Modul AjarPertemuan 1Bab 11Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Allah Pencipta Alam dan Lingkungan: Belajar dari Mazmur 104

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Allah Pencipta Alam dan Lingkungan: Belajar dari Mazmur 104". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Allah Pencipta Alam dan Lingkungan: Belajar dari Mazmur 104

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 11 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Allah Pencipta Alam dan Lingkungan: Belajar dari Mazmur 104

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAllah Pencipta Alam dan Lingkungan: Belajar dari Mazmur 104
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan bahwa Allah hadir sebagai Pencipta dalam berbagai fenomena alam berdasarkan Mazmur 104:1–35 dengan menyebutkan minimal tiga contoh ciptaan Allah yang disebutkan dalam teks.
  2. Murid dapat mengungkapkan rasa syukur atas keindahan alam dan lingkungan ciptaan Allah melalui penjelasan makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' secara lisan atau tulisan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Ketika kamu melihat langit berbintang, matahari terbit, atau hujan turun, apa yang kamu rasakan? Siapa yang membuatnya semua itu terjadi?
  2. Pernahkah kamu merasa kagum dengan keindahan alam di sekitarmu? Apa yang membuatmu kagum, dan kepada siapa kamu merasa berterima kasih?
  3. Menurutmu, apa yang ingin disampaikan Pemazmur ketika ia menulis Mazmur 104 tentang alam ciptaan Allah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa pembuka, mengajak murid untuk hening sejenak dan bersyukur atas hari yang baru.
  • Guru menampilkan 3–4 foto atau gambar alam yang indah (gunung, laut, hutan, langit berbintang) yang relevan dengan lingkungan Indonesia, lalu mengajukan pertanyaan pemantik kepada murid secara lisan.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru meminta murid menuliskan atau menyebutkan secara lisan satu ciptaan Allah yang paling mereka sukai dan alasan singkatnya. Guru mencatat respons murid sebagai peta awal pemahaman.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami Allah sebagai Pencipta melalui Mazmur 104 dan mengungkapkan syukur atas alam ciptaan-Nya melalui lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur'.
  • Guru memberikan gambaran singkat alur kegiatan yang akan dilakukan dalam satu pertemuan ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid membuka Alkitab dan membaca Mazmur 104:1–35 bersama-sama. Guru membaca dengan ekspresif dan murid menyimak.
  • Guru menjelaskan secara singkat latar belakang Mazmur 104: ini adalah nyanyian pujian yang merayakan karya Allah sebagai Pencipta dan Pemelihara alam semesta.
  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat kartu ayat berisi petikan Mazmur 104 (mis. ayat 1–9, ayat 10–18, ayat 19–26, ayat 27–35) dan bertugas mengidentifikasi: (a) ciptaan Allah apa yang disebutkan, dan (b) bagaimana Allah berperan atas ciptaan tersebut.
  • Setiap kelompok mendiskusikan temuan mereka selama ±5 menit, lalu menuliskan minimal tiga contoh ciptaan Allah dari bagian ayat yang mereka terima di selembar kertas besar atau papan tulis kelompok.
  • Perwakilan setiap kelompok memaparkan temuannya secara singkat (1–2 menit per kelompok). Guru memfasilitasi dengan pertanyaan lanjutan: 'Mengapa ciptaan ini penting bagi kehidupan manusia?'
  • Guru merangkum temuan semua kelompok dan menegaskan bahwa Mazmur 104 menunjukkan Allah hadir dan aktif bekerja dalam setiap fenomena alam—dari terbit matahari, hujan, tumbuhnya tanaman, hingga pergantian siang dan malam.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak seluruh kelas menyanyikan lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' bersama-sama satu kali sebagai pemanasan. Guru memastikan lirik tersedia (ditampilkan di papan tulis, layar proyektor, atau dibagikan sebagai lembar kerja).
  • Guru memandu murid menelaah lirik lagu baris per baris: 'Kata apa yang muncul di sini? Fenomena alam apa yang disebutkan? Apa hubungannya dengan Mazmur 104 yang baru kita baca?'
  • Murid mengerjakan tugas individu: menuliskan atau menyampaikan secara lisan penjelasan makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' menggunakan kata-kata sendiri. Mereka harus menjawab: (a) apa yang disyukuri dalam lagu ini, dan (b) bagaimana lagu ini berkaitan dengan Allah sebagai Pencipta.
  • Diferensiasi Produk: Murid yang lebih cepat dapat menulis penjelasan lebih panjang (4–5 kalimat) disertai contoh fenomena alam dari pengalaman pribadi. Murid yang memerlukan lebih banyak dukungan dapat menggunakan lembar kerja berstruktur dengan kalimat rumpang: 'Lagu ini menceritakan bahwa Allah telah menciptakan ___, ___, dan ___. Kita harus bersyukur karena ___.'
  • Asesmen Proses: Guru berkeliling memantau tulisan atau penjelasan murid, memberikan umpan balik langsung berupa pertanyaan panduan seperti: 'Apakah ada ciptaan Allah lain yang kamu lihat di sekitarmu yang bisa kamu tambahkan?'

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak (1–2 menit) dan memikirkan satu hal dari pembelajaran hari ini yang paling berkesan bagi mereka.
  • Murid mengisi lembar refleksi singkat (bisa lisan atau tertulis) yang memuat tiga pertanyaan: (1) 'Tiga ciptaan Allah yang aku temukan dalam Mazmur 104 adalah...', (2) 'Makna lagu Betapa Kita Tidak Bersyukur bagiku adalah...', (3) 'Satu hal yang ingin aku lakukan sebagai bentuk syukurku atas alam ciptaan Allah adalah...'
  • Beberapa murid (2–3 orang secara sukarela) berbagi refleksi mereka kepada kelas. Guru merespons dengan afirmasi dan pertanyaan pendalaman yang hangat.
  • Guru mengajak murid menyanyikan kembali lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' satu bait sebagai penutup tahap inti, kali ini dengan penghayatan penuh berdasarkan pemahaman yang sudah dibangun.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat rangkuman pembelajaran: Allah hadir sebagai Pencipta dalam berbagai fenomena alam sebagaimana digambarkan dalam Mazmur 104, dan kita merespons karya-Nya dengan syukur.
  • Guru memberikan penguatan nilai: bersyukur bukan hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan melalui sikap menjaga dan menghargai alam ciptaan Allah.
  • Guru menyampaikan tugas ringan untuk tindak lanjut di rumah: amati satu fenomena alam di sekitar rumah atau sekolahmu (misalnya matahari, pohon, hujan, atau angin) dan tuliskan satu kalimat syukur dalam buku catatanmu.
  • Guru menutup pertemuan dengan doa syukur yang dipimpin oleh salah satu murid secara sukarela, mengucap syukur atas alam ciptaan Allah.
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum fasih membaca Alkitab dapat menggunakan ringkasan narasi Mazmur 104 yang telah disederhanakan bahasanya oleh guru. Murid yang sudah lancar dapat langsung membaca teks Alkitab secara mandiri dan mencatat temuan tanpa panduan.
  • Proses: Pada tahap Memahami, murid yang memerlukan dukungan lebih mendapat kartu ayat dengan jumlah ayat lebih sedikit (misalnya hanya 5 ayat) dan panduan pertanyaan terstruktur. Pada tahap Mengaplikasi, murid dengan kemampuan lebih tinggi dapat diminta menghubungkan minimal dua fenomena alam spesifik dari Mazmur 104 dengan bait lagu secara tertulis.
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengungkapkan penjelasan makna lagu: secara lisan (verbal kepada guru atau teman), secara tertulis (kalimat bebas), atau menggunakan lembar kerja berstruktur dengan kalimat rumpang bagi yang memerlukan scaffolding tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan atau menuliskan satu ciptaan Allah yang paling mereka sukai beserta alasan singkatnya (dapat dilakukan lisan secara spontan atau dengan sticky note).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu isi Mazmur 104? Pernahkah kalian membacanya?' untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang teks Alkitab yang akan dipelajari.

Proses:

  • Observasi dan catatan singkat guru saat murid berdiskusi kelompok: apakah murid aktif menemukan contoh ciptaan Allah dan mampu menjelaskan peran Allah atas ciptaan tersebut.
  • Umpan balik langsung (lisan) dari guru kepada murid saat mengerjakan tugas penjelasan makna lagu, dengan pertanyaan panduan untuk membantu murid yang mengalami kesulitan.
  • Guru memperhatikan partisipasi murid dalam diskusi kelas setelah presentasi kelompok sebagai indikator pemahaman informal.

Akhir:

  • Murid menyerahkan atau menyampaikan penjelasan makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' (tertulis atau lisan) yang dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Murid menunjukkan kemampuan menyebutkan minimal tiga ciptaan Allah dari Mazmur 104 dalam lembar refleksi atau jawaban lisan.
  • Lembar refleksi tiga pertanyaan dikumpulkan sebagai bukti belajar tertulis dan dasar tindak lanjut guru pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi aktif guru selama diskusi kelompok pada tahap Memahami: apakah murid dapat mengidentifikasi minimal tiga ciptaan Allah dari Mazmur 104.
  • Pemantauan tulisan atau penjelasan lisan murid saat mengerjakan tugas makna lagu pada tahap Mengaplikasi, disertai umpan balik langsung.
  • Lembar refleksi singkat pada tahap Merefleksi sebagai bukti pemahaman murid tentang Allah sebagai Pencipta dan ekspresi syukur mereka.

Sumatif:

  • Penilaian produk tertulis atau lisan: penjelasan makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' yang memuat keterhubungan dengan Allah sebagai Pencipta dan ekspresi syukur pribadi.
  • Penilaian kemampuan menyebutkan minimal tiga contoh ciptaan Allah dari Mazmur 104 secara lisan atau tertulis.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kehadiran Allah sebagai Pencipta melalui Mazmur 104 (TP 4.11.1.1)Murid belum dapat menyebutkan ciptaan Allah dari Mazmur 104, atau jawaban tidak berkaitan dengan teks.Murid dapat menyebutkan 1–2 contoh ciptaan Allah dari Mazmur 104 dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menyebutkan minimal tiga contoh ciptaan Allah dari Mazmur 104 secara mandiri dan menjelaskan secara singkat peran Allah atas ciptaan tersebut.Murid dapat menyebutkan lebih dari tiga contoh ciptaan Allah dari Mazmur 104, menjelaskan peran Allah secara rinci, dan menghubungkannya dengan pengalaman alam yang mereka amati sendiri.
Mengungkapkan rasa syukur melalui penjelasan makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' (TP 4.11.1.2)Murid belum dapat menjelaskan makna lagu, atau penjelasan tidak menunjukkan pemahaman tentang rasa syukur atas alam ciptaan Allah.Murid dapat menyebutkan 1–2 hal yang disyukuri dalam lagu dengan bantuan pertanyaan panduan dari guru, namun belum menghubungkannya dengan Allah sebagai Pencipta.Murid dapat menjelaskan makna lagu secara lisan atau tulisan dengan kata-kata sendiri, menyebutkan apa yang disyukuri, dan menghubungkannya dengan Allah sebagai Pencipta.Murid dapat menjelaskan makna lagu secara lisan atau tulisan dengan kata-kata sendiri secara runtut dan mendalam, mengaitkannya dengan Mazmur 104, dan mengekspresikan rasa syukur pribadi yang konkret dan spesifik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil mengidentifikasi minimal tiga ciptaan Allah dari Mazmur 104? Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok berjalan efektif dan semua murid terlibat aktif? Apa yang perlu diperbaiki dari pengelolaan kelompok?
  • Apakah penjelasan makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' berhasil membantu murid mengungkapkan rasa syukur secara lebih personal dan bermakna?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit mencukupi untuk ketiga tahap kegiatan inti? Bagian mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan-pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Tiga ciptaan Allah yang aku temukan dalam Mazmur 104 adalah... Dari ketiganya, yang paling membuatku kagum adalah... karena...
  • Makna lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' bagiku adalah... Lagu ini membuatku sadar bahwa...
  • Satu hal yang ingin aku lakukan sebagai bentuk syukurku atas alam ciptaan Allah mulai hari ini adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Alkitab (Mazmur 104:1–35) — tersedia dalam format cetak atau digital
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek, 2021, ISBN 978-602-244-444-2)
  3. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemendikbudristek, 2021, ISBN 978-602-244-442-8)
  4. Lirik lagu 'Betapa Kita Tidak Bersyukur' (ditampilkan di papan tulis, layar proyektor, atau dibagikan sebagai lembar kerja)
  5. Foto atau gambar alam Indonesia (gunung, laut, hutan, langit berbintang) untuk kegiatan pemantik — dapat disiapkan dari internet atau buku
  6. Kartu ayat Mazmur 104 (disiapkan guru: potongan kertas berisi petikan ayat untuk setiap kelompok)
  7. Lembar kerja siswa berstruktur (kalimat rumpang untuk diferensiasi murid yang memerlukan scaffolding)
  8. Lembar refleksi tiga pertanyaan (disiapkan guru atau cukup dicatat murid di buku tugas)
  9. Papan tulis atau kertas plano untuk presentasi hasil diskusi kelompok
  10. Proyektor atau papan tulis untuk menampilkan gambar dan lirik lagu (opsional, sesuai ketersediaan sarana sekolah)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.