang rupa atau fisik).
Formatif:- Pengamatan keterlibatan saat permainan kartu 'Pencari Bukti Kasih'
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi alasan berharga dan karya Allah Penyelamat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah sebagai wujud Allah Penyelamat (TP 4.2.1) | Belum mampu mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah (hanya 0 atau 1 butir tepat pada lembar kerja). | Mengidentifikasi 2 alasan manusia berharga di hadapan Allah dengan tepat pada lembar kerja. | Mengidentifikasi seluruh 3 alasan manusia berharga di hadapan Allah (diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, diciptakan amat baik, dikasihi/ditebus oleh Allah) dengan tepat pada lembar kerja. | Mengidentifikasi seluruh 3 alasan manusia berharga di hadapan Allah dengan tepat secara mandiri serta mampu memilah kartu alasan tanpa keliru memilih kartu pengecoh. | | Menunjukkan karya Allah Penyelamat bagi setiap manusia tanpa membeda-bedakan (TP 4.2.2) | Belum mampu menunjukkan karya Allah Penyelamat bagi manusia tanpa membeda-bedakan (hanya 0 atau 1 butir tepat pada lembar kerja). | Menunjukkan 2 karya Allah Penyelamat bagi setiap manusia tanpa membeda-bedakan dengan tepat pada lembar kerja. | Menunjukkan seluruh 3 karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan (Yesus berkorban bagi semua orang, mengasihi yang lemah/berkebutuhan khusus, menawarkan keselamatan tanpa memandang fisik/harta) dengan tepat pada lembar kerja. | Menunjukkan seluruh 3 karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan secara tepat dan konsisten serta mampu menolak kartu pengecoh dalam permainan kartu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami bahwa keberhargaan diri manusia berakar dari penciptaan seturut gambar Allah dan kasih Allah Penyelamat?
- Bagaimana respons dan kegembiraan murid saat mengikuti aktivitas pemilahan kartu 'Pencari Bukti Kasih'?
Murid:- Mengapa aku merasa berharga di hadapan Allah setelah belajar hari ini?
- Bagaimana sikapku kepada teman-teman setelah tahu bahwa Allah mengasihi semua orang tanpa membeda-bedakan?
Pertemuan 2 — Menyebutkan Bukti Karya Allah Pembaru serta Menceritakan Penghayatan Pertumbuhan Diri sebagai Pribadi yang Berharga (Giliran 14 Murid) — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.3 Menyebutkan bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia sehingga bermakna dan berharga
- TP 4.2.4 Menceritakan penghayatan atas karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya sebagai pribadi yang berharga
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama mengucap syukur atas pemeliharaan dan karya Allah Pembaru dalam hidup mereka, serta mengecek kehadiran (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta murid mengidentifikasi bukti karya pembaruan hati dari 3 contoh perilaku harian: (1) 'Dulu suka mengejek teman, sekarang suka menolong dan menyemangati', (2) 'Dulu malas berdoa, sekarang rajin berdoa setiap pagi', (3) 'Dulu suka berbohong karena takut dimarahi, sekarang berani jujur mengakui kesalahan' (acuan jawaban benar: ketiga contoh merupakan bukti karya Allah Pembaru yang mengubah watak/sikap buruk menjadi berharga dan bermakna) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyebutkan bukti karya Allah Pembaru bagi manusia serta menceritakan secara lisan penghayatan pertumbuhan diri sebagai pribadi yang berharga di mata Allah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru tentang arti Allah Pembaru, yaitu Allah yang berkarya mengubahkan hati, pola pikir, dan perilaku manusia berdosa/buruk menjadi manusia baru yang hidupnya berharga, bermakna, dan memancarkan kasih (10 menit).
- Murid membaca bersama kutipan Yeremia 29:11 dan mengidentifikasi 3 bukti konkret karya Allah Pembaru dalam kehidupan manusia: (1) Mengubah sifat egois/pemarah menjadi pengasih dan sabar, (2) Memberi pengharapan dan pertolongan saat manusia merasa putus asa atau tidak berharga, (3) Membimbing manusia untuk menggunakan tutur kata serta perbuatan yang memberkati sesama (10 menit).
- Murid mengikuti permainan menyenangkan 'Tebak Kartu Pembaruan': secara berpasangan murid memilih dan menyebutkan mana yang merupakan bukti karya pembaruan Allah dari 4 kartu yang disediakan: Kartu A 'Belajar memaafkan kesalahan teman yang merusakkan pensil', Kartu B 'Menyimpan dendam dan membalas mengejek', Kartu C 'Berani berkata jujur meski sedang bersalah', Kartu D 'Merasa diri paling hebat dan merendahkan orang lain' (acuan kunci jawaban benar: Kartu A dan Kartu C adalah bukti karya pembaruan; Kartu B dan D bukan bukti pembaruan) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan poin cerita singkat tentang penghayatan pertumbuhan dirinya dengan melengkapi 3 panduan cerita pada lembar catatan: (1) Hal buruk/kelemahan di masa lalu yang telah diubahkan Allah, (2) Perubahan sikap baik saat ini dalam pergaulan atau keluarga, (3) Rasa syukur karena merasa berharga di mata Allah (10 menit).
- Secara bergiliran, 14 murid menceritakan secara lisan di depan kelas penghayatan atas karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya masing-masing selama 2,5 menit per murid, mencakup perubahan sikap dari masa lalu ke masa kini dan rasa syukurnya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan proses bercerita bahwa pertumbuhan fisik dan perubahan karakter menuju kebaikan adalah anugerah nyata dari Allah Pembaru yang membuktikan setiap anak berharga di mata-Nya (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik apresiatif atas keberanian dan ketepatan 14 murid dalam menyebutkan bukti karya pembaruan serta menceritakan penghayatan pertumbuhan dirinya (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran bahwa Allah terus berkarya membarui hidup kita setiap hari, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan bercerita dengan kalimat rumpang pembuka bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam menstrukturkan cerita.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kesempatan menceritakan 2 aspek perubahan sikap terlebih dahulu, sedangkan murid yang mandiri menceritakan 3 aspek perubahan secara utuh.
- Produk: Bagi murid yang belum percaya diri berbicara panjang, cerita disampaikan melalui penuturan poin-poin perubahan sikap secara terbimbing oleh pertanyaan guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: Guru membacakan 3 contoh perilaku harian: (1) 'Dulu suka mengejek teman, sekarang suka menolong dan menyemangati', (2) 'Dulu malas berdoa, sekarang rajin berdoa setiap pagi', (3) 'Dulu suka berbohong karena takut dimarahi, sekarang berani jujur mengakui kesalahan'. Murid diminta menyebutkan apakah contoh tersebut bukti karya Allah Pembaru (acuan: ketiganya adalah bukti karya pembaruan Allah).
Proses:- Cek ketepatan murid dalam menyebutkan 2 kartu bukti karya Allah Pembaru pada permainan 'Tebak Kartu Pembaruan' (Kartu A: 'Belajar memaafkan', Kartu C: 'Berani berkata jujur'; pengalih: Kartu B: 'Menyimpan dendam', Kartu D: 'Merasa paling hebat').
- Pengamatan unjuk kerja lisan 14 murid saat menceritakan penghayatan pertumbuhan diri dengan kriteria memuat: (a) sikap masa lalu yang diperbaiki, (b) sikap baik masa kini, dan (c) ungkapan rasa syukur sebagai pribadi berharga.
Akhir Pertemuan:- Umpan balik lisan reflektif di akhir kegiatan: Murid diminta menyebutkan kembali secara mandiri minimal 1 bukti karya Allah Pembaru dalam hidup sehari-hari (acuan kriteria: menyebutkan perubahan perilaku buruk menjadi baik, seperti menjadi pemaaf, jujur, penolong, atau tekun berdoa).
Formatif:- Penilaian lisan saat permainan 'Tebak Kartu Pembaruan' untuk memeriksa kemampuan menyebutkan bukti karya Allah Pembaru.
- Penilaian unjuk kerja bercerita secara lisan untuk mengukur penghayatan pertumbuhan diri sebagai pribadi yang berharga.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyebutkan bukti karya Allah Pembaru | Belum mampu menyebutkan bukti karya Allah Pembaru meski telah dipandu guru. | Mampu menyebutkan 1 bukti karya Allah Pembaru secara tepat dengan bantuan guru (acuan: memilih Kartu A atau C dan membedakannya dari pengalih). | Mampu menyebutkan 2 bukti karya Allah Pembaru secara tepat dari kartu yang disediakan tanpa memilih kartu pengalih (acuan: tepat memilih Kartu A dan Kartu C). | Mampu menyebutkan 2 bukti karya Allah Pembaru dari kartu yang disediakan serta menyebutkan contoh tambahan karya pembaruan secara mandiri di luar kartu. | | Menceritakan penghayatan atas karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan diri | Belum mampu menceritakan pengalaman perubahan sikap atau pertumbuhan diri di hadapan kelas. | Menceritakan penghayatan pertumbuhan diri tetapi hanya memuat 1 unsur (misalnya hanya menyebutkan sikap masa kini tanpa menceritakan perubahan dari masa lalu atau rasa syukur). | Menceritakan penghayatan pertumbuhan diri secara lengkap memuat 3 unsur: sikap masa lalu yang diperbaiki, sikap baik masa kini, dan ungkapan rasa syukur sebagai pribadi yang berharga. | Menceritakan penghayatan pertumbuhan diri secara runtut dan mendalam memuat 3 unsur lengkap disertai contoh nyata tindakan kasih dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit untuk giliran bercerita 14 murid terlaksana secara efektif dan kondusif?
- Apakah seluruh murid sudah memahami makna Allah Pembaru sebagai karya nyata yang mengubahkan sikap hidup mereka menjadi berharga?
Murid:- Perubahan baik apa dalam diriku yang paling aku syukuri sebagai karya Allah Pembaru?
- Bagaimana perasaanku saat menceritakan pertumbuhan diriku sebagai anak yang berharga di hadapan teman-teman?
Pertemuan 3 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 4.2.1 Mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah sebagai wujud Allah Penyelamat
- TP 4.2.2 Menunjukkan karya Allah Penyelamat yang mengasihi dan memandang berharga setiap manusia tanpa membeda-bedakan
- TP 4.2.3 Menyebutkan bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia sehingga bermakna dan berharga
- TP 4.2.4 Menceritakan penghayatan atas karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya sebagai pribadi yang berharga
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa pembukaan, memeriksa kehadiran 28 murid, serta menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah sesi asesmen sumatif akhir Bab 2 yang terdiri atas pengerjaan tes tertulis serentak dan unjuk kerja bercerita bagi 14 murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tugas tertulis terstruktur kepada seluruh 28 murid, lalu membacakan petunjuk pengerjaan dan menegaskan bahwa tugas diselesaikan secara mandiri tanpa berdiskusi (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar tugas tertulis terstruktur yang memuat 3 bagian soal: Bagian A (TP 1) mengidentifikasi 2 alasan manusia berharga di hadapan Allah sebagai wujud Allah Penyelamat dari 4 pilihan yang disajikan [Pilihan: (1) Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta ditebus oleh pengorbanan Yesus Kristus; (2) Manusia memiliki kekayaan materi dan kedudukan tinggi; (3) Allah menetapkan rancangan damai sejahtera dan keselamatan bagi manusia; (4) Manusia memiliki kekuatan fisik sempurna tanpa cacat; Acuan kunci benar: nomor 1 dan 3; nomor 2 dan 4 adalah opsi pengalih]; Bagian B (TP 2) menunjukkan 2 bukti karya Allah Penyelamat yang mengasihi tanpa membeda-bedakan dari 4 situasi yang disajikan [Situasi: (1) Yesus menyembuhkan dan menyambut orang sakit serta orang kusta yang disingkirkan masyarakat; (2) Yesus hanya menolong orang yang berkedudukan tinggi dan kaya; (3) Kasih keselamatan dalam Yohanes 3:16 dikaruniakan Allah bagi setiap orang di dunia yang percaya kepada-Nya; (4) Berkat keselamatan hanya diperuntukkan bagi suku bangsa tertentu saja; Acuan kunci benar: nomor 1 dan 3; nomor 2 dan 4 adalah opsi pengalih]; serta Bagian C (TP 3) menyebutkan 2 bukti karya Allah Pembaru yang membarui hidup manusia sehingga bermakna dan berharga dari 4 pernyataan yang disajikan [Pernyataan: (1) Mengubah sifat pemarah dan dendam menjadi pribadi yang sabar serta pemaaf; (2) Mengubah tutur kata kasar menjadi perkataan yang memberkati dan jujur; (3) Membiarkan manusia tetap terbiasa berbohong kepada sesama; (4) Mengajarkan manusia untuk selalu mementingkan diri sendiri; Acuan kunci benar: nomor 1 dan 2; nomor 3 dan 4 adalah opsi pengalih] (40 menit).
- Setelah lembar tugas tertulis dikumpulkan guru, sebanyak 14 murid yang belum tampil pada pertemuan sebelumnya secara bergiliran maju ke depan kelas untuk melakukan unjuk kerja bercerita lisan mengenai penghayatan karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya sebagai pribadi yang berharga (TP 4). Masing-masing dari 14 murid mendapatkan alokasi waktu tepat 3 menit (2 menit bercerita lisan dengan kriteria memuat wujud perubahan sikap hidup baru dan ungkapan syukur atas pertumbuhan diri yang berharga di mata Allah, serta 1 menit transisi dan pencatatan skor oleh guru pada lembar observasi) [14 murid × 3 menit = 42 menit], sementara murid lain menyimak tertib di tempat duduk masing-masing (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan refleksi kelas secara hening dan terbimbing mengenai proses belajar sepanjang Bab 2, menyadari panggilan hidup sebagai ciptaan Allah yang berharga dan terus dibaharui sikap hidupnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh murid selama asesmen berlangsung, menyampaikan rangkuman bab bahwa setiap manusia berharga di hadapan Allah Penyelamat dan terus dibaharui oleh Allah Pembaru, lalu menutup pembelajaran dengan doa syukur bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang teks soal secara perlahan dan artikulatif bagi murid yang memiliki hambatan kelancaran membaca, tanpa mengubah konten soal, pilihan jawaban, kunci acuan, maupun kriteria penilaian.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi penugasan tertulis terstruktur dan unjuk kerja bercerita penghayatan: lembar tugas tertulis terstruktur berisi identifikasi alasan manusia berharga, penunjukan karya Allah Penyelamat yang tidak membeda-bedakan, isian bukti karya Allah Pembaru, serta rekaman amatan unjuk kerja bercerita lisan tentang pertumbuhan diri
- penugasan tertulis terstruktur serentak: 28 murid secara serentak mengerjakan lembar tugas tertulis selama 40 menit di kelas; memuat identifikasi alasan manusia berharga melalui karunia keselamatan Allah Penyelamat (TP 1), penunjukan bukti karya Allah Penyelamat bagi setiap orang tanpa membeda-bedakan (TP 2), serta isian bukti karya Allah Pembaru yang mendatangkan hidup baru (TP 3). Lembar kerja bernomor absen diperiksa dan diskor guru sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran, tanpa membutuhkan observasi lisan bergiliran. (40 menit; individual; instrumen: lembar tugas tertulis dan rubrik/pedoman penskoran)
- unjuk kerja bercerita individual secara bergiliran: Unjuk kerja bercerita lisan penghayatan karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya (TP 4). Dari total 28 murid, 14 murid telah dinilai secara bertahap pada sesi pembelajaran TP 4 sebelumnya saat latihan terarah (14 murid × 3 menit per murid = 42 menit). Sisa 14 murid tampil di sesi sumatif akhir: 14 murid × 3 menit (2 menit bercerita + 1 menit transisi dan pencatatan) = 42 menit <= 65 menit durasi yang dialokasikan, menyisakan 23 menit untuk pengantar, arahan refleksi kelas, dan penutup. Murid yang sedang tidak bercerita menyimak dengan tertib di tempat duduk masing-masing. (65 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan dengan kriteria isi penghayatan pembaruan hidup dan rasa syukur)
Sumatif:- kombinasi penugasan tertulis terstruktur dan unjuk kerja bercerita penghayatan: lembar tugas tertulis terstruktur berisi identifikasi alasan manusia berharga, penunjukan karya Allah Penyelamat yang tidak membeda-bedakan, isian bukti karya Allah Pembaru, serta rekaman amatan unjuk kerja bercerita lisan tentang pertumbuhan diri
- penugasan tertulis terstruktur serentak: 28 murid secara serentak mengerjakan lembar tugas tertulis selama 40 menit di kelas; memuat identifikasi alasan manusia berharga melalui karunia keselamatan Allah Penyelamat (TP 1), penunjukan bukti karya Allah Penyelamat bagi setiap orang tanpa membeda-bedakan (TP 2), serta isian bukti karya Allah Pembaru yang mendatangkan hidup baru (TP 3). Lembar kerja bernomor absen diperiksa dan diskor guru sesudah kegiatan menggunakan pedoman penskoran, tanpa membutuhkan observasi lisan bergiliran. (40 menit; individual; instrumen: lembar tugas tertulis dan rubrik/pedoman penskoran)
- unjuk kerja bercerita individual secara bergiliran: Unjuk kerja bercerita lisan penghayatan karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan dirinya (TP 4). Dari total 28 murid, 14 murid telah dinilai secara bertahap pada sesi pembelajaran TP 4 sebelumnya saat latihan terarah (14 murid × 3 menit per murid = 42 menit). Sisa 14 murid tampil di sesi sumatif akhir: 14 murid × 3 menit (2 menit bercerita + 1 menit transisi dan pencatatan) = 42 menit <= 65 menit durasi yang dialokasikan, menyisakan 23 menit untuk pengantar, arahan refleksi kelas, dan penutup. Murid yang sedang tidak bercerita menyimak dengan tertib di tempat duduk masing-masing. (65 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita lisan dengan kriteria isi penghayatan pembaruan hidup dan rasa syukur)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah sebagai wujud Allah Penyelamat (TP 4.2.1) | Belum mampu mengidentifikasi alasan manusia berharga di hadapan Allah (memilih 0 dari 2 kunci benar: [1] manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta ditebus Yesus Kristus, [3] Allah menetapkan rancangan damai sejahtera dan keselamatan; atau hanya memilih opsi pengalih [2] kekayaan materi dan kedudukan tinggi, [4] kekuatan fisik sempurna). | Mengidentifikasi 1 dari 2 alasan manusia berharga di hadapan Allah dengan benar (memilih salah satu antara opsi [1] atau [3]) dan masih memilih 1 opsi pengalih. | Mengidentifikasi 2 dari 2 alasan manusia berharga di hadapan Allah dengan benar (memilih opsi [1] dan [3]), namun masih memilih 1 opsi pengalih. | Mengidentifikasi seluruh 2 alasan manusia berharga di hadapan Allah dengan tepat (memilih opsi [1] dan [3]) secara mandiri tanpa memilih opsi pengalih ([2] dan [4]). | | Menunjukkan karya Allah Penyelamat yang mengasihi tanpa membeda-bedakan (TP 4.2.2) | Belum mampu menunjukkan karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan (memilih 0 dari 2 situasi benar: [1] Yesus menyembuhkan dan menyambut orang sakit/kusta yang disingkirkan, [3] kasih keselamatan Yohanes 3:16 bagi setiap orang percaya di dunia; atau hanya memilih opsi pengalih [2] hanya menolong orang kaya/berkedudukan tinggi, [4] berkat keselamatan hanya untuk suku tertentu). | Menunjukkan 1 dari 2 situasi karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan dengan benar (memilih salah satu antara situasi [1] atau [3]) dan masih memilih 1 opsi pengalih. | Menunjukkan 2 dari 2 situasi karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan dengan benar (memilih situasi [1] dan [3]), namun masih memilih 1 opsi pengalih. | Menunjukkan seluruh 2 situasi karya Allah Penyelamat tanpa membeda-bedakan dengan tepat (memilih situasi [1] dan [3]) secara mandiri tanpa memilih opsi pengalih ([2] dan [4]). | | Menyebutkan bukti karya Allah Pembaru bagi hidup manusia (TP 4.2.3) | Belum mampu menyebutkan bukti karya Allah Pembaru (memilih 0 dari 2 bukti benar: [1] mengubah sifat pemarah/dendam menjadi sabar dan pemaaf, [2] mengubah tutur kata kasar menjadi memberkati dan jujur; atau hanya memilih opsi pengalih [3] membiarkan berbohong, [4] mengajarkan mementingkan diri sendiri). | Menyebutkan 1 dari 2 bukti karya Allah Pembaru dengan benar (memilih salah satu antara pernyataan [1] atau [2]) dan masih memilih 1 opsi pengalih. | Menyebutkan 2 dari 2 bukti karya Allah Pembaru dengan benar (memilih pernyataan [1] dan [2]), namun masih memilih 1 opsi pengalih. | Menyebutkan seluruh 2 bukti karya Allah Pembaru dengan tepat (memilih pernyataan [1] dan [2]) secara mandiri tanpa memilih opsi pengalih ([3] dan [4]). | | Menceritakan penghayatan atas karya Allah Pembaru dalam pertumbuhan diri (TP 4.2.4) | Belum mampu menceritakan penghayatan karya Allah Pembaru; cerita tidak memuat contoh perubahan sikap hidup baru maupun rasa syukur atas pertumbuhan dirinya. | Menceritakan penghayatan karya Allah Pembaru dengan hanya memuat 1 unsur (hanya menyebutkan rasa syukur pertumbuhan fisik/usia ATAU hanya menyebutkan contoh perubahan sikap hidup baru) dengan bimbingan penuh guru. | Menceritakan penghayatan karya Allah Pembaru dengan memuat kedua unsur (contoh konkret perubahan sikap hidup baru dan ungkapan rasa syukur atas pertumbuhan dirinya sebagai ciptaan berharga) secara runtut meskipun masih membutuhkan sedikit dorongan guru. | Menceritakan penghayatan karya Allah Pembaru secara mandiri dan lengkap, mencakup contoh konkret pembaruan sikap hidup sehari-hari serta penghayatan rasa syukur yang mendalam atas pertumbuhan dirinya sebagai pribadi yang berharga di hadapan Allah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit tes tertulis dan 42 menit unjuk kerja bercerita bagi 14 murid terlaksana secara efektif dan tepat waktu?
- Bagaimana capaian ketuntasan murid pada pemahaman konsep Allah Penyelamat dan Allah Pembaru di Bab 2 ini?
Murid:- Bagian mana dari tugas hari ini yang paling menunjukkan bahwa diriku berharga di hadapan Allah?
- Perubahan sikap hidup baik apa yang ingin aku terus lakukan sebagai bukti karya Allah Pembaru dalam diriku?
SUMBER BELAJAR- Alkitab (Kejadian 1:26a & 31a; Yohanes 3:16)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Kemendikbudristek RI, 2021
- Set kartu pernyataan 'Pencari Bukti Kasih' dan Lembar Kerja Siswa
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Alkitab (Yeremia 29:11, Mazmur 139:13–16).
- Set Kartu Permainan 'Tebak Kartu Pembaruan' (berisi teks tindakan konkret).
- Lembar catatan panduan bercerita murid.
- Alkitab: Kejadian 1:26a & 31a; Mazmur 139:13–16; Yeremia 29:11; Yohanes 3:16
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Lembar Tugas Tertulis Terstruktur Sumatif Bab 2
- Lembar Observasi dan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Bercerita Lisan
|