Modul AjarPertemuan 4Bab 11Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Berkarya dan Asesmen Sumatif: Mengekspresikan Syukur atas Alam dan Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Berkarya dan Asesmen Sumatif: Mengekspresikan Syukur atas Alam dan Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Berkarya dan Asesmen Sumatif: Mengekspresikan Syukur atas Alam dan Lingkungan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 11 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Berkarya dan Asesmen Sumatif: Mengekspresikan Syukur atas Alam dan Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikBerkarya dan Asesmen Sumatif: Mengekspresikan Syukur atas Alam dan Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membuat satu karya kreatif (puisi, poster, atau tulisan reflektif) yang mengekspresikan rasa syukur kepada Allah atas alam dan lingkungan serta memuat pesan ajakan untuk merawatnya.
  2. Murid dapat menuliskan tiga hal yang dapat dilakukan sebagai wujud syukur atas alam, tiga contoh penyebab kerusakan alam di daerahnya, dan tiga tantangan dalam mengajak orang lain merawat alam sebagai bukti pemahaman menyeluruh terhadap tema bab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa hal paling indah dari alam di sekitarmu yang setiap hari kamu nikmati, dan sudahkah kamu berterima kasih kepada Allah atas hal itu?
  2. Jika alam bisa berbicara, kira-kira apa yang ingin disampaikan alam kepada kita tentang cara manusia memperlakukannya?
  3. Bagaimana caramu menunjukkan rasa syukur kepada Allah bukan hanya lewat doa, tetapi juga lewat perbuatan nyata terhadap alam?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengajak murid bersyukur atas alam yang indah yang dapat dinikmati hari ini.
  • Guru menayangkan atau menggambarkan secara lisan satu gambar alam yang indah (hutan, sungai, sawah, atau pantai) dan meminta murid menyebutkan perasaan mereka saat melihatnya. (Asesmen Awal — diagnostik: guru mencatat sejauh mana murid sudah menghubungkan keindahan alam dengan rasa syukur kepada Allah.)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid dan mengaktifkan pengetahuan yang telah dipelajari di pertemuan-pertemuan sebelumnya (Mazmur 104, dampak kerusakan alam, dan cara merawat alam).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan hari ini: murid akan membuat satu karya kreatif sebagai ungkapan syukur kepada Allah, sekaligus menyelesaikan asesmen sumatif tertulis tentang pemahaman mereka terhadap tema bab.
  • Guru menjelaskan pilihan bentuk karya kreatif yang tersedia: (a) puisi bertema syukur atas alam, (b) poster sederhana dengan gambar dan slogan ajakan merawat alam, atau (c) tulisan reflektif singkat (3–5 kalimat) tentang rasa syukur dan tekad merawat alam. Guru mempersilakan murid memilih sesuai minat dan kekuatan masing-masing.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan ulang petikan Mazmur 104:1–2 dan 24 dengan suara lantang, kemudian mengajak murid diam sejenak (2 menit) untuk merasakan kebesaran Allah yang digambarkan dalam teks tersebut. (Berkesadaran)
  • Guru mengajukan pertanyaan reflektif singkat secara lisan: 'Dari semua yang sudah kita pelajari di Bab 11, apa tiga hal terpenting yang kamu ingat tentang alam sebagai ciptaan Allah?' Murid menjawab secara spontan, guru mencatat kata kunci di papan tulis.
  • Guru mengaitkan jawaban murid dengan dua TP pertemuan ini: bahwa memahami Allah sebagai Pencipta mendorong kita untuk bersyukur, dan syukur itu harus diwujudkan secara nyata lewat karya dan tindakan. (Bermakna)
  • Guru menampilkan contoh singkat masing-masing tiga pilihan karya kreatif (contoh puisi 4 baris, contoh poster sketsa sederhana, contoh tulisan reflektif 3 kalimat) agar murid memiliki gambaran yang jelas sebelum mulai berkarya.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memilih satu bentuk karya kreatif sesuai pilihan mereka dan mulai mengerjakan secara mandiri selama ±20 menit. Guru mengingatkan bahwa karya harus memuat dua unsur wajib: (1) ungkapan syukur kepada Allah atas alam dan lingkungan, dan (2) pesan atau ajakan kepada orang lain untuk merawat alam. (Menggembirakan, Kemandirian)
  • Selama murid berkarya, guru berkeliling kelas untuk memberikan umpan balik proses: membaca/melihat karya yang sedang dibuat, memberikan pujian spesifik atas ide yang muncul, dan mengajukan pertanyaan pendorong seperti 'Pesan ajakannya sudah tertulis belum?' atau 'Coba tambahkan satu contoh nyata dari lingkunganmu.' (Asesmen Proses — formatif: guru mencatat murid yang sudah memasukkan kedua unsur wajib dan yang belum.)
  • Setelah karya kreatif selesai, murid mengerjakan asesmen sumatif tertulis secara mandiri di lembar yang telah disiapkan guru, menjawab tiga pertanyaan berikut: (1) Tuliskan tiga hal yang dapat kamu lakukan sebagai wujud syukur atas alam yang Allah anugerahkan! (2) Tuliskan tiga contoh dan penyebab kerusakan alam dan lingkungan yang terjadi di daerahmu! (3) Tuliskan tiga tantangan yang kamu hadapi ketika berhadapan dengan orang-orang yang tidak mau merawat alam dan lingkungan! (Bermakna)
  • Guru memastikan murid mengerjakan asesmen sumatif dengan tenang dan jujur, tanpa menyontek, sebagai wujud integritas dan kemandirian. Waktu pengerjaan asesmen sumatif tertulis ±10 menit.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Beberapa murid (2–3 orang sukarela) memperlihatkan atau membacakan karya kreatifnya di depan kelas. Kelas memberikan apresiasi dengan tepuk tangan. Guru memberikan komentar positif dan mempertegas pesan syukur yang terkandung dalam karya tersebut. (Menggembirakan, Komunikasi)
  • Guru mengajak murid merefleksikan proses berkarya hari ini dengan pertanyaan: 'Apa yang paling kamu rasakan saat membuat karya ini? Apakah ada sesuatu yang baru kamu sadari tentang alam dan rasa syukurmu kepada Allah?'
  • Guru menegaskan kaitan antara karya kreatif yang telah dibuat dengan tanggung jawab nyata: bahwa mengungkapkan syukur lewat karya adalah langkah pertama, dan langkah berikutnya adalah bertindak nyata merawat alam sebagai kawan sekerja Allah. (Berkesadaran, Bermakna)

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pelajaran hari ini bersama-sama: apa yang telah dipelajari, apa yang telah dibuat, dan apa yang akan dilakukan setelah pelajaran ini.
  • Guru memberikan penegasan motivasi: 'Kalian sudah membuat karya yang indah hari ini. Itu adalah cara kalian berkata kepada Allah: terima kasih, Tuhan, atas alam yang Engkau ciptakan. Sekarang, mari kita buktikan syukur kita lewat tindakan nyata setiap hari.'
  • Guru menginformasikan bahwa karya kreatif terbaik (dengan izin murid) akan dipajang di mading kelas atau diunggah ke laman sekolah/media sosial sekolah sebagai inspirasi bagi orang lain.
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat mandiri (asesmen diri): dua kalimat tentang satu hal yang paling berkesan dari pelajaran hari ini dan satu hal yang akan mereka lakukan untuk merawat alam mulai besok.
  • Kelas ditutup dengan doa syukur yang dipimpin oleh salah satu murid, mendoakan alam dan lingkungan sekitar.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang masih kesulitan menghubungkan konsep syukur dengan tindakan nyata dapat diberikan kartu bantuan berisi daftar kata kunci (contoh: menanam pohon, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga sungai tetap bersih) sebagai pemantik ide sebelum mengerjakan asesmen sumatif maupun karya kreatif.
  • Proses: Murid yang lebih cepat selesai dapat diminta memperkaya karya kreatifnya dengan menambahkan ayat Alkitab yang relevan atau membuat versi lain karya (misalnya sudah membuat puisi, mencoba membuat slogan poster). Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu dapat menyelesaikan salah satu dari dua tugas (karya kreatif atau asesmen tertulis) di kelas, dan melengkapi sisanya sebagai tugas lanjutan di rumah.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan visual dapat membuat poster dengan ilustrasi lebih detail. Murid yang lebih kuat dalam bahasa dapat membuat puisi dengan lebih dari 4 baris atau tulisan reflektif lebih dari 5 kalimat. Murid yang memiliki keterbatasan motorik halus diperbolehkan menyampaikan karya secara lisan kepada guru yang kemudian menuliskannya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar alam dan bertanya secara lisan: 'Sebutkan satu hal indah dari alam yang paling kamu syukuri hari ini dan mengapa!' — guru mencatat apakah murid sudah mengaitkan keindahan alam dengan Allah sebagai Pencipta atau masih sebatas deskripsi fisik.
  • Guru bertanya singkat: 'Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, siapa yang masih ingat isi Mazmur 104?' — digunakan untuk melihat retensi pemahaman konsep sebelum masuk ke kegiatan berkarya.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid membuat karya kreatif: guru memeriksa apakah karya memuat ungkapan syukur kepada Allah dan pesan ajakan merawat alam, dan mencatat di lembar pantau sederhana (nama murid — sudah/belum — catatan singkat).
  • Guru memberikan umpan balik verbal langsung (bukan nilai) kepada setiap murid selama berkeliling, fokus pada dua pertanyaan: apakah tema syukur sudah muncul dalam karya, dan apakah ada pesan ajakan yang jelas.
  • Saat murid mengerjakan asesmen tertulis, guru memperhatikan murid yang tampak bingung dan mencatat untuk dijadikan bahan refleksi guru dan tindak lanjut.

Akhir:

  • Penilaian karya kreatif menggunakan rubrik 4 aspek: (1) kesesuaian tema syukur atas alam sebagai ciptaan Allah, (2) kejelasan pesan ajakan merawat alam, (3) kreativitas dan orisinalitas ekspresi, (4) kerapian dan keterbacaan/keterlihatan karya.
  • Penilaian asesmen tertulis tiga pertanyaan (Buku Siswa hlm. 118) menggunakan rubrik Tepat/Tidak Tepat sesuai Tabel 11.1 Buku Guru: (1) tiga tindakan wujud syukur atas alam, (2) tiga contoh dan penyebab kerusakan alam di daerah murid, (3) tiga tantangan mengajak orang lain merawat alam.
  • Lembar refleksi diri murid (satu hal berkesan + satu rencana tindakan) digunakan sebagai data pelengkap untuk melihat internalisasi nilai, bukan sebagai nilai angka.

Formatif:

  • Observasi lisan saat Pendahuluan: guru memperhatikan respons murid terhadap gambar alam dan pertanyaan pemantik untuk menilai aktivasi pengetahuan awal.
  • Umpan balik berkeliling (walk-around feedback) saat murid mengerjakan karya kreatif: guru memeriksa apakah karya memuat dua unsur wajib (ungkapan syukur + pesan ajakan merawat alam) dan memberikan saran langsung.
  • Penilaian diri (self-assessment) melalui lembar refleksi singkat di Penutup: murid menuliskan satu hal berkesan dan satu rencana tindakan nyata.

Sumatif:

  • Karya kreatif (puisi, poster, atau tulisan reflektif) dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: kelengkapan unsur syukur, kelengkapan pesan ajakan, dan kesesuaian tema alam sebagai ciptaan Allah.
  • Asesmen tertulis tiga pertanyaan (dari Buku Siswa hlm. 118): dinilai berdasarkan rubrik Tepat/Tidak Tepat sesuai panduan Buku Guru Tabel 11.1 — skor Tepat: 90–100 per indikator, Tidak Tepat: di bawah 90.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Tema Syukur kepada Allah atas Alam (TP 4.11.4.1)Karya tidak menyebutkan rasa syukur kepada Allah sama sekali; tema alam tidak terhubung dengan iman Kristen.Karya menyebutkan syukur secara umum tetapi tidak secara eksplisit ditujukan kepada Allah sebagai Pencipta alam.Karya mengekspresikan rasa syukur kepada Allah atas alam dengan jelas, meskipun ungkapannya masih sederhana.Karya mengekspresikan rasa syukur kepada Allah atas alam dengan jelas, spesifik (menyebut ciptaan tertentu), dan menyentuh secara emosional atau spiritual.
Pesan Ajakan Merawat Alam (TP 4.11.4.1)Karya tidak memuat pesan atau ajakan apa pun untuk merawat alam.Karya memuat ajakan merawat alam tetapi sangat umum dan tidak memberikan contoh tindakan nyata.Karya memuat ajakan yang jelas dengan setidaknya satu contoh tindakan nyata yang dapat dilakukan.Karya memuat ajakan yang kuat dan meyakinkan dengan lebih dari satu contoh tindakan nyata, serta menghubungkannya dengan tanggung jawab sebagai ciptaan Allah.
Kreativitas dan Orisinalitas Ekspresi (TP 4.11.4.1)Karya menyalin atau meniru sepenuhnya dari contoh guru tanpa penambahan ide sendiri.Karya menunjukkan sedikit modifikasi dari contoh, tetapi sebagian besar ide masih mengikuti contoh yang diberikan.Karya menunjukkan ide orisinal murid yang mencerminkan pengalaman atau pengamatan pribadi terhadap alam sekitarnya.Karya sangat orisinal, menggunakan pilihan kata, gambar, atau struktur yang unik dan mencerminkan ekspresi diri yang autentik serta pengalaman nyata murid.
Pemahaman Menyeluruh Tema Bab — Asesmen Tertulis (TP 4.11.4.2)Murid hanya menjawab 0–1 dari tiga pertanyaan dengan jawaban yang relevan; jawaban sangat tidak spesifik atau tidak berhubungan dengan konteks lokal.Murid menjawab 2 dari tiga pertanyaan dengan jawaban yang cukup relevan, tetapi kurang spesifik atau tidak merujuk pada kondisi daerah sendiri.Murid menjawab ketiga pertanyaan dengan lengkap (tiga poin per pertanyaan) dan relevan, meskipun beberapa jawaban masih bersifat umum.Murid menjawab ketiga pertanyaan dengan lengkap, spesifik merujuk pada kondisi daerahnya sendiri, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang kaitan antara iman Kristen, syukur, dan tanggung jawab terhadap alam.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil menyelesaikan karya kreatifnya dalam waktu yang disediakan? Jika tidak, apa penyebabnya dan bagaimana saya dapat menyesuaikan alokasi waktu di pertemuan berikutnya?
  • Apakah murid tampak terlibat secara emosional dan spiritual saat membuat karya, atau terkesan sekadar mengerjakan tugas? Apa yang dapat saya lakukan agar proses berkarya lebih bermakna?
  • Sejauh mana jawaban murid dalam asesmen tertulis menunjukkan pemahaman yang nyata tentang kondisi alam di daerah mereka sendiri, bukan sekadar jawaban generik?
  • Apakah diferensiasi yang saya siapkan cukup membantu murid dengan kecepatan belajar berbeda? Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari atau sadari hari ini tentang alam dan rasa syukurmu kepada Allah?
  • Bagaimana perasaanmu saat membuat karya kreatif tadi — apakah kamu menikmatinya? Mengapa?
  • Satu tindakan nyata apa yang akan kamu mulai lakukan mulai hari ini atau besok sebagai wujud syukurmu atas alam yang Allah ciptakan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-442-8) — halaman 110–118
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-444-2) — halaman 160–170
  3. Alkitab: Mazmur 104:1–35
  4. Gambar atau foto alam lokal (hutan, sungai, sawah, pantai, atau pegunungan di daerah sekitar sekolah) — dapat dicetak atau ditampilkan lewat proyektor
  5. Kertas HVS atau kertas gambar untuk karya kreatif murid
  6. Alat tulis dan alat warna (spidol, krayon, atau pensil warna) untuk murid yang memilih membuat poster
  7. Lembar asesmen tertulis (tiga pertanyaan sumatif dari Buku Siswa hlm. 118) yang telah disiapkan dan digandakan oleh guru
  8. Lembar refleksi diri murid (format sederhana: dua isian — satu hal berkesan dan satu rencana tindakan)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.