Modul AjarPertemuan 2Bab 10Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengenal Suku, Kesenian, dan Budaya Daerah di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Mengenal Suku, Kesenian, dan Budaya Daerah di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 4: Mengenal Suku, Kesenian, dan Budaya Daerah di Indonesia

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 10 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengenal Suku, Kesenian, dan Budaya Daerah di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengenal Suku, Kesenian, dan Budaya Daerah di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan nama suku, alat musik tradisional, tarian, pakaian adat, dan lagu daerah dari minimal tiga daerah yang berbeda di Indonesia.
  2. Murid dapat membandingkan kekhasan kesenian dan bahasa dari dua suku yang berbeda (misalnya ungkapan terima kasih dalam bahasa Batak: mauliate godang dan bahasa Sunda: hatur nuhun) sebagai wujud kekayaan bangsa Indonesia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari mana asal suku kalian, dan apa satu kesenian khas dari suku tersebut yang paling kalian sukai?
  2. Mengapa menurut kalian Indonesia memiliki begitu banyak suku, bahasa, dan budaya yang berbeda-beda?
  3. Jika dua orang dari suku berbeda saling berterima kasih, kira-kira apa yang terjadi jika mereka masing-masing memakai bahasa daerahnya sendiri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan doa singkat, mengajak murid bersyukur atas keberagaman bangsa Indonesia sebagai anugerah Allah.
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan 3–4 gambar kesenian daerah (alat musik, tarian, pakaian adat) dan meminta murid menebak nama dan asal daerahnya secara lisan — guru mencatat respons murid untuk memetakan pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik satu per satu, memberi waktu 1–2 menit untuk murid berpikir dan merespons secara spontan.
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: murid akan mengenal keberagaman suku, kesenian, dan budaya dari minimal tiga daerah di Indonesia, lalu membandingkan kekhasan dua suku yang berbeda.
  • Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan selama 70 menit ke depan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar-gambar pada Buku Siswa halaman 102–103 (alat musik, tarian, pakaian adat, lagu daerah dari berbagai daerah) melalui proyektor atau papan tempel.
  • Murid berpasangan (Kegiatan 1 Buku Siswa) mendiskusikan nama alat musik, nama tarian, nama pakaian adat, dan lagu daerah dari gambar yang ditampilkan, lalu menuliskan hasil diskusi di lembar kerja yang disiapkan guru.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat: setiap pasangan berbagi satu temuan, guru melengkapi informasi yang kurang tepat dan menambahkan contoh konkret minimal tiga daerah: misalnya Batak (Sumatera Utara), Sunda (Jawa Barat), dan Dayak (Kalimantan).
  • Guru secara khusus menyoroti perbandingan ungkapan terima kasih: mauliate godang (Batak) vs. hatur nuhun (Sunda) dan mengajak murid mencari contoh ungkapan serupa dari suku lain yang mereka ketahui.
  • Murid menuliskan minimal sepuluh jenis keberagaman Indonesia (bahasa, makanan, rumah adat, pakaian, alat musik, tarian, lagu, upacara, senjata tradisional, dan sebagainya) di lembar kerja mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok kecil beranggotakan empat orang (Kegiatan 4 Buku Siswa). Setiap anggota kelompok berbagi cerita tentang suku asal mereka masing-masing, mencakup: (1) nama suku dan daerah asal, (2) dua alat musik tradisional, (3) satu tarian tradisional, (4) nama pakaian adat, (5) dua lagu tradisional.
  • Setiap murid mencatat informasi dari anggota kelompok lain di lembar kerja mereka sehingga setiap murid memiliki data minimal tiga daerah berbeda setelah sesi berbagi selesai.
  • Kelompok mendiskusikan perbandingan kekhasan dua suku: murid memilih dua suku dari anggota kelompok mereka, lalu menuliskan minimal dua perbedaan kesenian atau bahasa daerah (termasuk ungkapan sehari-hari) di kolom perbandingan pada lembar kerja.
  • Setiap kelompok membuat rangkuman singkat hasil diskusi dalam 3–5 kalimat, lalu satu perwakilan mempresentasikan rangkuman tersebut di depan kelas.
  • Guru dan murid lain menyimak presentasi, kemudian guru memberikan umpan balik singkat dan konfirmasi kebenaran informasi yang disampaikan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid kembali ke pertanyaan pemantik awal: 'Setelah mengenal suku-suku tadi, apakah keberagaman ini menurut kalian adalah anugerah Allah? Mengapa?'
  • Murid secara mandiri menuliskan refleksi pribadi di lembar kerja: (1) satu hal baru yang mereka pelajari tentang keberagaman Indonesia, (2) satu hal yang membuat mereka takjub atau kagum, dan (3) satu tindakan nyata yang bisa mereka lakukan untuk menghargai teman yang berbeda suku.
  • Guru meminta dua atau tiga murid secara sukarela membacakan refleksinya, lalu guru mengaitkan temuan murid dengan Mazmur 150 dan pesan syukur atas keberagaman sebagai pemberian Allah.
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan checklist sederhana yang disediakan guru: 'Sudahkah saya bisa menyebutkan kesenian dari tiga daerah berbeda? Sudahkah saya membandingkan dua suku?'

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan bersama: apa saja keberagaman yang sudah mereka pelajari hari ini dan mengapa keberagaman itu patut disyukuri sebagai anugerah Allah.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir singkat: murid mengisi kartu keluar (exit card) — menuliskan nama satu suku beserta satu alat musik, satu tarian, satu pakaian adat, dan satu lagu daerahnya, serta satu contoh perbandingan bahasa dari dua suku berbeda.
  • Murid melakukan Doa Berantai (Kegiatan 5 Buku Siswa): setiap murid mengucapkan satu kalimat doa syukur atas keberagaman Indonesia secara bergantian dalam kelompok.
  • Guru menutup kelas dengan pesan singkat: 'Keberagaman kita adalah kekayaan, bukan masalah. Mari jaga dan syukuri bersama.' Diakhiri dengan doa penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi lembar kerja bergambar dengan keterangan singkat di bawah setiap gambar suku/kesenian. Murid yang sudah menguasai materi dasar diberi tantangan tambahan: mencari informasi satu suku dari luar Jawa dan Sumatera yang belum dibahas di kelas.
  • Proses: Murid yang membutuhkan lebih banyak dukungan (lambat) dipasangkan dengan murid yang lebih percaya diri saat diskusi berpasangan, dan guru memberikan scaffolding berupa daftar kata kunci (nama suku, alat musik, tarian, pakaian, lagu) yang bisa mereka gunakan sebagai panduan. Murid yang cepat diminta memimpin diskusi kelompok dan membantu merangkum hasil presentasi.
  • Produk: Sebagian besar murid mengisi lembar kerja tertulis. Murid yang memiliki kemampuan lebih dapat membuat tabel perbandingan dua suku secara lebih lengkap (mencakup rumah adat, makanan khas, dan upacara). Murid yang mengalami kesulitan menulis dapat menyampaikan hasil diskusinya secara lisan kepada guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan 3–4 gambar kesenian daerah (alat musik, tarian, pakaian adat) tanpa keterangan dan meminta murid menebak nama serta asal daerahnya secara lisan untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang keberagaman budaya Indonesia.
  • Guru mencatat respons murid: siapa yang sudah mengenal beragam suku dan siapa yang masih terbatas pada suku sendiri, sebagai dasar pengelompokan dan diferensiasi.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru selama diskusi berpasangan (Memahami): apakah murid dapat mengidentifikasi nama dan asal kesenian dari gambar yang ditampilkan.
  • Pemantauan lembar kerja saat kegiatan berbagi cerita kelompok (Mengaplikasi): apakah murid berhasil mencatat data minimal tiga daerah berbeda.
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok: guru meluruskan informasi yang kurang tepat dan memberi apresiasi atas jawaban yang benar.
  • Penilaian diri murid (self-assessment checklist) di tahap Merefleksi: murid menilai sendiri apakah mereka sudah mencapai kedua tujuan pembelajaran.

Akhir:

  • Kartu keluar (exit card) diisi secara mandiri oleh setiap murid di akhir pembelajaran: menyebutkan nama satu suku beserta satu alat musik, satu tarian, satu pakaian adat, satu lagu daerah, dan satu contoh perbandingan ungkapan bahasa dari dua suku berbeda.
  • Guru menilai kartu keluar menggunakan rubrik 4 level untuk dua aspek: (1) kelengkapan data kesenian dari minimal tiga daerah, dan (2) ketepatan perbandingan kekhasan dua suku.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi berpasangan dan diskusi kelompok (guru mencatat keterlibatan dan kebenaran informasi yang disampaikan).
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok — guru menanggapi ketepatan nama suku, kesenian, dan perbandingan bahasa.
  • Penilaian diri murid (self-assessment checklist) di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Kartu keluar (exit card): murid menuliskan nama satu suku beserta alat musik, tarian, pakaian adat, dan lagu daerahnya, serta satu contoh perbandingan ungkapan dari dua suku berbeda.
  • Penilaian lembar kerja: ketepatan dan kelengkapan data minimal tiga daerah yang dicatat murid selama kegiatan Mengaplikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kesenian dari minimal tiga daerah (TP 4.10.2.1)Murid hanya menyebutkan satu daerah atau tidak dapat menyebutkan unsur kesenian (alat musik, tarian, pakaian adat, lagu) dengan benar.Murid dapat menyebutkan dua daerah dengan masing-masing satu unsur kesenian yang benar, namun masih ada kekeliruan pada unsur lainnya.Murid dapat menyebutkan tiga daerah dengan masing-masing minimal tiga unsur kesenian (alat musik, tarian, pakaian adat, atau lagu) secara benar.Murid dapat menyebutkan tiga daerah atau lebih dengan semua unsur kesenian (alat musik, tarian, pakaian adat, dan lagu daerah) secara lengkap dan tepat untuk setiap daerah.
Membandingkan kekhasan kesenian dan bahasa dua suku berbeda (TP 4.10.2.2)Murid belum dapat menunjukkan perbedaan antara dua suku yang berbeda, atau hanya menyalin ulang informasi tanpa membandingkan.Murid dapat menyebutkan satu perbedaan antara dua suku (misalnya hanya perbedaan bahasa), namun belum dapat menjelaskan maknanya sebagai kekayaan bangsa.Murid dapat membandingkan minimal dua perbedaan kesenian atau bahasa dari dua suku berbeda dan menyebutkan bahwa perbedaan tersebut adalah kekayaan Indonesia.Murid dapat membandingkan secara rinci minimal dua aspek (bahasa dan kesenian) dari dua suku berbeda, menjelaskan kekhasan masing-masing, dan mengaitkannya dengan rasa syukur kepada Allah atas keberagaman bangsa Indonesia.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi berpasangan dan kelompok? Siapa yang tampak pasif dan perlu pendekatan berbeda?
  • Apakah informasi tentang tiga daerah yang digunakan sebagai contoh sudah cukup representatif dan relevan dengan latar belakang murid di kelas ini?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Jika tidak, pertanyaan seperti apa yang lebih efektif untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang memerlukan penyesuaian?
  • Apakah murid sudah mampu mengaitkan keberagaman budaya dengan nilai syukur kepada Allah sesuai CP Fase B?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang suku dan budaya di Indonesia yang belum pernah kamu ketahui sebelumnya?
  • Apa yang membuat kamu kagum atau takjub saat mendengar cerita teman-temanmu tentang suku mereka?
  • Bagaimana kamu bisa menunjukkan rasa syukur kepada Allah atas keberagaman suku dan budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-harimu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV (Kemdikbudristek, 2021) — halaman 102–106
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti untuk SD Kelas IV, Norita Yudiet Tompah dan Novy Amelia Elisabeth Sine (ISBN 978-602-244-444-2) — halaman 146–154
  3. Alkitab: Mazmur 150:1–6
  4. Gambar-gambar kesenian daerah Indonesia (alat musik, tarian, pakaian adat, lagu daerah) — dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor
  5. Lembar kerja murid yang disiapkan guru (berisi tabel kesenian daerah, kolom perbandingan dua suku, dan checklist penilaian diri)
  6. Kartu keluar (exit card) — satu lembar per murid
  7. Proyektor atau papan tempel untuk menampilkan gambar (opsional)
  8. Internet/ensiklopedia anak sebagai referensi tambahan bagi murid yang ingin menggali lebih dalam (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.