Modul AjarPertemuan 5Bab 10Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Asesmen Sumatif: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 10 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Mensyukuri Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyajikan secara tertulis penjelasan tentang berbagai bentuk keberagaman di Indonesia dan alasan keberagaman tersebut merupakan anugerah Allah yang wajib disyukuri.
  2. Murid dapat menulis karangan singkat yang menggambarkan pengalaman atau refleksi pribadi tentang cara mensyukuri dan merawat keberagaman dalam masyarakat Indonesia berdasarkan nilai-nilai Kristiani.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa artinya semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' bagimu, dan bagaimana semboyan itu mengingatkanmu akan kasih Allah?
  2. Pernahkah kamu bersyukur kepada Allah karena Indonesia memiliki banyak suku, budaya, dan bahasa yang berbeda? Apa yang kamu rasakan saat itu?
  3. Menurut kamu, apa yang akan terjadi jika kita tidak menjaga dan merawat keberagaman yang Allah berikan kepada bangsa Indonesia?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa bersama, mengucap syukur atas keberagaman yang Allah anugerahkan kepada Indonesia.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan singkat: (1) 'Sebutkan dua bentuk keberagaman di Indonesia yang kamu ingat dari pelajaran sebelumnya.' (2) 'Apa satu nilai Kristiani yang menurutmu berkaitan dengan keberagaman?' — guru mencatat respons murid untuk memetakan kesiapan menulis.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: hari ini murid akan menunjukkan pemahaman mereka melalui dua tugas tertulis yang menjadi asesmen sumatif bab ini.
  • Guru membagikan lembar asesmen dan menjelaskan dua tugas yang harus dikerjakan: (1) tulisan penjelasan keberagaman sebagai anugerah Allah, dan (2) karangan singkat refleksi pribadi.
  • Guru membacakan pertanyaan pemantik secara singkat untuk memanaskan pikiran murid sebelum menulis, lalu mempersilakan murid mulai bekerja secara mandiri.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diberikan waktu 5 menit untuk membaca ulang catatan atau buku siswa mereka sebagai persiapan menulis — guru mengingatkan bahwa ini adalah waktu 'memusatkan pikiran' sebelum menulis (berkesadaran).
  • Guru mengingatkan secara lisan poin-poin kunci yang perlu muncul dalam tulisan: bentuk-bentuk keberagaman di Indonesia (suku, bahasa, budaya, agama, adat istiadat, kuliner, pakaian, dll.), kaitan keberagaman dengan konsep anugerah Allah berdasarkan Mazmur 150:1–6 dan Bhinneka Tunggal Ika, serta nilai-nilai Kristiani seperti kasih, syukur, dan saling menghormati.
  • Murid menuliskan secara mandiri penjelasan tentang berbagai bentuk keberagaman di Indonesia beserta alasan keberagaman itu merupakan anugerah Allah (Tugas 1 — TP 4.10.5.1). Target: minimal 3 bentuk keberagaman dijelaskan dengan alasan yang dikaitkan pada iman Kristiani.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah menyelesaikan Tugas 1, murid beralih ke Tugas 2: menulis karangan singkat (minimal 3 paragraf) yang menggambarkan pengalaman atau refleksi pribadi tentang cara mereka mensyukuri dan merawat keberagaman dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan nilai-nilai Kristiani (TP 4.10.5.2).
  • Guru mengingatkan struktur karangan: paragraf 1 — pengalaman atau situasi nyata yang pernah dialami terkait keberagaman; paragraf 2 — bagaimana murid mensyukuri dan merespons keberagaman itu berdasarkan nilai Kristiani; paragraf 3 — komitmen atau tindakan konkret ke depan untuk merawat keberagaman.
  • Guru berkeliling memantau proses penulisan, memberikan umpan balik singkat secara individual jika ada murid yang tampak bingung memulai (misal: 'Coba ingat satu teman yang berbeda sukunya denganmu, lalu ceritakan pengalamanmu bersamanya.').
  • Murid mengerjakan secara mandiri dengan fokus dan tenang — guru menjaga suasana kondusif namun tidak tegang, mengingatkan bahwa tulisan ini adalah cara mereka berbagi cerita nyata kepada Allah dan kepada sesama.

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Setelah kedua tugas selesai dikumpulkan, guru mengajak murid berhenti sejenak dan menutup mata sebentar, kemudian bertanya dalam hati: 'Apa satu hal baru yang aku sadari tentang keberagaman Indonesia hari ini?' (berkesadaran).
  • Murid menuliskan 1–2 kalimat singkat di bagian bawah lembar asesmen mereka sebagai 'catatan hati': hal yang paling berkesan dari proses menulis hari ini dan satu doa singkat syukur kepada Allah atas keberagaman Indonesia.
  • Guru meminta 2–3 murid yang bersedia untuk membacakan kalimat refleksi mereka — guru merespons dengan hangat dan affirmatif tanpa menghakimi.
  • Guru mengajak seluruh kelas untuk bersama-sama mengucapkan satu kalimat syukur verbal: 'Terima kasih, Tuhan, atas keindahan keberagaman Indonesia yang Engkau anugerahkan kepada kami.'

Penutup:

  • Guru menyimpulkan bahwa keberagaman Indonesia adalah anugerah Allah yang nyata — merawat dan mensyukurinya adalah bentuk ibadah dan wujud nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap proses pengerjaan asesmen hari ini: hal-hal yang guru amati sudah baik dan hal yang perlu terus dilatih dalam menulis.
  • Guru menginformasikan bahwa hasil tulisan akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan sikap saling menghormati dan menghargai keberagaman di lingkungan sekitar mereka sebagai bukti syukur kepada Allah.
  • Kelas ditutup dengan doa yang dipimpin seorang murid yang bersedia, lalu salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan dapat menggunakan 'lembar bantuan' berisi daftar 8–10 contoh bentuk keberagaman Indonesia dan 4 kata kunci nilai Kristiani (kasih, syukur, damai, hormat) sebagai pemantik ide — lembar ini diberikan atas permintaan atau sesuai pemetaan asesmen awal.
  • Proses: Murid yang sudah siap menulis mandiri langsung mengerjakan tanpa lembar bantuan. Murid yang membutuhkan waktu lebih panjang diperbolehkan menyelesaikan karangan singkat (Tugas 2) di rumah sebagai pekerjaan rumah, asalkan Tugas 1 tetap diselesaikan di kelas.
  • Produk: Murid yang telah menyelesaikan kedua tugas lebih cepat dapat memperluas karangan mereka dengan menambahkan kutipan Mazmur 150:1–6 dan menjelaskan kaitannya dengan keberagaman Indonesia, atau membuat ilustrasi sederhana di samping tulisan mereka sebagai bentuk ekspresi tambahan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan sebelum membagikan lembar asesmen: (1) 'Sebutkan dua bentuk keberagaman di Indonesia yang kamu ingat!' dan (2) 'Apa satu nilai Kristiani yang bisa dikaitkan dengan keberagaman?' — respons digunakan untuk memetakan murid yang perlu lembar bantuan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi berkeliling saat murid menulis: guru mencatat murid yang aktif menulis, murid yang tampak kesulitan memulai, dan murid yang sudah selesai lebih awal — digunakan sebagai dasar diferensiasi real-time.
  • Umpan balik lisan individual saat guru berkeliling: pertanyaan pemandu seperti 'Apa satu pengalaman nyata yang bisa kamu ceritakan?' diberikan kepada murid yang bingung, tanpa memberi jawaban langsung.
  • Catatan hati di akhir kegiatan inti: 1–2 kalimat refleksi murid dipantau guru sebagai bukti proses berpikir dan pemaknaan pembelajaran hari ini.

Akhir:

  • Tugas 1 tertulis: penjelasan minimal 3 bentuk keberagaman Indonesia disertai alasan berbasis iman Kristiani — dikumpulkan di akhir pertemuan dan dinilai dengan rubrik.
  • Tugas 2 tertulis: karangan singkat 3 paragraf tentang pengalaman atau refleksi pribadi mensyukuri dan merawat keberagaman berdasarkan nilai-nilai Kristiani — dikumpulkan di akhir pertemuan dan dinilai dengan rubrik.

Formatif:

  • Asesmen lisan di pendahuluan: tanya jawab singkat untuk memetakan kesiapan awal murid tentang bentuk keberagaman dan nilai Kristiani.
  • Observasi guru selama kegiatan menulis: memantau proses dan memberikan umpan balik individual pada murid yang memerlukan dorongan atau klarifikasi.
  • Catatan hati refleksi di akhir kegiatan inti: murid menuliskan 1–2 kalimat refleksi sebagai bukti proses berpikir dan perasaan mereka.

Sumatif:

  • Tugas 1 (TP 4.10.5.1): Tulisan penjelasan tentang berbagai bentuk keberagaman di Indonesia dan alasan keberagaman tersebut merupakan anugerah Allah — dinilai menggunakan rubrik aspek kelengkapan konten dan kaitan iman.
  • Tugas 2 (TP 4.10.5.2): Karangan singkat 3 paragraf tentang pengalaman atau refleksi pribadi dalam mensyukuri dan merawat keberagaman berdasarkan nilai-nilai Kristiani — dinilai menggunakan rubrik aspek kedalaman refleksi dan penggunaan nilai Kristiani.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Konten Keberagaman (TP 4.10.5.1)Murid menyebutkan kurang dari 2 bentuk keberagaman tanpa penjelasan, atau tidak menyebutkan sama sekali.Murid menyebutkan 2 bentuk keberagaman dengan penjelasan singkat namun belum dikaitkan dengan anugerah Allah.Murid menjelaskan 3 bentuk keberagaman dengan jelas dan mengaitkannya dengan konsep anugerah Allah meskipun belum mendalam.Murid menjelaskan 4 atau lebih bentuk keberagaman secara rinci, mengaitkannya dengan anugerah Allah dan dasar Alkitab (misal Mazmur 150 atau Bhinneka Tunggal Ika) secara koheren dan meyakinkan.
Kaitan dengan Iman Kristiani (TP 4.10.5.1)Tidak ada kaitan antara keberagaman dan iman Kristiani dalam tulisan.Ada upaya mengaitkan keberagaman dengan iman Kristiani namun masih sangat umum atau tidak tepat.Murid mengaitkan keberagaman dengan iman Kristiani secara jelas dengan menggunakan satu atau dua konsep iman yang tepat (misal: syukur, kasih Allah).Murid mengaitkan keberagaman dengan iman Kristiani secara mendalam, menyebutkan nilai-nilai spesifik dan referensi Alkitab atau ajaran Kristiani dengan tepat dan relevan.
Kedalaman Refleksi Pribadi (TP 4.10.5.2)Karangan tidak mencerminkan pengalaman atau refleksi pribadi; isinya sangat umum atau hanya menyalin ulang teks buku.Karangan menyebutkan pengalaman pribadi namun sangat singkat dan belum menunjukkan refleksi yang bermakna.Karangan menggambarkan pengalaman pribadi yang nyata dan disertai refleksi tentang arti keberagaman bagi murid secara personal.Karangan menggambarkan pengalaman pribadi yang spesifik dan konkret, disertai refleksi mendalam tentang makna keberagaman dan komitmen tindakan nyata ke depan yang terasa tulus dan personal.
Penggunaan Nilai-nilai Kristiani dalam Karangan (TP 4.10.5.2)Tidak ada nilai Kristiani yang disebutkan atau diterapkan dalam karangan.Menyebutkan satu nilai Kristiani (misal: kasih) namun tidak menjelaskan bagaimana nilai itu diterapkan dalam konteks keberagaman.Menyebutkan dan menjelaskan satu atau dua nilai Kristiani secara relevan dengan pengalaman mensyukuri dan merawat keberagaman.Mengintegrasikan dua atau lebih nilai Kristiani secara natural ke dalam narasi karangan — misalnya kasih, syukur, saling menghormati — dan menjelaskan bagaimana nilai-nilai itu membentuk sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Kualitas Tulisan (Struktur dan Kejelasan)Tulisan tidak terstruktur, sulit dipahami, atau sangat singkat sehingga pesan tidak tersampaikan.Tulisan memiliki struktur dasar namun kalimat-kalimatnya masih tidak runtut atau sulit dipahami di beberapa bagian.Tulisan cukup runtut dan jelas, ide pokok mudah dipahami meskipun masih ada beberapa kalimat yang kurang tepat.Tulisan runtut, jelas, dan enak dibaca — ide mengalir logis dari satu paragraf ke paragraf berikutnya dengan pemilihan kata yang tepat untuk usia kelas 4.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid berhasil memahami tugas asesmen dengan jelas sebelum mulai menulis? Jika tidak, bagian mana dari instruksi yang perlu diperjelas di masa mendatang?
  • Murid mana yang menunjukkan perkembangan signifikan dalam kemampuan mengaitkan keberagaman dengan iman Kristiani, dan murid mana yang masih memerlukan dukungan lanjutan?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk kedua tugas? Bagaimana saya bisa mengatur waktu lebih efektif jika ada murid yang membutuhkan lebih banyak waktu?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan hari ini? Apakah lembar bantuan membantu murid yang memerlukan dukungan tanpa mengurangi kemandirian mereka?
  • Apakah kegiatan refleksi di akhir berhasil menciptakan suasana yang berkesadaran dan bermakna? Apa yang perlu saya ubah agar refleksi lebih dalam pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Dari dua tugas yang kamu kerjakan hari ini, mana yang lebih mudah dan mana yang lebih sulit? Mengapa?
  • Apakah ada bentuk keberagaman Indonesia yang baru kamu sadari hari ini sebagai anugerah Allah? Apa itu?
  • Satu nilai Kristiani apa yang ingin kamu terapkan minggu ini untuk merawat keberagaman di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemdikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-442-8)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Norita Yudiet Tompah & Novy Amelia Elisabeth Sine, Kemdikbudristek 2021, ISBN 978-602-244-444-2)
  3. Alkitab: Mazmur 150:1–6
  4. Lembar asesmen sumatif (disiapkan guru) berisi instruksi Tugas 1 dan Tugas 2 serta kolom catatan hati refleksi
  5. Lembar bantuan diferensiasi (disiapkan guru) berisi daftar 8–10 contoh bentuk keberagaman Indonesia dan 4 kata kunci nilai Kristiani untuk murid yang memerlukan dukungan
  6. Alat tulis (pensil/pulpen) untuk masing-masing murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.